
Attack Shark X60: Headset Gaming dengan Dock RGB yang Bisa Jadi USB Hub
Attack Shark ngenalin X60, headset gaming wireless yang menggabungkan driver 53 mm, mikrofon dengan AI noise-cancelling, dan charging dock RGB. Buat kalian yang sering lupa ngecas headset setelah main, dock ini bisa jadi fitur yang paling kepakai: selesai main, tinggal taruh headset di tempatnya.
Dock tersebut juga punya fungsi USB hub. Jadi, selain menyediakan tempat menyimpan dan mengisi baterai headset, kalian dapet tambahan koneksi buat perangkat di meja.
Attack Shark menyebut dock X60 menggunakan pengisian daya wireless dengan penempatan magnetis. Dock ini dilengkapi port USB-A dan USB-C, serta efek RGB yang bisa diganti. Konsepnya cukup praktis buat kalian yang ingin headset selalu siap dipakai tanpa harus mencolokkan kabel langsung setiap selesai bermain.
Baterainya sendiri berkapasitas 1.000 mAh dan mendukung penggunaan sambil dicas. Namun, Attack Shark belum menyebutkan berapa jam daya tahannya. Kapasitas baterai saja belum cukup buat memperkirakan seberapa sering kalian perlu mengisi ulang, terutama dengan koneksi wireless dan pencahayaan yang ikut memakai daya.
Untuk urusan suara, X60 memakai driver dinamis 53 mm dengan diafragma PEN nano-polymer. Attack Shark menggabungkannya dengan ruang akustik terpisah dan pengaturan aliran udara yang diklaim membantu mengurangi distorsi serta membuat detail suara lebih jelas. Mereka juga menjanjikan pemisahan suara yang membantu pemain mengenali langkah kaki dan arah datangnya efek dalam game.

Software pendampingnya menyediakan virtual surround 7.1, pengaturan spatial audio, preset EQ, dan equalizer yang bisa kalian atur sendiri. Buat kalian yang seleranya beda antara main FPS dan mendengarkan musik, kemampuan menyimpan pengaturan suara ini lebih fleksibel daripada harus memakai satu preset untuk semuanya. Klaim soal kejernihan dan akurasi arah suaranya tetap perlu dibuktikan lewat pengujian langsung.
Komunikasi tim ditangani mikrofon boom yang bisa dilepas dan diatur posisinya. Attack Shark menyebut chip pemrosesan audio dan algoritma AI-nya membantu mengurangi suara latar saat kalian berbicara. Perlu dibedakan, fitur ini bekerja pada mikrofon; X60 tidak memiliki ANC untuk meredam suara sekitar yang masuk ke telinga kalian.
Koneksinya mencakup wireless 2,4 GHz melalui receiver USB-A atau USB-C, Bluetooth 6.0, serta kabel USB. Jadi, empat pilihan yang disebut dalam pengumumannya sebenarnya mencakup tiga jenis koneksi, dengan dua pilihan konektor untuk receiver wireless. Tombol geser pada headset memudahkan perpindahan mode tanpa perlu membuka software.
Ada koreksi penting buat pengguna konsol: meskipun materi pengumumannya menyebut Xbox, FAQ resmi X60 justru menyatakan headset ini tidak kompatibel dengan Xbox. Perangkat yang dicantumkan mencakup PC, laptop, smartphone, tablet, PS4, PS5, dan Nintendo Switch, dengan pilihan koneksi menyesuaikan perangkat.

Untuk kenyamanan, X60 memakai bantalan telinga microfiber, memory foam pada headband, serta penyangga aluminium. Earcup-nya bisa diputar horizontal hingga 90° dan dimiringkan hingga 37,5°. Fleksibilitas ini membantu menyesuaikan posisi bantalan dengan bentuk kepala, meski kenyamanan selama berjam-jam tetap bergantung pada kecocokan masing-masing pengguna.
Preorder dibuka pada 4 November 2026 waktu PST, sementara pengiriman dijadwalkan mulai 19 November waktu PST. Harga normalnya US$74,99 atau sekitar Rp1,36 juta. Program reservasi berbayar US$1 memberikan kode diskon US$20, sehingga harga pembelian headset menjadi US$54,99 atau sekitar Rp999 ribu; biaya reservasi tidak bisa dikembalikan.
Daya tarik X60 paling jelas ada pada kemudahan pemakaian sehari-hari: pilihan koneksi beragam, pengaturan EQ, dan tempat menyimpan headset yang sekaligus mengisi baterainya. Buat kalian yang sering menemukan headset lowbat tepat sebelum masuk party, kebiasaan menaruhnya di dock bisa lebih berguna daripada tambahan lampu RGB-nya.
Related Articles

Jalanin Mario Kart World Pakai DLSS 5 di PC, Visualnya jadi kayak Film Bioskop
Gimana jadinya kalau pencahayaan ala film animasi diterapkan ke Mario Kart World? Eksperimen komunitas yang dibagikan kreator YouTube ChillyWillMD men...

Scyrox V12: Bodi Transparan dengan Dua Ukuran, dan Polling Rate 8.000 Hz
Scyrox menambah pilihan mouse gaming ringan lewat V12M dan V12L. Keduanya mengusung desain simetris dengan bodi transparan frosted, komponen kelas ata...

FGG Madlions M3 Series: Mouse Gaming Carbon Fiber Murah Meriah!
Mouse gaming dengan tampilan carbon fiber tidak selalu harus mahal. FGG Madlions M3 Series hadir di GOODGAMINGSHOP dengan harga mulai Rp280.000, memba...

ATK Kenalkan RS8 Air dan Neo, Keyboard Aluminium Mulai Sekitar Rp1 Jutaan
ATK kembali menambah pilihan keyboard gaming dengan harga yang relatif terjangkau lewat RS8 Air dan RS8 Neo. Keduanya membawa bodi aluminium dan layou...