
Epomaker HE30: Keyboard Gaming Ukuran Setengah Tapi Hall Effect
Kalau kita ngomongin setup gaming kompetitif, biasanya yang dikejar itu dua hal: presisi dan ruang gerak mouse seluas mungkin. Nah, Epomaker kayaknya paham banget soal itu. Mereka resmi ngenalin Epomaker HE30, sebuah keypad 30% satu tangan yang memang dirancang khusus buat gamer—terutama yang doyan FPS dan main low sensitivity.
Buat yang belum familiar, layout 30% itu super compact. Ini bukan keyboard full-size yang penuh tombol sampai numpad. HE30 cuma fokus ke tombol-tombol penting yang sering dipakai buat movement dan skill. Sisanya? Biar mouse kita punya ruang buat flick 180 derajat tanpa mentok keyboard.
Switch Magnetic dengan Hall Effect, Bisa Diatur Sampai 0,01 mm
Yang bikin HE30 beda dari keypad biasa ada di jeroannya. Dia pakai Purple Magnetic Switch buatan Epomaker sendiri dengan teknologi Hall Effect. Artinya, input dibaca lewat sensor magnetik, bukan kontak fisik biasa.
Trigger point-nya bisa diatur dari 0,1 mm sampai 3,4 mm, dengan presisi sampai 0,01 mm. Gila sih ini detailnya.
Contohnya:
- Tombol WASD bisa kita set super tipis (misal 0,2 mm) biar karakter langsung gerak cuma dengan sentuhan ringan.
- Tombol skill atau ability bisa kita bikin lebih dalam supaya nggak kepencet nggak sengaja pas panik.
Buat yang suka ngulik setting sampai detail terkecil, ini surga kecil.
8K Polling Rate, Latensi Nyaris Nggak Kerasa
HE30 juga sudah dukung 8K polling rate, yang berarti latensinya cuma sekitar 0,125 ms. Secara teori, ini hampir instan.
Memang sih, buat sebagian orang bedanya mungkin nggak terlalu terasa dibanding 1K polling. Tapi kalau kita main di level kompetitif atau memang sensitif sama delay, tiap milidetik itu berharga. Kadang bedanya cuma sepersekian detik antara “clutch” atau “nt bro”.
36 Tombol Fully Programmable + Fitur Canggih
Meskipun kecil, HE30 punya 36 tombol yang bisa diprogram ulang lewat software berbasis web. Jadi nggak perlu install aplikasi ribet-ribet.
Selain remap dan macro, ada beberapa fitur advanced:
- Snap Key (SOCD)
Fitur ini bakal prioritasin input arah terakhir kalau kita tekan dua arah berlawanan (misalnya A dan D barengan). Jadi karakter nggak “bingung” atau stuck di tengah. - Dynamic Keystroke (DKS)
Satu tombol bisa punya sampai empat aksi berbeda, tergantung seberapa dalam kita tekan. Ini cocok banget buat game yang butuh banyak kombinasi. - NKRO (N-Key Rollover)
Tekan banyak tombol sekaligus? Semua tetap kebaca. Nggak ada cerita input ilang pas lagi team fight.
Desain Compact, Fokus Buat Ruang Mouse
Karena ukurannya mini dan satu tangan, HE30 memang dirancang supaya meja kita terasa lebih lega. Buat pemain FPS low sens yang sering geser mouse jauh-jauh, ini jelas keuntungan besar.
Menariknya lagi, ada wrist strap yang bisa dilepas. Jadi kalau kita sering bawa gear ke warnet, turnamen, atau sekadar nongkrong mabar, keypad ini bisa digantung atau diikat ke tas dengan gampang.
Build quality-nya juga nggak main-main:
- Double-shot PBT keycaps yang tahan minyak dan aus.
- Struktur tray mount dengan lapisan peredam multi-layer.
- Profil suara diklaim “creamy” saat dipakai—nggak terlalu nyaring, nggak terlalu kosong.
Buat yang peduli feel dan suara, ini bukan cuma alat perang, tapi juga enak dipakai harian.

RGB Lengkap + Dua Pilihan Warna
HE30 hadir dalam dua varian warna:
- Hitam dengan aksen oranye
- Putih dengan aksen ungu
Sudah dilengkapi south-facing per-key RGB plus strip lampu di sisi samping. Efeknya bisa diatur dengan berbagai mode dinamis, jadi mau setup clean atau full RGB disco, tinggal atur.
Harga dan Ketersediaan
Epomaker HE30 dijual dengan harga sekitar $44.99. Secara global tersedia di website resmi Epomaker, Amazon, dan AliExpress.
Kalau melihat spesifikasi—Hall Effect switch, 8K polling rate, fitur DKS, SOCD, dan NKRO—harga segitu termasuk agresif. Biasanya teknologi magnetic kayak gini ada di keyboard yang jauh lebih mahal.
Worth It atau Gimmick?
Kalau kita gamer kasual yang main santai, mungkin ini terasa “overkill”. Tapi buat yang serius di FPS, suka setting detail, dan pengen meja lebih lega, HE30 jelas menarik.
Di era sekarang, periferal bukan cuma soal banyak tombol, tapi soal kontrol penuh atas tiap milimeter gerakan. Dan dari speknya, Epomaker HE30 kelihatan memang dibikin buat itu.
Sekarang pertanyaannya cuma satu: kita butuh, atau cuma pengen?
Related Articles

ROG Hone Control Ace L Vitality Edition: Mouse Pad FPS yang Dirancang Pro Player!
ASUS ROG ikut ngeramein COMPUTEX 2026 dengan gear yang keliatannya simpel, tapi penting banget buat pemain FPS: ROG Hone Control Ace L Vitality Editio...

MSI dan Gigabyte Pamer Monitor Mini-LED 5K 27 Inci
Di Computex, banyak orang lagi ribut soal monitor OLED generasi baru. Tapi diam-diam, kubu LCD juga lagi naik level dengan spek yang ga kalah barbar. ...

Thermalright Trofeo Vision 9.16: LCD Buat Bikin Build PC Makin Ganteng
Thermalright punya barang yang namanya Trofeo Vision 9.16 LCD, layar kecil buat dipasang di dalam PC sebagai display status sistem sekaligus...

Virtua Fighter Crossroads: Game Fighting Adventure dari Developernya Yakuza
Setelah lama cuma jadi bahan teaser dan potongan gameplay tanpa konteks, proyek Virtua Fighter baru dari RGG Studio akhirnya mulai jelas. Di Summer Ga...