
FIIO LINK TWS: Bikin IEM Kabel Jadi True Wireless Premium
FIIO resmi rilis LINK TWS, atau juga dikenal sebagai UTWS17, perangkat ear-hook Bluetooth yang bisa mengubah IEM detachable-cable menjadi earphone true wireless.
Jadi kalau kamu punya IEM kabel dengan konektor MMCX atau 0,78 mm 2-pin, kabelnya bisa dilepas, lalu diganti dengan ear-hook LINK TWS. Hasilnya, IEM favoritmu bisa dipakai seperti TWS biasa, tapi tetap membawa karakter suara IEM yang sudah kamu suka.
Harganya US$219,99 alias Rp4 juta kurang 2 rebu, jadi jelas bukan aksesori murah. Tapi fiturnya memang diarahkan buat audio enthusiast, bukan sekadar pengguna TWS casual.
Buat Pemilik IEM Detachable
FIIO LINK TWS dibuat untuk IEM yang kabelnya bisa dilepas.
Cara pakainya cukup simpel:
- Lepas kabel bawaan IEM
- Pasang IEM ke ear-hook LINK TWS
- Hubungkan ke HP, DAP, atau Bluetooth transmitter
- Pakai seperti true wireless earphone biasa
Yang menarik, paketnya menyertakan konektor MMCX dan 0,78 mm 2-pin yang bisa ditukar.
Ini penting karena banyak adapter wireless lama memaksa pembeli memilih satu tipe konektor dari awal. Kalau koleksi IEM kamu campur antara MMCX dan 2-pin, sistem seperti ini jauh lebih fleksibel.
Catatan penting: paket LINK TWS tidak termasuk IEM. Jadi ini murni adapter wireless, bukan earphone lengkap.

Penerus UTWS5 dengan Upgrade Besar
LINK TWS menjadi penerus seri UTWS5.
FIIO membawa beberapa upgrade penting, termasuk:
- Bluetooth 6.0
- Qualcomm QCC5181
- Snapdragon Sound
- DAC AKM terpisah di tiap ear-hook
- Codec hi-res seperti aptX Lossless, LDAC, dan LHDC V5
- Contactless charging
- Case baru dengan display
- Parametric EQ 10-band
- Multipoint Bluetooth
- Mode gaming rendah latency
Jadi bukan cuma ganti nama. FIIO benar-benar mencoba memperbaiki banyak kelemahan adapter wireless IEM generasi sebelumnya.
Pakai Qualcomm QCC5181 dan Bluetooth 6.0
Di bagian wireless, LINK TWS memakai platform Qualcomm QCC5181.
Chipset ini mendukung Bluetooth 6.0 dan Snapdragon Sound, jadi targetnya jelas: koneksi lebih modern, stabil, dan siap untuk codec berkualitas tinggi.
Bluetooth di adapter seperti ini sangat penting. Karena tidak seperti TWS biasa yang driver dan casing-nya sudah didesain satu paket, LINK TWS harus menghadapi banyak jenis IEM dengan karakter sensitivitas berbeda.
Koneksi yang stabil jadi fondasi utama sebelum bicara soal suara.
Tiap Sisi Punya DAC AKM Sendiri
Bagian yang bikin LINK TWS terasa lebih serius adalah penggunaan AKM AK4333 DAC di masing-masing ear-hook.
Setiap channel punya sistem konversi dan amplifikasi sendiri, jadi audio tidak hanya bergantung pada hardware bawaan chipset Bluetooth.
Output tiap channel diklaim mencapai 85 mW, angka yang cukup kuat dibanding banyak TWS biasa.
Ini penting buat IEM yang butuh tenaga lebih atau pengguna yang ingin headroom lebih lega. Tentu bukan berarti semua IEM langsung otomatis cocok, tapi secara tenaga, LINK TWS terlihat lebih ambisius dari adapter wireless biasa.

Dukung aptX Lossless, LDAC, dan LHDC V5
FIIO LINK TWS mendukung banyak codec hi-res, termasuk:
- aptX Lossless
- LDAC
- LHDC V5
- aptX Adaptive
aptX Lossless bisa mencapai transmisi sampai 1,2 Mbps dalam kondisi ideal.
LHDC V5 mendukung audio sampai 192 kHz / 24-bit, sementara aptX Adaptive mendukung sampai 96 kHz / 24-bit.
Tapi perlu diingat, codec yang bisa dipakai tetap bergantung pada perangkat sumber. Tidak semua HP mendukung semua codec ini.
Pengguna iPhone juga perlu catatan khusus: perangkat Apple tidak mendukung aptX Lossless, LDAC, atau LHDC secara native. Untuk mengakses format tertentu, pengguna mungkin butuh transmitter eksternal yang kompatibel, seperti FIIO AIR LINK.
Contactless Charging, Bye Pin Kotor
Salah satu masalah adapter ear-hook lama adalah pin charging terbuka.
Pin seperti ini bisa kena keringat, debu, minyak, atau oksidasi. Lama-lama, charging bisa rewel dan pengguna harus rajin bersihin kontaknya.
FIIO mengganti sistem itu dengan contactless charging di LINK TWS.
Secara teori, ini harusnya lebih tahan terhadap masalah kotoran dan kelembapan karena tidak ada pin terbuka yang langsung dipakai untuk charging.
Tentu keandalan jangka panjangnya masih perlu dibuktikan lewat pemakaian real. Tapi dari sisi konsep, ini upgrade yang masuk akal banget.
Case Baru dengan Display
Charging case LINK TWS juga didesain ulang dan sekarang punya display di bagian depan.
Layar ini menampilkan informasi seperti baterai dan koneksi Bluetooth.
Case-nya juga bisa menyimpan adapter saat masih terpasang ke IEM yang kompatibel. Ini praktis karena pengguna tidak harus terus melepas IEM dari ear-hook setiap kali mau menyimpan.
Tapi ada catatan: IEM dengan shell besar mungkin tidak muat di dalam kompartemen case.
Jadi kalau kamu punya IEM ukuran jumbo seperti batu akik futuristik, perlu cek kompatibilitas fisiknya dulu.

Parametric EQ 10-Band
FIIO LINK TWS mendukung 10-band parametric equalizer lewat aplikasi kontrol FIIO.
Ini bukan EQ simpel yang cuma geser bass dan treble. Parametric EQ memungkinkan pengguna mengatur:
- Frequency
- Gain
- Q value
Dengan kontrol seperti ini, pengguna bisa tuning suara lebih presisi.
Mau menurunkan peak treble yang menusuk? Bisa. Mau menaikkan sub-bass sedikit? Bisa. Mau bikin preset khusus buat tiap IEM? Gas.
Buat audio enthusiast, fitur ini sangat penting karena tiap IEM punya karakter berbeda. LINK TWS bisa jadi alat tuning tambahan tanpa harus ganti IEM.
Multipoint dan Kontrol Fisik
LINK TWS juga mendukung multipoint Bluetooth, jadi pengguna bisa terhubung ke lebih dari satu perangkat.
Misalnya satu koneksi ke laptop, satu lagi ke HP. Saat ada panggilan masuk, pengguna bisa berpindah tanpa pairing ulang dari nol.
Selain itu, ada kontrol fisik di bagian ear-hook. Ini bisa lebih nyaman dibanding touch control yang kadang terlalu sensitif atau susah dipakai saat bergerak.
FIIO juga menyediakan:
- 32-step volume control
- Balance kiri-kanan independen
- Dual microphone system di tiap sisi untuk panggilan
Fitur balance kiri-kanan berguna buat pengguna yang ingin menyesuaikan volume antar channel, terutama kalau pendengaran kiri dan kanan tidak sama persis.
HiFi Mode dan Game Mode
FIIO menyediakan dua mode utama:
- HiFi Mode
- Game Mode
HiFi Mode jelas diarahkan untuk kualitas suara. Sementara Game Mode mengejar latency lebih rendah.
FIIO mengklaim latency bisa turun sampai 74,6 ms dalam Game Mode, tapi syaratnya harus memakai aptX Adaptive dan perangkat sumber yang kompatibel.
Angka ini bisa cukup oke buat video, game casual, atau penggunaan harian. Tapi untuk game kompetitif super cepat, wired tetap menjadi opsi paling aman.
Harga US$219,99
FIIO LINK TWS / UTWS17 dijual dengan harga US$219,99.
Di level harga ini, posisinya jelas premium. Bahkan harganya bisa lebih mahal dari banyak TWS mainstream yang sudah termasuk driver dan casing.
Tapi targetnya beda. LINK TWS ditujukan buat orang yang sudah punya IEM bagus dan ingin mengubahnya jadi wireless tanpa membuang karakter suara IEM tersebut.
Kalau IEM favoritmu sudah mahal dan kabelnya detachable, adapter seperti ini bisa terasa lebih masuk akal daripada membeli TWS baru yang tuning-nya belum tentu cocok.
Spesifikasi Utama FIIO LINK TWS / UTWS17
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Produk | FIIO LINK TWS / UTWS17 |
| Fungsi | Adapter Bluetooth ear-hook untuk IEM detachable |
| Konektor | MMCX dan 0,78 mm 2-pin interchangeable |
| Bluetooth platform | Qualcomm QCC5181 |
| Bluetooth | 6.0 |
| Snapdragon Sound | Didukung |
| DAC | AKM AK4333 di tiap ear-hook |
| Output | Hingga 85 mW per channel |
| Codec | aptX Lossless, LDAC, LHDC V5, aptX Adaptive |
| aptX Lossless | Hingga 1,2 Mbps |
| LHDC V5 | Hingga 192 kHz / 24-bit |
| aptX Adaptive | Hingga 96 kHz / 24-bit |
| Charging | Contactless charging |
| Case | Charging case dengan display |
| EQ | 10-band parametric EQ |
| Volume | 32-step volume control |
| Balance | Independent left/right balance |
| Mic | Dual-mic system di tiap sisi |
| Mode | HiFi Mode, Game Mode |
| Latency Game Mode | Hingga 74,6 ms dengan aptX Adaptive |
| Harga | US$219,99 |
Buat Siapa LINK TWS Ini?
FIIO LINK TWS cocok buat:
- Pengguna IEM detachable-cable
- Kolektor IEM MMCX dan 2-pin
- Audio enthusiast yang ingin wireless
- Pengguna yang butuh codec hi-res
- Orang yang ingin parametric EQ
- Pengguna Android dengan dukungan LDAC atau aptX
- Pemilik DAP atau transmitter Bluetooth premium
Tapi buat pengguna iPhone, manfaat codec hi-res-nya tidak akan terasa penuh tanpa transmitter tambahan.
Dan buat pengguna casual yang cuma butuh TWS simpel buat meeting dan musik, LINK TWS mungkin terasa terlalu mahal dan terlalu teknis.
Kesimpulan: Upgrade Wireless Serius Buat IEM Kesayangan
FIIO LINK TWS adalah perangkat niche, tapi idenya sangat masuk akal buat audio enthusiast.
Daripada membeli TWS baru dan meninggalkan IEM favorit di laci, pengguna bisa mengubah IEM detachable menjadi earphone true wireless dengan fitur modern.
Interchangeable MMCX dan 2-pin, Bluetooth 6.0, DAC AKM per sisi, output 85 mW, aptX Lossless, LDAC, LHDC V5, contactless charging, case dengan display, dan parametric EQ membuat LINK TWS terlihat seperti penerus UTWS5 yang jauh lebih matang.
Harga US$219,99 memang premium. Tapi buat orang yang sudah punya koleksi IEM serius, ini bisa jadi jembatan menarik antara dunia kabel dan kenyamanan wireless.
Karena kadang yang dibutuhkan IEM mahal bukan pensiun, tapi Bluetooth biar bisa kabur dari kabel.
Related Articles

Spesifikasi Headset Gaming yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Membeli headset gaming tidak cukup hanya sekadar melihat ukuran driver, klaim “7.1 Surround”, atau seberapa meriah lampu RGB-nya.Ingat, headset akan b...

Keychron G6 HE: Mouse Gaming 46g dengan Hotswap Batere dan MagOpt Switch
Siapa bilang Keychron cuma jago bikin keyboard mekanik? Buat kalian para gamer kompetitif atau pecinta setup estetis, siap-siap keracunan sama senjata...

Wallhack K-001: Keyboard 65% Hall Effect dengan Bodi Aluminium dan Vibe Retro-Industrial
Wallhack, brand aksesori gaming niche yang belakangan mulai makin kelihatan serius, akhirnya ngasih teaser pertama buat keyboard gaming mereka: Wallha...

Dygma Sonsei: Keyboard Ergonomic tapi Imut-Imut
Dygma Lab resmi ngenalin Dygma Sonsei, keyboard mekanikal ergonomis baru yang mencoba menjawab satu masalah klasik: keyboard ergo itu nyaman, tapi ser...