
Kenapa Arab Saudi Jadi Serius di Industri Game?
Kalau kamu perhatiin belakangan ini, nama Arab Saudi makin sering nongol di berita gaming. Bukan karena ada turnamen baru atau game buatan mereka, tapi karena... mereka beli banyak banget perusahaan game besar.
Baru-baru ini, Electronic Arts (EA) — developer di balik FIFA dan Apex Legends — diumumin bakal diakuisisi lewat deal senilai 55 miliar dolar AS. Di baliknya, ada beberapa investor besar, termasuk Silver Lake, Affinity Partners, dan yang paling menarik: Public Investment Fund (PIF) milik Arab Saudi.
Dan ini bukan langkah pertama mereka. Sebelumnya, PIF juga udah invest atau bahkan beli langsung perusahaan seperti Activision Blizzard, Capcom, Embracer Group, Nexon, Nintendo, Take-Two Interactive, dan SNK (pembuat King of Fighters). Bahkan lewat anak perusahaannya, Savvy Games Group, mereka udah punya ESL FACEIT Group, dua penyelenggara esports raksasa dunia.
Duit Minyak, tapi Buat Masa Depan
Jadi kenapa Arab Saudi begitu all-in di dunia game?
Jawaban singkatnya: diversifikasi ekonomi.
Negara ini sadar banget kalau mereka gak bisa terus bergantung sama minyak. Karena itu, mereka lagi nyiapin masa depan lewat investasi besar di sektor lain — termasuk game, teknologi, dan hiburan.
Lewat PIF yang dibentuk sejak 1971 dan sekarang dikendalikan langsung sama Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), Arab Saudi ngelola aset sekitar $925 miliar. MBS sendiri dikenal sebagai gamer berat (iya, katanya dia sering main Call of Duty).
Di bawah MBS, PIF ngebentuk Savvy Games Group tahun 2021 buat fokus ngebangun industri game dan esports. Targetnya?
- Jadi pemimpin industri game global sebelum 2030
- Dorong inovasi lewat akuisisi, investasi, dan kolaborasi strategis
Ambisius? Banget. Tapi duitnya juga gak main-main.
Bukan Cuma Investasi, Tapi Infrastruktur
Arab Saudi gak berhenti di beli saham atau studio aja. Mereka juga lagi bangun kawasan khusus gaming dan esports bernama Qiddiya Esports & Gaming District di Riyadh. Proyek ini bagian dari mega-plan Qiddiya City, yang dirancang jadi pusat hiburan dan pariwisata baru.
Rencananya, Qiddiya bakal:
- Menarik 10 juta pengunjung per tahun
- Membangun 30 perusahaan game besar
- Melahirkan 250 startup game lokal
- Menyumbang lebih dari $13 miliar ke GDP nasional
Singkatnya, mereka pengin bikin ekosistem yang bisa saingin Jepang atau Amerika dalam hal gaming — tapi versi Timur Tengah.
Tapi, Ada Kontroversinya
Walau investasinya keliatan keren, banyak juga yang skeptis.
Beberapa pihak nyebut langkah ini sebagai bentuk “sportswashing”, istilah buat nyuci reputasi lewat olahraga dan hiburan. Sama kayak waktu Arab Saudi bikin liga golf LIV atau ngadain event olahraga besar buat naikin citra negara.
Soalnya, rekam jejak Arab Saudi dalam hal hak asasi manusia masih jadi sorotan. Termasuk tuduhan soal keterlibatan MBS dalam kasus pembunuhan jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi.
Jadi, meskipun industri game bisa bantu dorong ekonomi mereka, masih banyak yang ngerasa langkah ini lebih ke arah pencitraan global.
Kesimpulan: Antara Citra dan Masa Depan
Apapun niat di baliknya, satu hal jelas — Arab Saudi lagi bener-bener serius membangun posisi di dunia game.
Mereka punya duit, visi besar, dan keinginan buat dikenal bukan cuma karena minyak, tapi juga karena budaya digital dan hiburan.
Pertanyaannya sekarang:
Apakah investasi gila-gilaan ini bisa bener-bener ngubah wajah industri game dunia — atau cuma jadi cara lain buat mempercantik citra kerajaan?
Waktu yang bakal jawab.
Related Articles

Razer Wolverine V4 Pakai Analog Kapasitif dan Polling Rate 8.000 Hz di PC
Razer memperkenalkan keluarga Wolverine V4 buat gamer Xbox dan PC yang pengin punya lebih banyak kendali atas input mereka. Diumumkan pada 6 Oktober 2...

Tanchjim Force: IEM Dual Dynamic dengan Suara Lapang dan Kabel DSP Modular
Tanchjim Force punya dua daya tarik yang langsung membedakannya: desain semi-open dan kabel modular hasil kolaborasi dengan Effect Audio. IEM ini bisa...

NACON Revolution 5 Unlimited: Gamepad tapi Punya Layar Canggih
NACON memperkenalkan Revolution 5 Unlimited atau R5U, controller premium berlisensi resmi untuk PS5 yang juga bisa dipakai di PC. Selain memakai susun...

Rating Usia GTA 6 Menghilang, Sempat Ungkap Dekapitasi dan Sistem Narkoba
Deskripsi rating usia Grand Theft Auto VI atau GTA 6 menjadi sorotan setelah dilaporkan memuat detail konten dewasa yang belum banyak dibahas sebelumn...