13 Game Bola Paling Absurd: Ada Gundam Maen Bola!

13 Game Bola Paling Absurd: Ada Gundam Maen Bola!

Kalau ngomongin game sepak bola, pikiran orang biasanya langsung loncat ke FIFA, EA Sports FC, PES/eFootball, atau Football Manager. Serius, realistis, penuh lisensi, dan kadang bikin emosi karena kiper sendiri bisa bikin gol bunuh diri.

Tapi di luar dunia sepak bola yang realistis itu, ada sisi gelap sekaligus kocak dari genre ini. Ada game bola dengan David Beckham jadi karakter platformer, Mega Man main futsal, robot Gundam lawan kaiju, sampai game yang lahir dari dendam Inggris terhadap gol “Tangan Tuhan” Maradona.

Lebih kacau lagi, beberapa game ini bukan cuma aneh. Sebagian justru punya ide yang cukup kreatif.

1. Go! Go! Beckham! Adventure on Soccer Island

Bayangin Super Mario World, tapi karakter utamanya bukan tukang ledeng berkumis. Karakternya adalah David Beckham.

Itulah konsep gila dari Go! Go! Beckham! Adventure on Soccer Island, game Game Boy Advance yang mengubah legenda Inggris itu jadi pahlawan platformer 2D.

Ceritanya juga ajaib. Beckham harus menyelamatkan Soccer Island dari Mister Woe, penjahat yang mengubah hewan-hewan lucu jadi monster. Senjata utama Beckham tentu saja bukan pedang, pistol, atau sihir, melainkan bola sepak.

Dia melompat, menendang, mengontrol bola, dan memakai skill sepak bolanya buat mengalahkan musuh. Absurd? Banget. Tapi justru itu pesonanya.

Yang bikin makin menarik, game ini dibuat oleh Denki, studio yang didirikan David Jones, salah satu kreator awal Grand Theft Auto. Jadi ada garis sejarah aneh antara GTA dan game Beckham imut di GBA. Dunia gaming memang kadang terlalu random.

2. Inazuma Eleven Go

Inazuma Eleven bukan game sepak bola biasa. Ini RPG sekolah, anime shonen, drama dunia, dan sepak bola superpower yang digabung jadi satu.

Di Inazuma Eleven Go, tim sekolah harus melawan sistem otoriter bernama Holy Emperor yang mengontrol dunia sepak bola. Jadi ini bukan cuma soal menang turnamen. Ini soal membebaskan sepak bola dari penindasan.

Kalau di RPG biasa kita pakai pedang dan magic buat lawan demon lord, di sini kita pakai tendangan api, teknik kiper super, dan semangat persahabatan yang levelnya sudah mendekati senjata nuklir.

Seri Inazuma Eleven memang terkenal karena menjadikan sepak bola sebagai alat buat menyelamatkan dunia, melawan organisasi jahat, bahkan kadang menyentuh urusan waktu. Buat yang suka anime sports penuh teriakan jurus, ini paket lengkap.

3. Peter Shilton’s Handball Maradona

Ada orang yang menyimpan dendam dalam hati. Ada juga yang mengubah dendam jadi video game.

Peter Shilton’s Handball Maradona adalah salah satu contoh paling petty tapi legendaris. Game ini muncul setelah gol kontroversial Diego Maradona pada Piala Dunia 1986, saat ia memakai tangan buat membobol gawang Inggris.

Judulnya saja sudah seperti komentar pedas dari pub Inggris.

Uniknya, game ini bukan game sepak bola normal. Kamu cuma bermain sebagai kiper, menghadapi berbagai situasi seperti penalti, corner, dan skenario bertahan lain. Ga ada mode pertandingan penuh. Ga ada kesempatan membalas dengan hat-trick. Cuma jadi penjaga gawang yang harus bertahan dari serangan.

Aneh? Iya. Pahit? Banget. Bersejarah? Jelas.

4. RedCard

RedCard menjawab pertanyaan yang mungkin pernah dipikirkan banyak gamer barbar: gimana kalau sepak bola punya tekel brutal tanpa konsekuensi?

Game PS2, Xbox, dan GameCube ini dasarnya adalah sepak bola arcade. Tapi daya tarik utamanya ada pada kekerasan yang dibiarkan jalan. Wasit seperti pura-pura buta saat pemain melakukan tekel keras, body slam, atau gerakan yang di dunia nyata bisa bikin karier lawan selesai sebelum babak kedua.

Ada meter khusus buat mengaktifkan special move, termasuk serangan akrobatik ke pemain lain. Jadi ini lebih mirip sepak bola campur wrestling.

Cover versi Eropa juga terkenal karena memparodikan momen Vinnie Jones mencengkeram Paul Gascoigne. EA Sports FC jelas ga akan berani begini.

5. Mega Man Soccer

Pada 1994, Capcom memutuskan bahwa Mega Man ga cukup sibuk melawan Dr. Wily. Ia juga harus menyelamatkan sepak bola.

Mega Man Soccer dirilis untuk SNES dan secara teknis berkaitan dengan dunia Mega Man klasik. Dr. Wily dan Robot Masters masuk ke lapangan, lalu pertandingan berubah jadi arena penuh jurus.

Karakter bisa memakai special shot berdasarkan kemampuan mereka. Air Man punya Tornado Shot, Wood Man punya Leaf Shot, dan sebagainya. Jadi ini seperti game Mega Man, tapi semua konflik diselesaikan lewat bola.

Apakah gameplay-nya rapi? Ga sepenuhnya. Tapi idenya terlalu unik buat dilupakan. Ini peninggalan era saat karakter game bisa dilempar ke genre apa pun dan publisher bilang, “ya sudah, jadikan sepak bola.”

6. Chris Kamara’s Street Soccer

Pernah ada masa saat nama komentator atau mantan pemain bisa ditempel di cover game, lalu publisher berharap orang langsung beli.

Chris Kamara’s Street Soccer adalah produk dari era itu.

Game PlayStation ini adalah sepak bola 5 lawan 5 dengan komentar dari Chris Kamara. Lokasinya juga random banget, mulai dari Easter Island sampai Death Valley. Kenapa orang main bola di tempat seperti itu? Ga ada yang benar-benar peduli.

Ini seperti pendahulu kasar dari FIFA Street, tapi dengan budget lebih tipis dan aura “rental PS1 sore-sore” yang kuat.

Game ini mungkin bukan masterpiece, tapi sebagai artefak zaman, nilainya tinggi. Karena serius, siapa lagi yang punya game sepak bola atas nama Chris Kamara?

7. Battle Soccer: Field No Hasha

Kalau kamu pernah ingin melihat Ultraman, Gundam, dan monster raksasa main bola bareng, Jepang sudah memikirkan itu duluan.

Battle Soccer: Field No Hasha adalah game eksklusif Jepang untuk Famicom yang mempertemukan berbagai karakter fiksi populer dalam pertandingan sepak bola absurd.

Timnya bisa berisi karakter dari dunia tokusatsu, mecha, dan kaiju. Jadi alih-alih striker biasa, kamu bisa melihat sosok raksasa dan robot legendaris bertarung di lapangan.

Realistis? Tentu saja ga. Tapi siapa yang butuh realisme saat Godzilla bisa mengirim bola seperti proyektil?

Ini crossover liar yang terasa seperti anak kecil membongkar semua mainannya, lalu memutuskan semuanya harus ikut turnamen sepak bola.

8. Soccer Kid

Soccer Kid adalah jawaban untuk pertanyaan: “bagaimana kalau Sonic the Hedgehog, tapi hobinya juggling bola?”

Dirilis pertama kali di Amiga pada 1993, game ini adalah platformer side-scrolling. Karakter utamanya berkeliling dunia sambil membawa bola, menendang musuh, membuka peti, dan mengejar potongan Piala Dunia yang dicuri alien bajak laut.

Konsepnya aneh, tapi lumayan cerdas. Sepak bola ga cuma jadi tema visual, melainkan dipakai sebagai mekanik utama. Bola bisa ditendang, diarahkan, dikontrol, dan dipakai buat memecahkan tantangan.

Dari semua game di daftar ini, Soccer Kid termasuk yang paling niat menggabungkan sepak bola dengan platforming.

9. Nintendo World Cup

Nintendo World Cup adalah sepak bola versi Kunio-kun, alias sepak bola dengan karakter kepala besar, kaki pendek, dan energi tawuran sekolah.

Game NES ini berasal dari seri Kunio-kun buatan Technōs Japan. Versi internasionalnya dirilis sebagai Nintendo World Cup, sementara versi Jepangnya punya akar yang lebih dekat ke cerita klub sepak bola sekolah Nekketsu. Game ini mendukung mode turnamen dan versus, bahkan versi NES bisa dimainkan sampai empat pemain memakai aksesori NES Four Score atau NES Satellite.

Yang bikin game ini aneh adalah lapangannya. Ada permukaan pasir, es, dan tanah yang memengaruhi gerakan pemain serta bola. Tiap tim juga punya super shot sendiri, jadi sepak bola berubah jadi duel jurus kecil-kecilan.

Ini bukan game bola buat purist. Ini game buat orang yang berpikir, “sepak bola akan lebih seru kalau pemain bisa jatuh, terpeleset, lalu dihajar tembakan spesial.”

10. Soccer Brawl

SNK juga pernah punya ide: sepak bola masa depan harus dimainkan oleh cyborg dan manusia bionik.

Hasilnya adalah Soccer Brawl, game arcade Neo Geo yang rilis pada 1992. Game ini memakai format 5 lawan 5, menampilkan pemain cybernetic, dan pertandingan berlangsung di stadion futuristik seperti SNK Stadium di Osaka atau Super Dome di San Francisco.

Aturannya juga santai banget. Fouls? Ga ada. Pemain bisa melakukan power shot, super shot, tekel, dan serangan buat melumpuhkan lawan. Bahkan deskripsi GameFAQs menyebut pemain cybernetic memakai special kick dan arm phaser buat menghancurkan pemain lain.

Jadi ini bukan sekadar sepak bola. Ini sepak bola setelah dimasukkan ke blender bareng RoboCop, Terminator, dan arcade SNK era 90-an.

11. Sega Soccer Slam

Sega Soccer Slam adalah game sepak bola arcade yang datang dari era GameCube, Xbox, dan PS2. Game ini melepas banyak aturan tradisional sepak bola, termasuk throw-in, corner, free kick, dan penalti. Pemain bahkan bisa saling pukul.

Gameplay-nya fokus ke aksi cepat, karakter lebay, kostum nyentrik, dan special move. Ada mode seperti exhibition, challenge, tourney, quest, serta minigame Hot Potato dan Brawl. Pemain juga bisa mengisi meter buat melakukan Killer Kick, tembakan super kuat yang terasa lebih dekat ke game fighting daripada simulasi bola.

Ini tipe game yang cocok dimainkan bareng teman saat semua orang sudah bosan main FIFA serius. Ga perlu mikir taktik pressing. Cukup tekel, pukul, charge meter, lalu tendang bola seperti rudal.

12. Tecmo Cup Soccer Game

Sebelum Captain Tsubasa jadi game anime modern dengan super shot sinematik, ada Tecmo Cup Soccer Game di NES.

Game ini adalah versi Barat dari game Captain Tsubasa Famicom. Karena lisensi dan lokalisasi, karakter Tsubasa diganti menjadi Robin Field, tapi DNA-nya tetap sama: sepak bola cinematic dengan rasa RPG. Pemain punya skill level dan aksi dipilih lewat perintah teks, bukan dikontrol penuh seperti game bola biasa.

Alih-alih menggerakkan pemain secara bebas sepanjang pertandingan, kamu memilih aksi dari menu, lalu game menampilkan hasilnya lewat animasi. Rasanya seperti JRPG, cuma musuhnya bukan slime, melainkan bek lawan.

Aneh? Sangat. Tapi ide ini justru berpengaruh besar buat game Captain Tsubasa setelahnya. Sepak bola dijadikan drama taktis penuh cutscene, bukan sekadar olahraga 90 menit.

13. Behold the Kickmen

Behold the Kickmen adalah game sepak bola dari developer yang dengan bangga menyatakan bahwa ia ga paham dan ga tertarik dengan aturan sepak bola. Hasilnya adalah parodi yang sengaja salah kaprah.

Halaman Steam game ini bahkan menyebutnya sebagai game “football” dengan aturan yang dilempar keluar jendela dan diganti dengan absurditas, termasuk lapangan berbentuk lingkaran.

Review Nintendo World Report juga menyebut game ini sebagai lelucon video game yang dibuat oleh seseorang yang terang-terangan mengaku ga tahu aturan sepak bola.

Jadi kalau kamu pernah kesal melihat orang sok komentar bola tapi ga paham offside, bayangkan orang itu membuat game. Itulah Behold the Kickmen.

Dan anehnya, justru karena salah total, game ini punya identitas kuat. Ini bukan sepak bola buruk. Ini parodi sepak bola yang sengaja dibuat kacau.

Kenapa Game Bola Aneh Selalu Menarik?

Game sepak bola realistis punya tempat sendiri. Tapi game-game aneh seperti ini menunjukkan bahwa sepak bola bisa dipakai sebagai bahan eksperimen liar.

Sepak bola bisa jadi:

  • Platformer seperti Soccer Kid
  • RPG seperti Inazuma Eleven
  • Dendam historis seperti Handball Maradona
  • Arena cyborg seperti Soccer Brawl
  • Crossover kaiju seperti Battle Soccer
  • Parodi aturan seperti Behold the Kickmen
  • Game anime cinematic seperti Tecmo Cup

Genre ini fleksibel banget. Selama masih ada bola, gawang, dan niat buat bikin lawan menderita, entah lewat tekel atau jurus tornado, orang masih bisa menyebutnya game sepak bola.

Kesimpulan: Sepak Bola Ga Selalu Harus Serius

Di satu sisi, kita punya game seperti EA Sports FC dan Football Manager yang berusaha menangkap sepak bola sedekat mungkin dengan dunia nyata.

Di sisi lain, kita punya David Beckham menyelamatkan pulau fantasi, Mega Man melawan Robot Masters di lapangan, dan cyborg Neo Geo saling menghancurkan demi mencetak gol.

Justru game-game aneh ini yang bikin sejarah genre sepak bola terasa lebih warna-warni. Mereka mungkin ga selalu bagus, tapi hampir semuanya punya ide yang gampang diingat.

Karena kadang, sepak bola terbaik bukan soal xG, transfer, atau taktik gegenpressing.

Kadang, sepak bola terbaik adalah saat Ultraman nendang bola ke arah King Ghidorah, lalu semua orang di ruangan cuma bisa bilang, “kok ini bisa ada?”

July 10, 2026
Share on:

Related Articles

IPS vs TN vs VA vs OLED: Kenapa Panel Monitor Itu Penting Banget?

IPS vs TN vs VA vs OLED: Kenapa Panel Monitor Itu Penting Banget?

Kalau kamu pernah mau beli monitor, kemungkinan besar kamu pernah ketemu istilah-istilah kayak IPS, TN, VA, OLED, QD-OLED, atau bahkan Mini-LED.Masala...

July 9, 2026
KeyBoy Advance: Keyboard Meka yang Gayanya Kayak Gameboy Advance

KeyBoy Advance: Keyboard Meka yang Gayanya Kayak Gameboy Advance

Buat fans keyboard custom yang juga punya nostalgia kuat ke era handheld Nintendo, ini barang yang sangat spesifik tapi menarik banget. KeyBoy Advance...

July 8, 2026
Xbox PHK 3.200 Karyawan, Empat Studio Dilepas dari Microsoft

Xbox PHK 3.200 Karyawan, Empat Studio Dilepas dari Microsoft

Gelombang PHK besar kembali menghantam Xbox. Kali ini, sekitar 3.200 karyawan bakal kehilangan pekerjaan, dengan 1.600 orang terkena PHK sekarang dan ...

July 7, 2026
Epomaker Nex Pro: Mouse Gaming 65g yang Pakai Dock Magnetic

Epomaker Nex Pro: Mouse Gaming 65g yang Pakai Dock Magnetic

Epomaker resmi ngerilis Nex Pro, mouse gaming wireless ergonomis buat pengguna tangan kanan yang datang dengan harga $79,99 atau sekitar Rp1,4 ju...

July 6, 2026