
Era Konsol Mulai Pudar? Take-Two Bilang Industri Lagi Balik ke PC
Take-Two CEO, Strauss Zelnick, lagi-lagi bikin rame industri game. Meski studio paling besar mereka—Rockstar Games—masih nyaman banget sama pola rilis “konsol dulu, PC belakangan,” Zelnick tiba-tiba bilang kalau masa depan konsol... ya, mungkin nggak sepanjang itu.
Dalam wawancaranya bareng CNBC minggu ini, eksekutif veteran yang bentar lagi bakal memimpin publisher independen terbesar di Amerika (setelah akuisisi leverage EA kelar) ngomong blak-blakan: industri game lagi geser ke PC dan ekosistem yang lebih “open”. Meski begitu, dia nggak bilang konsol bakal punah total.
“Menurut saya industri bergerak menuju PC, dan bisnis juga bergerak ke arah yang lebih terbuka, bukan tertutup. Tapi kalau kamu mendefinisikan konsol sebagai ‘pengalaman bermain game besar di layar besar selama berjam-jam’, itu nggak bakal hilang.”
Agak lucu sih dengernya—apalagi dari publisher yang udah terkenal menomorduakan PC sejak era GTA: Vice City (2002). Dua franchise terbesar Take-Two—GTA dan Red Dead—baru nongol di PC berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun setelah rilis konsol.
Tapi ya… Zelnick nggak salah juga.
Konsol Stagnan, PC Melejit
Pasar konsol udah lama stagnan. Tiga pemain utamanya—Sony, Nintendo, dan Microsoft—udah nggak lagi “menambah pemain baru”, tapi saling rebutan user yang itu-itu aja.
Sementara itu, PC gaming makin naik daun:
- Steam hampir tiap tahun memecahkan rekor jumlah pemain & penjualan.
- Perangkat PC yang berbentuk handheld dan home console makin banyak bermunculan:
Steam Deck, ROG Ally, hingga Steam Machine generasi baru. - Tren gaming makin menjorok ke arah “open ecosystem” yang PC-banget.
Dengan kata lain, PC bukan cuma berkembang… tapi juga mulai mencaplok bagian-bagian yang dulu milik konsol.
Microsoft Aja Ikut Nggak Yakin Konsol Bakal Tetap Sama
Microsoft belakangan ini udah terang-terangan mengubah cara pandang mereka terhadap Xbox. Sarah Bond emang masih bilang “pengalaman Xbox dimulai dari konsol,” tapi rumor-rumor kuat menyebut hardware next-gen mereka bakal:
- Konsol-PC hybrid
- Tetap bisa main game Xbox
- Tapi juga punya mode seperti Windows desktop
CEO Microsoft, Satya Nadella, bahkan lempar kode:
“Lucu aja orang menganggap konsol dan PC itu dua hal berbeda. Dulu kami bikin konsol untuk bikin PC gaming yang lebih baik. Saya ingin meninjau lagi cara pikir lama itu.”
Intinya: Microsoft juga mulai blur batas antara konsol dan PC.
Mengenal Take-Two: Rumah Rockstar, 2K, dan Zynga
Take-Two Interactive Software, Inc. adalah perusahaan holding video game asal New York, berdiri sejak 1993. Beberapa label besar yang mereka punya:
- Rockstar Games – GTA, Red Dead, Bully, dll.
- 2K – NBA 2K, Borderlands, Bioshock, Civilization
- Zynga – dominan di game mobile
- Dulu punya Private Division, tapi dijual ke private equity di 2024
- Punya Ghost Story Games (eks Irrational Games)
- Akuisisi Socialpoint, Playdots, dan Nordeus untuk pasar mobile
- Punya 50% saham NBA 2K League bareng NBA
Per April 2025, valuasi Take-Two diperkirakan US$41 miliar, menjadikannya salah satu perusahaan game publik terbesar di dunia.
Jadi… Konsol Bakal Punah?
Kayaknya enggak.
Tapi posisinya bakal berubah drastis.
Konsol nggak akan hilang karena pengalaman “duduk santai di sofa, main game AAA di layar besar” itu punya tempat tersendiri. Bukan cuma nostalgia, tapi kenyamanan. Namun secara industri, masa dominasi konsol telah lewat:
- PC lebih fleksibel
- Ekosistem lebih terbuka
- Perangkat hybrid PC-konsol makin banyak
- Publisher besar mulai mengubah strategi
- Generasi pemain baru tumbuh bukan dari konsol, tapi dari mobile dan PC
Dan kalau Zelnick—yang selama 20 tahun ngeremehin PC—aja mulai bilang era konsol meredup, ya mungkin itu tanda zaman sedang benar-benar berubah.
Related Articles

Razer Clio X: Speaker Wireless Tapi Bantal Kursi Gaming
Razer datang dengan aksesori audio gaming yang cukup unik di PAX West 2026. Namanya Razer Clio X, sebuah speaker cushion wireless yang dipasang di bag...

Liberty Walk x Original Konbini OK-1, Keyboard JDM dengan Bodi Aluminium dan VIA
Kolaborasi antara brand otomotif dengan peripheral gaming sebenarnya bukan hal baru. Namun, Liberty Walk x Original Konbini OK-1 punya pendekatan yang...

DLSS 5 Review: Visual Lebih Realistis, Tapi Performa Turun Drastis
DLSS selama ini identik dengan satu hal: performa. Entah lewat Super Resolution, Frame Generation, atau Multi Frame Generation, teknologi DLSS biasany...

Apa Itu TTK di Game Shooter? Kenapa Ada Game yang Musuhnya Cepat Mati dan Ada yang Tebal Banget?
Kalau sering main game shooter, kamu pasti pernah ngerasain dua pengalaman ekstrem ini.Di satu game, baru nongol sedikit dari tembok langsung kena hea...