
Kompilasi Review Crimson Desert: Hype Doang atau Emang Beneran Keren?
Game open-world ambisius dari Pearl Abyss, Crimson Desert, akhirnya rilis dan langsung meledak. Penjualannya udah tembus 3 juta copy, tapi pertanyaannya sekarang: beneran sebagus itu, atau cuma hype doang?
Review dari berbagai media mulai bermunculan, dan hasilnya… lumayan campur aduk.
Skor Umum: Lumayan Tinggi, Tapi Ga Sempurna
Secara keseluruhan, Crimson Desert dapet skor:
- 78 di Metacritic
- Berdasarkan 90+ review
Ini masuk kategori “bagus”, tapi belum level masterpiece.
Dunia Open-World Jadi Bintang Utama
Hampir semua reviewer sepakat soal satu hal:
dunia game ini gokil banget.
Beberapa poin yang sering dipuji:
- Dunia luas + detail tinggi
- Banyak aktivitas sampingan
- Eksplorasi terasa rewarding
- Visual next-gen yang bikin melongo
Satu hal yang jarang diperdebatkan: dunianya luar biasa.
Beberapa media bahkan langsung kasih pujian besar:
“the real deal” — Vice
“jaw-dropping sandbox world that you can easily get lost in for hours” — Vice
Terus dari GamingTrend:
“a once-in-a-generation action RPG that redefines the genre”
Dan dari GameSpot:
“a world worth getting lost in”
Intinya jelas: eksplorasi jadi nilai jual utama. Dunia Pywel terasa hidup, luas, dan penuh hal buat dikerjain.
Combat & Gameplay: Seru, Tapi Kadang Bikin Frustasi
Combat di Crimson Desert dapet banyak pujian:
- Animasi halus
- Banyak variasi serangan
- Boss fight terasa intens
Tapi ga semuanya mulus. Beberapa masalah yang sering muncul:
- Difficulty spike tiba-tiba
- Boss terlalu agresif
- Sistem combat kadang terasa ribet
Jadi walau seru, ada momen yang bisa bikin kesel juga.
DualShockers bilang:
“an absolute marvel and one of the best open-world games on the market”
Destructoid juga cukup positif:
“nothing can shake up the firm foundations of this incredible title”
Tapi ga semua mulus. Beberapa kritik juga cukup tajam:
“bosses felt too aggressive” — DualShockers
“difficulty spike” — Vice
Jadi walau combat-nya satisfying, balancing masih agak naik turun.
Cerita? Nah Ini yang Banyak Dikritik
Kalau soal story… ini titik lemah yang cukup konsisten disebut reviewer.
Keluhan yang sering muncul:
- Cerita terasa biasa aja
- Kurang memorable
- Karakter kurang kuat
GamesRadar+ bilang:
“far better as a sandbox than as a story”
Bahkan lebih pedes lagi dari InsiderGaming:
“weighed down by a weak narrative”
Dan dari Eurogamer:
“lacks a certain distinctiveness”
Banyak yang ngerasa story-nya kurang nendang. Jadi kalau lo cari cerita deep kayak RPG klasik, ini mungkin kurang memuaskan.
Masalah Teknis & Quality of Life
Waktu review awal, cukup banyak issue teknis:
- Bug di quest
- Crash
- Inventory ribet
- UI kurang nyaman
Beberapa reviewer bahkan ngalamin progress hilang gara-gara bug. Ini jelas bikin pengalaman jadi turun drastis.
Tapi kabar baiknya, developer cukup gercep.
IGN bilang:
“incredibly cool and gobsmackingly infuriating in almost equal measure”
Game Informer juga nyentil:
“has something special buried beneath its surface”
Masalah yang sering disebut:
- Bug quest
- Crash
- Inventory ribet
- Progress bisa hilang
Tapi kabar baiknya, update setelah rilis cukup ngebantu. Banyak issue udah diperbaiki, walau belum 100% bersih.

Update Setelah Rilis: Banyak Perbaikan
Setelah launch, Pearl Abyss langsung ngerilis beberapa update penting:
- Fix bug quest besar
- Perbaikan crash
- Balancing boss
- Perbaikan sistem inventory
- Adjustment kontrol
Review Lain yang Perlu Disorot
Beberapa komentar tambahan dari media:
Forbes:
“the size of the map will no doubt overwhelm some”
PC Gamer:
“a fascinating journey, even when the destination isn't all that”
GameSpot:
“Quest design feels like merely following a checklist”
Jadi selain story, quest design juga kadang terasa repetitif.
Ringkasan Review: Pro & Kontra
Yang Bikin Nagih
- Dunia open-world super luas & hidup
- Visual keren banget
- Banyak aktivitas & konten
- Eksplorasi seru
- Combat satisfying (di saat tertentu)
Yang Masih Jadi PR
- Cerita kurang kuat
- Bug & technical issue (terutama awal rilis)
- Inventory & UI ribet
- Difficulty kadang ga konsisten
Jadi, Worth It Ga?
Jawabannya: tergantung tipe gamer lo.
Ambil kalau:
- Suka eksplorasi open-world gede
- Doyan game dengan banyak konten
- Ga terlalu peduli story
Skip dulu kalau:
- Cari cerita kuat & emosional
- Ga sabar sama bug atau sistem ribet
Kesimpulan
Crimson Desert itu game yang ambisinya gede banget. Kadang berhasil bikin kagum, kadang juga bikin frustrasi.
Ini bukan game sempurna, tapi jelas punya keistimewaan.
Kalau lo suka dunia luas buat dijelajahi dan ga masalah sama sedikit chaos, game ini bisa jadi pengalaman yang susah dilupain.
Singkatnya:
bukan sekadar hype, tapi juga belum jadi “raja” open-world sepenuhnya.
Related Articles

ROG Hone Control Ace L Vitality Edition: Mouse Pad FPS yang Dirancang Pro Player!
ASUS ROG ikut ngeramein COMPUTEX 2026 dengan gear yang keliatannya simpel, tapi penting banget buat pemain FPS: ROG Hone Control Ace L Vitality Editio...

MSI dan Gigabyte Pamer Monitor Mini-LED 5K 27 Inci
Di Computex, banyak orang lagi ribut soal monitor OLED generasi baru. Tapi diam-diam, kubu LCD juga lagi naik level dengan spek yang ga kalah barbar. ...

Thermalright Trofeo Vision 9.16: LCD Buat Bikin Build PC Makin Ganteng
Thermalright punya barang yang namanya Trofeo Vision 9.16 LCD, layar kecil buat dipasang di dalam PC sebagai display status sistem sekaligus...

Virtua Fighter Crossroads: Game Fighting Adventure dari Developernya Yakuza
Setelah lama cuma jadi bahan teaser dan potongan gameplay tanpa konteks, proyek Virtua Fighter baru dari RGG Studio akhirnya mulai jelas. Di Summer Ga...