
Keychron Rilis Lemokey P3 HE: Keyboard Gaming Alum yang Bisa Bongkar-Pasang Tanpa Alat
Keychron lagi-lagi bikin kejutan buat fans keyboard mekanikal—kali ini lewat sub-brand gaming mereka, Lemokey. Mereka resmi ngumumin Lemokey P3 HE, sebuah keyboard gaming TKL (tenkeyless) berbasis Hall Effect (HE) yang kelihatannya serius banget ngincer gamer kompetitif… tapi tetap pengen feel keyboard premium.
Yang bikin Lemokey P3 HE menarik bukan cuma karena HE, tapi karena dia datang dengan bodi aluminium dan fitur yang jarang banget ada di keyboard gaming mainstream: tool-less disassembly alias bongkar-pasang cepat tanpa obeng. Buat yang suka oprek keyboard, ini auto senyum-senyum sendiri.
Bodi Aluminium + Foam Lengkap: Biar Bunyi Nggak “Kosong”
Dari sisi konstruksi, Lemokey P3 HE pakai casing aluminium yang terasa solid. Case-nya tersedia dalam warna hitam atau putih, lengkap dengan keycaps yang warnanya matching.
Lalu bagian paling “custom keyboard banget” dari P3 HE adalah isi dalemannya. Lemokey nggak pelit: mereka masukin sound absorbing foam standar, termasuk:
- foam di antara PCB dan aluminium plate
- foam di antara PCB dan bottom case
Tujuannya jelas: biar suara keyboard lebih padat, nggak nyaring “kosong”, dan ngurangin getaran yang bikin bunyi jadi kurang enak.
Finishing-nya juga bukan cat biasa, tapi electrophoretic coating—biasanya lebih tahan lama dan terlihat rapi. Selain itu dia pakai sistem mount silicone bean gasket mount, yang fungsinya buat meredam reverberation / pantulan getaran antara plate dan case. Singkatnya: lebih kalem, lebih bersih suaranya.

Fitur Bintang: Quick-Release Bongkar Keyboard Tanpa Ribet
Nah ini dia bagian yang bikin Lemokey P3 HE agak beda jalur dari Keychron series biasanya.
Kalau keyboard lain masih “ayo siapin obeng + nyari baut”, Lemokey P3 HE punya fitur quick-release toolless disassembly. Jadi kamu bisa bongkar keyboard lebih cepat tanpa harus jadi teknisi dadakan.
Buat pengguna yang suka:
- bersihin keyboard rutin
- ganti foam
- eksperimen mod
- cek daleman / maintenance
…fitur ini bakal kerasa worth it.
Dan kabarnya, fitur ini nggak ada di Keychron Q-series HE yang lebih baru. Jadi ini semacam “keunikan” khusus Lemokey.
Masih Pakai Switch Magnetic Gateron Nebula, Jadi Kompatibilitas Agak Terbatas
P3 HE adalah keyboard Hall Effect, artinya dia pakai magnetic switch yang bisa ngatur actuation point secara digital.
Tapi ada catatan penting:
P3 HE masih mengandalkan Gateron Double-Rail Magnetic Nebula switches.
Masalahnya, switch ini bikin kompatibilitas agak sempit. Jadi kamu nggak bisa bebas swap ke banyak HE switch lain.
Beda sama keyboard Keychron yang lebih baru seperti seri Q HE 8K, yang pakai north-pole HE switches—lebih fleksibel dan bisa lebih gampang kompatibel sama pilihan switch HE lain seperti:
- Gateron Jade Pro
- Wooting Lekker (varian tertentu)
Sedangkan P3 HE basically “main aman” di keluarga Gateron KS-37 magnetic switches.
Tapi ya… ada sisi positifnya juga: switch bawaan ini udah didesain buat stabilitas, dan “double-rail” biasanya lebih minim wobble dibanding switch magnetic generik.
Keycaps Cherry Profile PBT Double-Shot, Ada Versi Shine-Through dan Non Shine-Through
Biasanya Keychron suka pakai profil yang agak “unik” kayak KSA atau OSA. Tapi Lemokey P3 HE lebih mainstream dan gamer-friendly:
- Cherry profile
- double-shot PBT
- ada opsi shine-through buat RGB
Kalau kamu tipe yang nggak suka keycaps terang-terangan, tenang: tersedia juga opsi double-shot PBT tanpa shine-through legends, jadi tampilannya lebih subtle dan dewasa.
RGB North-Facing (Bukan South-Facing)
Buat keyboard ini, backlighting-nya north-facing. Ini penting karena shine-through keycaps “standar” biasanya memang lebih optimal kalau LED-nya north-facing, jadi hurufnya lebih jelas.
Nggak Ada Knob/Rotary Encoder, Karena Ini TKL dan Fokus Gaming
Kalau Lemokey P1 HE atau P2 HE punya layout lebih compact, P3 HE ini TKL, dan sayangnya:
- fokus ke layout kompetitif
- tapi nggak ada customizable rotary encoder
Jadi buat kamu yang berharap knob buat volume atau macro cepat, ini bukan target market-nya.
Koneksi Lengkap: Wired, 2.4 GHz, Bluetooth
Lemokey P3 HE bisa dipakai:
- USB-C wired
- wireless 2.4 GHz
- Bluetooth 5.2
Polling rate-nya:
- 1.000 Hz untuk wired dan 2.4 GHz
- 125 Hz untuk Bluetooth
Bluetooth juga bisa pairing hingga 4 device, jadi kalau kamu pakai laptop + tablet + PC, tinggal switch mode aja.

Karena Ini HE: Fiturnya Jelas “Esports Mode ON”
Namanya HE keyboard, jadi fitur software-nya juga lengkap lewat Lemokey Launcher. Kamu dapat:
- customizable actuation point
- SOCD
- Rapid Trigger
- DKS
- Analog input
- plus remapping dan macro
Buat gamer FPS kompetitif, ini tipe fitur yang bikin input jadi lebih responsif dan bisa diatur sesuai gaya main. Kalau kamu pernah ngiler sama Wooting-style experience, nah ini Lemokey lagi masuk jalur yang sama.
Harga $169.99: Ini yang Bikin Semua Orang Melirik
Bagian paling “menampar meja” dari Lemokey P3 HE adalah harganya.
Keyboard ini dijual $169.99, yang secara positioning jauh lebih murah dibanding Keychron HE setara, karena ada yang sampai $239.99.
Jadi kalau diterjemahkan ke dunia nyata:
P3 HE itu vibe-nya “gue mau rasa premium + fitur esports, tapi gue nggak mau bayar harga keyboard sultan.”
Kesimpulan: Lemokey P3 HE = Keyboard Gaming Buat yang Suka Kenceng, Tapi Juga Suka Rapi
Lemokey P3 HE bisa dibilang adalah keyboard yang ngeblend dua dunia:
- dunia gamer kompetitif (Rapid Trigger, SOCD, analog input)
- dunia keyboard enthusiast (aluminium case, foam lengkap, gasket mount, quick-release disassembly)
Minusnya? Paling cuma satu yang kerasa: switch compatibility masih terbatas karena pakai Gateron Nebula/KS-37 ecosystem.
Tapi kalau kamu nggak terlalu peduli soal swap switch dan lebih fokus ke pengalaman HE yang solid dengan harga lebih masuk akal…
Lemokey P3 HE ini kelihatannya bakal jadi salah satu “best value” di kelas HE TKL.
Related Articles

ROG Hone Control Ace L Vitality Edition: Mouse Pad FPS yang Dirancang Pro Player!
ASUS ROG ikut ngeramein COMPUTEX 2026 dengan gear yang keliatannya simpel, tapi penting banget buat pemain FPS: ROG Hone Control Ace L Vitality Editio...

MSI dan Gigabyte Pamer Monitor Mini-LED 5K 27 Inci
Di Computex, banyak orang lagi ribut soal monitor OLED generasi baru. Tapi diam-diam, kubu LCD juga lagi naik level dengan spek yang ga kalah barbar. ...

Thermalright Trofeo Vision 9.16: LCD Buat Bikin Build PC Makin Ganteng
Thermalright punya barang yang namanya Trofeo Vision 9.16 LCD, layar kecil buat dipasang di dalam PC sebagai display status sistem sekaligus...

Virtua Fighter Crossroads: Game Fighting Adventure dari Developernya Yakuza
Setelah lama cuma jadi bahan teaser dan potongan gameplay tanpa konteks, proyek Virtua Fighter baru dari RGG Studio akhirnya mulai jelas. Di Summer Ga...