
Logitech G Pro X2 Superstrike: Mouse Gaming Tapi Ga Pake Switch Klik
Pertama kali dikenalin di event Logitech G Play 2025 di September 2025, sekarang Logitech G Pro X2 Superstrike udah resmi dijual dengan harga $179.99.
Dan ini bukan refresh biasa. Ini mouse pertama Logitech yang pakai teknologi baru bernama Superstrike, alias sistem klik tanpa kontak fisik. Iya, beneran. Mouse ini ga pake microswitch mekanikal.
Dari Microswitch ke HITS
Selama puluhan tahun, hampir semua mouse gaming pakai mechanical microswitch. Klik berarti ada dua komponen logam yang bersentuhan.
Tapi Logitech bikin terobosan yang jenius. Mereka memperkenalkan HITS (Haptic Inductive Trigger System).
Cara kerjanya:
- Sistem induksi elektromagnetik (kumparan + magnet) mendeteksi tekanan
- Tidak ada kontak fisik
- Haptic actuator mensimulasikan sensasi klik di jari
Secara konsep, ini mirip dengan:
- Keyboard Hall Effect (yang bisa atur actuation)
- Trackpad MacBook dengan Force Touch (kliknya sebenarnya haptic)
Jadi klik yang kamu rasakan itu bukan klik mekanikal sungguhan. Itu simulasi.
Dan yang bikin menarik: kamu bisa atur semuanya.
Actuation Bisa Disetel, Seperti Keyboard Hall Effect
Karena tidak ada kontak mekanis, kamu bisa pilih:
- 10 level actuation depth
- 5 rapid-trigger reset points
Fitur ini mungkin mustahil di mouse konvensional.
Biasanya kalau beli mouse:
- Klik terlalu keras? Terima nasib.
- Terlalu ringan? Ya sudah.
- Travel terlalu dalam? Adaptasi atau jual lagi.
Di Superstrike? Kamu tinggal atur.
Mau klik dangkal untuk FPS?
Mau lebih dalam supaya nggak misclick saat kerja?
Tinggal bikin profil.
Ini personalisasi tingkat Goldilocks: “yang pas banget.”
Haptic Feedback: Gimmick atau Legit?
Tanpa switch mekanikal, tentu tidak ada “klik asli”.
Logitech menambahkan 6 level intensitas haptic yang bisa diatur di Logitech G HUB.
Dan ini bukan getaran HP murahan.
Di level tinggi:
- Rasanya chunky
- Ada sensasi mekanikal
- Tactile dan satisfying
Di level rendah:
- Crisp
- Lebih halus
- Lebih tenang buat kerja
Yang mengejutkan, feel-nya tetap meyakinkan.
Kita ngomongin ilusi klik yang berhasil.
Durabilitas Tingkat Dewa?
Satu hal lagi yang ga kalah istimewa dari teknologi ini adalah, harusnya, ‘klik’ mouse-nya bisa bertahan sampai selama-lamanya, sampai dunia kiamat. Soalnya, mouse ini ga punya bagian mekanikal, logam ketemu logam, atau lempengan besi tipis yang ditoyor-toyor ratusan kali setiap jam.
Jadi, masalah dobel klik dan masalah-masalah mouse klik biasanya, teorinya, ga akan mungkin lagi muncul di mouse yang satu ini.
Soal Latency, Logitech Klaim Lebih Cepat
Logitech mengklaim HITS bisa mengurangi latency hingga 30 ms dibanding mechanical switch. Secara teori? Ya, masuk akal karena tidak ada delay dari kontak fisik.
Prakteknya? Kalau kamu main Apex atau Valorant, mungkin kamu tidak langsung merasa “wah ini 30 ms lebih cepat”. Keunggulan terbesar bukan di kecepatan mentah. Tapi di kontrol dan konsistensi feel.
Spesifikasi: Tetap Pro, Tetap Serius
Tenang, ini bukan eksperimen aneh yang mengorbankan performa.
Superstrike masih pakai:
- Hero 2 sensor
- DPI 100–44.000
- 888 IPS tracking
- 88G acceleration
Polling rate sampai 8.000 Hz via Lightspeed. Battery life sampai 90 jam (hanya 5% lebih rendah dari Superlight 2). Charging via USB-C atau Powerplay.
Dimensi? Sama dengan Pro X Superlight 2. Berat? Cuma naik sekitar 2%. Artinya, secara fisik ini tetap mouse esports-grade.
Jadi Ini Upgrade atau Revolusi?
Kalau dilihat sepintas, mungkin terdengar seperti variasi teknologi saja. Tapi sebenarnya ini langkah besar.
Selama bertahun-tahun, mouse gaming hanya berkembang di:
- DPI makin tinggi
- Polling rate makin besar
- Berat makin ringan
- Feet makin licin
Semua incremental dan mungkin banyak yang ga lagi relevan. Siapa gamer yang setting mouse-nya di 20ribu DPI?
Superstrike menyentuh jantung mouse: klik. Dan klik adalah 90% pengalaman pakai mouse.
Sekarang Kita Bicara Soal Harga
MSRP: $179.99.
Sekitar 13% lebih mahal dari Pro X Superlight 2.
Masalahnya? Superlight 2 sering diskon sampai $114.99, bahkan pernah turun ke $99.99.
Jadi kalau kamu bandingkan dengan harga diskon itu, premium-nya terasa jauh lebih besar.
Ini bukan upgrade murah. Ini upgrade buat orang yang benar-benar peduli sama detail kecil.

Siapa yang Cocok Pakai Ini?
Superstrike cocok buat:
- Gamer kompetitif yang sensitif sama click feel
- Enthusiast yang suka tweaking
- Perfeksionis yang ingin profil berbeda untuk tiap game
- Orang yang muak dengan microswitch double-click issue
Kalau kamu tipe yang tidak pernah peduli feel klik?
Superlight 2 sudah lebih dari cukup.
Tapi kalau kamu pernah beli mouse, lalu bilang:
“Enak sih… tapi kliknya kurang pas.”
Nah.
Logitech sepertinya bikin mouse khusus untuk orang seperti itu.
Penutup: Masa Depan atau Eksperimen Mahal?
Logitech G Pro X2 Superstrike adalah salah satu inovasi paling berani di dunia mouse gaming dalam beberapa tahun terakhir.
Apakah semua orang butuh ini? Tidak. Apakah ini membuka arah baru industri? Mungkin banget.
Sekarang tinggal satu harapan: Semoga teknologi klik elektromagnetik ini turun ke model yang lebih terjangkau.
Karena kalau teknologi ini matang dan menyebar, kita mungkin akan ngeliat semua mouse bisa punya setting klik yang bisa dikustom atau malah mouse tapi ‘rapid trigger’…
Tapi, di sisi lain, Logitech patenin mekanisme ini. Berarti, produsen lain harus bisa punya metode lain tapi buat tujuan yang sama. Jadi, kira-kira gimana ya?
Related Articles

ROG Hone Control Ace L Vitality Edition: Mouse Pad FPS yang Dirancang Pro Player!
ASUS ROG ikut ngeramein COMPUTEX 2026 dengan gear yang keliatannya simpel, tapi penting banget buat pemain FPS: ROG Hone Control Ace L Vitality Editio...

MSI dan Gigabyte Pamer Monitor Mini-LED 5K 27 Inci
Di Computex, banyak orang lagi ribut soal monitor OLED generasi baru. Tapi diam-diam, kubu LCD juga lagi naik level dengan spek yang ga kalah barbar. ...

Thermalright Trofeo Vision 9.16: LCD Buat Bikin Build PC Makin Ganteng
Thermalright punya barang yang namanya Trofeo Vision 9.16 LCD, layar kecil buat dipasang di dalam PC sebagai display status sistem sekaligus...

Virtua Fighter Crossroads: Game Fighting Adventure dari Developernya Yakuza
Setelah lama cuma jadi bahan teaser dan potongan gameplay tanpa konteks, proyek Virtua Fighter baru dari RGG Studio akhirnya mulai jelas. Di Summer Ga...