Hades 2: Sekuel Roguelike yang Lebih Gila, Lebih Matang

Hades 2: Sekuel Roguelike yang Lebih Gila, Lebih Matang

4 min read 185 views

Supergiant Games udah lama dikenal sebagai salah satu studio indie paling berpengaruh. Dari Bastion, Transistor, sampai Pyre, mereka selalu punya ciri khas storytelling dan gameplay yang unik. Tapi puncaknya tentu aja Hades, game roguelike yang bukan cuma sukses besar tapi juga langsung masuk jajaran klasik.

Nah, setelah sukses besar itu, Supergiant akhirnya berani ngelakuin hal yang jarang mereka coba: bikin sekuel langsung. Mei 2024 lalu, Hades 2 dirilis dalam versi Early Access. Sekarang, setelah setahun lebih disempurnakan, versi 1.0 resmi keluar—dan hasilnya? Singkatnya: keren banget.

Cerita Baru: Melawan Titan Waktu

Kalau Hades pertama fokus ke Zagreus yang nekat kabur dari rumah, kali ini kamu main sebagai Melinoë, saudara Zagreus, yang punya misi balas dendam ke Titan Waktu: Kronos.

Cerita dimulai dengan hook dramatis—Hades sendiri ditangkap, para dewa Yunani lagi konflik besar, dan lo yang ditugasin buat nyelamatin keluarga serta ngalahin sang Mad Titan. Setup ini sederhana tapi efektif. Sama kayak game pertama, detail cerita berkembang lewat dialog singkat, flashback, sampai memori yang bisa dimainkan.

Hasilnya, dunia Hades 2 terasa makin hidup, penuh misteri, tapi juga nggak kehilangan humor khas Supergiant.

Gameplay: Masih Familiar, Tapi Lebih Dalam

Secara struktur, Hades 2 masih mirip banget sama pendahulunya:

  • Mulai dari base camp (alias "bastion")
  • Ngobrol sama karakter lain, upgrade, pilih loadout
  • Masuk ke dungeon dengan empat zona penuh musuh, trap, dan boss fight
  • Setiap run makan waktu 20–40 menit, dan kebanyakan bakal gagal di awal-awal

Bedanya, sekarang progresi karakter lebih kaya dan lebih satisfying. Supergiant ngenalin sistem baru bernama Arcana. Lo bisa buka kartu dengan efek keren (contoh: revive sekali setelah mati, regenerasi mana terus-menerus, atau bikin skill jadi lebih cepet). Ada limit berapa banyak kartu yang bisa dipakai, jadi lo mesti pinter milih kombinasi.

Selain itu, ada jalur baru ke permukaan bumi yang juga punya empat zona sendiri. Lebih berbahaya, tapi juga bikin konten game jadi dua kali lipat dibanding Hades pertama.

Melinoë: Gaya Main yang Lebih Strategis

Bedanya lagi ada di karakter utama. Melinoë punya gaya main yang bikin tempo pertarungan agak lebih taktis dibanding Zagreus.

Selain serangan standar dan special, dia bisa cast lingkaran yang bikin musuh jadi slow. Ada juga omega attack yang pakai mana buat ngeluarin versi lebih kuat dari serangan biasa. Mana ini jadi resource penting, karena banyak boon dewa yang ngubah cara lo pakai energi tersebut.

Mayoritas senjata baru juga lebih condong ke jarak jauh, bikin lo lebih sering main aman sambil mikirin positioning, bukan cuma spam melee kayak di game pertama.

Bos & Level Design: Variasi yang Asik

Supergiant juga berhasil bikin boss fight terasa segar. Contohnya, Skilla (bos zona kedua) yang literally nyerang pake musik—lengkap dengan gitaris dan drummer pendukung. Kreatif banget!

Secara level design, strukturnya masih roguelike klasik: pilih pintu, lawan musuh, dapet upgrade. Tapi ada beberapa variasi, kayak area yang lebih terbuka atau progression non-linear di permukaan.

Presentasi: Seni, Musik, dan Voice Acting Top Class

Kalau soal visual, audio, dan UI, Hades 2 naik kelas banget. Art direction makin detail, musik makin nempel di telinga, dan voice acting juga nggak main-main. Humor dan dialog para dewa Yunani tetep kena, tapi tetap ada sisi serius dan penuh misteri.

Bisa dibilang, polish di Hades 2 keliatan jelas—Supergiant bener-bener pakai “modal sukses Hades pertama” buat ngegas di sekuel ini.

Kritik? Paling Hanya “Terlalu Aman”

Kalau ada yang bisa dikritik, mungkin Hades 2 terlalu "aman". Ini bukan revolusi total—lebih kayak versi "lebih besar, lebih baik, lebih halus" dari Hades pertama.

Jadi kalau lo benci sistem roguelike yang mengulang-ulang run, ya… Hades 2 nggak bakal bisa bikin lo berubah pikiran. Tapi buat fans Hades pertama, ini jelas upgrade yang layak banget.

Kesimpulan: Game of the Year Material?

Hades 2 punya dua kali lebih banyak konten, sistem progresi yang lebih satisfying, bos yang lebih seru, visual lebih cakep, dan musik yang makin gila.

Kalau lo suka Hades pertama, ini gampang banget direkomendasiin. Bahkan kalau lo cuma penasaran sama genre roguelike, Hades 2 adalah pintu masuk yang sempurna. Dengan harga sekitar 29 USD di Steam, rasanya sulit buat nggak bilang: Hades 2 wajib banget lo coba.

--

Hades 2 udah keren banget, tapi sensasi hack-and-slash roguelike ini bakal lebih mantap kalau dimainin pakai controller yang pas di tangan. Langsung kunjungi Good Gaming Shop buat cari joystick favoritmu!

September 26, 2025
Share on:

Related Articles

Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?

Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?

Kalau melihat gaming mouse keluaran beberapa tahun terakhir, optical switch semakin sering digunakan, terutama pada tombol utama kiri dan kanan.Razer ...

October 23, 2026
The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare

The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare

Kabar buruk buat penggemar Mass Effect dan Dragon Age. EA resmi mengumumkan penutupan BioWare sekaligus menghentikan development game Mass Effect beri...

October 22, 2026
Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan

Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan

Keychron ngenalin J3 SE, keyboard mechanical wireless dengan pilihan warna Pink dan Pink Blue. Kombinasi warnanya terasa lebih ceria, cocok buat kalia...

October 21, 2026
ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz

ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz

ASUS ngenalin ROG Strix XG27ACNS, monitor gaming 27 inci dengan fitur Triple Mode. Kalian bisa memilih QHD pada 475 Hz, Full HD pada 620 Hz, atau HD h...

October 20, 2026