Akko Verge Gaming Headset: Premium Tapi Harganya Terjangkau?

Akko Verge Gaming Headset: Premium Tapi Harganya Terjangkau?

Selama ini kita kenal Akko sebagai brand mechanical keyboard yang cukup kuat di kalangan enthusiast. Tapi pelan-pelan, mereka mulai keluar dari “zona aman” dan masuk ke kategori periferal lain.

Produk terbarunya? Verge Gaming Headset.

Ini bukan sekadar headset tempelan logo. Dari speknya, kelihatan banget kalau Akko lagi serius bangun lini audio yang nggak cuma keren di harga, tapi juga punya fondasi teknis yang matang.

Driver 53mm N52, Lebih Besar dari Rata-Rata

Di harga segini, biasanya kita ketemu driver 40mm atau 50mm. Tapi Verge pakai 53mm N52 neodymium driver.

Secara teori, driver lebih besar = potensi soundstage lebih luas dan bass lebih dalam. Tapi yang bikin menarik bukan cuma ukurannya. Verge juga pakai desain three-chamber TCB dengan volume cavity efektif 39 mm³.

Bahasa sederhananya?
Suara low nggak “menenggelamkan” detail high.

Buat gamer FPS, ini penting banget. Ledakan harus terasa, tapi langkah kaki musuh tetap jelas. Spatial separation yang bagus bikin tracking arah lebih akurat.

Quad-Mode Connectivity, Nggak Bikin Ribet

Salah satu hal paling annoying dari headset wireless adalah dongle yang cuma support satu port. USB-A doang? Atau Type-C doang? Pilih salah satu, dan siap-siap beli converter.

Verge beda. Dia pakai dual-port receiver yang support USB-A dan Type-C sekaligus.

Selain itu:

  • Bluetooth 5.3
  • Wired Type-C
  • Kompatibel PC, PlayStation, dan mobile

Jadi ini bukan headset yang cuma enak di satu device lalu drama di device lain.

Baterai 2000 mAh, Klaim Sampai 250 Jam

Di atas kertas, baterainya 2000 mAh dengan daya tahan sampai 250 jam playback.

Kalau angka ini mendekati real-world usage, ini gila sih. Artinya kita bisa lupa ngecas selama berminggu-minggu.

Headset yang baterainya awet itu underrated. Soalnya nggak ada yang mau lagi clutch moment tiba-tiba mati total.

DSP 32-bit Dual-Core + Virtual 7.1

Bagian processing ditangani oleh 32-bit dual-core DSP.

Hasilnya:

  • Virtual 7.1 surround sound onboard
  • Mode audio bisa diganti langsung dari headset
    • Music
    • Cinema
    • FPS

Jadi nggak perlu buka software tiap kali mau pindah profil. Tinggal klik, selesai.

Mic Lepas Pasang + Noise Cancellation

Untuk komunikasi, Verge pakai mic unidirectional detachable dengan environmental noise cancellation.

Klaimnya bisa meredam sekitar 20 dB noise ruangan.

Mic-nya connect lewat jack 3.5mm berlapis emas, buat jaga integritas sinyal. Detail kecil kayak gini biasanya cuma muncul di produk yang memang diperhatiin.

Desain Minimalis, Material Nggak Murahan

Secara visual, Verge nggak terlalu “gaming norak”. Desainnya understated.

  • Arm headband dari aluminium CNC
  • Finishing sandblasted
  • Berat cuma 270 gram

270 gram itu termasuk ringan. Jadi buat sesi panjang—rank grind semalaman atau kerja sambil denger musik—harusnya tetap nyaman.

Tersedia dalam tiga warna:

  • Hitam
  • Putih
  • Hitam-merah

Harga dan Posisi di Pasar

Early Bird price-nya ada di kisaran:
£54 / $73 / €73,79

Dengan spek kayak:

  • 53mm driver
  • Quad-mode connectivity
  • 250 jam baterai
  • DSP onboard
  • Material aluminium

Secara positioning, ini kelihatan seperti usaha Akko buat masuk ke “value performance” segment. Nggak ultra premium, tapi juga jelas bukan entry-level asal jadi.

Apakah Ini Ancaman Buat Brand Headset Besar?

Belum tentu langsung mengguncang pasar.

Tapi satu hal jelas: Akko nggak lagi cuma “brand keyboard lucu dengan warna menarik”. Mereka mulai bangun ekosistem periferal yang serius.

Kalau Verge deliver sesuai klaimnya, ini bisa jadi opsi menarik buat gamer yang pengen fitur lengkap tanpa bayar harga flagship.

February 14, 2026
Share on:

Related Articles

Razer Clio X: Speaker Wireless Tapi Bantal Kursi Gaming

Razer Clio X: Speaker Wireless Tapi Bantal Kursi Gaming

Razer datang dengan aksesori audio gaming yang cukup unik di PAX West 2026. Namanya Razer Clio X, sebuah speaker cushion wireless yang dipasang di bag...

September 8, 2026
Liberty Walk x Original Konbini OK-1, Keyboard JDM dengan Bodi Aluminium dan VIA

Liberty Walk x Original Konbini OK-1, Keyboard JDM dengan Bodi Aluminium dan VIA

Kolaborasi antara brand otomotif dengan peripheral gaming sebenarnya bukan hal baru. Namun, Liberty Walk x Original Konbini OK-1 punya pendekatan yang...

September 7, 2026
DLSS 5 Review: Visual Lebih Realistis, Tapi Performa Turun Drastis

DLSS 5 Review: Visual Lebih Realistis, Tapi Performa Turun Drastis

DLSS selama ini identik dengan satu hal: performa. Entah lewat Super Resolution, Frame Generation, atau Multi Frame Generation, teknologi DLSS biasany...

September 6, 2026
Apa Itu TTK di Game Shooter? Kenapa Ada Game yang Musuhnya Cepat Mati dan Ada yang Tebal Banget?

Apa Itu TTK di Game Shooter? Kenapa Ada Game yang Musuhnya Cepat Mati dan Ada yang Tebal Banget?

Kalau sering main game shooter, kamu pasti pernah ngerasain dua pengalaman ekstrem ini.Di satu game, baru nongol sedikit dari tembok langsung kena hea...

September 4, 2026