
IINE Gamebrick Mini: Gamepad yang Segede Upil
Kadang dunia gaming hardware suka ngasih barang yang kelihatan kayak candaan April Mop, tapi ternyata beneran ada. Salah satunya IINE Gamebrick Mini, controller super mungil bergaya NES yang ukurannya bahkan lebih kecil dari ekspektasi waras manusia.
Ini bukan gimmick pajangan doang. Meski ukurannya cuma 49 x 17 mm dan bobotnya sekitar 20,7 gram, controller ini ternyata masih bisa dipakai main. Lebih gila lagi, feel tombol dan D-pad-nya disebut cukup dekat dengan controller NES asli, cuma dalam ukuran sekitar seperlima dari versi normal.
Controller NES yang Bisa Hilang di Bawah Dua Jempol
Secara ukuran, Gamebrick Mini ini absurd banget. Lebarnya lebih kecil dari cartridge Game Boy Advance, tingginya kurang lebih sama. Jadi pas dipegang, rasanya kayak lagi main pakai aksesori mainan dari vending machine.
Tapi justru itu yang bikin menarik. Di bodi sekecil itu, IINE masih berhasil masukin:
- D-pad bergaya NES
- Tombol A dan B cekung
- Finishing abu-abu bertekstur
- Desain kotak retro ala controller Nintendo klasik
Detailnya lumayan niat. Tombol A dan B dibuat sedikit cekung, bagian depan punya tekstur abu-abu, dan layout-nya jelas terinspirasi dari controller NES jadul.

Kecil Banget, Tapi Feel-nya Ga Sekadar Mainan
Biasanya controller sekecil ini punya nasib jelas: lucu buat difoto, nyebelin buat dipakai. Tapi Gamebrick Mini ternyata beda.
D-pad dan tombolnya masih terasa cukup autentik buat main game ringan. Buat judul NES atau Game Boy yang ga butuh input brutal, controller ini bisa jadi opsi yang beneran fun.
Main Pokémon, game puzzle, RPG klasik, atau menu-based game? Aman. Main Mega Man 2 sambil berharap bisa presisi penuh? Nah, itu mulai masuk zona menyiksa diri.
Ergonomi Berdosa, Tapi Anehya Masih Masuk Akal
Jelas, ukuran sekecil ini punya dosa ergonomi. Tangan besar bakal merasa kayak Shaquille O’Neal lagi megang controller normal. Dua jempol saja sudah cukup buat nutup hampir seluruh bodinya.
Tapi lucunya, controller NES asli juga bukan raja kenyamanan. Sudut kotaknya bisa nusuk telapak tangan setelah dipakai lama. Gamebrick Mini malah duduk di antara jari, jadi rasa ga nyamannya beda.
Bukan berarti ini lebih ergonomis secara serius, ya. Tapi buat sesi pendek, ukurannya yang mini malah bikin dia terasa lebih “oke dari dugaan”.
Cocok Jadi Controller Darurat Buat HP
Salah satu skenario paling masuk akal buat Gamebrick Mini adalah jadi controller cadangan. Tinggal kaitkan ke carabiner, masukin ke tas, atau gantung di belt, lalu pakai saat pengen main emulator di HP.
Karena kecil dan ringan, controller ini cocok buat momen random kayak:
- Main Pokémon di Android
- Main game NES atau Game Boy via emulator
- Navigasi game ringan
- Jadi controller darurat saat bepergian
- Bikin teman bingung karena “kok controllernya sekecil itu?”
Ini bukan pengganti controller utama, tapi sebagai alat backup? Ide yang cukup gokil.

Punya Mode Bluetooth, Multimedia, dan Keyboard Mouse
Di balik bodinya yang imut, Gamebrick Mini ternyata punya beberapa mode tambahan. Ada switch di bagian bawah buat pindah fungsi.
Mode yang tersedia:
- Bluetooth controller mode
- Multimedia touch mode
- Keyboard and mouse mode
Mode Bluetooth jelas buat main game. Multimedia touch mode bisa dipakai buat scroll menu atau interaksi fungsi Android secara wireless. Sementara keyboard dan mouse mode membuka kemungkinan buat kontrol PC, e-reader, sampai macro sederhana.
Ini bikin Gamebrick Mini ga cuma jadi controller retro mini, tapi juga remote kecil buat setup tertentu.
Bisa Jadi Remote Buat Living Room PC
Mode keyboard dan mouse terasa cukup menarik buat pengguna PC ruang tamu. Bayangin kamu punya mini PC atau HTPC di ruang keluarga, lalu pakai controller mungil ini buat navigasi media.
Belum tentu sempurna, karena ukuran dan jumlah tombolnya tetap terbatas. Tapi secara konsep, ini bisa jadi remote darurat yang jauh lebih kecil dari controller biasa.
Buat e-reader juga menarik. Tombolnya bisa dipakai buat fungsi tertentu, seperti pindah halaman atau shortcut, tergantung kompatibilitas dan mapping.
Baterai 150 mAh, Klaim Tahan Lebih dari 10 Jam
Meski kecil, Gamebrick Mini masih punya baterai internal 150 mAh dan bisa diisi ulang lewat USB-C.
Klaim daya tahannya lebih dari 10 jam. Buat controller sekecil ini, angka itu lumayan gila. Apalagi penggunaan utamanya kemungkinan bukan sesi gaming berat berjam-jam, tapi sesi pendek saat mobile.
Jadi buat dibawa jalan, daya tahannya harusnya cukup aman.
Saingannya? Gamesir Pocket Taco, Tapi Lebih Mini
Gamebrick Mini bisa dibilang masuk genre yang sama dengan controller super portable seperti Gamesir Pocket Taco.
Bedanya, Pocket Taco punya tombol lebih lengkap dan baterai lebih besar. Sementara Gamebrick Mini menang di ukuran. Ini controller buat orang yang lebih peduli “bisa dibawa ke mana pun” daripada layout modern lengkap.
Jadi pilihannya simpel:
- Mau lebih nyaman dan banyak tombol? Ambil controller portable yang lebih besar.
- Mau yang absurd kecil dan tetap bisa main game retro? Gamebrick Mini punya pesona sendiri.

Kesimpulan: Gimmick yang Ternyata Naik Level Jadi Berguna
IINE Gamebrick Mini adalah salah satu aksesori gaming yang awalnya kelihatan kayak meme, tapi ternyata punya fungsi beneran.
Ukurannya cuma 49 x 17 mm, bobotnya 20,7 gram, baterainya 150 mAh, dan bisa dipakai lebih dari 10 jam. Ditambah mode Bluetooth, multimedia, serta keyboard/mouse, controller mini ini jadi lebih dari sekadar pajangan lucu.
Apakah cocok buat main game serius? Ga juga. Apakah bakal menggantikan controller NES asli? Jelas bukan. Tapi buat main game retro ringan, emulator HP, navigasi media, atau sekadar punya controller darurat yang bisa digantung di tas, Gamebrick Mini ini surprisingly masuk akal.
Kadang hardware paling cursed justru yang paling bikin senyum. Gamebrick Mini jelas masuk kategori itu: kecil, konyol, tapi anehnya berguna.
Related Articles

Corsair HS35 v3 Meluncur: Headset Gaming Ringan dan Murah Meriah
Corsair ikut rame di Computex 2026 dengan ngenalin Corsair HS35 v3, headset gaming ringan yang datang dalam dua versi: wired dan wireless.Targetnya je...

Rangkuman State of Play Juni: Dari Wolverine, God of War Baru, Sampai Silent Hill
Sony akhirnya ngegas lagi lewat State of Play Juni, dan acaranya lumayan padat. Selama sekitar satu jam, PlayStation numpahin banyak trailer, pengumum...

Asus ROG Harpe II Extreme Edition 20: Mouse Gaming Pake Emas Beneran!
Asus lagi pesta besar buat ulang tahun ROG ke-20, dan tentu saja mereka ga mau ngerayainnya dengan barang biasa-biasa aja. Di Computex, Asus ngenalin ...

Sony Siapin Hardware PlayStation Baru Buat 2026: Fight Stick Wireless, Monitor, Sampai Speaker Portable
PlayStation 6 masih terasa jauh, PS5 juga masih jadi mesin utama Sony, tapi bukan berarti hardware PlayStation bakal sepi. Sony Interactive Entertainm...