Liberty Walk x Original Konbini OK-1, Keyboard JDM dengan Bodi Aluminium dan VIA

Liberty Walk x Original Konbini OK-1, Keyboard JDM dengan Bodi Aluminium dan VIA

Kolaborasi antara brand otomotif dengan peripheral gaming sebenarnya bukan hal baru. Namun, Liberty Walk x Original Konbini OK-1 punya pendekatan yang sedikit berbeda.

Alih-alih hanya mengambil keyboard yang sudah ada lalu menempelkan logo Liberty Walk, OK-1 memang dirancang sejak awal sebagai keyboard yang membawa kultur otomotif Jepang ke atas meja.

Mulai dari desain yang terinspirasi mobil Liberty Walk, bodi aluminium, layout compact, keycaps khusus, hingga dukungan QMK/VIA, keyboard ini punya karakter yang cukup berbeda dibanding keyboard gaming pada umumnya.

Di Good Gaming Shop, Liberty Walk x Original Konbini OK-1 saat ini tersedia dengan harga promo Rp1.499.000, dari harga normal Rp1.999.000.

Lalu, sebenarnya seperti apa keyboard ini?

Kolaborasi Liberty Walk dan Original Konbini

OK-1 merupakan keyboard hasil kolaborasi antara Liberty Walk (LBWK) dan Original Konbini.

Liberty Walk sendiri dikenal luas di dunia otomotif berkat modifikasi widebody ekstrem pada berbagai mobil, mulai dari Nissan GT-R, Lamborghini, hingga Ferrari.

Sementara Original Konbini membawa identitas tersebut ke dunia mechanical keyboard.

Versi pertama OK-1 bahkan mengambil inspirasi langsung dari salah satu mobil Liberty Walk yang cukup ikonik, yaitu Ferrari F40 widebody mereka.

Karena itu, elemen desainnya tidak berhenti di logo LBWK saja.

Keyboard ini menggunakan kombinasi warna dan grafis yang mengingatkan pada mobil Liberty Walk, lengkap dengan berbagai elemen Jepang, branding “Slammed”, serta desain keycap yang memang dibuat khusus untuk kolaborasi ini.

Original Konbini bahkan menyebut OK-1 sebagai “JDM mechanical keyboard”, karena konsepnya memang ingin membawa car culture Jepang dari jalanan ke setup desktop.

Bodi Aluminium dengan Bobot 850 Gram

Salah satu bagian paling menarik dari OK-1 ada pada konstruksinya.

Keyboard ini menggunakan CNC-machined aluminium case, bukan bodi plastik seperti yang umum ditemukan pada keyboard gaming mainstream.

Dimensinya sekitar:

  • 323 mm × 131 mm × 25 mm
  • Bobot sekitar 850 gram

Ukuran tersebut membuat OK-1 tetap compact, tetapi bobotnya terasa cukup solid untuk keyboard low-profile.

Di bagian internal, Original Konbini menggunakan polycarbonate plate.

Material ini biasanya memiliki karakter yang lebih fleksibel dibanding aluminium plate dan sering digunakan pada custom mechanical keyboard untuk mendapatkan feel mengetik serta karakter suara yang lebih lembut.

Original Konbini sendiri menyebut OK-1 telah mendapatkan tuning pada sisi acoustic untuk menghasilkan suara yang lebih dalam dan satisfying.

Layout Compact dengan Function Row dan Arrow Key

Secara ukuran, OK-1 bisa dianggap berada di kelas keyboard compact 75%, meskipun layout-nya tidak sepenuhnya mengikuti standar 75% tradisional.

Keyboard ini masih menyediakan:

  • Number row
  • F1 sampai F12
  • Dedicated arrow keys
  • Beberapa tombol navigasi

Namun, area navigasinya dibuat lebih ringkas sehingga ukuran keseluruhan keyboard tetap kecil.

Layout seperti ini cukup menarik untuk gamer yang ingin menghemat ruang mouse tanpa harus kehilangan function row seperti pada keyboard 60% atau 65%.

Terutama untuk game atau aplikasi yang masih sering menggunakan F1-F12, keberadaan function row bisa jauh lebih praktis.

Menggunakan Low-Profile Mechanical Switch

OK-1 menggunakan low-profile mechanical switch dari Kailh.

Switch yang digunakan dipasang secara soldered ke PCB, sehingga keyboard ini tidak hot-swappable.

Artinya, switch tidak bisa langsung dicabut menggunakan switch puller seperti pada keyboard hot-swap.

Secara teknis switch masih dapat diganti, tetapi pengguna harus melakukan proses desoldering dan soldering pada PCB.

Ini menjadi salah satu kekurangan OK-1 jika dibandingkan banyak mechanical keyboard modern yang sekarang sudah menggunakan hot-swap socket.

Namun, penggunaan low-profile switch membuat bodi keyboard bisa dibuat jauh lebih tipis. Tinggi keseluruhannya hanya sekitar 25 mm, sehingga posisi mengetik terasa lebih rendah dibanding mechanical keyboard full-height.

PBT Keycaps dengan Desain Khusus Liberty Walk

Keycaps menjadi salah satu bagian yang paling menonjol secara visual.

OK-1 menggunakan PBT keycaps edisi khusus Liberty Walk, lengkap dengan berbagai elemen desain bertema otomotif Jepang.

Beberapa detailnya antara lain branding Liberty Walk, elemen bendera Jepang, grafis khas LBWK, serta tombol Spacebar dengan tulisan “Slammed”.

Karena menggunakan PBT, material keycap juga lebih tahan terhadap efek mengilap akibat pemakaian dibanding ABS keycap yang banyak ditemukan pada keyboard gaming.

Per-key RGB juga tersedia untuk memberikan pencahayaan pada setiap tombol.

Meski demikian, desain utama OK-1 tetap lebih menonjolkan keycaps dan visual Liberty Walk daripada menjadikan RGB sebagai pusat tampilannya.

Mendukung QMK dan VIA

Untuk urusan customization, OK-1 sudah mendukung QMK dan VIA.

Ini menjadi nilai tambah penting karena pengguna tidak harus bergantung pada software proprietary dari produsennya.

Melalui VIA, pengguna dapat melakukan berbagai konfigurasi seperti:

  • Mengubah fungsi tombol
  • Melakukan remapping
  • Membuat macro
  • Mengatur beberapa layer keyboard

OK-1 juga sudah masuk ke daftar keyboard yang didukung oleh VIA.

Untuk keyboard yang diproduksi dalam jumlah relatif terbatas, dukungan terhadap platform open-source seperti QMK dan VIA cukup penting karena membuat keyboard tetap dapat dikonfigurasi tanpa harus khawatir software khususnya dihentikan beberapa tahun kemudian.

Wired USB-C Tanpa Wireless

Untuk konektivitas, OK-1 hanya menyediakan USB-C wired.

Tidak ada Bluetooth maupun koneksi wireless 2.4 GHz.

Bagi gamer desktop, koneksi kabel sebenarnya bukan masalah besar karena memberikan koneksi yang konsisten tanpa harus memikirkan baterai.

Namun, pengguna yang terbiasa menggunakan keyboard wireless atau sering berpindah perangkat perlu mempertimbangkan hal ini.

Bukan Keyboard Gaming Kompetitif dengan Magnetic Switch

Meski tampilannya sangat cocok untuk gaming setup, OK-1 sebenarnya lebih tepat dikategorikan sebagai enthusiast mechanical keyboard daripada competitive gaming keyboard.

Keyboard ini tidak menggunakan magnetic Hall Effect switch yang sekarang banyak ditemukan pada keyboard gaming modern.

Karena itu, fitur seperti:

  • Rapid Trigger
  • Adjustable actuation
  • Dynamic keystroke
  • Magnetic switch customization

tidak tersedia.

Fokus OK-1 lebih banyak berada pada build quality, typing experience, desain, customization melalui VIA, dan collectible value.

Jadi kalau tujuan utama kamu adalah mencari keyboard khusus competitive FPS dengan Rapid Trigger, ada keyboard lain yang lebih sesuai.

Namun, kalau kamu mencari mechanical keyboard dengan desain unik dan konstruksi premium, OK-1 menawarkan sesuatu yang jauh berbeda.

Dibuat Sebagai Barang Koleksi

Aspek collectible memang menjadi bagian besar dari identitas OK-1.

White Edition pertama diproduksi hanya sebanyak 500 unit di seluruh dunia.

Setiap unit mendapatkan nomor produksi yang diukir pada bodinya serta authentication card.

Original Konbini kemudian juga menghadirkan beberapa varian lain, termasuk Samurai Blue dan New York Black, yang kembali diproduksi secara terbatas.

Konsep limited production tersebut membuat OK-1 tidak diposisikan seperti keyboard gaming reguler yang akan terus diproduksi selama masih laku.

Original Konbini bahkan secara eksplisit menyebut beberapa produksinya tidak akan mendapatkan restock setelah seluruh unit terjual.

Car Culture yang Dibawa ke Gaming Setup

Mungkin bagian paling menarik dari Liberty Walk x Original Konbini OK-1 bukan spesifikasinya.

Mechanical keyboard dengan aluminium case, PBT keycaps, RGB, dan VIA sebenarnya sudah cukup banyak tersedia.

Yang membuat OK-1 berbeda adalah bagaimana semua elemen tersebut dikombinasikan dengan identitas Liberty Walk.

Mechanical keyboard dan car culture sendiri sebenarnya memiliki cukup banyak kesamaan.

Keduanya punya komunitas yang sangat dekat dengan konsep customization. Pemilik mobil mengganti velg, suspension, exhaust, bodykit, dan berbagai komponen lainnya sesuai selera.

Pengguna mechanical keyboard melakukan hal yang serupa dengan switch, keycaps, plate, stabilizer, foam, hingga case.

Karena itu, kolaborasi Liberty Walk dengan mechanical keyboard terasa cukup natural dibanding sekadar memasukkan logo sebuah brand mobil ke peripheral gaming.

Harga Liberty Walk x Original Konbini OK-1

Di Good Gaming Shop, Liberty Walk x Original Konbini OK-1 memiliki harga normal Rp1.999.000. Saat artikel ini dibuat, keyboard tersebut sedang mendapatkan harga promo menjadi: Rp1.499.000.

Pada rentang harga tersebut, OK-1 memang bukan keyboard yang mengejar spesifikasi gaming tertinggi.

Tidak ada magnetic switch atau Rapid Trigger, dan switch-nya juga belum hot-swappable.

Sebaliknya, daya tarik utamanya terletak pada kombinasi aluminium case, low-profile mechanical switch, PBT keycaps, QMK/VIA, desain Liberty Walk, serta statusnya sebagai produk kolaborasi terbatas.

Buat pengguna yang hanya mencari keyboard untuk competitive gaming, masih ada banyak pilihan lain.

Namun untuk gamer yang juga menyukai JDM, modifikasi mobil, mechanical keyboard, atau collectible peripheral, Liberty Walk x Original Konbini OK-1 menawarkan karakter yang cukup sulit ditemukan pada keyboard lain.

September 7, 2026
Share on:

Related Articles

DLSS 5 Review: Visual Lebih Realistis, Tapi Performa Turun Drastis

DLSS 5 Review: Visual Lebih Realistis, Tapi Performa Turun Drastis

DLSS selama ini identik dengan satu hal: performa. Entah lewat Super Resolution, Frame Generation, atau Multi Frame Generation, teknologi DLSS biasany...

September 6, 2026
Apa Itu TTK di Game Shooter? Kenapa Ada Game yang Musuhnya Cepat Mati dan Ada yang Tebal Banget?

Apa Itu TTK di Game Shooter? Kenapa Ada Game yang Musuhnya Cepat Mati dan Ada yang Tebal Banget?

Kalau sering main game shooter, kamu pasti pernah ngerasain dua pengalaman ekstrem ini.Di satu game, baru nongol sedikit dari tembok langsung kena hea...

September 4, 2026
The Blood of Dawnwalker Review: RPG Vampir Mirip The Witcher 3

The Blood of Dawnwalker Review: RPG Vampir Mirip The Witcher 3

The Blood of Dawnwalker langsung menarik perhatian sejak pertama kali diumumkan. Alasannya simpel: game ini datang dari Rebel Wolves, studio baru yang...

September 3, 2026
Tanggal Rilis DLSS 5 dan Game Pertama yang Resmi Di-support

Tanggal Rilis DLSS 5 dan Game Pertama yang Resmi Di-support

NVIDIA akhirnya memastikan jadwal debut DLSS 5. Teknologi upscaling dan neural rendering terbaru ini akan hadir pertama kali di NBA 2K27, sekaligus ja...

September 2, 2026