
GTA 6 Bisa Tembus 80 Jam, Tapi Mentok 30 FPS?
Kabar baru soal GTA 6 akhirnya ngasih gambaran yang lebih jelas tentang seberapa besar game ini bakal terasa saat rilis nanti. Di satu sisi, Rockstar mulai membuka angka durasi yang cukup gila: satu playthrough bisa makan waktu sekitar 80 jam. Di sisi lain, ada kabar yang mungkin bikin sebagian gamer console agak nyesek: GTA 6 disebut berjalan di 30 FPS di PS5 biasa, dan mode 60 FPS masih belum bisa dipastikan.
Jadi situasinya menarik banget.
GTA 6 kelihatan bakal jadi game super masif, penuh aktivitas, dan didesain supaya pemain benar-benar hidup di dunianya. Tapi secara performa, Rockstar tampaknya masih memilih pendekatan klasik mereka: visual dan skala dunia lebih dulu, framerate tinggi belakangan.
Rob Nelson Butuh Sekitar 80 Jam Buat Tamat
Rockstar North co-studio head Rob Nelson memberi salah satu angka paling konkret sejauh ini soal durasi GTA 6. Dalam playthrough pribadinya yang selesai pada Februari, ia butuh sekitar 80 jam.
Menariknya, durasi itu bukan cuma main story lurus tanpa belok. Nelson menyelesaikan cerita utama plus beberapa objective opsional yang punya bobot naratif.
Ini penting, karena berarti side content di GTA 6 tidak cuma checklist kosong buat bikin map terlihat ramai. Beberapa aktivitas opsional disebut bisa memengaruhi hubungan karakter dan hasil misi.
Kalau developer yang sudah sangat familiar dengan game-nya saja butuh 80 jam, pemain biasa kemungkinan bakal makan waktu lebih lama. Apalagi gamer tipe “jalan dulu, misi nanti” yang lebih suka nyasar, eksplorasi, dan bikin kekacauan di kota.
Dibanding GTA 5 dan RDR2, Ini Jauh Lebih Panjang
Sebagai pembanding, cerita utama GTA 4 dan GTA 5 biasanya bisa selesai sekitar 30 jam. Sementara Red Dead Redemption 2, game Rockstar yang selama ini jadi patokan besar dari sisi skala dan pacing, ada di kisaran 50 sampai 60 jam.
Kalau GTA 6 benar-benar berada di sekitar 80 jam untuk main story plus side objective penting, ini berarti Rockstar jelas menaikkan skala secara signifikan.
Buat completionist, angka 80 jam mungkin cuma awal. Kalau map-nya memang penuh aktivitas, collectible, event, mini-game, dan interaksi dunia, total playtime bisa sangat mudah tembus tiga digit.
Dengan kata lain, GTA 6 mungkin bukan game yang kamu “selesaikan” dalam beberapa malam. Ini lebih terasa seperti game yang bakal dimasuki pelan-pelan, dipakai buat hidup virtual, lalu terus ditemukan hal baru selama berminggu-minggu.
Map Disebut Tiga Kali Lebih Besar dari Red Dead Redemption 2
Salah satu alasan durasinya bisa besar adalah ukuran map. GTA 6 disebut punya map sekitar tiga kali lebih besar dari Red Dead Redemption 2.
Kalau benar, ini angka yang cukup absurd. RDR2 saja sudah terasa luas, lambat, dan penuh ruang untuk eksplorasi. Bayangkan skala itu diperbesar lagi, tapi kali ini dalam dunia modern ala GTA dengan kota, pantai, kendaraan cepat, aktivitas kriminal, dan kehidupan urban yang jauh lebih padat.
Rockstar juga disebut mengisi map GTA 6 dengan banyak aktivitas. Beberapa yang sudah disebut termasuk:
- Gym
- Kayaking
- Skydiving
- Dirt biking
- Deep-sea diving
- Aktivitas sampingan lain di seluruh map
Kembalinya gym juga menarik, karena fitur ini terakhir benar-benar ikonik di GTA: San Andreas. Kalau sistem tubuh, stamina, atau hubungan karakter ikut dipengaruhi aktivitas seperti ini, GTA 6 bisa terasa lebih seperti sandbox kehidupan kriminal yang jauh lebih dalam.
Rockstar Ingin Pemain Pelan-Pelan Menikmati Dunia
Rob Nelson juga menyampaikan bahwa ia ingin pemain tidak terburu-buru mengejar story. Ia ingin pemain memperlambat tempo dan benar-benar hidup di dunia GTA 6.
Ini sangat masuk akal untuk game Rockstar.
Game mereka sering bukan cuma soal misi utama. Banyak momen terbaik justru muncul saat pemain keluar jalur: ketemu event random, mencoba aktivitas aneh, kabur dari polisi, eksplorasi area baru, atau sekadar menikmati detail dunia yang tidak selalu diberi marker besar di map.
Kalau side objective benar-benar punya pengaruh ke hubungan karakter dan hasil misi, pendekatan ini bisa bikin GTA 6 terasa lebih organik. Pemain tidak cuma menyelesaikan tugas, tapi membangun versi perjalanan mereka sendiri.
Tapi Kabar 30 FPS Bikin Sebagian Gamer Deg-degan
Nah, di balik kabar durasi dan skala yang terdengar gila, ada kabar performa yang mungkin kurang menyenangkan.
Menurut laporan dari sesi behind-the-scenes di Rockstar North, GTA 6 disebut berjalan di 30 FPS pada base PS5. Rob Nelson kabarnya mengonfirmasi hal ini kepada YouTuber dan jurnalis Davy Jones dari Flow Games.
Yang lebih bikin was-was, Rockstar belum bisa memastikan apakah GTA 6 akan punya mode 60 FPS Performance Mode, baik saat launch maupun setelahnya.
Buat pemain console modern, ini jelas jadi topik panas. PS5 dan Xbox Series X sudah membuat banyak gamer terbiasa dengan opsi 60 FPS. Bahkan banyak game besar sekarang menawarkan pilihan Quality Mode dan Performance Mode.
Tapi untuk GTA 6, sepertinya Rockstar masih belum menjanjikan itu.
30 FPS Bukan Hal Baru Buat Rockstar
Sebenarnya, ini bukan langkah mengejutkan kalau melihat sejarah Rockstar.
GTA 5 tidak punya mode 60 FPS saat pertama kali rilis. Red Dead Redemption 2 juga berjalan di 30 FPS di console, dan sampai sekarang belum mendapat update 60 FPS resmi untuk console modern.
Rockstar biasanya memprioritaskan world detail, animasi, density, simulasi, dan kualitas visual. Framerate tinggi sering bukan target utama saat launch, terutama untuk game open-world besar mereka.
Jadi kalau GTA 6 benar-benar lock di 30 FPS, itu memang mengecewakan buat sebagian orang, tapi bukan sesuatu yang keluar dari pola Rockstar.

Kenapa GTA 6 Mungkin Berat Banget?
Kalau GTA 6 punya map raksasa, aktivitas berlimpah, NPC padat, animasi detail, lighting modern, kendaraan, air, physics, interior, dan sistem dunia yang kompleks, target 60 FPS di console bisa jadi sangat sulit.
Apalagi game ini bukan arena kecil atau level linear. GTA adalah sandbox hidup. Banyak hal terjadi bersamaan di layar: lalu lintas, pejalan kaki, polisi, ledakan, AI, cuaca, efek visual, dan physics.
Di game seperti ini, performa tidak cuma berat di GPU, tapi juga CPU. Dan biasanya, open-world dengan simulasi padat lebih susah dinaikkan ke 60 FPS dibanding game yang ruang geraknya lebih terkontrol.
Jadi pilihan 30 FPS bisa jadi keputusan teknis untuk menjaga kualitas dunia tetap konsisten.
PS5 Pro Juga Belum Jadi Jaminan
Rumor sebelumnya bahkan menyebut GTA 6 mungkin tetap 30 FPS, termasuk di PS5 Pro. Sampai sekarang belum ada kepastian soal target framerate di hardware yang lebih kuat.
Kalau PS5 Pro tidak mendapat mode 60 FPS, kemungkinan Rockstar memang benar-benar mengunci desain game ini di pengalaman 30 FPS.
Bisa saja mereka menawarkan peningkatan visual, resolusi, ray tracing, atau kualitas image reconstruction di console yang lebih kuat. Tapi untuk FPS bump, belum ada janji.
Buat gamer yang sangat sensitif dengan framerate, ini mungkin jadi alasan untuk menunggu versi PC. Sayangnya, seperti tradisi Rockstar, versi PC biasanya tidak selalu hadir bersamaan dengan console.
Ambisi Besar vs Ekspektasi Gamer Modern
GTA 6 sekarang berada di posisi unik.
Di satu sisi, pemain ingin game Rockstar yang masif, detail, hidup, dan penuh hal gila untuk dilakukan. Mereka ingin dunia yang terasa jauh lebih maju dari GTA 5 dan RDR2.
Di sisi lain, standar teknis gamer modern juga sudah naik. Banyak orang sekarang menganggap 60 FPS sebagai baseline nyaman, terutama untuk game action, driving, dan shooting.
Masalahnya, dua hal itu tidak selalu gampang dikawinkan di console.
Kalau Rockstar memilih 30 FPS demi dunia yang jauh lebih kompleks, sebagian pemain mungkin akan menerima. Tapi sebagian lain pasti kecewa, apalagi setelah bertahun-tahun console current-gen menjual pengalaman 60 FPS sebagai salah satu nilai utama.

Apakah 80 Jam dan 30 FPS Akan Jadi Masalah?
Jawabannya tergantung tipe pemain.
Buat pemain yang mengutamakan immersion, detail dunia, cerita, karakter, dan eksplorasi, durasi 80 jam plus dunia super besar jelas menggoda banget. Mereka mungkin lebih bisa menerima 30 FPS selama frame pacing stabil dan visualnya benar-benar memanjakan mata.
Tapi buat pemain yang terbiasa dengan 60 FPS, apalagi di game open-world modern, 30 FPS bisa terasa berat. Driving, aiming, dan combat mungkin terasa kurang responsif dibanding ekspektasi sekarang.
Jadi GTA 6 kemungkinan bakal memecah obrolan teknis saat launch. Bukan soal apakah gamenya besar atau tidak, tapi apakah pengalaman 30 FPS masih bisa diterima untuk game sebesar ini di 2026.
Kesimpulan
Kabar terbaru GTA 6 memberi dua gambaran besar sekaligus.
Pertama, game ini kelihatan sangat masif. Rob Nelson dari Rockstar North menyebut playthrough-nya memakan waktu sekitar 80 jam, mencakup main story dan beberapa objective opsional yang punya dampak naratif. Dengan map yang disebut tiga kali lebih besar dari Red Dead Redemption 2 dan aktivitas seperti gym, kayaking, skydiving, dirt biking, sampai deep-sea diving, GTA 6 jelas ingin jadi dunia yang tidak cuma dimainkan, tapi ditinggali.
Kedua, ambisi sebesar itu mungkin datang dengan harga teknis. GTA 6 disebut berjalan di 30 FPS pada base PS5, sementara mode 60 FPS belum bisa dipastikan.
Jadi, GTA 6 tampaknya akan jadi game Rockstar paling besar sejauh ini, tapi juga tetap membawa filosofi Rockstar yang sama: skala, detail, dan dunia hidup lebih penting daripada mengejar framerate tinggi di console.
Buat sebagian gamer, itu mungkin trade-off yang masuk akal. Buat yang lain, 30 FPS di 2026 akan terasa seperti rem tangan di tengah hype terbesar industri game.
Yang jelas, kalau angka 80 jam ini benar jadi baseline, GTA 6 bukan cuma game yang bakal ramai seminggu lalu selesai. Ini bisa jadi game yang mencuri hidup banyak gamer selama berbulan-bulan.
Tinggal satu pertanyaan besar sekarang: apakah kamu siap tenggelam di dunia super besar GTA 6, walau kemungkinan besar masih harus main di 30 FPS?
Related Articles

Ini Caranya Pakai Mod DLSS 5 ke Game-Game Lama
NVIDIA DLSS 5 mulai jadi bahan obrolan panas di komunitas PC gaming. Teknologi ini disebut bisa membawa peningkatan visual besar, bahkan untuk game ya...

Turtle Beach Vulcan II XP: Keyboard Gaming Hot-Swap dengan ReacTap SOCD dan Titan HS Switch
Turtle Beach resmi memperkenalkan Vulcan II XP, keyboard gaming baru yang membawa switch hot-swappable, frame aluminium, RGB per-key, wrist rest detac...

Razer Base Station V3 Chroma: Stand Headset RGB yang Bisa Jadi Hub Pintar
Razer resmi memperkenalkan Razer Base Station V3 Chroma, headset stand terbaru yang bukan cuma jadi tempat naruh headset. Perangkat ini membawa RGB Ch...

JBL Quantum 850: Headset Gaming Premium dengan ANC dan Komponen yang Bisa Diganti
JBL resmi memperkenalkan JBL Quantum 850, headset gaming premium baru yang dibuat buat pemain yang pengen audio imersif, suara langkah lebih gampang d...