
Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan
Keychron ngenalin J3 SE, keyboard mechanical wireless dengan pilihan warna Pink dan Pink Blue. Kombinasi warnanya terasa lebih ceria, cocok buat kalian yang ingin meja kerja atau gaming setup dengan nuansa lebih lembut.
Tapi daya tarik J3 SE bukan cuma penampilannya. Keyboard ini menggabungkan layout 96%, tiga pilihan koneksi, dan dukungan QMK buat mengatur fungsi tombol. Jadi, selain bisa dicocokkan dengan warna setup, cara pakainya juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Lebih Ringkas, Numpad Tetap Ada
J3 SE mempertahankan numpad dalam susunan tombol yang lebih rapat, termasuk tombol angka nol berukuran penuh. Ada juga knob berukuran cukup besar di pojok kanan atas. Buat kalian yang sering bergantian antara main game dan mengerjakan spreadsheet, desain seperti ini cukup masuk akal: tombol angka tetap tersedia tanpa memakai ruang selebar keyboard full-size pada umumnya.
Meski begitu, layout 96% masih membutuhkan ruang lebih banyak dibanding keyboard tanpa numpad. Kalo kalian sering menggerakkan mouse dengan sapuan lebar saat main FPS, kebutuhan ruang mouse tetap perlu dipikirkan sebelum membeli.
Bodinya menggunakan ABS, dipadukan dengan keycap double-shot PBT berprofil MDA. Varian Pink memakai kombinasi putih dan beberapa tingkat warna pink, sedangkan Pink Blue menambahkan biru pastel. Kaki penyangganya menyediakan pilihan sudut mengetik 4,5°, 6,4°, dan 8,7°, sehingga kalian bisa memilih posisi yang terasa paling nyaman.

Sakura Milk: Tekanan Ringan dengan Opsi Ganti Switch
Keychron membekali J3 SE dengan switch linear Sakura Milk yang sudah diberi pelumas dari pabrik. Berdasarkan spesifikasi dalam bahan pengumumannya, switch ini memiliki actuation force 35 gf, jarak aktivasi 2 mm, dan total travel 3,6 mm.
Tekanan aktivasi yang ringan bisa menarik buat kalian yang kurang suka tombol berat. Namun, switch ringan juga bisa lebih gampang terpencet tanpa sengaja, terutama kalau kalian terbiasa menaruh jari dengan tekanan cukup besar di atas tombol. Preferensi tetap berpengaruh; angka yang lebih kecil belum tentu bikin semua orang lebih nyaman.
J3 SE juga mendukung hot-swap untuk switch mechanical MX-style 3-pin dan 5-pin. Artinya, kalian bisa mengganti switch tanpa menyolder kalau suatu saat ingin mencoba karakter tekanan atau suara yang berbeda.
Sementara itu, posisi lampunya menggunakan orientasi north-facing. Buat kalian yang ingin mengganti keycap dengan model shine-through, posisi jendela huruf pada keycap tetap perlu dicocokkan dengan letak LED supaya pencahayaannya sesuai harapan.
Tiga Koneksi dan Pengaturan Lewat Browser
Pilihan koneksinya mencakup wireless 2,4 GHz, Bluetooth 5.2, dan kabel USB-C. Polling rate mencapai 1.000 Hz pada koneksi 2,4 GHz maupun kabel, sedangkan Bluetooth berada di 125 Hz.
Buat main game, koneksi 2,4 GHz atau kabel lebih masuk akal untuk memanfaatkan polling rate tertingginya. Bluetooth bisa dipakai saat kalian lebih membutuhkan kemudahan koneksi. Namun, polling rate saja belum cukup untuk menyimpulkan seberapa rendah latensi keseluruhan keyboard ini; respons switch dan pemrosesan input juga ikut berpengaruh.
Dukungan QMK dan Keychron Launcher memungkinkan pengaturan seperti remapping tombol dan macro lewat browser. Buat pemakaian campuran, fitur ini bisa lebih sering terasa manfaatnya dibanding mengejar angka spesifikasi: shortcut yang biasanya membutuhkan beberapa langkah bisa dipindahkan ke tombol yang lebih gampang dijangkau.

Baterai Diklaim 200 Jam, Harga Sekitar Rp2,34 Juta
J3 SE menggunakan baterai 4.000 mAh. Keychron mencantumkan daya tahan sekitar 200 jam dengan lampu mati, atau sekitar 106 jam dengan RGB pada tingkat kecerahan terendah. Angka tersebut merupakan klaim pengujian pabrikan dan bisa berbeda sesuai pemakaian.
Angka 200 jam ini perlu diperhatikan karena berbeda dari klaim 2.000 jam dalam materi awal. Spesifikasi resmi yang tercantum saat artikel ini ditulis menyebut 200 jam.
Keychron J3 SE dibanderol US$129,99 di situs globalnya. Harganya sekitar Rp2,34 juta, menurut konversi kurs tanggal 21 Oktober 2026, bukan harga resmi di Indonesia. Informasi harga dan jadwal rilis resminya untuk Indonesia belum tersedia dalam pengumuman ini.
Menurut kami, J3 SE paling menarik buat kalian yang membutuhkan numpad, suka tampilan pastel, dan ingin leluasa mengatur tombol maupun mengganti switch. Kalo numpad justru jarang dipakai dan ruang gerak mouse lebih penting, ukuran yang lebih kecil mungkin lebih cocok. Warna memang bisa bikin jatuh hati, tapi meja yang sempit tetap ga bisa diajak kompromi.
Related Articles

ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz
ASUS ngenalin ROG Strix XG27ACNS, monitor gaming 27 inci dengan fitur Triple Mode. Kalian bisa memilih QHD pada 475 Hz, Full HD pada 620 Hz, atau HD h...

Pulsar eS Xlite: Hasil Kolaborasi VAXEE dengan Kontrol Setting lewat Dongle
Pulsar ngenalin eS Xlite, mouse gaming hasil kerja sama dengan VAXEE. Mouse ini membawa bentuk ergonomis, bobot 51 gram, serta dukungan polling rate 8...

ATK Bawa Pikachu ke Mouse F1 V3 Ultimate+ dan Keyboard RS7 Air
ATK ngenalin F1 V3 Ultimate+ dan RS7 Air edisi Pikachu, dua perangkat gaming yang tampil dengan warna kuning terang serta elemen transparan. Keduanya ...

Mod DLSS di Radeon Makin Lengkap, tapi Fitur di RX 6000 Masih Terbatas
Pengguna Radeon mendapat opsi baru buat mencoba teknologi grafis NVIDIA lewat proyek DLSS-NR-on-AMD milik Daniel Blanco. Update Alpha 0.8.0 memperluas...