Jaket Kulit CEO NVIDIA Laku Dilelang Rp17 Miliar!

Jaket Kulit CEO NVIDIA Laku Dilelang Rp17 Miliar!

CEO Nvidia Jensen Huang punya satu item fashion yang sudah melekat banget dengan imagenya: jaket kulit hitam.

Bukan hoodie abu-abu ala Mark Zuckerberg, bukan turtleneck hitam ala Steve Jobs, tapi jaket kulit yang kelihatan seperti gear wajib sebelum naik panggung bahas GPU, AI, dan masa depan komputasi.

Nah, salah satu jaket kulit legendaris Jensen Huang baru saja dilelang lewat Sotheby’s. Hasilnya? Laku US$960.000, atau sekitar Rp17,2 miliar.

Iya, jaket. Bukan RTX 5090 emas. Bukan server AI. Jaket.

Estimasi Awalnya “Cuma” Rp717 Juta sampai Rp1,07 Miliar

Sebelum dilelang, jaket ini punya estimasi harga US$40.000 sampai US$60.000.

Kalau dirupiahkan, itu sekitar:

  • US$40.000 ≈ Rp717,6 juta
  • US$60.000 ≈ Rp1,07 miliar

Angka itu saja sudah cukup gila buat pakaian. Tapi hasil akhirnya malah jauh lebih brutal: US$960.000, atau sekitar Rp17,2 miliar.

Berarti jaket ini terjual sekitar 16 sampai 24 kali lebih tinggi dari estimasi awalnya.

Di dunia game, ini sudah bukan rare drop lagi. Ini drop rate 0,001% dengan aura mythic.

Kenapa Jaket Ini Bisa Semahal Itu?

Jawaban pendeknya: karena ini bukan sekadar jaket.

Jensen Huang sudah memakai jaket kulit hitam sebagai bagian dari image publiknya selama bertahun-tahun. The New York Times bahkan menyebut jaket itu sudah jadi bagian dari wardrobe Huang setidaknya selama sekitar dua dekade.

Setiap kali Nvidia mengumumkan GPU baru, teknologi AI baru, atau produk data center yang bikin saham perusahaan makin liar, Huang sering muncul dengan tampilan yang sama: panggung besar, presentasi penuh jargon, dan jaket kulit hitam.

Akhirnya, jaket itu berubah dari pakaian jadi simbol.

Buat fans teknologi, jaket ini seperti “armor” CEO Nvidia.

Ternyata Istri dan Anak yang Mengatur Style Jensen

Dalam wawancara pada 2024, Huang pernah mengaku kalau tampilan khasnya bukan murni hasil keputusan pribadi.

Ia bilang istri dan putrinya yang membantu memilihkan gaya berpakaian tersebut.

Jadi kalau kamu selama ini mengira Jensen Huang duduk sendirian di depan lemari sambil berkata, “hari ini aku akan menjadi final boss AI,” ternyata credit-nya juga harus diberikan ke keluarganya.

Kadang branding paling kuat datang dari orang rumah.

Jaketnya Buatan Tom Ford

Jaket yang dilelang ini didesain oleh brand fashion mewah Tom Ford.

Model serupa di situs Tom Ford dijual sekitar US$6.990, atau kurang lebih Rp125,4 juta.

Itu sudah mahal banget buat ukuran jaket normal. Tapi begitu jaketnya pernah dipakai dan ditandatangani Jensen Huang, harganya langsung naik jadi Rp17,2 miliar.

Selisihnya absurd:

  • Model Tom Ford serupa: US$6.990 ≈ Rp125,4 juta
  • Jaket Jensen yang dilelang: US$960.000 ≈ Rp17,2 miliar

Jadi nilai utamanya bukan cuma material kulit atau desain. Nilainya datang dari sejarah, persona, tanda tangan, dan statusnya sebagai item ikonik dari salah satu figur terbesar di era AI.

Dipakai Saat Hon Hai Tech Day 2023

Sotheby’s menyebut jaket ini sudah di-photomatch dengan outfit Jensen Huang saat Hon Hai Tech Day di Taipei pada 18 Oktober 2023.

Artinya, jaket ini bukan cuma “mirip jaket yang biasa dipakai Jensen.” Ini benar-benar dikaitkan dengan penampilan publiknya di event teknologi besar.

Jaket tersebut juga ditandatangani, dan tanda tangannya diautentikasi oleh James Spence Authentication.

Jadi ini bukan merch random. Ini artefak teknologi modern dengan sertifikat.

Sotheby’s Menjualnya Seperti Relik AI

Sotheby’s memasarkan jaket ini bukan cuma sebagai pakaian, tapi sebagai semacam “uniform” dari seorang “first believer.”

Bahasanya memang sangat lelang barang mahal: puitis, dramatis, dan sedikit seperti deskripsi item RPG.

Intinya, jaket ini diposisikan sebagai simbol visi Jensen Huang di garis depan revolusi AI.

Kalau dipikir-pikir, masuk akal juga. Nvidia sekarang bukan cuma perusahaan GPU gaming. Mereka jadi tulang punggung ledakan AI global, dari data center, training model, inference, sampai hardware superkomputer.

Jadi jaket ini ikut membawa beban simbolis: era AI, Nvidia, dan Jensen Huang sebagai wajahnya.

Hasil Lelang Masuk ke Edge Institute

Uang hasil penjualan jaket ini akan mendukung Edge Institute, organisasi nonprofit yang mempertemukan orang-orang dari dunia teknologi, sains, budaya, dan masyarakat dalam komunitas temporer berbasis eksperimen.

Salah satu event besar mereka, Edge Esmeralda, pernah menarik lebih dari 1.300 peserta di Healdsburg, California.

Menurut Sotheby’s, dana dari lelang ini akan dipakai untuk mendukung fellowship, grant, dan program residensi bagi generasi builder muda.

Jadi setidaknya, jaket Rp17,2 miliar ini tidak cuma berakhir sebagai flex kolektor. Uangnya juga diarahkan ke program pengembangan komunitas dan proyek masa depan.

Jensen Huang Biasanya Donasi ke Kampus

Yang menarik, cara penggalangan dana lewat jaket ini agak berbeda dari pola donasi Jensen Huang biasanya.

Huang dan istrinya, Lori, sebelumnya pernah memberi donasi US$50 juta, atau sekitar Rp897 miliar, ke Oregon State University pada 2022 untuk membangun kompleks riset.

Ia juga pernah berdonasi ke institusi lain seperti Stanford dan California College of the Arts.

Jadi selama ini, pola filantropinya lebih sering mengarah ke pendidikan, universitas, dan riset AI.

Lelang jaket ini terasa lebih pop culture, lebih viral, dan lebih mudah jadi headline. Karena jujur saja, “CEO Nvidia donasi riset” terdengar normal. “Jaket CEO Nvidia laku Rp17,2 miliar” terdengar seperti patch note dunia nyata yang kebablasan.

Net Worth Jensen Huang Tembus Rp3.014 Triliun

Menurut Bloomberg Billionaires Index, Jensen Huang adalah orang terkaya kedelapan di dunia dengan kekayaan sekitar US$168 miliar.

Kalau dikonversi, itu sekitar Rp3.014 triliun.

Angka ini hampir susah diproses otak. Bahkan kalau kamu beli jaket Tom Ford seharga Rp125 juta setiap hari, masih butuh waktu yang lama bangeet untuk mendekati level kekayaan tersebut.

Jadi saat jaketnya laku Rp17,2 miliar, buat publik itu angka gila. Tapi dalam konteks kekayaan Huang, itu seperti item kosmetik premium di inventory karakter endgame.

Harga-Harga yang Disebut

Item / AngkaUSDPerkiraan IDR
Harga lelang jaket Jensen HuangUS$960.000± Rp17,2 miliar
Estimasi awal bawahUS$40.000± Rp717,6 juta
Estimasi awal atasUS$60.000± Rp1,07 miliar
Jaket Tom Ford model serupaUS$6.990± Rp125,4 juta
Donasi Huang ke Oregon State UniversityUS$50 juta± Rp897 miliar
Net worth Jensen HuangUS$168 miliar± Rp3.014 triliun

Kenapa Orang Rela Bayar Semahal Itu?

Barang seperti ini masuk wilayah koleksi, bukan logika belanja biasa.

Orang yang membeli jaket ini kemungkinan tidak sekadar membeli pakaian. Mereka membeli:

  • Simbol Nvidia
  • Era ledakan AI
  • Persona Jensen Huang
  • Tanda tangan
  • Sejarah event teknologi
  • Status sebagai barang langka
  • Cerita yang bisa diceritakan ulang

Di dunia kolektor, cerita kadang lebih mahal dari bendanya.

Jaket kulit biasa melindungi badan dari dingin. Jaket Jensen Huang melindungi pemiliknya dari kekurangan bahan obrolan di acara orang kaya.

Penutup: Jaket Kulit Jadi Artefak Era AI

Jaket kulit hitam Jensen Huang akhirnya laku US$960.000, atau sekitar Rp17,2 miliar, jauh melewati estimasi awal Rp717,6 juta sampai Rp1,07 miliar.

Di atas kertas, ini memang cuma jaket Tom Ford yang model serupanya dijual sekitar Rp125,4 juta. Tapi begitu dikaitkan dengan Jensen Huang, Nvidia, AI boom, dan tanda tangan resmi, nilainya langsung naik ke level koleksi legendaris.

Hasil lelangnya juga akan mendukung Edge Institute, jadi setidaknya uang sebesar itu tidak cuma berubah jadi pajangan lemari.

Di era AI, GPU mahal sudah biasa. Server AI mahal juga biasa.

Tapi jaket CEO Nvidia laku Rp17,2 miliar? Itu baru benar-benar next-gen drip.

July 21, 2026
Share on:

Related Articles

Moondrop Chu 3: IEM Murah Meriah dengan Driver Baru dan Shell Zinc-Alloy

Moondrop Chu 3: IEM Murah Meriah dengan Driver Baru dan Shell Zinc-Alloy

Moondrop akhirnya meluncurkan Moondrop Chu 3, generasi terbaru dari seri Chu yang selama ini jadi salah satu nama paling populer di kelas IEM entry-le...

August 19, 2026
Keyboard Wireless SteelSeries Mahal Jadi Korban Baterai Bengkak

Keyboard Wireless SteelSeries Mahal Jadi Korban Baterai Bengkak

Keyboard wireless mekanikal memang terdengar enak banget. Bisa tetap dapat feel khas mechanical keyboard, tapi meja lebih rapi dan posisi lebih bebas ...

August 18, 2026
Review Beast of Reincarnation: Keluar dari Zona Pokémon, Tapi Masih Kurang?

Review Beast of Reincarnation: Keluar dari Zona Pokémon, Tapi Masih Kurang?

Game Freak bikin action RPG gelap, post-apocalyptic, penuh monster korup, dan ditemani anjing raksasa? Di atas kertas, Beast of Reincarnation mun...

August 17, 2026
Harga GPU Naik Drastis di 2026 dan Bakal Tambah Parah?

Harga GPU Naik Drastis di 2026 dan Bakal Tambah Parah?

Kabar soal harga GPU yang bakal naik lagi ternyata bukan cuma ancaman kosong. Di pasar Indonesia, harganya udah chaos.PC Partner, perusahaan di balik ...

August 16, 2026