
ATK Bawa Pikachu ke Mouse F1 V3 Ultimate+ dan Keyboard RS7 Air
ATK ngenalin F1 V3 Ultimate+ dan RS7 Air edisi Pikachu, dua perangkat gaming yang tampil dengan warna kuning terang serta elemen transparan. Keduanya dijadwalkan meluncur di China pada 20 Oktober 2026, sementara jadwal penjualan internasional belum terkonfirmasi dari sumber yang diperiksa.
Mouse-nya menawarkan bobot sekitar 41 gram dan koneksi wireless 8K, sedangkan keyboard-nya memakai switch magnetik dengan fitur Rapid Trigger. Jadi, kolaborasi ini juga menyasar gamer yang mencari fitur kompetitif, selain penggemar Pokémon yang pengin meja bertema Pikachu.
F1 V3 Ultimate+: Mouse Ringan dengan Bodi Kuning
F1 V3 Ultimate+ Pikachu Edition berukuran 118,2 × 62,4 × 38,8 mm, dengan bobot 41 gram ±3 gram. Bentuknya ditujukan untuk tangan kecil sampai sedang, dengan pendekatan grip claw dan palm.
Bobot tersebut sedikit lebih berat dibanding varian Ultimate+ standar yang disebut dalam materi berita. Meski begitu, kecocokan bentuk tetap lebih penting daripada selisih beberapa gram, terutama untuk pengguna yang pengin bagian bodi tertentu menopang telapak tangan.
Di dalamnya terdapat sensor PixArt PAW3955 Master dan MCU Nordic nRF54LM20. Mouse ini mendukung koneksi USB-C serta wireless 2,4 GHz, dengan polling rate hingga 8.000 Hz pada keduanya. Untuk scroll wheel, ATK memakai encoder TTC Gold.
ATK mengklaim click latency 0,174 milidetik. Angka tersebut merupakan klaim pengukuran perusahaan, bukan total waktu sejak klik sampai respons game muncul di monitor. Polling 8K sendiri berarti interval laporan nominal 0,125 milidetik; dua angka ini mengukur hal yang berbeda.
Baterainya berkapasitas 300 mAh, dengan klaim daya tahan hingga 300 jam pada polling 1.000 Hz. Kondisi itu perlu diperhatikan karena angka tersebut ga otomatis berlaku ketika mouse dipake pada 8.000 Hz.

RS7 Air: Switch Magnetik dan Keycap Transparan
RS7 Air Pikachu Edition memadukan casing ABS kuning dengan aksen aluminium, keycap polycarbonate transparan, dan switch magnetik Ice Blade berwarna bening. RGB per tombol yang menghadap ke selatan ikut memperkuat tampilan transparannya.
Keyboard ini hanya mendukung koneksi kabel USB-C. Buat pengguna yang pengin meja bebas kabel, ini perlu jadi pertimbangan sejak awal meski mouse pasangannya sudah wireless.
Fitur gaming-nya mencakup polling 8.000 Hz, adjustable actuation, dan Rapid Trigger. Adjustable actuation memungkinkan pengguna mengatur seberapa dalam tombol perlu ditekan agar input terbaca. Rapid Trigger menyesuaikan aktivasi dan reset berdasarkan pergerakan tombol, sehingga pengguna ga harus selalu melepasnya sampai titik reset tetap.
Buat game yang sering membutuhkan pergantian gerakan cepat, pengaturan ini bisa lebih berguna dibanding sekadar mengejar polling rate tinggi. Tetapi setting paling sensitif belum tentu paling nyaman; input yang terlalu gampang aktif juga bisa bikin salah pencet.
Lewat ATK Hub, pengguna dapat mengakses mod tap, DKS, macro, dan remapping. Fitur-fitur ini memberi lebih banyak pilihan untuk mengatur fungsi tombol sesuai kebutuhan.

Harga Peluncuran di China
Harga yang diumumkan untuk pasar China dibagi antara promo peluncuran dan harga reguler.
| Produk | Harga peluncuran | Harga reguler | Harga IDR/Kisaran |
|---|---|---|---|
| F1 V3 Ultimate+ Pikachu Edition | 369 yuan | 419 yuan | Rp994 ribu - 1,1 juta |
| RS7 Air Pikachu Edition | 399 yuan | 449 yuan | Rp1 - 1,2 juta |
Menurut kami, kombinasi ini paling menarik buat penggemar Pokémon yang tetap ingin fitur gaming cukup lengkap. Mouse ringan dan keyboard Hall effect memberi alasan untuk mempertimbangkannya di luar desain karakter.
Tetapi pilihan koneksinya berbeda: mouse bisa wireless, keyboard harus memakai kabel. Sebelum membeli, pastikan bentuk mouse dan fitur keyboard memang sesuai kebutuhanmu, bukan cuma cocok dengan warna meja. Harga resmi Indonesia, garansi lokal, dan jadwal distribusinya juga masih perlu ditunggu.
Related Articles

Pulsar eS Xlite: Hasil Kolaborasi VAXEE dengan Kontrol Setting lewat Dongle
Pulsar ngenalin eS Xlite, mouse gaming hasil kerja sama dengan VAXEE. Mouse ini membawa bentuk ergonomis, bobot 51 gram, serta dukungan polling rate 8...

Mod DLSS di Radeon Makin Lengkap, tapi Fitur di RX 6000 Masih Terbatas
Pengguna Radeon mendapat opsi baru buat mencoba teknologi grafis NVIDIA lewat proyek DLSS-NR-on-AMD milik Daniel Blanco. Update Alpha 0.8.0 memperluas...

Razer Barracuda V2 Pro: Satu Headset buat Gaming, Kerja, dan Dibawa Pergi
Razer ngenalin Barracuda V2 Pro, headset wireless yang ditujukan buat gamer yang pengin satu perangkat untuk main di PC, dengerin musik di HP, sampai ...

Xbox Nano Controller: Gamepad Mungil buat Main di Banyak Perangkat
Microsoft ngenalin Xbox Nano Controller, gamepad berukuran imut yang disebut sebagai controller Xbox terkecil sejauh ini. Harganya US$49,99 (sekitar R...