
8K Polling Rate: Upgrade Gila atau Cuma Angka Marketing?
Di dunia gaming gear, angka besar itu selalu terlihat seksi.
Dulu kita ribut soal DPI, lalu RGB, sekarang giliran polling rate. 1000Hz? Udah biasa. 8000Hz? Nah ini baru “pro banget”… katanya.
Tapi pertanyaannya: apakah 8K polling rate benar-benar bikin gameplay lebih responsif? Atau ini cuma angka yang kelihatan keren di box?
Artikel ini ngambil sumber dari riset yang dilakuin sama Igor's Lab. Jadi, buat yang bisa Bahasa Inggris, silakan baca aja artikel aslinya ya! Link-nya ini: An Analysis of 8K Polling Rates.
Masalahnya: Kita Salah Fokus
Kebanyakan orang mengira latency itu cuma soal mouse. Padahal realitanya jauh lebih ribet.
Ketika kamu klik mouse, ada banyak proses yang terjadi sebelum aksi itu muncul di layar:
- Switch di mouse
- Firmware
- USB transfer
- OS
- Game engine
- Rendering
- Monitor
- Panel response
Jadi yang kita rasakan sebenarnya bukan “polling rate”, tapi total delay dari ujung ke ujung. Ini yang disebut end-to-end latency — dan ini yang sebenarnya penting.

1K vs 8K: Seberapa Besar Bedanya?
Secara teori, 8K polling rate memang lebih cepat.
- 1000Hz = 1 ms interval
- 8000Hz = 0.125 ms interval
Kelihatannya jauh banget kan?
Tapi ada twist.
Karena input terjadi secara random, rata-rata delay bukan full interval, tapi setengahnya:
- 1K ≈ 0.5 ms
- 8K ≈ 0.0625 ms
Jadi keuntungan nyata dari 8K? Sekitar 0.4375 ms aja. Iya… kurang dari setengah milidetik.
Tes Nyata: Hasilnya Nggak Sesederhana Itu
Di pengujian yang dilakukan, ada dua mouse yang dibandingkan:
Mouse 1
- 1K: 21.0 ms
- 8K: 18.5 ms
Lebih cepat 2.5 ms
Mouse 2
- 1K: 19.1 ms
- 8K: 18.8 ms
Cuma beda 0.3 ms
Nah, ini mulai menarik. Karena secara teori, USB cuma bisa ngasih keuntungan maksimal di bawah 1 ms. Tapi Mouse 1 malah dapet 2.5 ms.
Artinya? Ada faktor lain di luar polling rate.

Plot Twist: 8K Bukan Satu-Satunya Faktor
Kalau satu mouse jadi jauh lebih cepat di mode 8K, kemungkinan besar bukan cuma karena polling rate.
Bisa jadi:
- Firmware berubah
- Buffering beda
- Cara input diproses berbeda
- Scheduling internal lebih optimal
Sedangkan Mouse 2?
Dia behave “normal” — alias sesuai teori: improvement kecil banget.
Ini bukti bahwa: 8K itu bukan magic button yang otomatis bikin semuanya lebih cepat.
Yang Lebih Penting: Refresh Rate Monitor
Sekarang kita masuk ke bagian yang sering diabaikan. Game biasanya memproses input per frame.
Artinya, refresh rate monitor punya pengaruh besar:
- 120Hz → 8.33 ms per frame
- 240Hz → 4.17 ms
- 360Hz → 2.78 ms
Rata-rata delay input dari frame:
- 120Hz → 4.17 ms
- 240Hz → 2.08 ms
- 360Hz → 1.39 ms
Bandingkan dengan keuntungan 8K, kita cuma dapet 0.4375 ms.
Jadi jelas, upgrade monitor jauh lebih impactful daripada upgrade polling rate.
Kenapa 8K Kadang Nggak Terasa?
Karena sistem itu kompleks. Windows, game engine, dan input queue bisa:
- Menumpuk input
- Delay processing
- Menyebabkan jitter
Bahkan satu frame delay saja:
- 120Hz → +8.33 ms
- 240Hz → +4.17 ms
Itu jauh lebih besar dibanding keuntungan 8K.
Makanya di dunia nyata, 8K bisa terasa sama saja… atau bahkan lebih buruk.

Jadi, 8K Worth It?
Jawaban jujurnya: tergantung.
Worth it kalau:
- Mouse-nya memang optimize lebih dari sekadar polling rate
- Setup kamu sudah high-end (360Hz, latency rendah)
- Kamu pemain kompetitif yang sensitif banget
Kurang worth kalau:
- Setup masih biasa (144Hz ke bawah)
- Game kamu bottleneck di FPS
- Kamu berharap “instantly jago”
Kesimpulan: Angka Besar Belum Tentu Dampak Besar
8K polling rate itu nyata. Bukan gimmick.
Tapi…
- Dampak murninya kecil
- Sering dibesar-besarkan marketing
- Dan bukan faktor utama dalam performa gaming
Kalau diibaratkan: Upgrade ke 8K itu kayak nambah angin di satu ban mobil, tapi berharap handling langsung berubah total.
Bisa ada efek? Iya.
Signifikan? Belum tentu.
Related Articles

Razer Base Station V3 Chroma: Stand Headset RGB yang Bisa Jadi Hub Pintar
Razer resmi memperkenalkan Razer Base Station V3 Chroma, headset stand terbaru yang bukan cuma jadi tempat naruh headset. Perangkat ini membawa RGB Ch...

JBL Quantum 850: Headset Gaming Premium dengan ANC dan Komponen yang Bisa Diganti
JBL resmi memperkenalkan JBL Quantum 850, headset gaming premium baru yang dibuat buat pemain yang pengen audio imersif, suara langkah lebih gampang d...

KBDØ Curve0 v2: Keyboard Stainless Steel tapi Melengkung
KBDØ resmi memperkenalkan Curve0 v2, keyboard mekanikal baru dengan desain keywell dan bodi stainless steel yang kelihatan industrial banget.Kalau bia...

ASUS ROG Spatha X 65K: Mouse MMO Sultan dengan Hot-Swap Switch
ASUS kembali menyegarkan lini mouse MMO mereka lewat ROG Spatha X 65K. Mouse ini diperkenalkan di Gamescom 2026 sebagai update terbaru dari ROG Spatha...