
Irak Resmi Melarang Roblox
Pemerintah Irak resmi melarang platform game Roblox di negara tersebut dengan alasan keamanan anak dan remaja. Menurut laporan Reuters, keputusan ini diambil karena kekhawatiran bahwa Roblox memungkinkan komunikasi langsung antar pengguna yang bisa membuka celah untuk eksploitasi dan pemerasan daring.
Selain itu, otoritas Irak juga menilai sebagian konten di dalam game tersebut tidak sesuai dengan nilai dan tradisi sosial di negara itu.
Pemerintah Sebut Ada Risiko Sosial dan Keamanan
Kementerian Komunikasi Irak menjelaskan bahwa larangan ini diambil setelah studi komprehensif dan pemantauan lapangan. Dari hasil temuan mereka, Roblox dianggap memiliki sejumlah “risiko keamanan, sosial, dan perilaku” yang bisa berdampak buruk pada anak-anak.
Langkah ini sekaligus memperluas daftar negara Timur Tengah yang menindak ketat platform interaktif online dengan alasan perlindungan moral dan keselamatan digital anak.
Respons dari Roblox
Pihak Roblox membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya kepada Reuters, juru bicara perusahaan mengatakan bahwa keamanan adalah prioritas utama mereka dan Roblox berharap bisa bekerja sama dengan pemerintah Irak untuk membuka kembali akses.“Kami sangat menolak klaim yang disampaikan otoritas Irak, yang menurut kami didasarkan pada pemahaman yang sudah usang tentang platform kami,” ujar perwakilan Roblox.
Juru bicara itu juga menambahkan bahwa awal tahun ini Roblox sempat menangguhkan fitur komunikasi tertentu, termasuk obrolan dalam game, untuk pengguna di beberapa negara berbahasa Arab—termasuk Irak.
Negara-Negara yang Juga Melarang Roblox
Dengan keputusan ini, Irak bergabung dengan beberapa negara lain yang sudah lebih dulu memblokir Roblox. Negara-negara seperti Turki, Oman, Qatar, dan China juga melakukan pembatasan serupa karena kekhawatiran terhadap keamanan anak.
Turki misalnya, memblokir Roblox pada Agustus 2024, dengan alasan risiko pelecehan terhadap anak di platform tersebut.
Selain larangan pemerintah, Roblox juga tengah menghadapi gugatan hukum di Louisiana, AS, karena dituduh gagal melindungi anak-anak dari konten eksplisit dan pelaku predator. Tak hanya itu, seorang gadis berusia 12 tahun di Kanada juga menggugat Roblox karena dianggap memiliki elemen permainan yang “adiktif, manipulatif, dan merugikan secara finansial.”
Related Articles

Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?
Kalau melihat gaming mouse keluaran beberapa tahun terakhir, optical switch semakin sering digunakan, terutama pada tombol utama kiri dan kanan.Razer ...

The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare
Kabar buruk buat penggemar Mass Effect dan Dragon Age. EA resmi mengumumkan penutupan BioWare sekaligus menghentikan development game Mass Effect beri...

Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan
Keychron ngenalin J3 SE, keyboard mechanical wireless dengan pilihan warna Pink dan Pink Blue. Kombinasi warnanya terasa lebih ceria, cocok buat kalia...

ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz
ASUS ngenalin ROG Strix XG27ACNS, monitor gaming 27 inci dengan fitur Triple Mode. Kalian bisa memilih QHD pada 475 Hz, Full HD pada 620 Hz, atau HD h...