EPOMAKER Glyph: Keyboard Berbodi Retro Tapi Fitur Futuristik

EPOMAKER Glyph: Keyboard Berbodi Retro Tapi Fitur Futuristik

Kalau kita ngomongin keyboard mechanical, biasanya pilihannya dua: mau yang clean minimalis, atau yang RGB-nya bisa bikin kamar jadi diskotik. Tapi kali ini, EPOMAKER datang dengan keyboard unik: Glyph. Keyboard yang secara tampilan kayak mesin tik zaman dulu, tapi dalemannya udah level 2026.

Dan jujur aja, ini salah satu desain yang bikin kita mikir, “Oke, ini bukan cuma buat ngetik. Ini buat dipamerin juga.”

Retro Look, Tapi Bukan Cuma Gimmick

Hal pertama yang langsung kelihatan: keycap bulat PBT dye-sub ala typewriter klasik. Vibenya vintage banget, cocok buat setup yang pengin tampil beda dari keyboard low-profile seragam sejuta umat.

Layout-nya 84-key (mirip TKL tapi lebih compact), jadi kita masih dapet arrow key dan function row tanpa harus turun ke 60% yang kadang bikin ribet. Buat gamer yang masih butuh F-key dan arrow, ini sweet spot.

Yang unik, di bagian atas ada slot recessed buat naro HP atau tablet kecil. Kedengerannya simpel, tapi coba bayangin:

  • Buka Discord atau Spotify di HP sambil main.
  • Buka catatan build karakter.
  • Atau malah taruh stream deck app di situ.

Setup jadi lebih clean tanpa harus beli stand tambahan.

Ada Layar, Ada Joystick, Ada Knob. Serius.

Nah ini yang bikin Glyph beda dari keyboard “retro tapi biasa aja”.

Di bagian atas, ada dual-zone multifunction display. Jadi bukan cuma pajangan. Layar ini bisa dipakai buat info sistem atau status custom (tergantung nanti firmware-nya sefleksibel apa).

Di sisi kiri, ada joystick. Yes, joystick di keyboard. Dan dia support fungsi Enter dan Space. Agak nyeleneh? Iya. Tapi buat workflow tertentu atau sekadar flex, ini menarik banget.

Di sisi kanan, ada rotary knob buat adjustment cepat. Volume? Scroll? Macro? Tinggal puter. Kita udah tahu dari banyak keyboard enthusiast, knob itu underrated banget sampai kita punya satu.

Di belakangnya juga ada ambient light strip terpisah dari RGB per-key. Jadi efek cahayanya bukan cuma dari keycap, tapi ada glow halus ke arah belakang keyboard. Clean, nggak norak.

Intinya: ini keyboard yang memang dirancang buat dipamerin, sekaligus dipake.

Soal Build Quality, Nggak Main-Main

Glyph pakai top-mounted structure, plus lima layer material peredam suara di dalamnya. Setup kayak gini biasanya dipakai buat:

  • Ngeredam resonansi casing
  • Bikin suara lebih solid
  • Ngurangin “ping” yang nyebelin

Buat kita yang udah pernah mod tape, foam, atau ganti plate cuma demi dapet sound profile yang pas… lima layer bawaan pabrik itu menarik.

PCB-nya juga hot-swappable, jadi kalau kita pengin ganti switch tanpa solder, tinggal cabut-pasang. Buat yang suka eksperimen linear, tactile, atau bahkan silent switch, ini fleksibel banget.

RGB-nya posisi south-facing, yang biasanya lebih aman buat kompatibilitas berbagai profil keycap. Detail kecil, tapi penting buat keyboard nerd.

Switch, Polling Rate, dan Baterai

Secara default, Glyph datang dengan Wisteria linear switch. Karakternya harusnya smooth dan cocok buat gaming atau ngetik cepat tanpa bump tactile.

EPOMAKER klaim:

  • 1000 Hz polling rate
  • 8000 mAh battery

Tri-mode artinya kita bisa pakai wired, 2.4 GHz wireless, atau Bluetooth. Dengan baterai segede itu, harusnya tahan lama banget tergantung RGB dan display seberapa aktif kita pakai.

Buat harga sekitar $89, ini masuk kategori “design-driven keyboard yang masih masuk akal.” Di range ini, biasanya kompetisinya ketat banget: siapa yang paling solid build-nya, siapa yang firmware-nya nggak nyebelin, dan siapa yang fiturnya beneran kepakai, bukan cuma pajangan.

Jadi, Buat Siapa Keyboard Ini?

Glyph ini bukan buat orang yang cuma cari keyboard murah buat kerja Excel. Ini buat:

  • Gamer yang pengin setup unik.
  • Content creator yang peduli estetika.
  • Keyboard enthusiast yang suka hal nyeleneh tapi fungsional.
  • Atau kita yang bosan sama layout hitam polos tanpa karakter.

Ada unsur nostalgia, tapi nggak terjebak di masa lalu. Retro di luar, modern di dalam.

Dan jujur aja… joystick di keyboard itu absurd, tapi justru itu yang bikin kita pengin coba.

Kadang, yang bikin setup kita hidup bukan cuma FPS tinggi, tapi juga gear yang punya personality. Glyph jelas punya itu.

February 12, 2026
Share on:

Related Articles

ROG Hone Control Ace L Vitality Edition: Mouse Pad FPS yang Dirancang Pro Player!

ROG Hone Control Ace L Vitality Edition: Mouse Pad FPS yang Dirancang Pro Player!

ASUS ROG ikut ngeramein COMPUTEX 2026 dengan gear yang keliatannya simpel, tapi penting banget buat pemain FPS: ROG Hone Control Ace L Vitality Editio...

June 9, 2026
MSI dan Gigabyte Pamer Monitor Mini-LED 5K 27 Inci

MSI dan Gigabyte Pamer Monitor Mini-LED 5K 27 Inci

Di Computex, banyak orang lagi ribut soal monitor OLED generasi baru. Tapi diam-diam, kubu LCD juga lagi naik level dengan spek yang ga kalah barbar. ...

June 8, 2026
Thermalright Trofeo Vision 9.16: LCD Buat Bikin Build PC Makin Ganteng

Thermalright Trofeo Vision 9.16: LCD Buat Bikin Build PC Makin Ganteng

Thermalright punya barang yang namanya Trofeo Vision 9.16 LCD, layar kecil buat dipasang di dalam PC sebagai display status sistem sekaligus...

June 7, 2026
Virtua Fighter Crossroads: Game Fighting Adventure dari Developernya Yakuza

Virtua Fighter Crossroads: Game Fighting Adventure dari Developernya Yakuza

Setelah lama cuma jadi bahan teaser dan potongan gameplay tanpa konteks, proyek Virtua Fighter baru dari RGG Studio akhirnya mulai jelas. Di Summer Ga...

June 6, 2026