ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz

ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz

4 min read 0 views

ASUS ngenalin ROG Strix XG27ACNS, monitor gaming 27 inci dengan fitur Triple Mode. Kalian bisa memilih QHD pada 475 Hz, Full HD pada 620 Hz, atau HD hingga 920 Hz, tergantung kebutuhan game yang dimainkan.

Angka 920 Hz memang jadi daya tarik utamanya, tetapi itu bukan refresh rate pada resolusi native QHD. Untuk mendapat kecepatan tertinggi, kamu harus mendapat gambar dengan resolusi lebih rendah. Konsepnya menarik buat pemain yang sesekali main game AAA, lalu beralih ke FPS kompetitif dengan prioritas berbeda.

Tiga Mode dalam Satu Monitor

Pada mode QHD, XG27ACNS menawarkan resolusi 2560 × 1440 dengan refresh rate hingga 475 Hz melalui overclock. Dua pilihan lainnya meningkatkan refresh rate dengan menurunkan resolusi.

ModeRefresh rate maksimum
QHD, 2560 × 1440475 Hz (OC)
Full HD620 Hz
HD920 Hz

Perpindahan mode bisa dilakukan lewat hotkey. Jadi, kamu ga perlu memakai dua monitor untuk mendapat pilihan antara gambar lebih detail dan refresh rate lebih tinggi. 

ASUS juga menyediakan Smart Pixel untuk membantu memperbaiki tampilan pada resolusi rendah. Meski begitu, upscaling ga membuat informasi gambar HD otomatis setara dengan QHD native. ASUS sendiri mencatat bahwa tampilan pada resolusi non-native bisa berbeda sesuai mode yang dipilih.

Menurut kami, fleksibilitas ini lebih menarik daripada angka 920 Hz saja. Mode QHD 475 Hz sudah menawarkan refresh rate sangat tinggi, sementara mode HD bisa menjadi pilihan khusus ketika kamu benar-benar memprioritaskan kecepatan.

Manfaat 920 Hz Tetap Bergantung pada PC dan Game

Pada 475 Hz, satu siklus refresh berlangsung sekitar 2,11 milidetik. Pada 620 Hz, waktunya sekitar 1,61 milidetik, sementara 920 Hz sekitar 1,09 milidetik. Angka ini menggambarkan interval refresh layar, bukan total latensi sistem.

Untuk memanfaatkan refresh rate setinggi itu secara maksimal, PC juga perlu menghasilkan frame rate tinggi dan stabil. Menurunkan resolusi dapat mengurangi beban GPU, tetapi game masih bisa dibatasi kemampuan CPU atau engine.

Karena itu, mode 920 Hz lebih masuk akal untuk game kompetitif ringan dengan setting yang memang ditujukan mengejar FPS. Buat game berat yang berjalan di kisaran 100–200 FPS, memilih HD hanya demi mengaktifkan 920 Hz belum tentu menjadi kompromi yang menarik.

Fast IPS, VRR, dan ELMB Sync

XG27ACNS memakai panel Fast IPS dengan rating response time 1 ms GTG dan minimum 0,3 ms. Angka minimum tersebut ga berarti semua perpindahan warna selalu selesai dalam 0,3 ms. Response time piksel juga berbeda dari refresh rate maupun input lag.

Untuk membantu kelancaran gambar, tersedia Adaptive-Sync, Variable Overdrive, dan ELMB Sync. ELMB Sync memungkinkan penggunaan pengurangan motion blur bersama variable refresh rate, jadi pengguna ga harus memilih salah satunya.

Monitor ini juga mencantumkan sertifikasi AMD FreeSync Premium, G-SYNC Compatible, serta VESA AdaptiveSync Display untuk 475 Hz dan 620 Hz. Detail rentang dan kombinasi mode yang bisa dipakai tetap perlu diperhatikan saat mengatur monitor. 

Warna Luas, HDR Masih Kelas Dasar

Spesifikasi warnanya mencakup 95% DCI-P3 dan angka gamut sRGB 120%, dengan dukungan tampilan 10-bit. Angka sRGB di atas 100% menggambarkan luas gamut dibanding ruang sRGB, bukan berarti akurasi warnanya mencapai 120%.

Untuk HDR, ASUS mencantumkan DisplayHDR 400 dan brightness puncak 400 nits. Ini lebih tepat dipandang sebagai dukungan HDR kelas dasar; sertifikasinya saja belum cukup untuk menjanjikan kontras dan highlight seperti monitor HDR dengan kemampuan lebih tinggi.

Fitur tambahan mencakup AI Visual, Dynamic Crosshair, dan Dynamic Shadow Boost. Pengguna bisa memanfaatkannya sesuai game, misalnya untuk membantu melihat area gelap atau menjaga crosshair tetap terlihat.

USB-C Ada, tetapi Power Delivery Hanya 15 W

Koneksinya meliputi DisplayPort 1.4 HBR3, HDMI 2.1 dengan bandwidth 48 Gbps, USB-C dengan DisplayPort Alt Mode, serta jack headphone 3,5 mm. USB-C menyediakan power delivery 15 W, sehingga jangan menganggapnya bisa menggantikan charger laptop gaming.

Stand-nya mendukung pengaturan tinggi hingga 110 mm, tilt, swivel, dan pivot. ASUS juga menyediakan dudukan tripod 1/4 inci dan phone holder untuk membantu merapikan setup.

Harga dan jadwal penjualan resmi Indonesia belum terkonfirmasi dari sumber yang ada. Kalo kalian mau beli, pertanyaan terpentingnya adalah seberapa sering mode 620 Hz atau 920 Hz akan dipakai. Kalau PC dan game kamu sanggup memanfaatkannya, Triple Mode memberi pilihan yang berguna. Kalau tidak, kualitas gambar dan performa mode QHD justru lebih layak menjadi pertimbangan utama.

October 20, 2026
Share on:

Related Articles

Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan

Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan

Keychron ngenalin J3 SE, keyboard mechanical wireless dengan pilihan warna Pink dan Pink Blue. Kombinasi warnanya terasa lebih ceria, cocok buat kalia...

October 21, 2026
Pulsar eS Xlite: Hasil Kolaborasi VAXEE dengan Kontrol Setting lewat Dongle

Pulsar eS Xlite: Hasil Kolaborasi VAXEE dengan Kontrol Setting lewat Dongle

Pulsar ngenalin eS Xlite, mouse gaming hasil kerja sama dengan VAXEE. Mouse ini membawa bentuk ergonomis, bobot 51 gram, serta dukungan polling rate 8...

October 19, 2026
ATK Bawa Pikachu ke Mouse F1 V3 Ultimate+ dan Keyboard RS7 Air

ATK Bawa Pikachu ke Mouse F1 V3 Ultimate+ dan Keyboard RS7 Air

ATK ngenalin F1 V3 Ultimate+ dan RS7 Air edisi Pikachu, dua perangkat gaming yang tampil dengan warna kuning terang serta elemen transparan. Keduanya ...

October 18, 2026
Mod DLSS di Radeon Makin Lengkap, tapi Fitur di RX 6000 Masih Terbatas

Mod DLSS di Radeon Makin Lengkap, tapi Fitur di RX 6000 Masih Terbatas

Pengguna Radeon mendapat opsi baru buat mencoba teknologi grafis NVIDIA lewat proyek DLSS-NR-on-AMD milik Daniel Blanco. Update Alpha 0.8.0 memperluas...

October 17, 2026