Epomaker RT75: Keyboard Gaming Retro yang Punya Layar TFT Hotswap

Epomaker RT75: Keyboard Gaming Retro yang Punya Layar TFT Hotswap

Epomaker balik lagi dengan keyboard baru yang cukup unik. Namanya Epomaker RT75, keyboard mekanikal 75% bergaya retro yang membawa layar kecil, koneksi wireless lengkap, dan konstruksi gasket-mount.

Sekilas, RT75 terlihat seperti keyboard compact klasik dengan vibe putih retro. Tapi bagian paling menarik ada di layar TFT 1,54 inci yang bisa dilepas dan diganti dengan switch tambahan. Jadi kalo kamu kurang butuh layar dan lebih butuh tombol fisik, keyboard ini bisa berubah layout jadi lebih padat mendekati TKL.

Harga RT75 mulai dari $91.79 untuk versi Creamy Jade linear switches, sementara varian Crystal Tactile Silent switches dijual $93.49.

Layout 75% dengan Rasa Retro

Epomaker RT75 memakai layout 75%, jadi ukurannya lebih ringkas dari keyboard full-size, tapi tetap punya tombol penting seperti function row, arrow keys, dan cluster navigasi.

Buat pengguna yang pengen meja tetap lega tanpa kehilangan terlalu banyak tombol, layout 75% memang jadi sweet spot. Cocok buat gaming, kerja, ngetik panjang, sampai setup minimalis.

Secara warna, RT75 hadir dalam opsi Retro White. Epomaker juga membuka kemungkinan warna lain menyusul, tapi untuk sekarang versi putih retro ini jadi daya tarik utamanya.

Layar TFT 1,54 Inci Buat GIF, Jam, dan Stat Sistem

Fitur paling nyentrik di RT75 jelas ada di layar TFT 1,54 inci. Layar ini bisa dipakai buat menampilkan beberapa hal, seperti:

  • GIF custom
  • Jam
  • Informasi sistem
  • Tampilan visual kecil buat mempercantik setup

Buat yang suka keyboard dengan sentuhan personal, fitur layar seperti ini memang seru. Bisa pasang animasi lucu, icon favorit, atau sekadar bikin keyboard terlihat lebih hidup.

Tapi Epomaker ga berhenti di situ. Layar ini ternyata hot-swappable.

Layar Bisa Dicabut, Diganti 4 Switch Tambahan

Nah, ini bagian yang bikin RT75 beda dari banyak keyboard berlayar lain. Modul layar TFT-nya bisa dilepas dan diganti dengan empat switch mekanikal tambahan.

Jadi pengguna punya dua pilihan:

Pakai layar buat tampilan custom dan informasi tambahan, atau cabut layarnya lalu ubah area itu jadi tombol fisik ekstra.

Kalo dipasang switch tambahan, layout RT75 jadi terasa lebih dekat ke TKL compact, karena pengguna dapat tambahan tombol navigasi atau shortcut. Ini solusi yang cukup pintar, karena ga semua orang butuh layar di keyboard. Ada yang lebih suka tombol tambahan buat macro, media control, atau shortcut kerja.

Fitur ini bikin RT75 terasa fleksibel, bukan cuma gimmick layar semata.

Gasket-Mount dan 6 Lapis Peredam Suara

Untuk rasa ketik, Epomaker RT75 memakai konstruksi gasket-mount dengan Poron gasket. Desain seperti ini biasanya dipakai buat bikin typing feel lebih empuk dan suara ketikan lebih halus.

Di dalamnya juga ada:

  • Plate polycarbonate
  • Poron gasket mount
  • Enam lapis sound damping
  • Case ABS

Enam lapis peredam suara ini penting buat mengurangi suara kosong, ping, atau getaran kasar dari dalam case. Jadi walaupun casing-nya masih ABS, Epomaker tetap mencoba ngasih pengalaman ketik yang lebih matang.

Buat yang suka keyboard dengan suara creamy dan feel lebih lembut, kombinasi gasket dan damping ini cukup menarik.

Dua Pilihan Switch: Linear atau Tactile Silent

Epomaker menawarkan RT75 dengan dua pilihan switch.

Pertama ada Epomaker Creamy Jade linear switches. Switch linear biasanya punya tekanan yang halus dari atas sampai bawah, tanpa bump. Cocok buat gaming dan pengguna yang suka feel mulus.

Kedua ada Crystal Tactile Silent switches. Dari namanya, switch ini lebih cocok buat pengguna yang pengen rasa tactile tapi tetap lebih senyap. Cocok buat kerja malam, kantor, kos, atau setup yang ga boleh terlalu berisik.

Keyboard ini juga memakai socket MX-style, jadi pengguna bisa ganti switch sesuai selera. Mau switch ringan, berat, tactile, linear, atau silent, tinggal eksperimen.

RGB South-Facing dan Keycap PBT

RT75 membawa per-key RGB backlighting dengan orientasi south-facing. Buat keyboard enthusiast, ini kabar bagus karena LED south-facing biasanya lebih ramah buat berbagai profil keycap dan mengurangi risiko bentrok dengan keycap Cherry profile.

Ngomong-ngomong soal keycap, RT75 sudah memakai Cherry profile dye-sublimated PBT keycaps. PBT terkenal lebih tahan kilap dibanding ABS biasa, sementara dye-sub legend biasanya lebih awet dan ga gampang pudar.

Jadi dari sisi keycap, Epomaker cukup niat.

Tri-Mode Connectivity dan Baterai 5000mAh

Untuk koneksi, Epomaker RT75 mendukung tiga mode:

  • Bluetooth
  • 2.4GHz wireless
  • USB-C wired

Mode 2.4GHz dan wired mendukung polling rate 1000Hz, jadi cukup responsif buat gaming. Buat perangkat wireless harian, tersedia baterai 5000mAh yang harusnya cukup besar buat pemakaian panjang.

Menariknya lagi, receiver 2.4GHz punya tempat penyimpanan langsung di dalam keyboard. Detail kecil seperti ini penting, karena dongle kecil gampang banget hilang kalo ga punya slot khusus.

Bisa Diatur Lewat Epomaker Driver 3.0

Pengaturan keyboard dilakukan lewat Epomaker Driver 3.0. Tool ini tersedia sebagai browser utility atau aplikasi khusus untuk Windows dan macOS.

Lewat software ini, pengguna bisa mengatur RGB, fungsi tombol, dan kemungkinan konfigurasi lain sesuai kebutuhan. Buat keyboard modern, software yang fleksibel jadi nilai tambah karena pengguna bisa bikin layout lebih personal.

Sayangnya, Ga Ada Kaki Adjustable

Satu kekurangan yang cukup terasa: Epomaker RT75 tidak punya adjustable feet.

Artinya, sudut ketiknya terkunci di 5,8 derajat. Buat sebagian orang, sudut ini mungkin sudah nyaman. Tapi buat pengguna yang suka menaikkan posisi keyboard atau punya preferensi typing angle tertentu, absennya kaki adjustable bisa jadi minus.

Ini bukan dealbreaker buat semua orang, tapi tetap perlu dicatat sebelum beli.

Kesimpulan

Epomaker RT75 adalah keyboard 75% retro yang mencoba tampil beda lewat layar TFT hot-swappable. Fitur ini bukan cuma pajangan, karena pengguna bisa memilih antara layar kecil buat GIF dan stat sistem, atau menggantinya dengan empat switch tambahan buat tombol ekstra.

Dengan tri-mode connectivity, baterai 5000mAh, gasket-mount, enam lapis peredam, RGB south-facing, keycap PBT, dan pilihan switch linear atau tactile silent, RT75 terlihat cukup solid di kelas harga sekitar 90 dolar.

Minusnya, tidak ada kaki adjustable, jadi sudut ketiknya fixed. Tapi kalo kamu suka keyboard retro compact yang fleksibel, punya layar lucu, dan masih bisa diubah jadi lebih fungsional, Epomaker RT75 jelas layak masuk radar.

August 15, 2026
Share on:

Related Articles

Keyboard Wireless SteelSeries Mahal Jadi Korban Baterai Bengkak

Keyboard Wireless SteelSeries Mahal Jadi Korban Baterai Bengkak

Keyboard wireless mekanikal memang terdengar enak banget. Bisa tetap dapat feel khas mechanical keyboard, tapi meja lebih rapi dan posisi lebih bebas ...

August 18, 2026
Keychron C100 8K: Macropad tapi 100 Tombol!

Keychron C100 8K: Macropad tapi 100 Tombol!

Keychron lagi rajin banget nambah gear baru. Setelah sempat memperlihatkan beberapa mouse gaming seperti G6 HE dan konsep mouse fingertip berbasis M4,...

August 14, 2026
Nintendo Resmi Masuk Indo, Terus Kenapa?

Nintendo Resmi Masuk Indo, Terus Kenapa?

Nintendo akhirnya resmi masuk Indonesia. Setelah bertahun-tahun gamer lokal hidup dari jalur impor, distributor pihak ketiga, toko game langganan, dan...

August 13, 2026
Razer Naga V3 Pro: Mouse MMO Ikonik Ini Makin Modular

Razer Naga V3 Pro: Mouse MMO Ikonik Ini Makin Modular

Razer akhirnya memperkenalkan Razer Naga V3 Pro, generasi terbaru dari mouse MMO legendaris yang sudah dikenal gamer sejak lama. Seri Naga memang puny...

August 12, 2026