
Galax Ga Hilang, tapi Dicaplok Palit
Drama di dunia GPU lagi muncul dari kubu GALAX. Awalnya sempat beredar kabar cukup heboh kalau GALAX bakal menghentikan operasi globalnya, menutup struktur lama, dan semua urusan brand bakal diambil alih oleh Palit.
Tapi kemudian Palit Group dan GALAX langsung ngasih klarifikasi: GALAX ga keluar dari pasar kartu grafis. Brand ini tetap hidup, cuma sekarang manajemennya makin dipusatkan di bawah Palit Group.
Jadi, buat yang punya GPU GALAX atau ngincer seri HOF, tarik napas dulu. Brand-nya belum tamat.
GALAX Tetap Ada, Tapi Diatur dari Markas Palit
Palit Group menjelaskan kalau GALAX sudah jadi bagian dari Palit Group sejak 2007. Jadi hubungan mereka bukan hal baru. Yang berubah sekarang adalah cara pengelolaannya.
Mulai dari brand GALAX, KFA2, sampai seri flagship HOF / Hall of Fame, semuanya bakal dikelola lebih terpusat lewat Palit Group.
Tujuannya cukup jelas:
- Operasional lebih rapi
- Produksi dan logistik lebih efisien
- R&D bisa digabung
- Branding global bisa lebih kuat
- Dukungan pelanggan lebih terstruktur
Dengan kata lain, GALAX bukan “mati”, tapi lebih kayak digabung ke sistem pusat Palit biar semua jalan lewat satu komando.

Kenapa Kabar Ini Sempat Bikin Heboh?
Kebingungan muncul karena ada laporan awal yang menyebut GALAX menutup operasi global, membubarkan tim lama, dan semua aktivitas brand dipindahkan ke Palit.
Di beberapa wilayah, pelanggan juga diberitahu bahwa Palit kini mengambil alih penuh urusan operasional dan komitmen terkait brand GALAX. Ini termasuk dukungan pelanggan dan proses RMA.
Buat pengguna GPU, kabar kayak gini jelas bikin panik. Soalnya yang langsung kepikiran adalah:
“Garansi GPU gue masih aman ga?”
Untungnya, Palit menegaskan layanan tetap lanjut lewat channel resmi mereka.
RMA dan Garansi GALAX Sekarang Lewat Palit
Poin paling penting buat pengguna: dukungan dan RMA tetap tersedia.
Karena Palit mengambil alih operasional GALAX, pelanggan yang punya kartu grafis GALAX tetap bisa mengurus layanan purna jual melalui Palit.
Ini penting banget, apalagi buat GPU kelas atas yang harganya ga murah. Ga ada yang mau beli kartu grafis mahal, lalu brand-nya mendadak hilang dan garansi jadi abu-abu.
Palit juga menekankan bahwa baik Palit maupun GALAX sama-sama merupakan partner resmi NVIDIA. Jadi secara legitimasi, layanan dan kelanjutan brand masih dijaga.
Faktor AI Bikin Industri GPU Makin Ketat
Salah satu alasan yang disebut dalam laporan awal adalah tekanan suplai akibat permintaan besar dari sektor AI.
Ini bukan hal aneh. Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan GPU buat AI memang bikin rantai pasok makin panas. Banyak kapasitas produksi, komponen, dan perhatian industri tersedot ke pasar komputasi AI yang duitnya gede banget.
Efeknya, brand GPU gaming harus makin pintar ngatur produksi dan distribusi. Di sinilah integrasi Palit-GALAX terasa masuk akal: satu payung manajemen bisa bikin supply chain lebih efisien.
Buat gamer, ini mungkin terdengar kayak urusan korporat yang membosankan. Tapi dampaknya bisa terasa ke stok GPU, harga, dan ketersediaan model tertentu di pasar.
GALAX, KFA2, dan HOF Tetap Lanjut
Palit menegaskan bahwa brand GALAX, KFA2, dan HOF ga ke mana-mana.
Ini kabar penting, terutama buat fans seri Hall of Fame. Seri HOF sudah lama dikenal sebagai lini kartu grafis enthusiast yang sering jadi incaran overclocker. Desainnya biasanya niat, power delivery kuat, dan tampilannya sering beda dari GPU mainstream.
GALAX juga punya sejarah panjang di pasar GPU global. Brand ini dikenal di berbagai wilayah, sementara KFA2 lebih kuat di pasar Eropa. Di Asia-Pasifik, Amerika Selatan, dan beberapa region lain, nama GALAX lebih sering muncul.
Buat Pengguna GPU GALAX, Apa Artinya?
Buat pengguna biasa, perubahan ini kemungkinan besar terasa di sisi layanan dan branding, bukan langsung di performa produk.
Yang perlu diperhatikan:
- Produk GALAX tetap lanjut
- RMA dan support diarahkan lewat Palit
- GALAX, KFA2, dan HOF dikelola terpusat
- Roadmap produk diklaim tetap berjalan
- Fokus R&D dan produksi bakal digabung di bawah Palit Group
Jadi kalau kamu punya GPU GALAX, ga perlu langsung panik. Tapi tetap ada baiknya simpan invoice, cek masa garansi, dan pastikan support dilakukan lewat channel resmi Palit sesuai wilayah masing-masing.
Kesimpulan: Bukan Tamat, Tapi Konsolidasi Besar
Kabar soal GALAX ini sempat terdengar seperti “game over”. Tapi dari klarifikasi Palit Group, ceritanya lebih tepat disebut konsolidasi besar.
GALAX ga meninggalkan pasar GPU. Brand ini tetap hidup, cuma sekarang manajemen GALAX, KFA2, dan HOF akan dipusatkan di bawah Palit Group. Buat perusahaan, langkah ini bisa bikin operasional lebih efisien di tengah pasar GPU yang makin berat karena tekanan AI dan supply chain.
Buat gamer dan enthusiast, kabar baiknya adalah produk serta layanan GALAX tetap lanjut. Seri HOF juga belum masuk museum.
Jadi untuk sekarang, GALAX bukan respawn di lobby. Lebih tepatnya, dia pindah party leader ke Palit.
Related Articles

Corsair HS35 v3 Meluncur: Headset Gaming Ringan dan Murah Meriah
Corsair ikut rame di Computex 2026 dengan ngenalin Corsair HS35 v3, headset gaming ringan yang datang dalam dua versi: wired dan wireless.Targetnya je...

Rangkuman State of Play Juni: Dari Wolverine, God of War Baru, Sampai Silent Hill
Sony akhirnya ngegas lagi lewat State of Play Juni, dan acaranya lumayan padat. Selama sekitar satu jam, PlayStation numpahin banyak trailer, pengumum...

Asus ROG Harpe II Extreme Edition 20: Mouse Gaming Pake Emas Beneran!
Asus lagi pesta besar buat ulang tahun ROG ke-20, dan tentu saja mereka ga mau ngerayainnya dengan barang biasa-biasa aja. Di Computex, Asus ngenalin ...

Sony Siapin Hardware PlayStation Baru Buat 2026: Fight Stick Wireless, Monitor, Sampai Speaker Portable
PlayStation 6 masih terasa jauh, PS5 juga masih jadi mesin utama Sony, tapi bukan berarti hardware PlayStation bakal sepi. Sony Interactive Entertainm...