Finalmouse Starlight X: Mouse 38 Gram, Pake Switch TMR dan Sensor Custom

Finalmouse Starlight X: Mouse 38 Gram, Pake Switch TMR dan Sensor Custom

Finalmouse balik lagi bikin rame dunia mouse gaming. Setelah ULX sempat jadi bahan debat para enthusiast, sekarang mereka ngenalin Finalmouse Starlight X, mouse wireless super ringan dengan bobot cuma 38 gram.

Yang bikin menarik, ini bukan sekadar “mouse ringan lagi”. Finalmouse bawa bentuk baru pertama mereka dalam 11 tahun, plus teknologi switch TMR Dual-State, sensor custom bareng PixArt, dan chip Nordic anyar. Harganya? $179, alias tetap di zona premium khas Finalmouse.

Bobot 38 Gram, Tapi Tetap Pake Shell Carbon Fiber

Starlight X dibuat dari carbon fiber composite, jadi targetnya jelas: seringan mungkin, tapi tetap terasa solid di tangan.

Dimensinya:

  • Panjang: 124,8 mm
  • Lebar: 58,9 mm
  • Tinggi: 39,5 mm
  • Bobot: 38 gram

Bentuknya simetris, cocok buat banyak grip style, terutama pemain FPS. Finalmouse bilang bagian belakang mouse ini dibuat lebih penuh, jadi telapak tangan dapat support lebih enak. Pressure point juga dikurangi biar ga cepat pegal pas main lama.

Menariknya, bagian atas shell punya cutout minimal. Jadi bukan model sarang lebah ekstrem. Ini bisa jadi kabar bagus buat gamer yang pengen mouse enteng, tapi tetap nyaman dan ga terasa “bolong-bolong” di tangan.

Shape Baru Pertama dalam 11 Tahun

Buat fans Finalmouse, bagian ini lumayan besar. Starlight X jadi shape baru pertama dari Finalmouse setelah lebih dari satu dekade.

Fokusnya jelas ke FPS. Jadi buat yang main Valorant, Counter-Strike 2, Apex Legends, atau game shooter lain yang butuh flick cepat dan kontrol halus, mouse ini memang diarahkan ke situ.

Finalmouse juga cuma nyediain satu warna dulu: SLX Nightfall. Pre-order dibuka di toko online Finalmouse mulai 30 Mei, kecuali buat yang punya early access code.

TMR Dual-State: Switch Mouse Rasa Keyboard Rapid Trigger?

Fitur paling “wah” dari Starlight X ada di switch-nya. Finalmouse pake sistem baru bernama TMR Dual-State.

Secara simpel, TMR ini memungkinkan input analog. Jadi klik mouse bisa punya fitur kayak:

  • Rapid trigger
  • Adjustable actuation point
  • Klaim pengurangan latency sampai 35 ms dibanding mouse gaming sejenis

Konsepnya mirip fitur di keyboard gaming modern, terutama keyboard Hall Effect atau analog. Bedanya, ini dibawa ke tombol mouse.

Jadi klik bisa lebih responsif dan lebih fleksibel. Buat game FPS, hal kayak gini bisa berasa penting, terutama saat spam tap, burst fire, atau butuh input super cepat.

Tetap Ada Feedback Mekanik

Nah, TMR Dual-State ini bukan switch full digital tanpa rasa. Finalmouse tetap masukin mechanical click feedback, jadi kliknya masih punya rasa fisik.

Klaim mereka, sistem ini cuma nambah bobot sekitar 0,24 gram. Itu kecil banget, apalagi buat mouse 38 gram.

Sebagai perbandingan, Finalmouse sempat menyinggung sistem analog Logitech HITS di G Pro X2 Superstrike. Mouse itu punya bobot 61 gram, dan mekanisme analognya dianggap bikin desain jadi lebih kompleks.

Tapi ada minusnya: rasa tactile di Starlight X ga bisa diatur. Jadi actuation bisa fleksibel, tapi feel kliknya tetap mengikuti desain bawaan.

Sensor Custom Finalmouse F1 Bareng PixArt

Starlight X juga dibekali sensor Finalmouse F1, hasil kerja bareng PixArt. Finalmouse ga banyak ngumbar angka klasik seperti DPI maksimum atau IPS.

Sebagai gantinya, mereka lebih pamer angka latency. Klaimnya, mouse ini punya end-to-end latency 223 mikrodetik, atau 0,223 ms.

Itu angka yang kecil banget di atas kertas. Buat gamer kompetitif, latency serendah ini jelas jadi bahan jualan yang menggoda.

Ada dugaan sensor ini berbasis PAW 3955, sensor PixArt yang sebelumnya sempat muncul di seri Akko Dash. Tapi Finalmouse sendiri belum buka detail lengkapnya.

Nordic MCU dan “PerfectPolling”

Di bagian otak mouse, Finalmouse pake Nordic nRF54LM20 MCU. Chip Nordic memang sering dipakai di perangkat wireless karena efisiensi dan performa RF-nya bagus.

Yang agak unik, Finalmouse ga menyebut polling rate tradisional seperti 1K, 4K, atau 8K Hz. Mereka malah bilang Starlight X “melewati polling rate tradisional” lewat fitur PerfectPolling.

Intinya, sistem ini disebut menggabungkan:

  • Optimasi subtick
  • Scheduling wireless RF yang efisien
  • Interrupt USB berkecepatan tinggi

Walau bahasanya agak marketing banget, angka latency 223 mikrodetik itu memang mendekati area performa mouse 8K Hz. Secara teori, USB 8K Hz punya interval sekitar 125 mikrodetik.

Harga Premium, Targetnya Jelas Buat Enthusiast

Finalmouse Starlight X dibanderol $179. Murah? Jelas bukan. Ini mouse buat gamer yang rela bayar lebih demi bobot ekstrem, teknologi switch baru, dan latency serendah mungkin.

Dengan bobot 38 gram, switch TMR, sensor custom, serta desain baru, Starlight X keliatan seperti mouse yang sengaja dibuat buat bikin forum enthusiast panas lagi.

Kesimpulan: Ringan, Aneh, Mahal, Tapi Menarik

Finalmouse Starlight X bukan mouse biasa. Ini produk yang keliatan banget ngejar performa maksimal buat FPS, sambil tetap membawa gaya khas Finalmouse: ringan banget, teknologi agresif, dan harga premium.

TMR Dual-State jadi fitur paling menarik karena membawa ide rapid trigger ala keyboard gaming ke tombol mouse. Kalo implementasinya beneran enak dan ga cuma hype marketing, Starlight X bisa jadi salah satu mouse paling menarik tahun ini buat pemain FPS kompetitif.

Tapi seperti biasa dengan Finalmouse, pertanyaan besarnya tetap sama: stoknya bakal aman ga, build quality-nya konsisten ga, dan fitur barunya beneran terasa di game atau cuma enak di slide presentasi?

May 26, 2026
Share on:

Related Articles

Corsair HS35 v3 Meluncur: Headset Gaming Ringan dan Murah Meriah

Corsair HS35 v3 Meluncur: Headset Gaming Ringan dan Murah Meriah

Corsair ikut rame di Computex 2026 dengan ngenalin Corsair HS35 v3, headset gaming ringan yang datang dalam dua versi: wired dan wireless.Targetnya je...

June 4, 2026
Rangkuman State of Play Juni: Dari Wolverine, God of War Baru, Sampai Silent Hill

Rangkuman State of Play Juni: Dari Wolverine, God of War Baru, Sampai Silent Hill

Sony akhirnya ngegas lagi lewat State of Play Juni, dan acaranya lumayan padat. Selama sekitar satu jam, PlayStation numpahin banyak trailer, pengumum...

June 3, 2026
Asus ROG Harpe II Extreme Edition 20: Mouse Gaming Pake Emas Beneran!

Asus ROG Harpe II Extreme Edition 20: Mouse Gaming Pake Emas Beneran!

Asus lagi pesta besar buat ulang tahun ROG ke-20, dan tentu saja mereka ga mau ngerayainnya dengan barang biasa-biasa aja. Di Computex, Asus ngenalin ...

June 2, 2026
Sony Siapin Hardware PlayStation Baru Buat 2026: Fight Stick Wireless, Monitor, Sampai Speaker Portable

Sony Siapin Hardware PlayStation Baru Buat 2026: Fight Stick Wireless, Monitor, Sampai Speaker Portable

PlayStation 6 masih terasa jauh, PS5 juga masih jadi mesin utama Sony, tapi bukan berarti hardware PlayStation bakal sepi. Sony Interactive Entertainm...

June 1, 2026