
Epomaker Nex Pro: Mouse Gaming 65g yang Pakai Dock Magnetic
Epomaker resmi ngerilis Nex Pro, mouse gaming wireless ergonomis buat pengguna tangan kanan yang datang dengan harga $79,99 atau sekitar Rp1,4 jutaan.
Di kelas harga di bawah $100, paketnya lumayan menarik. Ada sensor PixArt PAW3950, polling rate sampai 8000Hz, koneksi tri-mode, bobot 65 gram, dan yang paling bikin menonjol: charging dock magnetik langsung di dalam paket.
Biasanya aksesori kayak gini lebih sering muncul di mouse gaming premium, jadi Nex Pro jelas mencoba jual value lebih agresif.
Desain Ergonomis Buat Tangan Kanan
Nex Pro memakai bentuk asymmetric right-handed dengan shell ABS.
Dimensinya sekitar 122 mm, sementara bobotnya cuma 65 gram. Bentuknya dirancang buat ngasih dukungan penuh ke telapak tangan, jadi lebih cocok buat pengguna palm grip atau claw-palm hybrid.
Karena desainnya ergonomis, mouse ini ga dibuat ambidextrous. Pengguna tangan kiri kemungkinan bakal kesulitan nyaman memakainya.
Buat sesi gaming panjang, bentuk full palm support kayak gini bisa lebih santai dibanding mouse simetris super rendah yang fokus ke fingertip grip.
Sensor PixArt PAW3950 Sampai 42.000 DPI
Di bagian dalam, Nex Pro memakai sensor optical PixArt PAW3950.
Spesifikasinya mencakup:
- Maksimum 42.000 DPI
- Tracking speed 750 IPS
- Akselerasi 50G
- Polling rate sampai 8000Hz
PAW3950 termasuk sensor kelas tinggi yang dirancang buat tracking cepat dan presisi.
Angka 42.000 DPI memang lebih cocok jadi bahan pamer spesifikasi karena hampir ga ada gamer yang benar-benar main di sensitivitas segitu. Tapi sensor dengan kemampuan tinggi biasanya tetap ngasih tracking stabil di DPI yang lebih realistis.

Polling Rate 8000Hz
Sensor tersebut dipasangkan dengan Nordic 54L MCU, yang memungkinkan polling rate sampai 8000Hz.
Polling rate 8000Hz berarti mouse bisa mengirim data ke PC sampai 8.000 kali per detik.
Secara teori, ini mengurangi jeda input dibanding 1000Hz. Efeknya paling terasa di monitor refresh rate tinggi dan game kompetitif yang sangat cepat.
Tetap saja, 8K polling juga bisa memberi beban lebih besar ke CPU. Buat sebagian pengguna, mode 1000Hz atau 2000Hz mungkin sudah lebih dari cukup.
Tri-Mode Lengkap
Nex Pro mendukung tiga mode koneksi:
- 2.4GHz wireless
- Bluetooth
- USB wired
Mode 2.4GHz jadi pilihan utama buat gaming karena latency-nya lebih rendah.
Bluetooth lebih cocok buat laptop, tablet, atau penggunaan kerja. Sementara mode wired bisa dipakai saat baterai habis atau saat pengguna pengen koneksi paling stabil.
Kombinasi ini bikin Nex Pro fleksibel buat pindah antara PC gaming dan perangkat lain.
Charging Dock Magnetik Jadi Nilai Jual Utama
Bagian paling menarik dari paket Nex Pro adalah magnetic charging dock.
Dock ini punya dua fungsi:
- Mengisi daya mouse secara magnetik
- Menjadi tempat receiver wireless 2.4GHz
Saat mouse ditaruh di dock, proses charging langsung mulai. Saat mouse diangkat, mode 2.4GHz otomatis aktif.
Sistem kayak gini jauh lebih praktis dibanding harus colok kabel ke mouse setiap kali baterai menipis.
Buat mouse seharga $79,99, charging dock bawaan jelas jadi fitur yang cukup jarang ditemukan.
Receiver Nyatu di Dock
Menaruh receiver 2.4GHz di dock juga punya keuntungan lain.
Posisi receiver bisa lebih dekat ke mouse, jadi koneksi wireless berpotensi lebih stabil dibanding dongle yang ditancap jauh di belakang casing PC.
Selain itu, meja juga terlihat lebih rapi karena dock sekaligus jadi tempat parkir mouse dan receiver.
Jadi dock-nya ga cuma pajangan RGB yang makan tempat.

Semua Setting Lewat Browser
Epomaker memilih software berbasis web, bukan aplikasi desktop yang harus di-download.
Lewat portal online, pengguna bisa mengatur:
- DPI
- Polling rate
- Lift-off distance
- Angle snapping
- Macro
- Button remapping
Keuntungannya, pengguna ga perlu install software tambahan di setiap PC.
Tinggal buka browser, sambungkan mouse, lalu atur setting sesuai kebutuhan. Ini juga membantu menjaga konfigurasi tetap konsisten saat mouse dipakai di beberapa komputer.
Bisa Atur Lift-Off Distance dan Angle Snapping
Nex Pro ngasih kontrol yang cukup detail buat sensor.
Lift-off distance menentukan seberapa tinggi mouse masih membaca gerakan saat diangkat dari mousepad. Gamer FPS biasanya suka setting rendah supaya cursor ga ikut bergerak saat mouse di-reposition.
Sementara angle snapping membantu meluruskan gerakan cursor. Fitur ini berguna buat gambar garis atau kerja tertentu, tapi biasanya dimatikan buat gaming kompetitif karena bisa mengganggu tracking natural.
Bagusnya, pengguna bebas memilih sesuai kebutuhan.
Cocok Buat Siapa?
Epomaker Nex Pro cocok buat pengguna yang mencari:
- Mouse ergonomis tangan kanan
- Bobot ringan tapi ga terlalu ekstrem
- Sensor kelas tinggi
- Polling rate 8K
- Koneksi tri-mode
- Charging dock bawaan
- Software tanpa install
- Harga di bawah $100
Mouse ini paling menarik buat gamer yang suka palm grip dan pengen meja tetap rapi.
Buat pengguna fingertip grip atau fans mouse super ringan di bawah 50 gram, bentuk dan bobotnya mungkin terasa kurang agresif.
Spesifikasi Utama Epomaker Nex Pro
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Bentuk | Ergonomis asymmetric, tangan kanan |
| Panjang | 122 mm |
| Bobot | 65 gram |
| Material | ABS |
| Sensor | PixArt PAW3950 |
| DPI maksimum | 42.000 |
| Tracking speed | 750 IPS |
| Akselerasi | 50G |
| Polling rate | Sampai 8000Hz |
| MCU | Nordic 54L |
| Koneksi | 2.4GHz, Bluetooth, USB |
| Charging | Dock magnetik |
| Software | Web-based |
| Harga | $79,99 |
Kesimpulan: Dock Premium di Harga Menengah
Epomaker Nex Pro menawarkan kombinasi yang cukup kuat di harga $79,99.
Sensor PAW3950, 8K polling, bobot 65 gram, desain ergonomis, tri-mode, dan software web sudah bikin speknya kompetitif. Tapi charging dock magnetik tetap jadi fitur yang paling gampang bikin orang melirik.
Di kelas harga ini, banyak mouse cuma ngasih kabel dan receiver kecil. Nex Pro malah datang dengan dock yang sekaligus jadi charger dan rumah buat dongle.
Buat gamer tangan kanan yang suka palm grip dan pengen mouse wireless tanpa drama kabel charger, Nex Pro kelihatan seperti paket yang susah diabaikan.
Related Articles

Xbox PHK 3.200 Karyawan, Empat Studio Dilepas dari Microsoft
Gelombang PHK besar kembali menghantam Xbox. Kali ini, sekitar 3.200 karyawan bakal kehilangan pekerjaan, dengan 1.600 orang terkena PHK sekarang dan ...

Marvel Tokon Diblokir di 132 Negara? Kok Bisa?
Kabar kurang enak datang buat pemain PC yang sudah nunggu Marvel Tokon. Berdasarkan temuan di SteamDB, versi PC game fighting Marvel itu kabarnya dibl...

Internet Ledek Sony Soal Penghentian 'Kaset' PS
Keputusan Sony buat menghentikan produksi game PlayStation fisik mulai 2028 langsung memicu reaksi besar dari gamer, kolektor, retailer, sampai brand ...

Edifier G5 MAX: Headset Gaming yang Baterenya Tahan 300 jam!
Edifier resmi ngenalin HECATE G5 MAX, headset gaming wireless baru yang datang dengan spesifikasi lumayan brutal.Ada driver 53mm berlapis titanium, TH...