
ATK Kenalkan RS8 Air dan Neo, Keyboard Aluminium Mulai Sekitar Rp1 Jutaan
ATK kembali menambah pilihan keyboard gaming dengan harga yang relatif terjangkau lewat RS8 Air dan RS8 Neo. Keduanya membawa bodi aluminium dan layout TKL, tetapi menawarkan pengalaman berbeda: Air mengandalkan switch Hall effect, sedangkan Neo memakai switch mekanikal dengan koneksi wireless.
Layout 87 tombolnya tetap mempertahankan deretan F-key, tombol arah, dan navigasi. Buat kalian yang merasa keyboard 60% terlalu banyak mengandalkan kombinasi tombol, ukuran ini bisa lebih nyaman untuk kerja sehari-hari sekaligus menyisakan ruang gerak mouse lebih luas daripada keyboard full-size.
Bodi aluminium, keycap tembus cahaya
RS8 Air dan Neo sama-sama menggunakan konstruksi aluminium hasil CNC serta gasket mount. Tampilan keduanya juga cukup mencolok berkat keycap polycarbonate transparan dengan permukaan frosted, sehingga pencahayaan RGB bisa terlihat melalui keycap.
Namun, penggunaan gasket bukan berarti keduanya akan punya rasa ketikan yang sama. Air memakai plate aluminium dan gasket yang lebih kaku, sementara Neo menggunakan plate polycarbonate dengan gasket lebih empuk. Perbedaan ini menunjukkan arah masing-masing: Air mengejar pijakan tombol yang lebih firm, sedangkan Neo memberi ruang lebih besar untuk sensasi mengetik yang lentur.
Air juga dilengkapi lima lapisan peredam internal untuk membantu mengurangi resonansi dari konstruksi aluminium. Meski begitu, karakter suaranya tetap perlu dinilai lewat pengujian langsung karena material casing hanya salah satu faktor yang memengaruhi bunyi keyboard.

RS8 Air mengandalkan Rapid Trigger dan aktuasi yang bisa diatur
Sebagai model Hall effect, RS8 Air menawarkan pengaturan titik aktuasi dan Rapid Trigger, bersama polling rate 8.000 Hz. Pengaturan tombol, RGB, SOCD, dan DKS dilakukan melalui ATK Hub 3.0.
Buat kalian yang ingin tombol gerakan merespons tekanan pendek, pengaturan aktuasi menjadi fitur yang relevan. Rapid Trigger juga memungkinkan tombol reset berdasarkan pergerakannya, tanpa harus kembali melewati satu titik reset tetap seperti switch mekanikal konvensional.
Ada pula sakelar fisik di bagian belakang untuk mengganti profil tersimpan. Jadi, kalian bisa berpindah dari pengaturan gaming ke pengaturan mengetik tanpa membuka software atau menghafal kombinasi tombol. Fitur sederhana seperti ini cukup berguna kalau sensitivitas yang nyaman untuk bermain malah bikin salah pencet saat mengetik.
Pilihan warnanya mencakup putih dan hitam dengan switch Lucid Blade atau Ice Blade. Varian pink dan Lake Green menggunakan Ice Blade dengan tambahan harga US$10, sekitar Rp181 ribu berdasarkan konversi kurs 30 Oktober 2026.

RS8 Neo membawa wireless dan baterai 12.000 mAh
Neo lebih menarik buat kalian yang menginginkan switch mekanikal sekaligus fleksibilitas koneksi. Keyboard ini mendukung kabel, wireless 2,4 GHz, dan Bluetooth, dengan baterai berkapasitas 12.000 mAh.
Menariknya, informasi peluncuran menyebut dukungan 8.000 Hz pada koneksi kabel maupun 2,4 GHz. Jadi, polling rate tinggi tidak terbatas pada penggunaan berkabel. Klaim tersebut tidak mencakup mode Bluetooth.
Neo juga membawa SOCD, mod tap, serta mode Plus Music Rhythm yang membuat RGB bereaksi terhadap musik. Kapasitas baterainya memang besar, tetapi angka mAh saja belum memberi tahu berapa lama keyboard bisa digunakan. Setting polling rate dan pencahayaan ikut memengaruhi konsumsi dayanya.
Pilihan switch Neo mengikuti warna keyboard. Putih, hitam, dan Lake Green menggunakan Ice Steed, sementara versi pink memakai Anya Max. Edisi Arctic Fox mendapatkan Aurora Fox sekaligus keycap dengan cetakan dye-sublimation lima sisi, menggantikan keycap PC transparan pada varian lainnya. Artinya, memilih warna juga berarti memilih switch yang berbeda.

Harga promo mulai sekitar Rp1,09 juta
Berdasarkan informasi harga peluncuran yang diumumkan, berikut harga awal kedua model beserta perkiraan konversinya:
| Model | Harga normal | Harga promo peluncuran |
|---|---|---|
| ATK RS8 Air | US$99,98 — sekitar Rp1,81 juta | US$74,89 — sekitar Rp1,36 juta |
| ATK RS8 Neo | US$84,98 — sekitar Rp1,54 juta | US$59,98 — sekitar Rp1,09 juta |
Konversi menggunakan kurs sekitar Rp18.128 per dolar AS pada 30 Oktober 2026. Angka rupiah tersebut bukan harga resmi Indonesia dan belum memperhitungkan ongkos kirim maupun biaya impor.
Kalo kalian tertarik, pembeda utamanya justru ada pada switch dan cara penggunaannya. Air lebih relevan kalau kalian mencari aktuasi yang bisa diatur dan Rapid Trigger. Neo lebih menarik kalau kalian ingin koneksi wireless, switch mekanikal, serta konstruksi yang dirancang lebih empuk saat mengetik.
Polling rate 8.000 Hz menjadi pelengkap pada keduanya, tetapi bukan alasan tunggal untuk memilih. Buat pemakaian sehari-hari, kecocokan rasa tombol dan kebutuhan koneksi kemungkinan lebih sering kalian rasakan daripada angka polling rate di kotaknya.
Related Articles

Review Phantom Blade Zero: Combat Kungfu Memikat, Ceritanya Belum Selincah Pedangnya
Phantom Blade Zero punya tantangan yang cukup berat: membuktikan bahwa pertarungan sekeren trailer-nya juga menyenangkan ketika kontrolnya ada di tang...

Konten Discord Bakal Bisa Dicari lewat Google, Mulai dari Server Publik
Pernah cari solusi error game, lalu jawabannya ternyata ada di server Discord yang belum kalian ikuti? Kalian harus join dulu, cari channel yang tepat...

Mod GPU Unlock Bikin RTX 30 Lebih Kencang Bahkan Hingga 60%
Buat kalian yang masih pakai GeForce RTX 30 buat menjalankan AI lokal, ternyata masih ada performa yang bisa digali dari GPU generasi Ampere ini. Proy...

Vantex V1: Keyboard Mechanical Ergonomis dengan Trackpad di Tengah
Vantex ngenalin V1, keyboard mechanical yang menggabungkan layout ergonomis dan trackpad dalam satu bodi aluminium. Bentuknya cukup berbeda dari keybo...