
ASUS ROG Kithara: Headset Gaming Rasa Audiophile
ASUS ROG kelihatannya lagi pengin nyentuh segmen yang agak “nyeleneh”. Mereka baru saja mengumumkan ROG Kithara, sebuah headset gaming open-back planar magnetic yang jelas-jelas tidak cuma ditujukan buat gamer biasa, tapi juga audiophile nerds.
Menariknya, headset ini dikembangkan bareng HiFiMan, nama besar di dunia audio hi-end. Jadi dari awal sudah kelihatan: ini bukan headset RGB-teriak-teriak, tapi produk yang fokus ke kualitas suara serius.
Open-Back + Planar Magnetic, Niat Banget
ROG Kithara adalah headset gaming open-back planar magnetic pertama dari ROG. Driver yang dipakai juga tidak main-main: planar magnetic 100 mm, dan katanya sudah di-tuning khusus untuk kebutuhan gaming.
Menurut ROG, kombinasi ini menghasilkan:
- Frequency response lebar
- Distorsi rendah
- Detail suara yang bisa “ngebuka” informasi kecil seperti langkah kaki, reload, sampai jarak pergerakan musuh
Klaimnya, bahkan di situasi chaos—ledakan di mana-mana, skill spam, suara tembakan bertubi-tubi—positional audio tetap kebaca jelas. Ini jelas diarahkan ke gamer kompetitif yang percaya audio = map awareness.
Tidak Cuma Buat Game
Karena desainnya open-back, pemisahan antara bass, mid, dan treble harusnya lebih bersih dan natural. Efek samping positifnya: enak juga buat denger musik. Jadi ini tipe headset yang bisa dipakai “main Valorant siang, denger jazz malam”.
Mic-nya juga bukan tempelan asal ada. ROG membekali full-band boom microphone dengan signal-to-noise ratio tinggi, plus jalur sinyal audio dan mic yang terpisah, sehingga risiko crosstalk bisa ditekan seminimal mungkin. Buat yang sering komunikasi intens di game, ini poin penting.
Kabel & Konektivitas Ala Audiophile
ROG Kithara jelas dibuat supaya fleksibel:
- Kabel balanced dengan plug yang bisa ditukar
- Mendukung 3,5 mm, 4,4 mm, dan 6,3 mm
- Termasuk adapter USB-C ke dual 3,5 mm
Ini bukan pendekatan “plug once, done”, tapi lebih ke ekosistem audio. Mau colok ke DAC, sound card, atau device lain? Bisa.
Soal Kenyamanan, Tetap Dipikirkan
Walaupun kelihatannya “serius”, ROG tetap mikirin sesi panjang:
- Frame metal dengan fit adjustable
- Headband berlapis padding
- Dua set ear cushion yang bisa ditukar
Dengan desain open-back, ekspektasinya juga lebih adem dibanding headset tertutup, meskipun tentu saja isolasi suara bukan fokus utama di sini.

Harga & Target Market
ROG Kithara sudah tersedia dengan harga US$300. Ini jelas bukan headset gaming “mass market”. Dengan harga segitu, Kithara masuk wilayah antara headset gaming premium dan headphone audiophile entry ke mid-high.
Kesimpulan
ASUS ROG Kithara terasa seperti:
- Headset gaming untuk gamer yang peduli audio
- Open-back planar magnetic, fokus ke detail dan positioning
- Cocok buat kompetitif dan musik
- Mahal, tapi niat
Ini bukan headset buat semua orang. Tapi buat gamer yang sering bilang,
“gue kalah bukan karena aim, tapi karena gak denger langkah,”
ROG Kithara mungkin justru terasa… masuk akal.
Related Articles

Dygma Sonsei: Keyboard Ergonomic tapi Imut-Imut
Dygma Lab resmi ngenalin Dygma Sonsei, keyboard mekanikal ergonomis baru yang mencoba menjawab satu masalah klasik: keyboard ergo itu nyaman, tapi ser...

Razer Seiren V3 Chroma 32-Bit DSP: Suara Lebih Rapi Tanpa Ribet
Razer resmi ngenalin Seiren V3 Chroma 32-Bit DSP, microphone USB baru yang membawa fitur audio processing dari Seiren V3 Pro ke model yang lebih terja...

Gamepad vs Keyboard dan Mouse: Mana yang Lebih Enak?
Kalau ada satu perdebatan yang hampir selalu muncul di kalangan gamer PC, salah satunya pasti soal ini: lebih enak main pakai gamepad atau keyboard da...

ATTACK SHARK RS6 ULTRA: Mouse Gaming dengan Baterai Hot-Swap dan Sensor Tuning
ATTACK SHARK siap ngerilis RS6 ULTRA, mouse gaming wireless flagship baru yang dibuat buat pemain FPS kompetitif dan pasar esports premium.Di atas ker...