Ngetes Performa Resident Evil Requiem di PC? Ajaib!

Ngetes Performa Resident Evil Requiem di PC? Ajaib!

Udah terlalu sering kita nemu review game PC dengan kalimat, “Performance-nya agak bermasalah…”

Stutter. Shader compilation. FPS roller coaster.

Tapi kali ini beda.

Resident Evil Requiem justru datang sebagai kejutan: AAA horror shooter yang jalan mulus di banyak GPU, bahkan yang sudah berumur.

Yes, ini kebalikan dari Monster Hunter Wilds. Ajaib, emang.

 

Spek Resmi: Naik Dikiiit, Tapi Masih Waras

Minimum:

  • i5-8500 / Ryzen 5 3500
  • 16GB RAM
  • GTX 1660 6GB / RX 5500 XT 8GB
  • SSD wajib
  • Windows 11 (tapi Windows 10 masih aman)

Recommended:

  • i7-8700 / Ryzen 5 5500
  • RTX 2060 Super / RX 6600

Size install? Sekitar 73GB. Jadi siapin SSD dulu sebelum siapin mental.

Menariknya, 6GB GPU masih masuk minimum. Artinya kartu 8GB yang populer masih aman buat beberapa tahun ke depan.

 

GTX 1070 Masih Hidup? Yes.

GTX 1070 (yang lebih tua dari GTX 1660) masih bisa:

  • 49fps di preset Lowest + FSR Quality
  • 47fps di Low + Hair Strands aktif

Dan itu di 1080p.

Bukan angka wow, tapi stabil. Dan stabil itu lebih penting daripada angka tinggi tapi patah-patah.

 

RTX 5050? Santai Banget.

1080p Max + DLSS Quality → 118fps
Tambah ray tracing High → 88fps

Aktifkan DLSS 4 Multi Frame Generation (4x) → 217fps.

Dan yang paling penting: input lag nggak terasa brutal.

Frame generation di sini dipakai dengan benar — buat memperhalus game yang sudah smooth, bukan buat nutupin performa jelek.

1440p & 4K? Masih Masuk Akal.

Beberapa highlight:

  • RTX 4060 → 80fps (1440p Max + DLSS)
  • RTX 3070 → 99fps (High + DLSS)
  • Radeon RX 9070 XT → 135fps (1440p Max + RT + FSR 4)

Bahkan 4K pun:

  • RX 9070 XT → 81fps dengan RT
  • Tanpa RT → 110fps

Untuk game horror AAA dengan lighting serius? Itu impressive.

 

Path Tracing: Cantik, Tapi Mahal

Di RTX 5080:

4K + Max + DLSS Quality + Ray Tracing → 96fps
Ganti ke Path Tracing → 46fps.

Setengahnya.

Memang visualnya naik level:

  • Pantulan lebih natural
  • Cahaya lebih realistis
  • Area gelap makin gelap (horornya naik)

Tapi harga FPS-nya gede banget. Jadi secara realistis, ray tracing masih jadi sweet spot.

 

Steam Deck? Masih Bisa Nafas.

Testing awal:

  • Steam Deck LCD → 40–45fps (Low + upscaling)
  • Lenovo Legion Go 2 → sekitar 50fps

Artinya portable PC juga masih kebagian kebahagiaan.

Best Settings Buat Mayoritas PC

Menariknya, perbedaan Max vs Lowest di RTX 4060 cuma beda sekitar 15fps. Artinya banyak setting yang dampaknya kecil.

Yang perlu diperhatikan justru preset Lighting & Shadow Quality terpisah. Naikin shadow dari Normal ke Max bisa turunin FPS lumayan.

Rekomendasi balanced:

  • Motion Blur: Off
  • Ray Tracing: Normal
  • Hair Strands: On (yes, I like RE hair too)
  • Texture Quality: High
  • Texture Filter: High (ANISO x16)
  • Mesh Quality: Low
  • Screen Space Reflections: On
  • Subsurface Scattering: High
  • Depth of Field: On
  • Upscaling: DLSS / FSR 4 / FSR 3.1 – Quality mode
  • Nvidia Reflex: On + Boost
  • Volumetric Fog: Normal
  • Shadow Quality: Normal
  • Ambient Occlusion: High
  • VFX: High

Hair Strands sendiri bisa kasih tambahan ~7fps kalau dimatiin. Tapi visual downgrade-nya cukup kelihatan. Jadi kalau GPU masih kuat, biarin nyala.

Shadow & fog? Normal sudah cukup cakep. Nggak perlu maksa Max.

 

Frame Generation: Perlu Nggak?

Jujur? Nggak wajib.

Kalau sudah dapat 60fps native, frame gen bisa jadi bonus smoothness. Tapi jangan pakai kalau base FPS masih rendah. Frame gen bukan sihir.

Untungnya implementasi DLSS 4 dan FSR di sini termasuk rapi.

 

Kesimpulan: AAA yang Waras

Banyak game AAA belakangan terasa kayak:
“GPU kamu kurang mahal.”

Requiem justru terasa kayak:
“GPU kamu cukup kok, tenang.”

Optimisasi matang.
Pilihan grafis lengkap.
Ray tracing realistis.
Path tracing opsional buat yang punya monster rig.

Dan yang paling penting:
Game horror jadi lebih seram kalau FPS stabil.

Karena nggak ada yang lebih menakutkan dari jumpscare…
kecuali stutter pas lagi dikejar.

March 3, 2026
Share on:

Related Articles

Dygma Sonsei: Keyboard Ergonomic tapi Imut-Imut

Dygma Sonsei: Keyboard Ergonomic tapi Imut-Imut

Dygma Lab resmi ngenalin Dygma Sonsei, keyboard mekanikal ergonomis baru yang mencoba menjawab satu masalah klasik: keyboard ergo itu nyaman, tapi ser...

July 24, 2026
Razer Seiren V3 Chroma 32-Bit DSP: Suara Lebih Rapi Tanpa Ribet

Razer Seiren V3 Chroma 32-Bit DSP: Suara Lebih Rapi Tanpa Ribet

Razer resmi ngenalin Seiren V3 Chroma 32-Bit DSP, microphone USB baru yang membawa fitur audio processing dari Seiren V3 Pro ke model yang lebih terja...

July 24, 2026
Gamepad vs Keyboard dan Mouse: Mana yang Lebih Enak?

Gamepad vs Keyboard dan Mouse: Mana yang Lebih Enak?

Kalau ada satu perdebatan yang hampir selalu muncul di kalangan gamer PC, salah satunya pasti soal ini: lebih enak main pakai gamepad atau keyboard da...

July 23, 2026
ATTACK SHARK RS6 ULTRA: Mouse Gaming dengan Baterai Hot-Swap dan Sensor Tuning

ATTACK SHARK RS6 ULTRA: Mouse Gaming dengan Baterai Hot-Swap dan Sensor Tuning

ATTACK SHARK siap ngerilis RS6 ULTRA, mouse gaming wireless flagship baru yang dibuat buat pemain FPS kompetitif dan pasar esports premium.Di atas ker...

July 23, 2026