20 Game Paling Susah Sepanjang Masa: Dari Sekiro Sampai Metal Gear Rising!

20 Game Paling Susah Sepanjang Masa: Dari Sekiro Sampai Metal Gear Rising!

Kalau kamu pernah melempar controller karena frustasi main game, tenang—kamu nggak sendiri. Dunia gaming memang punya deretan judul yang bisa bikin pemainnya “naik darah”, entah karena mekaniknya yang brutal, musuhnya yang sadis, atau level desainnya yang seperti jebakan maut. Nah, di artikel ini kita bahas 20 game paling susah yang udah dikenal bisa bikin gamer paling sabar pun menyerah (atau malah ketagihan). Siapkan mental, karena tiap game di bawah ini punya mini review tentang kenapa mereka begitu sulit sekaligus menantang!

Oh iya, sebelum kita lanjut, buat kamu yang mungkin suka kesulitan main banyak game, mungkin masalahnya bukan di skill kamu – tapi di gaming gear kamu! Kalo kamu pengen upgrade gaming gear kamu, jangan lupa mampir ke Good Gaming Shop ya!

 

1. Sekiro: Shadows Die Twice (2019)

Kalimat “Die Twice” di judulnya bukan sekadar gimmick. Sekiro menuntut refleks tajam dan timing sempurna buat parry serangan musuh. Satu kesalahan kecil bisa bikin kamu mati dalam hitungan detik.
Mini Review:
Susah? Iya. Tapi adil. Begitu kamu mulai memahami sistem deflect dan ritme pertarungan, game ini berubah dari mimpi buruk jadi simfoni kematian yang indah. Bos seperti Genichiro Ashina bakal menguji segalanya—refleks, fokus, dan kesabaran.

 

2. Dark Souls III (2016)

Game yang menegaskan bahwa “kamu mati” adalah bagian dari proses belajar. Dari level desain yang labirin sampai musuh yang siap menghukum setiap gerakan ceroboh, Dark Souls III adalah sekolah kesabaran.
Mini Review:
Atmosfer suram, lore misterius, dan boss fight epik bikin game ini jadi paket lengkap penderitaan sekaligus kepuasan. Setiap kemenangan terasa layaknya pencapaian hidup.

 

3. Elden Ring (2022)

Ketika dunia terbuka dipadukan dengan kesadisan khas FromSoftware, lahirlah Elden Ring. Musuh bisa muncul dari mana aja, dan tiap boss seolah punya niat pribadi buat bikin kamu frustrasi.
Mini Review:
Meski brutal, Elden Ring ngasih kebebasan luar biasa buat eksplorasi. Kamu bisa milih jalur, build, atau bahkan kabur dari musuh yang terlalu kuat. Tapi ingat, cepat atau lambat, kamu tetap harus berhadapan dengan Malenia—dan di situ neraka dimulai.

 

4. Nioh 2 (2020)

Game samurai dengan sistem loot RPG dan combo super cepat. Setiap musuh bisa ngalahinmu dalam dua tebasan kalau salah langkah.
Mini Review:
Nioh 2 menuntut pemahaman mendalam soal stance dan ki (stamina). Ini bukan cuma soal refleks, tapi juga strategi. Kalau kamu suka rasa sakit yang datang dari desain sistem yang rumit, ini surga sekaligus neraka.

 

5. Battletoads (2020)

Seri klasik yang kembali dengan tingkat kesulitan nggak kalah kejam dari versi lamanya. Mode co-op malah sering bikin kacau karena layar penuh kekacauan.
Mini Review:
Lucu di luar, brutal di dalam. Battletoads cocok buat yang pengen uji kerja sama tim (atau malah merusak pertemanan).

 

6. Cuphead

Visualnya kayak kartun tahun 1930-an yang manis, tapi gameplay-nya? Sadis. Setiap bos punya pola unik dan serangan bertubi-tubi.
Mini Review:
Cuphead itu ujian ketepatan dan kesabaran. Belajar pola serangan musuh kayak belajar lagu—kamu harus hafal ritmenya biar bisa “menari” di tengah peluru.

 

7. Getting Over It with Bennett Foddy

Kamu main sebagai pria di dalam panci yang cuma punya palu buat memanjat gunung. Satu kesalahan kecil bisa bikin kamu jatuh ke bawah—lagi, dan lagi.
Mini Review:
Lebih dari sekadar game, ini eksperimen psikologis. Kalau kamu bisa menamatkan Getting Over It tanpa maki-maki, kamu layak dapat medali ketenangan batin.

 

8. Ghostrunner Series

Bayangin gabungan antara Mirror’s Edge dan Hotline Miami. Kecepatan dan presisi adalah segalanya—satu peluru aja bisa bunuh kamu.
Mini Review:
Seru banget tapi bikin jantung deg-degan. Game ini ngajarin kamu buat berpikir secepat kamu bergerak. Gagal sedikit, restart lagi.

 

9. Sifu

Setiap kali kamu mati, umur karaktermu bertambah. Terlalu sering mati? Game over permanen.
Mini Review:
Sifu bukan sekadar game berantem, tapi latihan kesabaran dan refleks. Setiap level terasa kayak ujian sabuk hitam kung-fu—beneran nggak ada ampun.

 

10. Ghosts 'n Goblins

Game 80-an yang sampai sekarang masih dianggap “mustahil”. Musuh muncul dari mana aja, lompatnya licin, dan dua pukulan aja bisa bikin mati.
Mini Review:
Klasik yang legendaris karena bikin trauma banyak gamer zaman dulu. Tapi begitu kamu hafal polanya, ada rasa bangga yang nggak bisa dijelasin.

 

11. Lies of P

Soulslike bergaya steampunk dengan pertarungan cepat dan boss yang penuh trik.
Mini Review:
Sebagai “Pinokio versi berdarah”, Lies of P punya gameplay yang padat dan elegan. Sulit, tapi adil—dan penuh gaya. Siap-siap stres tapi elegan.

 

12. Hollow Knight

Metroidvania dengan dunia luas dan musuh sadis di tiap sudut. Tiap boss fight terasa seperti duel hidup-mati.
Mini Review:
Indie masterpiece ini berhasil bikin keindahan dan kesulitan berjalan bareng. Kombinasi eksplorasi sunyi dan pertarungan brutal bikin Hollow Knight tetap jadi salah satu yang paling memorable.

 

13. Bloodborne

Dark Souls tapi lebih cepat dan agresif. Di sini kamu nggak bisa sembunyi di balik perisai—kamu harus menyerang balik kalau mau selamat.
Mini Review:
Bloodborne menuntut pemain untuk “berani menyerang”. Gaya gotik dan atmosfer mencekamnya bikin tiap kemenangan terasa epik banget. Dan ya, Lady Maria tetap mimpi buruk semua orang.

 

14. Super Meat Boy

Platformer 2D super cepat dengan jebakan maut di tiap piksel. Satu sentuhan aja bisa bikin kamu meledak jadi potongan daging.
Mini Review:
Gameplay-nya sesederhana lari dan lompat, tapi eksekusinya ekstrem. Tapi anehnya, begitu kamu mulai “ngeh” ritmenya, game ini malah nagih banget.

 

15. Celeste

Sekilas tampak kayak platformer manis dengan cerita menyentuh, tapi gameplay-nya penuh tantangan presisi tinggi.
Mini Review:
Celeste menggabungkan kesulitan brutal dengan narasi personal tentang perjuangan melawan diri sendiri. Setiap lompatan yang berhasil terasa seperti kemenangan mental dan emosional.

 

16. Devil May Cry

Seri klasik dengan sistem combo yang menuntut refleks dan gaya bermain stylish.
Mini Review:
Bukan cuma soal menang, tapi soal gimana kamu menang. Dapat ranking “S” di sini butuh skill dan timing luar biasa. Musuh keras, tapi Dante lebih keras.

 

17. Only Up

Game yang viral karena bikin orang stres. Tujuannya cuma satu: naik setinggi mungkin tanpa jatuh. Tapi begitu jatuh, semua progres hilang.
Mini Review:
Only Up itu simulator kesabaran ekstrem. Satu salah langkah bisa bikin kamu balik ke awal, tapi justru di situlah daya tariknya. Naik pelan-pelan sambil doa biar nggak jatuh lagi.

 

18. Ninja Gaiden

Game aksi cepat dengan musuh yang nggak kenal ampun. Butuh refleks kilat dan hafalan pola serangan.
Mini Review:
Setiap pertarungan di Ninja Gaiden bikin kamu merasa kayak benar-benar jadi ninja—tapi ninja yang harus mati dulu 100 kali sebelum berhasil. Sadis tapi adiktif.

 

19. I Wanna Be The Guy

Game fan-made yang sengaja dirancang buat nyiksa pemain. Semua yang kamu anggap “logis” di platformer, di sini nggak berlaku.
Mini Review:
Jebakan di mana-mana, apel jatuh dari langit, layar palsu—game ini literally nggak pengen kamu menang. Tapi kalau kamu berhasil tamat, selamat, kamu bukan manusia biasa.

 

20. Metal Gear Rising: Revengeance

Hack-and-slash cepat dengan sistem parry yang butuh waktu latihan panjang. Bosnya, terutama Senator Armstrong, legendaris karena brutal dan ikonik.
Mini Review:
Cepat, keren, dan penuh gaya. Tapi kamu nggak bisa asal pencet tombol—harus tahu kapan tebas, kapan tangkis. Di akhir, kamu nggak cuma melawan bos, tapi melawan jari kamu sendiri.

 

Penutup: Nikmatnya Penderitaan Gamer

Semua game di atas punya satu kesamaan: mereka nggak cuma nyiksa, tapi ngajarin sesuatu.
Kesabaran, refleks, strategi, bahkan keuletan. Kadang justru dari kekalahan berulang kali kita dapet sensasi kemenangan paling manis. Jadi, kalau kamu lagi stres main game susah, ingat—di balik rasa frustasi itu, ada kepuasan yang cuma gamer sejati yang ngerti.

October 8, 2025
Share on:

Related Articles

ROG Hone Control Ace L Vitality Edition: Mouse Pad FPS yang Dirancang Pro Player!

ROG Hone Control Ace L Vitality Edition: Mouse Pad FPS yang Dirancang Pro Player!

ASUS ROG ikut ngeramein COMPUTEX 2026 dengan gear yang keliatannya simpel, tapi penting banget buat pemain FPS: ROG Hone Control Ace L Vitality Editio...

June 9, 2026
MSI dan Gigabyte Pamer Monitor Mini-LED 5K 27 Inci

MSI dan Gigabyte Pamer Monitor Mini-LED 5K 27 Inci

Di Computex, banyak orang lagi ribut soal monitor OLED generasi baru. Tapi diam-diam, kubu LCD juga lagi naik level dengan spek yang ga kalah barbar. ...

June 8, 2026
Thermalright Trofeo Vision 9.16: LCD Buat Bikin Build PC Makin Ganteng

Thermalright Trofeo Vision 9.16: LCD Buat Bikin Build PC Makin Ganteng

Thermalright punya barang yang namanya Trofeo Vision 9.16 LCD, layar kecil buat dipasang di dalam PC sebagai display status sistem sekaligus...

June 7, 2026
Virtua Fighter Crossroads: Game Fighting Adventure dari Developernya Yakuza

Virtua Fighter Crossroads: Game Fighting Adventure dari Developernya Yakuza

Setelah lama cuma jadi bahan teaser dan potongan gameplay tanpa konteks, proyek Virtua Fighter baru dari RGG Studio akhirnya mulai jelas. Di Summer Ga...

June 6, 2026