
Game Ini Harganya Hampir Rp18 juta tapi Isinya Ga Jelas!
Steam baru aja kedatangan salah satu “game” paling absurd tahun ini. Judulnya Congratulations On Your Purchase, harganya $999,99 atau hampir Rp18 juta, dan seluruh konsepnya dibangun dari satu pertanyaan sederhana:
Seberapa jauh orang rela bayar cuma buat pamer kalau mereka bisa bayar?
Game ini rilis akhir Mei dan langsung rame di media sosial. Bukan karena gameplay-nya keren, bukan karena grafisnya bikin GPU nangis, tapi karena harganya yang amit-amit mahal.
Setelah dicoba, hasilnya cukup jelas: barang ini sama sekali ga layak dibeli.
Konsepnya Mirip “I Am Rich” Versi Steam
Congratulations On Your Purchase pada dasarnya adalah simbol status digital.
Konsepnya mirip aplikasi I Am Rich di iPhone pada 2008. Aplikasi itu juga dijual mahal dan hampir ga punya fungsi, selain ngasih tahu dunia kalau pemiliknya punya uang lebih.
Deskripsi Steam-nya bahkan secara terang-terangan mengejek pembeli:
Kamu melihat harganya, membaca deskripsinya, lalu tetap membeli. Selamat datang.
Jadi ya, ini semacam eksperimen sosial, satire kapitalisme, lelucon mahal, atau sekadar cara kreatif minta uang. Tergantung seberapa baik hati kamu menilainya.

Isinya Cuma Istana Mini Berbentuk Koridor L
Game ini mengaku menawarkan “pengalaman mewah orang pertama di dalam istana”.
Secara teknis, itu ga sepenuhnya bohong. Ada:
- Karpet merah
- Lampu chandelier
- Pembatas tali beludru
- Kerumunan orang yang kelihatan senang
Masalahnya, semua itu cuma ada di sebuah koridor kecil berbentuk huruf L.
Ga ada ruangan luas. Ga ada eksplorasi istana. Ga ada rahasia. Ga ada pintu menuju pengalaman eksklusif. Setelah belok di ujung koridor, kamu cuma ketemu tembok kosong.
Luxury experience-nya selesai sebelum otak sempat loading.
NPC-nya Cuma Muter Ngikutin Pemain
Di balik pembatas beludru ada banyak NPC yang bertugas sebagai “penggemar” pemain.
Mereka ga jalan, ga bicara, dan ga punya animasi berarti. Mereka cuma berdiri dengan ekspresi antusias yang agak rusak, lalu badannya berputar mengikuti posisi pemain.
Banyak model NPC juga terlihat identik. Jadi suasananya bukan seperti disambut kalangan elite, tapi lebih kayak masuk acara penghargaan yang seluruh penontonnya hasil copy-paste.
Lebih parah lagi, melihat kerumunan ini disebut bisa bikin performa PC turun dan kipas langsung ngegas. Jadi bahkan NPC diam pun somehow berhasil bikin hardware kerja rodi.
Satu-Satunya Gameplay: Coret-Coret Tembok
Congratulations On Your Purchase cuma punya satu mekanik utama.
Pemain bisa menggambar atau menulis sesuatu di tembok putih kosong. Bisa nama sendiri, kutipan, gambar iseng, atau karya seni yang kualitasnya meragukan.
Coretan itu lalu bisa muncul di website game, selama ditulis di area yang tepat. Kalau terlalu jauh ke samping, hasilnya bisa ga ikut ke-upload.
Jadi setelah bayar $1.000, hadiah utamanya adalah akses ke tembok digital bersama. Kurang lebih seperti papan tulis online, tapi dibungkus karpet merah dan rasa superioritas.

Deskripsinya Sok Filosofis
Deskripsi game ini mencoba membangun aura satire.
Pengembang bilang ga ada combat, musuh, quest, skill tree, atau loot box. Katanya, nilai sebuah produk adalah konstruksi sosial dan harga itu arbitrer.
Kedengarannya seperti materi diskusi seni kontemporer yang dibuat saat jam tiga pagi.
Masalahnya, satire tetap butuh isi. Menempelkan harga $1.000 ke pengalaman kosong lalu menulis paragraf filosofis belum otomatis membuatnya jadi kritik sosial tajam.
Kadang barang kosong tetap barang kosong, meski deskripsinya pakai gaya mengangkat satu alis.
Mahal dengan Sengaja Bukan Berarti Cerdas
Ada kemungkinan game ini memang dimaksudkan sebagai lelucon terhadap orang kaya, budaya flexing, dan nilai digital yang dibuat-buat.
Tapi eksekusinya terlalu tipis.
Kalau hasil penjualannya disumbangkan ke badan amal, mungkin konsepnya punya lapisan tambahan. Pembeli bisa ikut lelucon sambil melakukan sesuatu yang berguna.
Tapi kalau duitnya cuma masuk ke pembuat produk, maka money grab tetap money grab. Menyampaikannya dengan nada sarkastik ga otomatis menghapus bagian “minta seribu dolar”-nya.
Baru Tujuh Orang yang Pernah Main
Menurut halaman credits, game ini baru punya tujuh pemain.
Reviewer yang mencobanya menjadi pemain ketujuh, dan itu pun memakai akun pers Steam sehingga ga beneran bayar $1.000.
Angka itu mungkin menjadi statistik terbaik dari seluruh produk. Artinya, mayoritas pengguna Steam masih punya insting bertahan hidup finansial.
Semoga ga pernah ada pemain kedelapan.
Kesimpulan: Jangan Beli, Serius
Congratulations On Your Purchase adalah produk digital mahal yang seluruh isinya bisa dirangkum dalam satu napas: jalan di koridor, dilihatin NPC, lalu gambar di tembok.
Ga ada gameplay berarti, ga ada pengalaman mewah yang beneran menarik, dan ga ada alasan masuk akal buat mengeluarkan Rp18 juta.
Sebagai bahan obrolan internet, produk ini lumayan lucu. Sebagai satire, idenya punya potensi. Sebagai game berbayar, ini kosong banget.
Dengan uang segitu, kamu bisa beli PC, handheld, puluhan game bagus, atau sekadar menyimpan uangmu dan tetap punya harga diri.
Jangan jadi pemain nomor delapan.
Related Articles

GravaStar Mercury K98 Pro: Keyboard 98% yang Bergaya Cyberpunk
GravaStar balik lagi dengan periferal yang tampilannya kayak baru dicopot dari kapal luar angkasa. Kali ini mereka ngenalin Mercury K98 Pro, keyboard ...

LG UltraGear 34GX90SB-W: Monitor OLED yang Bisa Berubah Fungsi
LG ngenalin UltraGear 34GX90SB-W, monitor gaming ultrawide OLED 34 inci yang bukan cuma kencang buat main game, tapi juga bisa berdiri sendiri sebagai...

MSI Maestro 500 Wireless: Headset Serbaguna Pakai Active Noise Cancelling
MSI baru aja ngenalin Maestro 500 Wireless, headset yang ga cuma ditujukan buat gaming, tapi juga kerja, meeting, denger musik, nonton, sampai dibawa ...

ATK Yogo 75 Series: Keyboard Low-Profile Tipis tapi Fitur Sadis
Keyboard low-profile biasanya punya satu misi utama: bikin meja kerja kelihatan lebih rapi dan membuat tangan nggak perlu mendaki terlalu tinggi setia...