
Lamzu Orcus: Mouse 38g buat Finger Grip yang Liar!
Lamzu balik lagi dengan mouse gaming baru yang bentuknya cukup unik. Namanya Lamzu Orcus, mouse ultra-ringan dengan bobot cuma 38 gram dan desain khusus buat pengguna finger-grip.
Buat yang suka main FPS kompetitif, mouse sekecil dan seringan ini jelas menarik. Soalnya di game cepat kayak Valorant, CS2, Apex Legends, atau Overwatch, gerakan kecil yang presisi bisa jadi pembeda antara clutch keren dan malah kena one tap duluan.
Bobot 38 Gram, Ukuran Mungil Buat Kontrol Cepat
Lamzu Orcus punya ukuran 92 x 56 x 35 mm dengan bobot sekitar 38±2 gram. Ini jelas masuk kategori super ringan, bahkan buat standar mouse gaming modern.
Desainnya memang dibuat buat pemain yang lebih suka finger-grip, bukan palm grip penuh. Jadi tangan lebih banyak ngontrol mouse lewat jari, bukan seluruh telapak.
Bentuknya juga dibuat cukup agresif:
- Waist atau bagian tengah dibuat ramping
- Bagian belakang rendah
- Tombol utama dibuat lebih tinggi
- Bodinya compact buat gerakan cepat
Dengan kombinasi ini, Orcus keliatan cocok buat gamer yang suka flick cepat, micro-adjustment, dan kontrol aim yang lincah.

Tombol Lebih Luas, Lebih Enak Buat Spam Klik
Salah satu klaim menarik dari Lamzu adalah area tombol utama Orcus dibuat sekitar 25% lebih besar dibanding desain finger-grip sejenis.
Ini cukup penting karena mouse kecil kadang punya tombol yang terasa sempit. Buat pemain kompetitif, tombol yang lebih luas bisa bikin klik terasa lebih aman, terutama saat lagi panik duel jarak dekat.
Lamzu juga memasang metal nameplate di tombol utama, jadi secara tampilan mouse ini punya kesan premium dan beda dari mouse ringan biasa.
Shell Transparan Frosted dengan Tengkorak 3D
Secara visual, Orcus bukan tipe mouse yang main aman. Mouse ini memakai frosted transparent shell, jadi bagian dalam dan detail desainnya masih bisa kelihatan samar.
Lebih gila lagi, ada relief tengkorak 3D yang terlihat dari bagian bawah shell transparan. Detail kayak gini bikin Orcus punya aura edgy, cocok buat gamer yang suka periferal dengan desain agak “gelap” tapi tetap clean.
Pilihan warnanya juga cukup nyentrik, yaitu lavender dan orange. Jadi bukan cuma hitam-putih standar kayak banyak mouse gaming lain.
Sensor PixArt PAW Next I dengan DPI Super Tinggi
Untuk tracking, Lamzu Orcus dibekali PixArt PAW Next I. Sensor ini mendukung:
- Hingga 50.000 DPI
- Kecepatan tracking 880 IPS
- Akselerasi 80G
Angka-angka ini memang terdengar overkill buat kebanyakan gamer, karena jarang ada orang main di DPI setinggi itu. Tapi buat mouse kompetitif, spesifikasi tinggi biasanya jadi tanda bahwa sensornya punya ruang performa besar buat gerakan cepat dan presisi.
Intinya, Orcus bukan cuma ringan, tapi juga dibekali hardware serius buat skenario gaming kompetitif.

Polling Rate 8KHz Pakai Nordic nRF54H20
Lamzu juga memasang SoC Nordic nRF54H20 di mouse dan USB receiver. Chip ini dipakai buat menangani polling rate sampai 8KHz.
Polling rate sendiri adalah seberapa sering mouse ngirim data posisi ke PC. Semakin tinggi angkanya, semakin sering posisi mouse diperbarui. Di atas kertas, ini bisa bikin gerakan kursor terasa lebih responsif dan halus, terutama di monitor refresh rate tinggi.
Buat gamer kasual, bedanya mungkin ga selalu kerasa dramatis. Tapi buat pemain kompetitif yang sensitif sama latency, fitur 8KHz tetap jadi nilai jual yang kuat.
Klik Super Cepat dengan Optical Switch
Orcus juga memakai optical switch yang sudah di-tuning. Lamzu mengklaim latensi kliknya cuma 0,176 ms.
Optical switch punya cara kerja berbasis cahaya, bukan kontak logam tradisional. Keuntungannya, input bisa terbaca sangat cepat dan lebih tahan terhadap masalah double-click mekanis yang sering bikin kacau di layar.
Buat game kompetitif, klik yang responsif jelas jadi bonus penting.
Bisa Wireless atau Kabel
Untuk koneksi, Lamzu Orcus bisa dipakai lewat wireless dongle atau kabel. Jadi pengguna punya fleksibilitas sesuai kebutuhan.
Kalo mau setup meja clean dan gerakan bebas, tinggal pake wireless. Kalo lagi butuh koneksi kabel atau sambil isi daya, mode wired bisa jadi pilihan.
Bagian luar shell juga dilapisi nano coating anti-slip dan tahan keringat. Ini penting banget buat mouse ringan, karena grip yang licin bisa bikin aim berantakan, apalagi saat sesi ranked yang bikin telapak tangan mulai panas.

Harga di China
Lamzu Orcus sudah tersedia di China dengan harga 849 yuan, atau sekitar Rp2,2 juta.
Dengan harga segitu, Orcus jelas bukan mouse murah. Tapi targetnya memang bukan gamer casual biasa. Mouse ini lebih mengarah ke pemain kompetitif yang pengen mouse super ringan, compact, unik, dan punya spesifikasi kelas atas.
Related Articles

Epomaker GX1: Headset Gaming Open-Back Wireless Pertama dari Epomaker
Epomaker biasanya lebih dikenal di dunia keyboard mekanik, tapi sekarang mereka mulai nyemplung ke dunia audio. Produk pertamanya adalah Epomaker GX1,...

FiiO SnowSky FH3 LUMI: IEM Hybrid Buat yang Kangen Suara CD dan Kaset
FiiO balik lagi nambah amunisi baru lewat sub-brand SnowSky. Kali ini mereka memperkenalkan FiiO SnowSky FH3 LUMI, IEM hybrid terbaru yang bisa dibila...

AOC CQ32G4ZA: Monitor Gaming Curved yang Bisa Ganti 3 Mode
AOC kayaknya ngeliat monitor dual-mode sambil ngomong, “kurang banyak.”Brand ini memperkenalkan AOC GAMING CQ32G4ZA, monitor gaming curved 31,5 inci y...

Corsair Rilis Skiff 100 dan Harpoon v2 Wireless: Murah Meriah dan Bisa Buat Kerja?
Corsair resmi memperluas lineup gaming harian mereka lewat tiga perangkat baru: Skiff 100 PLUS Gaming Keyboard, Skiff 100 Gaming Keyboard, dan Harpoon...