
Harga GPU Naik Drastis di 2026 dan Bakal Tambah Parah?
Kabar soal harga GPU yang bakal naik lagi ternyata bukan cuma ancaman kosong. Di pasar Indonesia, harganya udah chaos.
PC Partner, perusahaan di balik brand kartu grafis seperti Zotac, Inno3D, Manli, Sapphire, dan beberapa produk berbasis AMD, memperingatkan bahwa biaya produksi VGA bakal naik cukup besar pada paruh kedua 2026. Penyebab utamanya adalah harga graphics memory yang makin mahal, dan efeknya disebut bakal terasa paling nyakitin di kartu grafis entry-level.
Masalahnya, buat gamer Indonesia, kenaikan itu udah datang duluan.
Berdasarkan pricelist di salah satu website toko komputer pada 7 Januari 2026, RTX 5060 8GB MSI Shadow 2X OC sempat tercatat di Rp6.195.000. Di pricelist yang sama, RTX 5060 Ti 8GB Gainward Ghost ada di Rp6.299.000, Colorful NB Duo V di Rp6.799.000, dan RTX 5060 Ti 16GB MSI Shadow 2X OC Plus di Rp8.785.000.
Sekarang, per 18 Agustus 2026, harga RTX 5060 di marketplace Indonesia sudah banyak yang nongkrong di area Rp9 jutaan. Contohnya, Shopee Indonesia menampilkan ASUS Prime RTX 5060 8GB di Rp9.657.000, ZOTAC RTX 5060 Twin Edge OC di Rp8.950.000, dan beberapa model lain di kisaran Rp8,65 juta sampai Rp9,78 juta.
RTX 5060 Ti juga makin pedas. Shopee menampilkan Colorful iGame RTX 5060 Ti 8GB di Rp10.800.000, Gigabyte RTX 5060 Ti Windforce 8GB di Rp9.589.000, dan beberapa model 16GB bahkan sudah berada di area Rp14 jutaan.
Dengan kata lain, kartu yang harusnya masuk area “budget next-gen” sekarang mulai terasa kayak barang premium.

Dari 6 Jutaan ke 9 Jutaan, Kenaikannya Ga Santai
Kalo dibandingkan dengan data Januari, lonjakannya lumayan bikin geleng-geleng.
RTX 5060 8GB yang sempat tercatat Rp6.195.000 kini mudah ditemukan di sekitar Rp9 jutaan. Itu berarti naik sekitar 45% kalau memakai angka Rp9 juta sebagai patokan kasar.
RTX 5060 Ti 8GB juga sama. Dari harga Januari sekitar Rp6,3 juta sampai Rp6,8 juta, sekarang model 8GB bisa muncul di sekitar Rp9,5 juta sampai Rp10,8 juta. Kenaikannya bisa menyentuh kisaran 40% sampai 60%, tergantung model dan toko.
Lebih parah lagi untuk RTX 5060 Ti 16GB. Dari Rp8.785.000 di Januari, beberapa listing sekarang sudah mendekati Rp14 juta sampai Rp15 juta. Itu naik sekitar 60% lebih.
Jadi kalo ada yang bilang harga VGA naik, ini bukan sekadar drama forum. Angkanya benar-benar kelihatan di pasar lokal.
Entry-Level Tapi Harganya Mulai Ga Entry-Level
Yang bikin situasinya pahit adalah segmen yang kena justru kelas bawah sampai menengah.
RTX 5060 dan RTX 5060 Ti seharusnya jadi kartu yang menarik buat gamer 1080p dan 1440p ringan. Ini bukan RTX 5090 yang memang dari awal disiapkan buat sultan. Ini kartu yang harusnya jadi jalur masuk gamer biasa buat upgrade ke generasi baru.
Tapi kalo RTX 5060 sudah tembus area Rp9 jutaan, posisinya jadi aneh. Gamer yang tadinya berharap bisa upgrade dengan budget waras sekarang harus mikir ulang.
Apalagi RTX 5060 Ti 8GB yang sudah menyentuh Rp10 jutaan di beberapa listing. Dengan harga segitu, kata “budget” rasanya mulai hilang dari chat.

Biang Keroknya: Memori Grafis Makin Mahal
Menurut PC Partner, salah satu penyebab utama kenaikan biaya kartu grafis adalah harga graphics memory yang diperkirakan terus naik pada paruh kedua 2026. Ini masuk akal karena GPU modern sangat bergantung pada VRAM, apalagi kartu dengan GDDR7.
Saat biaya memori naik, kartu dengan VRAM besar otomatis kena pukulan lebih keras. Itu sebabnya RTX 5060 Ti 16GB terlihat sangat rawan naik harga.
Tapi yang bikin repot, kartu 8GB pun ikut terseret. Jadi bukan cuma model 16GB yang mahal, kelas paling bawah juga mulai kehilangan daya tariknya.
Produsen Bisa Lebih Suka Jual Kartu Mahal
Ada alasan lain kenapa kartu entry-level bisa makin langka atau makin mahal: margin.
Kartu murah biasanya punya margin lebih tipis. Kalo harga komponen naik, produsen bisa saja lebih memilih memproduksi atau mendorong model yang lebih mahal karena cuannya lebih masuk akal.
Hasilnya, stok kartu entry-level bisa makin terbatas. Saat stok terbatas dan permintaan masih ada, harga naik lagi. Combo klasik yang selalu bikin gamer kalah sebelum checkout.
PC Partner sendiri memperingatkan bahwa entry-level VGA bisa menghadapi shortage lebih parah pada paruh kedua 2026. Jadi kondisi di Indonesia yang sekarang sudah naik bisa saja belum jadi puncaknya.
Pasar Indonesia Selalu Kena Efek Berlapis
Harga GPU global naik saja sudah cukup nyebelin. Tapi di Indonesia, efeknya biasanya berlapis.
Ada kurs, distribusi, pajak, stok toko, garansi, sampai permainan harga marketplace. Jadi begitu harga global naik, harga lokal bisa terasa lebih brutal.
Itulah kenapa RTX 5060 yang awal tahun masih terlihat cukup masuk akal di kisaran 6 jutaan sekarang mulai nempel ke 9 jutaan. RTX 5060 Ti juga naik ke area yang bikin banyak orang mulai lirik GPU bekas atau malah menunda upgrade.
Buat gamer budget, ini jelas kabar buruk.

Jadi, Masih Worth It Buat Upgrade?
Jawabannya tergantung kondisi PC kamu sekarang.
Kalo kamu masih pakai GPU lama yang benar-benar ngos-ngosan, RTX 5060 atau 5060 Ti tetap bisa jadi upgrade besar. Tapi dengan harga sekarang, value-nya jadi perlu dihitung lebih serius.
Jangan cuma lihat nama generasi baru. Lihat juga performa, VRAM, garansi, harga model lain, dan alternatif dari AMD atau pasar bekas.
Kalo RTX 5060 Ti 8GB sudah mendekati Rp10 juta, gamer wajib tanya: apakah performanya memang sepadan, atau lebih baik cari opsi lain?
Jangan FOMO, Tapi Jangan Terlalu Berharap Harga Turun Cepat
Situasi paling menyebalkan sekarang adalah pilihan gamer jadi serba salah.
Beli sekarang, harga sudah tinggi. Nunggu, ada risiko harga makin naik atau stok makin tipis. Ini persis kondisi yang sering bikin pasar GPU kacau.
Saran paling aman: jangan FOMO, tapi juga jangan terlalu percaya harga bakal cepat balik ke awal 2026.
Pantau harga beberapa toko, cek histori komunitas, bandingkan marketplace, dan jangan lupa lihat garansi resmi. Kalo ada deal yang masuk akal dan kamu memang butuh upgrade, mungkin itu lebih realistis daripada menunggu harga “normal” yang belum tentu balik dalam waktu dekat.

Kesimpulan
Kenaikan harga GPU entry-level bukan lagi cuma prediksi dari laporan industri. Di Indonesia, RTX 5060 dan RTX 5060 Ti sudah menunjukkan lonjakan nyata dibanding Januari 2026.
RTX 5060 yang sempat tercatat di sekitar Rp6,2 juta kini sudah sering muncul di kisaran Rp9 jutaan. RTX 5060 Ti 8GB yang dulu ada di sekitar Rp6,3 juta sampai Rp6,8 juta sekarang bisa menyentuh Rp10 jutaan. Bahkan RTX 5060 Ti 16GB yang dulu tercatat Rp8,785 juta kini bisa muncul di area Rp14 jutaan.
Ini bikin istilah “GPU entry-level” makin terasa aneh, karena harganya sudah mulai keluar dari zona ramah budget.
Buat gamer Indonesia, pesannya jelas: pasar VGA lagi panas, dan kelas murah pun ga kebal. Kalo mau upgrade, jangan cuma lihat hype generasi baru. Lihat harga real di toko, bandingkan dengan data sebelumnya, dan pastikan performanya benar-benar worth it buat game yang kamu mainkan.
Karena sekarang, bahkan kartu “budget” pun bisa bikin dompet kena critical hit.
Related Articles

Keyboard Wireless SteelSeries Mahal Jadi Korban Baterai Bengkak
Keyboard wireless mekanikal memang terdengar enak banget. Bisa tetap dapat feel khas mechanical keyboard, tapi meja lebih rapi dan posisi lebih bebas ...

Epomaker RT75: Keyboard Gaming Retro yang Punya Layar TFT Hotswap
Epomaker balik lagi dengan keyboard baru yang cukup unik. Namanya Epomaker RT75, keyboard mekanikal 75% bergaya retro yang membawa layar kecil, koneks...

Keychron C100 8K: Macropad tapi 100 Tombol!
Keychron lagi rajin banget nambah gear baru. Setelah sempat memperlihatkan beberapa mouse gaming seperti G6 HE dan konsep mouse fingertip berbasis M4,...

Nintendo Resmi Masuk Indo, Terus Kenapa?
Nintendo akhirnya resmi masuk Indonesia. Setelah bertahun-tahun gamer lokal hidup dari jalur impor, distributor pihak ketiga, toko game langganan, dan...