Logitech G Pro X2 Superstrike: Mouse Gaming Tapi Ga Pake Switch Klik

Logitech G Pro X2 Superstrike: Mouse Gaming Tapi Ga Pake Switch Klik

4 min read 287 views

Pertama kali dikenalin di event Logitech G Play 2025 di September 2025, sekarang Logitech G Pro X2 Superstrike udah resmi dijual dengan harga $179.99.

Dan ini bukan refresh biasa. Ini mouse pertama Logitech yang pakai teknologi baru bernama Superstrike, alias sistem klik tanpa kontak fisik. Iya, beneran. Mouse ini ga pake microswitch mekanikal.

Dari Microswitch ke HITS

Selama puluhan tahun, hampir semua mouse gaming pakai mechanical microswitch. Klik berarti ada dua komponen logam yang bersentuhan.

Tapi Logitech bikin terobosan yang jenius. Mereka memperkenalkan HITS (Haptic Inductive Trigger System).

Cara kerjanya:

  • Sistem induksi elektromagnetik (kumparan + magnet) mendeteksi tekanan
  • Tidak ada kontak fisik
  • Haptic actuator mensimulasikan sensasi klik di jari

Secara konsep, ini mirip dengan:

  • Keyboard Hall Effect (yang bisa atur actuation)
  • Trackpad MacBook dengan Force Touch (kliknya sebenarnya haptic)

Jadi klik yang kamu rasakan itu bukan klik mekanikal sungguhan. Itu simulasi.

Dan yang bikin menarik: kamu bisa atur semuanya.

Actuation Bisa Disetel, Seperti Keyboard Hall Effect

Karena tidak ada kontak mekanis, kamu bisa pilih:

  • 10 level actuation depth
  • 5 rapid-trigger reset points

Fitur ini mungkin mustahil di mouse konvensional.

Biasanya kalau beli mouse:

  • Klik terlalu keras? Terima nasib.
  • Terlalu ringan? Ya sudah.
  • Travel terlalu dalam? Adaptasi atau jual lagi.

Di Superstrike? Kamu tinggal atur.

Mau klik dangkal untuk FPS?
Mau lebih dalam supaya nggak misclick saat kerja?
Tinggal bikin profil.

Ini personalisasi tingkat Goldilocks: “yang pas banget.”

Haptic Feedback: Gimmick atau Legit?

Tanpa switch mekanikal, tentu tidak ada “klik asli”.

Logitech menambahkan 6 level intensitas haptic yang bisa diatur di Logitech G HUB.

Dan ini bukan getaran HP murahan.

Di level tinggi:

  • Rasanya chunky
  • Ada sensasi mekanikal
  • Tactile dan satisfying

Di level rendah:

  • Crisp
  • Lebih halus
  • Lebih tenang buat kerja

Yang mengejutkan, feel-nya tetap meyakinkan.

Kita ngomongin ilusi klik yang berhasil.

Durabilitas Tingkat Dewa?

Satu hal lagi yang ga kalah istimewa dari teknologi ini adalah, harusnya, ‘klik’ mouse-nya bisa bertahan sampai selama-lamanya, sampai dunia kiamat. Soalnya, mouse ini ga punya bagian mekanikal, logam ketemu logam, atau lempengan besi tipis yang ditoyor-toyor ratusan kali setiap jam. 

Jadi, masalah dobel klik dan masalah-masalah mouse klik biasanya, teorinya, ga akan mungkin lagi muncul di mouse yang satu ini.

Soal Latency, Logitech Klaim Lebih Cepat

Logitech mengklaim HITS bisa mengurangi latency hingga 30 ms dibanding mechanical switch. Secara teori? Ya, masuk akal karena tidak ada delay dari kontak fisik.

Prakteknya? Kalau kamu main Apex atau Valorant, mungkin kamu tidak langsung merasa “wah ini 30 ms lebih cepat”. Keunggulan terbesar bukan di kecepatan mentah. Tapi di kontrol dan konsistensi feel.

Spesifikasi: Tetap Pro, Tetap Serius

Tenang, ini bukan eksperimen aneh yang mengorbankan performa.

Superstrike masih pakai:

  • Hero 2 sensor
  • DPI 100–44.000
  • 888 IPS tracking
  • 88G acceleration

Polling rate sampai 8.000 Hz via Lightspeed. Battery life sampai 90 jam (hanya 5% lebih rendah dari Superlight 2). Charging via USB-C atau Powerplay.

Dimensi? Sama dengan Pro X Superlight 2. Berat? Cuma naik sekitar 2%. Artinya, secara fisik ini tetap mouse esports-grade.

Jadi Ini Upgrade atau Revolusi?

Kalau dilihat sepintas, mungkin terdengar seperti variasi teknologi saja. Tapi sebenarnya ini langkah besar.

Selama bertahun-tahun, mouse gaming hanya berkembang di:

  • DPI makin tinggi
  • Polling rate makin besar
  • Berat makin ringan
  • Feet makin licin

Semua incremental dan mungkin banyak yang ga lagi relevan. Siapa gamer yang setting mouse-nya di 20ribu DPI? 

Superstrike menyentuh jantung mouse: klik. Dan klik adalah 90% pengalaman pakai mouse.

Sekarang Kita Bicara Soal Harga

MSRP: $179.99.
Sekitar 13% lebih mahal dari Pro X Superlight 2.

Masalahnya? Superlight 2 sering diskon sampai $114.99, bahkan pernah turun ke $99.99.

Jadi kalau kamu bandingkan dengan harga diskon itu, premium-nya terasa jauh lebih besar.

Ini bukan upgrade murah. Ini upgrade buat orang yang benar-benar peduli sama detail kecil.

Siapa yang Cocok Pakai Ini?

Superstrike cocok buat:

  • Gamer kompetitif yang sensitif sama click feel
  • Enthusiast yang suka tweaking
  • Perfeksionis yang ingin profil berbeda untuk tiap game
  • Orang yang muak dengan microswitch double-click issue

Kalau kamu tipe yang tidak pernah peduli feel klik?
Superlight 2 sudah lebih dari cukup.

Tapi kalau kamu pernah beli mouse, lalu bilang:
“Enak sih… tapi kliknya kurang pas.”

Nah.

Logitech sepertinya bikin mouse khusus untuk orang seperti itu.

Penutup: Masa Depan atau Eksperimen Mahal?

Logitech G Pro X2 Superstrike adalah salah satu inovasi paling berani di dunia mouse gaming dalam beberapa tahun terakhir.

Apakah semua orang butuh ini? Tidak. Apakah ini membuka arah baru industri? Mungkin banget.

Sekarang tinggal satu harapan: Semoga teknologi klik elektromagnetik ini turun ke model yang lebih terjangkau.

Karena kalau teknologi ini matang dan menyebar, kita mungkin akan ngeliat semua mouse bisa punya setting klik yang bisa dikustom atau malah mouse tapi ‘rapid trigger’… 

Tapi, di sisi lain, Logitech patenin mekanisme ini. Berarti, produsen lain harus bisa punya metode lain tapi buat tujuan yang sama. Jadi, kira-kira gimana ya?

February 11, 2026
Share on:

Related Articles

Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?

Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?

Kalau melihat gaming mouse keluaran beberapa tahun terakhir, optical switch semakin sering digunakan, terutama pada tombol utama kiri dan kanan.Razer ...

October 23, 2026
The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare

The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare

Kabar buruk buat penggemar Mass Effect dan Dragon Age. EA resmi mengumumkan penutupan BioWare sekaligus menghentikan development game Mass Effect beri...

October 22, 2026
Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan

Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan

Keychron ngenalin J3 SE, keyboard mechanical wireless dengan pilihan warna Pink dan Pink Blue. Kombinasi warnanya terasa lebih ceria, cocok buat kalia...

October 21, 2026
ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz

ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz

ASUS ngenalin ROG Strix XG27ACNS, monitor gaming 27 inci dengan fitur Triple Mode. Kalian bisa memilih QHD pada 475 Hz, Full HD pada 620 Hz, atau HD h...

October 20, 2026