
Game-Game yang Wajib Ditunggu Rilisnya di Januari 2026
Tahun 2025 akhirnya resmi masuk arsip. Isinya? Padat, ramai, dan kadang bikin capek sendiri ngikutinnya. Sekarang waktunya nengok ke 2026, dimulai dari Januari—bulan yang secara tradisi jarang jadi ajang pamer AAA.
Tapi jangan salah. Walau tanpa “game raksasa”, Januari 2026 justru diisi judul-judul unik, eksperimental, dan berpotensi jadi cult favorite. Dari horor psikologis yang kejam, JRPG penuh lore, sampai game yang entah kenapa selalu bikin internet ribut.
Yuk, kita mulai.
Pathologic 3 – 9 Januari
Kalau Pathologic 2 saja sudah bikin stres mental, sekuelnya ini kelihatan lebih niat menyiksa pemain.
Kita berperan sebagai Daniil Dankovsky, dokter jenius yang harus menyelamatkan satu kota dari wabah dalam waktu 12 hari. Kedengarannya heroik, tapi kenyataannya penuh kegagalan. Salah ambil keputusan, salah percaya orang, atau salah jaga kewarasan—dan semuanya runtuh.
Menariknya, kegagalan bukan akhir. Kita bakal mengulang waktu, tapi dengan konsekuensi baru yang bisa makin memperumit keadaan. Ini bukan game buat “have fun”, tapi buat yang suka diuji secara mental.
The Legend of Heroes: Trails Beyond the Horizon – 15 Januari
Setelah nostalgia lewat remake Trails in the Sky, sekarang balik ke timeline modern—dan ya, dunia lagi di ambang kehancuran.
Van, Agnes, dan kawan-kawan berpacu dengan waktu, tapi ceritanya makin seru karena dua protagonis legendaris ikut turun tangan. Banyak misteri lama akhirnya mulai dibuka, plus sistem combat baru seperti ZOC yang bikin positioning makin penting.
Ini Trails klasik: dialog panjang, lore tebal, dan payoff cerita buat fans lama.
Arknights: Endfield – 22 Januari
Spin-off Arknights ini bukan tower defense. Ini action RPG penuh.
Berlatar di Talos-2, kita berperan sebagai Administrator yang mencoba membawa stabilitas ke planet yang sudah kebanyakan bencana. Selain combat dan eksplorasi, ada satu fitur yang bikin Endfield menonjol: sistem automation dan factory building ala Satisfactory.
Apakah bakal tenggelam di lautan game gacha? Bisa jadi. Tapi secara visual dan konsep, Endfield jelas bukan main-main.
Dynasty Warriors: Origins – Vision of Four Heroes – 22 Januari
DLC besar untuk Origins, kali ini fokus ke empat karakter ikonik. Formula 1 vs 1000 masih sama, tapi ada:
- senjata baru,
- jurus baru,
- companion baru.
Pertanyaannya cuma satu: worth atau nggak di harga $35? Itu jawabannya baru kelihatan setelah rilis.
High Guard – 26 Januari
Dunia mungkin nggak minta FPS PvP baru, tapi Highguard tetap datang.
Bedanya? Guns + magic, base assault, mount, siege engine, dan destruksi real-time. Kita main sebagai Warden dengan satu tujuan: ngerusak markas musuh dari dalam.
Internet sudah kadung sinis duluan. Tapi kalau dilihat tanpa emosi kolektif, idenya sebenarnya cukup berani.
Final Fantasy VII Remake Intergrade – 22 Januari
Lima tahun setelah rilis awal, FFVII Remake akhirnya mendarat di Xbox Series dan Switch 2.
Versi Intergrade bawa:
- visual lebih oke,
- Photo Mode,
- episode Yuffie,
- dan progression yang lebih dipercepat.
Buat yang belum pernah main sama sekali, ini entry point paling ramah.
Cairn – 29 Januari
Game dengan tujuan super simpel: panjat gunung, jangan mati.
Semua permukaan bisa dipanjat. Kita bebas menentukan jalur sendiri. Tapi salah langkah sedikit saja, dan tamat. Ditambah cuaca ekstrem, resource terbatas, dan rasa eksistensial yang perlahan merayap.
Bukan buat semua orang, tapi justru itu daya tariknya.
Code Vein 2 – 30 Januari
Kali ini ceritanya bukan sekadar post-apocalypse—dunianya sudah benar-benar berakhir.
Sebagai Revenant Hunter, kita lompat ke masa lalu demi mencegah kehancuran. Combat masih Souls-like, sistem drain darah tetap jadi ciri khas, tapi sayangnya co-op absen.
Kalau dunia dan ceritanya sekeren game pertama, ini masih sangat layak ditunggu.
2XKO – Januari
Setelah lama di PC, fighter gratisan dari Riot akhirnya masuk konsol.
Gameplay tag-based dengan sistem assist dipuji, tapi monetisasinya bikin banyak orang geleng-geleng. Meski begitu, gratis tetap gratis—dan siapa tahu ini jadi fighting game utama berikutnya.
Broken Lore: Unfollow – 16 Januari
Salah satu dari lima game Broken Lore yang rilis Januari ini.
Nuansanya horor mimpi buruk, penuh simbol, monster, dan trauma. Ada banyak ending, dan kesannya seperti Silent Hill versi indie yang lebih abstrak.
StarRupture – 6 Januari
Dari kreator Green Hell, StarRupture fokus ke survival sci-fi + base building.
Eksplorasi planet, bangun pabrik, lawan alien, dan main co-op sampai empat orang. Early Access duluan, tapi fondasinya kelihatan kuat.
Sega Football Club Champions – 22 Januari
Penerus seri Sakatsuku. Bangun klub dari nol, main di liga domestik sampai internasional, dan kelola transfer.
Gratis dimainkan—yang tentu saja sedikit bikin waswas—tapi potensinya besar buat fans manajemen sepak bola.
Animal Crossing: New Horizons Switch 2 Edition – 15 Januari
Versi Switch 2 bawa:
- sesi 12 pemain,
- visual ditingkatkan,
- kontrol mouse.
Yang paling penting: Update 3.0 juga hadir buat Switch lama, lengkap dengan area baru, item baru, dan kolaborasi Zelda & Splatoon.
Mio: Memories in Orbit – 20 Januari
Platformer bertema luar angkasa dengan nuansa melankolis. Kita main sebagai robot yang mencoba mencegah kehancuran kapal raksasa sambil mengumpulkan kembali ingatan.
Dengan harga $20, ini punya potensi jadi hidden gem.
The Midnight Walkers – 29 Januari
Extraction shooter + zombie + PvP.
Naik lantai demi lantai di Liberty Grand Center, lawan undead, pemain lain, dan gas beracun yang terus mendekat. Ada senjata api, melee, dan class system yang bikin setiap run beda.
Jadi, Januari 2026 Itu Seperti Apa?
Bukan bulan yang berisik. Tapi ini bulan eksperimen, ide aneh, dan game yang berani beda. Cocok buat nyari sesuatu yang nggak mainstream sebelum kalender rilis mulai brutal lagi.
Related Articles

Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?
Kalau melihat gaming mouse keluaran beberapa tahun terakhir, optical switch semakin sering digunakan, terutama pada tombol utama kiri dan kanan.Razer ...

The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare
Kabar buruk buat penggemar Mass Effect dan Dragon Age. EA resmi mengumumkan penutupan BioWare sekaligus menghentikan development game Mass Effect beri...

Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan
Keychron ngenalin J3 SE, keyboard mechanical wireless dengan pilihan warna Pink dan Pink Blue. Kombinasi warnanya terasa lebih ceria, cocok buat kalia...

ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz
ASUS ngenalin ROG Strix XG27ACNS, monitor gaming 27 inci dengan fitur Triple Mode. Kalian bisa memilih QHD pada 475 Hz, Full HD pada 620 Hz, atau HD h...