
Internet Ledek Sony Soal Penghentian 'Kaset' PS
Keputusan Sony buat menghentikan produksi game PlayStation fisik mulai 2028 langsung memicu reaksi besar dari gamer, kolektor, retailer, sampai brand yang bahkan ga ada hubungannya langsung dengan industri game.
Topiknya bukan cuma soal kehilangan disc buat dipajang di rak. Banyak orang langsung membawa isu ini ke pembahasan yang lebih serius: kepemilikan game, preservasi, pasar game bekas, dan nasib sebuah game kalau server digitalnya suatu hari ditutup.
Tapi namanya internet, kritik serius tentu datang bareng meme. Hasilnya, banyak perusahaan ikut bikin pengumuman parodi seolah produk fisik mereka juga bakal diganti versi digital.
Domino’s Mau Jual Pizza Digital
Salah satu respons paling absurd datang dari Domino’s Pizza.
Lewat X, Domino’s bercanda kalau mereka bakal menghentikan produksi pizza fisik dan beralih penuh ke pizza digital. Konsumen nantinya cukup download kode pizza, lalu menikmati rasanya lewat kekuatan imajinasi.
Jokes-nya simpel, tapi langsung kena ke inti masalah.
Game digital memang masih bisa dimainkan. Pizza digital jelas ga bisa dimakan. Tapi sindiran Domino’s menyorot rasa kehilangan yang dirasakan konsumen saat produk fisik diganti lisensi digital yang kontrolnya lebih banyak berada di tangan platform.

KFC Ikut Jual Ayam Format PNG
KFC Spanyol ga mau ketinggalan.
Mereka mengumumkan secara parodi kalau produk fisik KFC bakal dihentikan dan cuma tersedia lewat aplikasi dalam format PNG palsu.
Jadi ayamnya bisa dilihat, tapi ga bisa dimakan.
Sindiran ini makin memperjelas kekhawatiran banyak gamer. Punya gambar box art atau ikon game di library jelas beda rasanya dengan punya cartridge atau disc yang bisa disimpan, dipinjamkan, dan dijual lagi.
ProtonVPN Malah Mau Jadi Layanan Fisik
ProtonVPN mengambil arah jokes yang kebalik.
Alih-alih berubah digital, mereka bercanda bakal membuat seluruh layanannya menjadi fisik mulai 1 April 2027.
Karyawan pintar bakal dikirim langsung ke lokasi pengguna buat bantu FAQ dan tech support, sementara pesan terenkripsi bakal dikirim lewat surat.
Konsepnya sengaja dibuat ribet dan ga masuk akal. Tapi itu justru bagian lucunya: beberapa layanan memang lebih cocok digital, sementara media hiburan fisik masih punya fungsi nyata buat kepemilikan dan preservasi.

Malwarebytes Siap Kirim Petugas Berbaju “M”
Malwarebytes juga ikut bikin pengumuman palsu.
Mulai 1 April 2028, mereka katanya bakal mengirim anggota tim dengan kostum huruf “M” ke rumah pelanggan, lalu menemani pengguna ke dokter supaya tetap aman dari virus.
Mereka juga bercanda bakal memanaskan ikan di microwave kantor perusahaan mana pun yang membocorkan data pribadi pengguna.
Ga nyambung? Memang. Tapi semakin absurd pengumumannya, semakin jelas juga arah sindirannya ke keputusan Sony.
Esports Awards Bakal Kasih Trofi PNG
Reaksi juga datang dari dalam industri gaming.
Esports Awards bercanda kalau mulai 2028 mereka ga akan lagi memberikan trofi fisik kepada pemenang. Sebagai gantinya, para juara cukup download trofi dalam format JPEG atau PNG buat dipajang secara virtual.
Buat atlet esports, trofi fisik punya nilai simbolis, historis, dan emosional. File gambar jelas ga bisa menggantikan benda yang benar-benar bisa diangkat di atas panggung.
Logika yang sama dipakai gamer buat membela media fisik.

RESPAWN Mau Jual Kursi Digital
Produsen gaming chair RESPAWN juga ikut masuk arena.
Mereka bercanda bakal menghentikan produksi kursi fisik dan menggantinya dengan kursi digital yang dikirim lewat kode premium.
Mungkin kursinya ga bisa diduduki, tapi setidaknya ga makan ruang di kamar.
Sekali lagi, sindirannya mengarah ke produk yang kehilangan fungsi penting begitu dipaksa pindah sepenuhnya ke format digital.
GameFly Ga Ikut Bercanda
Ga semua respons dibuat dalam bentuk meme.
GameFly, layanan rental game dan film, terang-terangan menyatakan kecewa terhadap keputusan Sony. Perusahaan ini menegaskan bakal terus mendukung media fisik selama masih memungkinkan.
Buat GameFly, disc adalah fondasi bisnis mereka. Game fisik bisa dikirim, disewa, dikembalikan, lalu dipakai pelanggan lain.
Kalau semuanya berubah jadi lisensi digital yang terikat akun, model rental tradisional praktis ikut mati.

iam8bit: Media Fisik Penting Buat Preservasi
Retailer game koleksi dan vinyl iam8bit juga mengambil posisi serius.
Mereka menekankan kalau game fisik punya peran penting dalam:
- Preservasi game
- Kepemilikan konsumen
- Kebebasan memilih
- Koleksi jangka panjang
Selama bertahun-tahun, iam8bit memang dikenal lewat rilisan fisik edisi spesial. Jadi keputusan Sony jelas bertabrakan langsung dengan nilai yang mereka bawa.
Pesan mereka simpel: media fisik belum layak dikubur.
Evercade Sindir Sony Pakai Iklan Sony Sendiri
Salah satu respons paling menusuk datang dari Evercade.
Perusahaan ini membuat parodi iklan Sony tahun 2013 tentang cara berbagi game bekas. Iklan lama itu terkenal karena pesannya sangat simpel: satu orang cukup memberikan disc ke orang lain.
Saat itu, Sony memakai momen tersebut buat menyindir kebijakan game Xbox yang dianggap lebih membatasi.
Sekarang, iklan itu malah berbalik menghantam Sony sendiri.
Evercade menampilkan karyawan mereka saling berbagi game fisik sambil mempromosikan handheld Evercade Nexus yang memakai cartridge.
Platform Evercade sendiri mendukung lebih dari 700 game klasik, termasuk judul seperti:
- Banjo-Kazooie
- Tomb Raider
- Broken Sword
- Berbagai game arcade lawas
Sindiran ini terasa lebih kuat karena Evercade memang menjadikan media fisik sebagai salah satu daya tarik utamanya.

Masalahnya Lebih Besar dari Sekadar Koleksi
Banyak gamer memang suka box art, disc, dan rak koleksi. Tapi perdebatan ini ga berhenti di urusan nostalgia.
Media fisik punya beberapa keunggulan nyata:
- Bisa dijual kembali
- Bisa dipinjamkan
- Bisa dibeli bekas
- Ga selalu terikat satu akun
- Lebih mudah disimpan sebagai arsip
- Tetap punya nilai koleksi
Game digital biasanya hanya berupa lisensi penggunaan. Pemain bisa mengakses game selama platform, akun, server, dan kebijakan perusahaan masih mendukungnya.
Saat salah satu bagian itu hilang, akses ke game bisa ikut bermasalah.
Preservasi Game Jadi Kekhawatiran Utama
Game preservation sudah lama jadi masalah besar.
Banyak game lama susah dimainkan secara legal karena:
- Store ditutup
- Lisensi musik habis
- Server dimatikan
- Hardware lama rusak
- Versi digital ditarik
- Publisher sudah bubar
Disc memang bukan solusi sempurna. Banyak game modern tetap butuh patch besar atau download tambahan.
Tapi media fisik setidaknya memberi satu lapisan kepemilikan dan arsip yang ga sepenuhnya bergantung pada storefront.
Kalau disc benar-benar hilang, komunitas preservasi bakal makin bergantung pada backup, emulasi, dan dalam beberapa kasus, pembajakan.

Pasar Game Bekas Bisa Ikut Mati
Keputusan ini juga bakal menghantam pasar game bekas.
Tanpa disc, pemain ga bisa lagi:
- Menjual game setelah tamat
- Tukar game dengan teman
- Cari copy murah
- Berburu rilisan langka
- Menyewa game
Publisher mungkin suka sistem digital karena setiap pembelian datang langsung dari konsumen. Tapi buat pemain, hilangnya pasar bekas berarti lebih sedikit pilihan dan harga yang lebih sulit ditekan.
Digital sale memang sering murah, tapi diskonnya sepenuhnya bergantung pada kebijakan platform.
Sony Bisa Kehilangan Kepercayaan Gamer
Bagian paling ironis adalah Sony pernah memakai dukungan terhadap game fisik sebagai senjata marketing.
Pada generasi PS4, perusahaan tampil sebagai pihak yang lebih ramah terhadap game bekas dan sharing disc. Sikap itu membantu membangun citra positif saat pesaingnya sedang kena kritik.
Kalau Sony benar-benar meninggalkan disc pada 2028, banyak gamer bakal melihatnya sebagai perubahan arah yang cukup ekstrem.
Dulu cukup kasih disc ke teman. Nanti mungkin cukup kasih teman password akun, lalu berharap sistem keamanan ga ngamuk.
Kesimpulan: Disc Belum Mati, Tapi Sony Udah Nyiapin Kuburannya
Keputusan Sony buat menghentikan produksi game PlayStation fisik pada 2028 jelas lebih besar dari sekadar perubahan format distribusi.
Ini menyentuh isu kepemilikan, preservasi, rental, pasar bekas, koleksi, dan kontrol konsumen terhadap game yang mereka beli.
Reaksi dari Domino’s, KFC, ProtonVPN, Malwarebytes, Esports Awards, sampai RESPAWN memang lucu. Tapi di balik semua meme itu, ada rasa kecewa yang nyata.
GameFly, iam8bit, dan Evercade menunjukkan kalau masih banyak pemain dan bisnis yang menganggap media fisik punya nilai penting.
Sony mungkin melihat masa depan sebagai dunia serba digital. Masalahnya, banyak gamer belum siap menyerahkan seluruh koleksi mereka ke server, lisensi, dan tombol “purchase” yang sebenarnya lebih mirip tombol sewa jangka panjang.
Long live physical media—setidaknya sampai disc terakhir benar-benar berhenti berputar.
Related Articles

Edifier G5 MAX: Headset Gaming yang Baterenya Tahan 300 jam!
Edifier resmi ngenalin HECATE G5 MAX, headset gaming wireless baru yang datang dengan spesifikasi lumayan brutal.Ada driver 53mm berlapis titanium, TH...

ROG Rilis Dua Monitor Gaming: OLED Ultrawide dan Layar Mini Buat Pantau PC
ASUS ROG baru aja ngenalin dua display gaming dengan fungsi yang beda banget, tapi justru bisa saling melengkapi.Yang pertama adalah ROG Strix OLED XG...

Moondrop Edge 2: Headphone Wireless Pake ANC dengan Batere 50 Jam
Moondrop resmi ngenalin Edge 2, headphone wireless over-ear baru yang datang dengan harga 499 yuan atau sekitar $70.Di atas kertas, paketnya lumayan m...

Harga RAM dan SSD Diprediksi Naik Sampai 50% di Q3 2026, dan Situasinya Bisa Makin Parah
Buat yang lagi nunda rakit PC sambil berharap harga RAM dan SSD turun, kabarnya kurang enak. Menurut proyeksi dari Jefferies Equity Research, harga me...