
Moondrop Edge 2: Headphone Wireless Pake ANC dengan Batere 50 Jam
Moondrop resmi ngenalin Edge 2, headphone wireless over-ear baru yang datang dengan harga 499 yuan atau sekitar $70.
Di atas kertas, paketnya lumayan menggoda. Ada ANC yang diklaim lebih kuat 24,4% dari generasi sebelumnya, baterai sampai 50 jam, dukungan codec LHDC V5 dan LDAC, mode USB audio minim latency, sampai EQ lengkap lewat aplikasi.
Buat headphone wireless di kelas harga terjangkau, fitur Edge 2 ini kelihatan cukup niat.
ANC Diklaim Lebih Kuat 24,4%
Salah satu upgrade terbesar ada di bagian Active Noise Cancellation.
Moondrop mengklaim Edge 2 punya performa ANC 24,4% lebih baik dibanding Edge generasi pertama. Headphone ini juga disebut bisa mengurangi sampai 95,5% noise ambient di bawah 1kHz.
Rentang frekuensi rendah biasanya mencakup suara seperti:
- Dengung AC
- Mesin kendaraan
- Suara kereta
- Kipas
- Noise ruangan
Jadi buat commute, kerja di kafe, atau duduk di tempat ramai, Edge 2 harusnya lebih efektif bikin suasana terasa tenang.
Tentu angka klaim tetap perlu dites langsung. Tapi kalau hasil real-nya mendekati, ANC Edge 2 bisa jadi salah satu fitur paling menarik di kelas harganya.

Ada AI ENC dan Chip NPU Buat Mic
Buat komunikasi, Moondrop masukin AI-powered ENC dengan beamforming microphone dan chip NPU bawaan.
ENC beda dari ANC. ANC fokus mengurangi suara yang masuk ke telinga, sementara ENC membantu mic memisahkan suara pengguna dari noise sekitar.
Beamforming mic membantu menangkap suara dari arah mulut, lalu sistem AI mencoba mengurangi gangguan seperti suara orang lain, kendaraan, atau keramaian.
Buat meeting, call, Discord, atau voice chat, kombinasi ini bisa bikin suara terdengar lebih jelas tanpa harus teriak.
Driver 40mm dengan Wooden Dome
Di bagian audio, Edge 2 memakai driver dynamic 40mm dengan diaphragm composite.
Strukturnya menggabungkan:
- Dome berbahan kayu
- Flexible suspension edge
- Magnet neodymium high-flux
- Voice coil CCAW super ringan
Penggunaan dome kayu cukup menarik karena material ini sering dikaitkan dengan karakter suara yang lebih natural dan resonansi yang lebih terkontrol.
Moondrop mengklaim desain ini membantu menjaga distorsi tetap rendah sambil menghasilkan suara yang penuh dan kaya.
Dukung LHDC V5 dan LDAC
Edge 2 mendukung dua codec Bluetooth kelas tinggi:
- LHDC V5
- LDAC
Keduanya menawarkan bandwidth lebih tinggi dibanding codec Bluetooth standar seperti SBC atau AAC.
Secara teori, ini membantu mempertahankan lebih banyak detail audio saat streaming secara wireless. Cocok buat pengguna Android yang punya perangkat kompatibel dan koleksi musik beresolusi tinggi.
Tapi perlu dicatat, kualitas akhir tetap dipengaruhi sumber audio, implementasi codec, koneksi, dan tuning headphone itu sendiri.

Baterai Sampai 50 Jam
Moondrop mengklaim Edge 2 bisa bertahan sampai 50 jam lewat koneksi Bluetooth.
Angka ini cukup aman buat penggunaan harian. Bisa dipakai beberapa hari buat kerja, musik, film, dan commute tanpa harus sering ngecas.
Belum dijelaskan apakah angka 50 jam itu dengan ANC aktif atau mati. Jadi daya tahan real kemungkinan bakal berubah tergantung volume, codec, dan fitur yang digunakan.
Ada USB Audio dengan Mode “Zero-Latency”
Selain Bluetooth, Edge 2 juga mendukung audio lewat kabel USB.
Moondrop menyebutnya sebagai mode zero-latency, yang ditujukan buat aktivitas sensitif terhadap sinkronisasi seperti:
- Gaming
- Editing video
- Nonton film
- Monitoring audio
Istilah zero-latency biasanya lebih ke marketing karena hampir semua sistem tetap punya sedikit delay. Tapi dibanding Bluetooth, USB wired jelas bisa memberi respons yang jauh lebih cepat dan stabil.
Buat gamer yang takut suara langkah datang telat, mode ini lumayan penting.
Wear Detection Otomatis
Edge 2 punya capacitive wear detection.
Saat headphone dilepas, musik bisa otomatis pause. Saat dipakai lagi, playback bisa lanjut.
Fitur ini bisa dinyalakan atau dimatikan lewat aplikasi Moondrop.
Memang bukan fitur baru di dunia headphone wireless, tapi tetap praktis buat pemakaian harian. Ga perlu buru-buru cari tombol pause saat ada orang ngajak ngobrol.
Aplikasi Moondrop Punya EQ Serius
Aplikasi Moondrop menyediakan interface DSP lengkap dengan graphical equalizer kelas profesional.
Pengguna bisa mengatur karakter suara sesuai selera, misalnya:
- Tambah bass
- Kurangi treble
- Naikkan vocal
- Bikin tuning lebih netral
- Buat profile gaming atau film
Ada juga komunitas tuning online bawaan. Pengguna bisa download preset buatan orang lain atau upload setting sendiri.
Ini menarik buat pengguna yang suka eksperimen tapi ga mau mulai EQ dari nol.

Earpad Bisa Diganti
Dari sisi build, Edge 2 memakai headband dengan engsel teleskopik stainless steel yang dibuat lewat proses MIM powder metallurgy dan CNC engraving.
Earpad-nya berbentuk non-parallel, memakai memory foam, dan bisa diganti oleh pengguna.
Earpad replaceable adalah nilai plus besar buat umur pakai. Bagian ini biasanya jadi salah satu komponen pertama yang aus setelah dipakai bertahun-tahun.
Daripada ganti headphone baru cuma karena bantalan mulai ngelupas, pengguna cukup beli pad pengganti.
Pilihan Warna
Moondrop Edge 2 tersedia dalam dua kombinasi warna:
- Black and White
- Black and Gray
Keduanya terlihat cukup aman dan mudah masuk ke berbagai setup. Versi hitam-putih lebih kontras, sementara hitam-abu lebih kalem.
Cocok Buat Siapa?
Moondrop Edge 2 cocok buat pengguna yang pengen:
- Headphone wireless terjangkau
- ANC buat perjalanan
- Codec LHDC atau LDAC
- Baterai panjang
- USB audio buat gaming
- EQ yang fleksibel
- Earpad replaceable
- Mic dengan noise reduction
Tapi performa ANC, kualitas mic, dan tuning audio real tetap perlu dites langsung sebelum bisa disebut juara di kelasnya.
Kesimpulan: Paket Lengkap dengan Harga Menarik
Moondrop Edge 2 kelihatan seperti headphone wireless budget yang fiturnya ga setengah-setengah.
Ada driver 40mm, wooden dome, LHDC V5, LDAC, ANC yang lebih kuat, AI ENC, NPU, baterai 50 jam, USB audio rendah latency, wear detection, dan EQ lengkap lewat aplikasi.
Dengan harga sekitar $70, Edge 2 punya potensi jadi opsi menarik buat pengguna yang pengen headphone serbaguna tanpa langsung masuk kelas premium.
Kalau performa aslinya sebagus spesifikasi di atas kertas, Moondrop bisa punya calon raja value baru buat headphone wireless over-ear.
Related Articles

Harga RAM dan SSD Diprediksi Naik Sampai 50% di Q3 2026, dan Situasinya Bisa Makin Parah
Buat yang lagi nunda rakit PC sambil berharap harga RAM dan SSD turun, kabarnya kurang enak. Menurut proyeksi dari Jefferies Equity Research, harga me...

QwertyKeys QK100 Mk2: Keyboard 1800 dengan Layar Kucing & Touch Bar Volume
QwertyKeys baru aja ngenalin QK100 Mk2, keyboard mekanikal wireless pre-built dengan layout 1800, bodi aluminium, koneksi tri-mode, dan beberapa fitur...

ASUS Rilis Keyboard dan Mouse ROG Edisi 20 Tahun Pake Emas Beneran!
ASUS resmi ngerayain ulang tahun ke-20 Republic of Gamers dengan dua periferal limited edition yang tampilannya super sultan: ROG Azoth Extreme Editio...

Razer Soma Chroma: Kursi Gaming yang Bisa Konek ama Game?
Razer akhirnya membawa Chroma RGB ke salah satu bagian setup yang selama ini cuma jadi penonton: kursi gaming.Namanya Razer Soma Chroma, kur...