19 Ribu Game Rilis di Steam, Tapi Banyak yang Ga Kesentuh

19 Ribu Game Rilis di Steam, Tapi Banyak yang Ga Kesentuh

Kalau kamu ngerasa Steam sekarang isinya game banyak banget sampai bingung mau main apa, tenang—kamu nggak halu. Tahun ini saja, lebih dari 19.000 game baru rilis di Steam. Itu artinya, secara teori, setiap hari ada puluhan game baru nongol di etalase digital kita.

Masalahnya? Hampir setengah dari game-game itu… nyaris nggak ada yang main.

 

Angka yang Bikin Meringis (Sedikit)

Menurut data SteamDB, dari 19.112 game yang rilis di 2025:

  • 9.327 game punya kurang dari 10 review
  • 2.229 game bahkan nggak punya satu review pun

Artinya, lebih dari 1 dari 10 game rilis tahun ini benar-benar tenggelam tanpa jejak. Tidak ada ulasan, tidak ada testimoni, tidak ada “Recommended!”, bahkan mungkin tidak ada satu orang pun yang sempat bilang, “Eh ini aneh tapi seru.”

Game-nya ada. Tapi pemainnya? Entah di mana.

 

Banyak Game ≠ Banyak yang Dimainkan

Secara logika, kita hidup di era emas gaming. Pilihan bejibun. Genre dari A sampai Z (bahkan Z-nya juga genre sendiri). Mau game cozy, soulslike, farming tapi depresi, simulasi jadi batu—ada semua.

Tapi realitanya, banyak game cuma lewat sebentar di timeline Steam, lalu menghilang selamanya.

Kalau kamu pernah iseng mantengin discovery queue Steam sampai ratusan judul, kamu tahu sendiri: memang ada banyak game asal-asal. Asset flip, konsep setengah matang, atau game yang kelihatannya dibuat sekadar supaya bisa bilang “rilis di Steam”.

Tapi di tengah tumpukan itu, ada juga game-game yang jelas dibuat dengan niat. Game dengan ide nyeleneh, mekanik unik, dan identitas yang kuat. Ada game parkour super cepat dengan konsep absurd, ada game yang kelihatannya cuma bercanda tapi sebenarnya solid secara desain. Masalahnya satu: tidak ada yang menemukannya.

Di sinilah masalah besar Steam modern muncul—discoverability.

 

Padahal Steam Sendiri Itu Monster yang Sehat

Ini yang bikin situasinya makin paradoks.

Steam bukan platform kecil:

  • Menguasai 96–97% market PC digital storefront (2024)
  • 39,3 juta peak concurrent users di akhir 2024
  • 132 juta monthly active users
  • Estimasi revenue $10,8 miliar
  • Pertumbuhan user aktif sekitar 17% YoY

Ini mall terbesar di dunia gaming PC.
Masalahnya, mall sebesar ini bikin toko kecil gampang ketindih.

 

Valve Ngapain Aja?

Valve sebenarnya sudah mencoba membantu. Ada sistem review, wishlist, discovery queue, rekomendasi, hingga curator. Tapi dengan puluhan game baru rilis setiap hari, semua sistem itu seperti ember kecil untuk memindahkan air banjir. Bekerja, tapi tidak pernah cukup.

Akibatnya, banyak developer melakukan hal yang terdengar aneh dari luar. Ikut sale besar-besaran bukan demi untung. Diskon ekstrem bukan karena desperate. Kadang tujuannya cuma satu: supaya game mereka dapat satu genre tag, satu exposure kecil, satu kesempatan muncul di layar seseorang.

Ironisnya, masalah ini tidak punya villain yang jelas. Steam tidak salah karena membuka pintu. Developer tidak salah karena ingin berkarya. Pemain juga tidak salah karena waktu dan perhatian mereka terbatas. Ini murni benturan antara skala industri dan batas manusia.

Perhatian itu resource paling langka sekarang. Lebih langka dari GPU atau RAM.

---

Kita hidup di era ketika membuat game jauh lebih mudah dibandingkan memastikan game itu ditemukan.

Di balik angka 19 ribu game, ada ribuan proyek yang mungkin sebenarnya layak dicoba. Game yang tidak gagal karena buruk, tapi karena tidak pernah diberi kesempatan untuk dinilai. Mereka ada, mereka rilis, tapi tidak pernah benar-benar hidup.

Dan mungkin, di tengah lautan Steam yang semakin ramai ini, kegagalan terbesar bukan membuat game yang jelek—melainkan membuat game yang tidak pernah ditemukan siapa pun.

Tapi ya… Itu game-game yang ada di Steam sebenernya ‘engga banyak’ kalo dibanding sama game yang ada di Google Play. Datanya di 2024, katanya ada 264 ribu game di Google Play. Kira-kira ada berapa game yang tenggelam di sana, ya?

December 13, 2025
Share on:

Related Articles

IPS vs TN vs VA vs OLED: Kenapa Panel Monitor Itu Penting Banget?

IPS vs TN vs VA vs OLED: Kenapa Panel Monitor Itu Penting Banget?

Kalau kamu pernah mau beli monitor, kemungkinan besar kamu pernah ketemu istilah-istilah kayak IPS, TN, VA, OLED, QD-OLED, atau bahkan Mini-LED.Masala...

July 9, 2026
KeyBoy Advance: Keyboard Meka yang Gayanya Kayak Gameboy Advance

KeyBoy Advance: Keyboard Meka yang Gayanya Kayak Gameboy Advance

Buat fans keyboard custom yang juga punya nostalgia kuat ke era handheld Nintendo, ini barang yang sangat spesifik tapi menarik banget. KeyBoy Advance...

July 8, 2026
Xbox PHK 3.200 Karyawan, Empat Studio Dilepas dari Microsoft

Xbox PHK 3.200 Karyawan, Empat Studio Dilepas dari Microsoft

Gelombang PHK besar kembali menghantam Xbox. Kali ini, sekitar 3.200 karyawan bakal kehilangan pekerjaan, dengan 1.600 orang terkena PHK sekarang dan ...

July 7, 2026
Epomaker Nex Pro: Mouse Gaming 65g yang Pakai Dock Magnetic

Epomaker Nex Pro: Mouse Gaming 65g yang Pakai Dock Magnetic

Epomaker resmi ngerilis Nex Pro, mouse gaming wireless ergonomis buat pengguna tangan kanan yang datang dengan harga $79,99 atau sekitar Rp1,4 ju...

July 6, 2026