
Hades 2: Sekuel Roguelike yang Lebih Gila, Lebih Matang
Supergiant Games udah lama dikenal sebagai salah satu studio indie paling berpengaruh. Dari Bastion, Transistor, sampai Pyre, mereka selalu punya ciri khas storytelling dan gameplay yang unik. Tapi puncaknya tentu aja Hades, game roguelike yang bukan cuma sukses besar tapi juga langsung masuk jajaran klasik.
Nah, setelah sukses besar itu, Supergiant akhirnya berani ngelakuin hal yang jarang mereka coba: bikin sekuel langsung. Mei 2024 lalu, Hades 2 dirilis dalam versi Early Access. Sekarang, setelah setahun lebih disempurnakan, versi 1.0 resmi keluar—dan hasilnya? Singkatnya: keren banget.
Cerita Baru: Melawan Titan Waktu
Kalau Hades pertama fokus ke Zagreus yang nekat kabur dari rumah, kali ini kamu main sebagai Melinoë, saudara Zagreus, yang punya misi balas dendam ke Titan Waktu: Kronos.
Cerita dimulai dengan hook dramatis—Hades sendiri ditangkap, para dewa Yunani lagi konflik besar, dan lo yang ditugasin buat nyelamatin keluarga serta ngalahin sang Mad Titan. Setup ini sederhana tapi efektif. Sama kayak game pertama, detail cerita berkembang lewat dialog singkat, flashback, sampai memori yang bisa dimainkan.
Hasilnya, dunia Hades 2 terasa makin hidup, penuh misteri, tapi juga nggak kehilangan humor khas Supergiant.
Gameplay: Masih Familiar, Tapi Lebih Dalam
Secara struktur, Hades 2 masih mirip banget sama pendahulunya:
- Mulai dari base camp (alias "bastion")
- Ngobrol sama karakter lain, upgrade, pilih loadout
- Masuk ke dungeon dengan empat zona penuh musuh, trap, dan boss fight
- Setiap run makan waktu 20–40 menit, dan kebanyakan bakal gagal di awal-awal
Bedanya, sekarang progresi karakter lebih kaya dan lebih satisfying. Supergiant ngenalin sistem baru bernama Arcana. Lo bisa buka kartu dengan efek keren (contoh: revive sekali setelah mati, regenerasi mana terus-menerus, atau bikin skill jadi lebih cepet). Ada limit berapa banyak kartu yang bisa dipakai, jadi lo mesti pinter milih kombinasi.
Selain itu, ada jalur baru ke permukaan bumi yang juga punya empat zona sendiri. Lebih berbahaya, tapi juga bikin konten game jadi dua kali lipat dibanding Hades pertama.
Melinoë: Gaya Main yang Lebih Strategis
Bedanya lagi ada di karakter utama. Melinoë punya gaya main yang bikin tempo pertarungan agak lebih taktis dibanding Zagreus.
Selain serangan standar dan special, dia bisa cast lingkaran yang bikin musuh jadi slow. Ada juga omega attack yang pakai mana buat ngeluarin versi lebih kuat dari serangan biasa. Mana ini jadi resource penting, karena banyak boon dewa yang ngubah cara lo pakai energi tersebut.
Mayoritas senjata baru juga lebih condong ke jarak jauh, bikin lo lebih sering main aman sambil mikirin positioning, bukan cuma spam melee kayak di game pertama.
Bos & Level Design: Variasi yang Asik
Supergiant juga berhasil bikin boss fight terasa segar. Contohnya, Skilla (bos zona kedua) yang literally nyerang pake musik—lengkap dengan gitaris dan drummer pendukung. Kreatif banget!
Secara level design, strukturnya masih roguelike klasik: pilih pintu, lawan musuh, dapet upgrade. Tapi ada beberapa variasi, kayak area yang lebih terbuka atau progression non-linear di permukaan.
Presentasi: Seni, Musik, dan Voice Acting Top Class
Kalau soal visual, audio, dan UI, Hades 2 naik kelas banget. Art direction makin detail, musik makin nempel di telinga, dan voice acting juga nggak main-main. Humor dan dialog para dewa Yunani tetep kena, tapi tetap ada sisi serius dan penuh misteri.
Bisa dibilang, polish di Hades 2 keliatan jelas—Supergiant bener-bener pakai “modal sukses Hades pertama” buat ngegas di sekuel ini.
Kritik? Paling Hanya “Terlalu Aman”
Kalau ada yang bisa dikritik, mungkin Hades 2 terlalu "aman". Ini bukan revolusi total—lebih kayak versi "lebih besar, lebih baik, lebih halus" dari Hades pertama.
Jadi kalau lo benci sistem roguelike yang mengulang-ulang run, ya… Hades 2 nggak bakal bisa bikin lo berubah pikiran. Tapi buat fans Hades pertama, ini jelas upgrade yang layak banget.
Kesimpulan: Game of the Year Material?
Hades 2 punya dua kali lebih banyak konten, sistem progresi yang lebih satisfying, bos yang lebih seru, visual lebih cakep, dan musik yang makin gila.
Kalau lo suka Hades pertama, ini gampang banget direkomendasiin. Bahkan kalau lo cuma penasaran sama genre roguelike, Hades 2 adalah pintu masuk yang sempurna. Dengan harga sekitar 29 USD di Steam, rasanya sulit buat nggak bilang: Hades 2 wajib banget lo coba.
--
Hades 2 udah keren banget, tapi sensasi hack-and-slash roguelike ini bakal lebih mantap kalau dimainin pakai controller yang pas di tangan. Langsung kunjungi Good Gaming Shop buat cari joystick favoritmu!
Related Articles

ROG Hone Control Ace L Vitality Edition: Mouse Pad FPS yang Dirancang Pro Player!
ASUS ROG ikut ngeramein COMPUTEX 2026 dengan gear yang keliatannya simpel, tapi penting banget buat pemain FPS: ROG Hone Control Ace L Vitality Editio...

MSI dan Gigabyte Pamer Monitor Mini-LED 5K 27 Inci
Di Computex, banyak orang lagi ribut soal monitor OLED generasi baru. Tapi diam-diam, kubu LCD juga lagi naik level dengan spek yang ga kalah barbar. ...

Thermalright Trofeo Vision 9.16: LCD Buat Bikin Build PC Makin Ganteng
Thermalright punya barang yang namanya Trofeo Vision 9.16 LCD, layar kecil buat dipasang di dalam PC sebagai display status sistem sekaligus...

Virtua Fighter Crossroads: Game Fighting Adventure dari Developernya Yakuza
Setelah lama cuma jadi bahan teaser dan potongan gameplay tanpa konteks, proyek Virtua Fighter baru dari RGG Studio akhirnya mulai jelas. Di Summer Ga...