
Keren! IGRS Dituding Bocorin Leak Banyak Game, 007: First Light dan Kawan-kawannya
Baru-baru ini ada drama gede di dunia gaming — dan kali ini datang dari sistem rating game Indonesia sendiri. Yup, IGRS (Indonesia Game Rating System) lagi jadi sorotan karena kebocoran fatal yang bikin banyak konten game unreleased tersebar ke publik -- menurut laporan dari VGC.
Yang bikin makin gila, ini bukan cuman screenshot kecil tapi footage panjang + spoiler berat dari beberapa game yang bahkan belum rilis!
007: First Light Kena Dampak Paling Parah
Game dari IO Interactive berjudul 007: First Light jadi korban utama.
- Bocor lebih dari 1 jam gameplay
- Termasuk ending game (yes, ending)
- Udah mulai beredar di internet
Padahal game ini lagi dibuild sebagai origin story James Bond, dibintangi Patrick Gibson sebagai Bond muda umur 26 tahun.
Cerita fokus ke misi awal di MI6 buat dapetin status 00 agent. Harusnya ini jadi pengalaman story-driven yang seru… tapi sekarang banyak orang udah kena spoiler duluan.
Game Lain Juga Ikut Bocor
Ga cuma Bond, beberapa game lain juga kena imbas:
- Echoes of Aincrad (Bandai Namco)
→ Cutscene penting + momen cerita ikut bocor - Assassin’s Creed: Black Flag (Ubisoft)
→ Masuk data leak, tapi belum tersebar luas - Castlevania: Belmont’s Curse (Konami)
→ Sama, kena leak tapi footage belum viral
Kalau lo lagi nunggu game-game ini, mending hindari timeline sosmed dulu atau aktifin filter spoiler.
Masalahnya Dari Sistem IGRS Sendiri
Jadi ini bukan hacker super canggih atau insider leak dramatis. Masalahnya justru lebih “sepele”… tapi fatal; kalo ngutip dari VGC ya.
IGRS ternyata punya celah keamanan, bikin:
- Footage private bisa diakses publik
- Data submission game kebuka
- Bahkan ribuan email developer ikut bocor
Gimana Proses Rating Bisa Bocor?
Menurut Nic McConnell dari Riot Games, prosesnya emang agak rentan:
- Developer isi survey → dapet rating awal
- Mereka upload footage (kekerasan, bahasa kasar, dll)
- Biasanya via link privat (contoh: Google Drive)
Masalahnya, proses pengecekan dilakukan manual, dan link bisa kebuka ke banyak pihak. Jadi kemungkinan besar:
- Link yang harusnya private malah kesebar tanpa sengaja
- Atau ada akses internal yang ga terkontrol dengan baik
Tim Kecil, Tanggung Jawab Gede
Menurut Nic juga, tim IGRS itu:
- Kecil
- Resource terbatas
- Tapi harus handle banyak game global
Intinya: mereka bukan ceroboh, tapi overwhelmed
Kesimpulan: Pelajaran Penting Buat Industri
Kasus ini jadi reminder keras:
- Sistem keamanan data itu krusial
- Bahkan proses “formal” kayak rating pun bisa jadi titik lemah
- Developer sekarang harus lebih hati-hati soal materi yang dikirim
Dan buat gamer? Stay away dari spoiler zone kalau masih pengen nikmatin cerita fresh pas rilis nanti.
Related Articles

Guide NVIDIA App: Setting untuk Game Modern, Game Lawas, G-SYNC, DLSS, dan ShadowPlay
NVIDIA App sekarang menggabungkan pengelolaan driver, setting grafis, fitur layar, dan record gameplay dalam satu aplikasi. Pilihannya makin lengkap, ...

Absurd! Modder Pasang Radiator 360mm ke Laptop, Suhu Turun Drastis
Kalo laptop gaming panas, kebanyakan orang mulai dari membersihkan kipas atau mengganti thermal paste. YouTuber TrashBench memilih jalan yang sedikit ...

Razer Basilisk V4 Pro: Lebih Banyak Kontrol, Emang Berguna?
Razer memperkenalkan Basilisk V4 Pro, generasi baru mouse gaming ergonomisnya, bersama Basilisk V4 HyperSpeed dan aksesori pengisian daya Mouse Dock V...

Corsair HS80 v2 MAX: Baterainya Tahan 110 Jam
Corsair memperbarui seri headset HS80 lewat HS80 v2 MAX WIRELESS. Fokusnya cukup jelas: bikin detail suara dalam game lebih mudah terdengar, memperjel...