
Ngintip Data Random GGS: Snapshot 3 Mouse Gaming Terlaris dan Apa Kesimpulannya?
Kali ini, kita mau ngintip sedikit data random dari penjualan di GGS, yaitu 3 mouse gaming terlaris di salah satu bulan di 2025. Penting dicatet, ini datanya hanya snapshot sebagian aja dan jelas tidak lengkap. Yang ga kalah penting juga, data ini diambil dari salah satu bulan random dan datanya bisa berubah total di bulan lainnya, apalagi di tahun yang berbeda.
Yang menarik adalah tiga mouse yang lagi jadi best-seller ini datang dari tiga kategori dan filosofi yang benar-benar berbeda. Tidak ada satu mouse yang menguasai semuanya. Tidak ada satu produk yang bisa memuaskan semua orang. Setiap mouse punya fans-nya sendiri, dan itu ngebuka mata kalau nggak ada definisi tunggal soal “mouse paling bagus.”
Pressplay Atlas — Buat Yang Demen Kenyamanan, Fleksibilitas, dan Fitur Bejibun
Pressplay Atlas itu kayak temen yang paling siap sedia. Mau offline, online, kerja, game casual, ranked, semuanya bisa. Ini mouse ergonomis dengan bentuk yang nyaman di tangan, bobotnya super enteng cuma 58 gram, dan punya tiga mode koneksi yaitu 2.4GHz wireless lewat dongle, Bluetooth, dan wired via kabel USB-C. Bahkan ada opsi charging dock terpisah yang ada USB pass-thru, cocok buat meja setup yang rapih tanpa kabel berantakan.
Dari sisi performa, Pressplay Atlas pakai sensor Pixart PAW3311 dengan sensitivitas sampai 12.000 DPI, kecepatan tracking 300 IPS, dan akselerasi 35G, plus polling rate sampai 1000Hz yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Processor-nya sendiri pakai Broadcom 2452 dan punya Lift-off Distance 1mm, enak buat flick dan aim yang presisi. Switch-nya juga bukan abal-abal karena memakai Huano Blue Shell White Dot dengan durabilitas 20 juta klik, ditambah FS Encoder buat scroll yang stabil dan tactile.
Pressplay Atlas punya 7 tombol (klik kiri-kanan, scroll wheel, dua tombol samping, DPI button) plus power switch, customizable lewat software lengkap dengan macro, angle snapping, ripple control, key response time, dan preset DPI. Baterai 300mAh terasa cukup karena bobotnya ringan dan efisien. Di dalam box, kita langsung dapat mouse, kabel type-C 160cm, grip tape, manual, dan kartu garansi.
Ini mouse buat gamer yang suka fleksibilitas, suka ngulik setting, atau yang suka mouse nyaman buat game tapi juga buat produktif kerja atau kuliah. Yang penting: fungsional, customizable, tapi tetap simple.
Razer DeathAdder Essential — Si Legendaris Yang Nggak Pernah Mati
Kalau Pressplay Atlas itu si anak modern yang update terus, Razer DeathAdder Essential adalah veteran turnamen warnet era Point Blank dan Crossfire. Mouse ini punya bentuk kanan (right-hand) yang ikonik dan sudah terbukti di tangan jutaan pemain, dari masa sekolah sampai sekarang. Sementara dua mouse lain hadir dengan teknologi wireless modern, DeathAdder Essential justru tetap wired dengan kabel standar 1,8 meter, stabil dan tanpa harus mikirin baterai sama sekali.
Dari sisi performa, DeathAdder Essential pakai sensor optikal dengan sensitivitas maksimal 6400 DPI, kecepatan tracking 220 IPS, dan akselerasi 30G. Memang bukan angka yang ekstrem, tapi sudah lebih dari cukup untuk mayoritas pemain FPS casual, MOBA, dan game harian lainnya. Beratnya 96 gram, jauh lebih berat dibanding dua mouse lain, tapi banyak orang justru suka karena rasanya solid dan stabil—kayak megang benda beneran, bukan balon helium.
Switch-nya punya ketahanan 10 juta klik, dan tersedia 5 tombol yang bisa diprogram sesuai kebutuhan. Meskipun tidak punya onboard memory profiles atau fitur RGB full carnival, mouse ini tetap punya sentuhan single-color lighting (green atau white) yang manis. Banyak orang bertahan pakai DeathAdder karena faktor kenyamanan shape-nya dan reputasi ketahanannya. Kadang yang klasik tetap menang.
Ini mouse buat gamer yang cuek sama spesifikasi perang dan cuma mau satu hal: colok, main, menang. Nggak ribet, nggak drama.
VortexSeries INNO X3 PRO — Si Monster Ultra-Light buat Hardcore FPS Competitive
Kalau Atlas itu fleksibel dan DeathAdder itu legendaris, VortexSeries INNO X3 PRO adalah tipe gamer yang kalau kalah langsung nyalahin ping dan mousepad licin. Mouse ini edan banget karena beratnya cuma 39 gram (± 3 gram). Serius, ini tuh kayak nggak nyentuh apa-apa. Recoil control, tracking, dan flick shot jadi terasa super cepat dan responsif.
Sensor-nya pakai Pixart PAW3950 MAX dengan sensitivitas hingga 42.000 DPI, kecepatan 750 IPS, dan akselerasi 50G—stats yang jelas ditujukan buat eksekusi aim tingkat dewa. Polling rate-nya bahkan bisa di-adjust sampai 8000Hz, dan sementara cuma dua atau tiga brand besar di dunia yang punya angka segila ini, INNO X3 PRO udah kasih aksesnya ke gamer Indonesia di harga yang jauh lebih manusiawi.
Switch-nya pakai Omron D2FP FN2 Optical dengan ketahanan 80 juta klik, dan scroll-nya memakai F-Switch Encoder sehingga tactile tapi tetap smooth. Mouse ini punya koneksi tri-mode juga: 2.4G wireless lewat dongle, Bluetooth, dan wired Type-C, dengan baterai 250mAh yang tetap awet berkat bobot super ringan dan input efisien. Kaki mouse-nya memakai pure PTFE, geserannya mulus parah, kayak upgrade gratis skill aim.
INNO X3 PRO cocok buat orang yang hidupnya adalah Fiora parry timing, Valorant headshot sound, dan Apex movement tech. Ini bukan mouse buat casual. Ini mouse buat yang mau performa absolut tanpa kompromi.
Kesimpulan: Nggak Ada Mouse Terbaik—Yang Ada Mouse Yang Cocok Buat Kamu
Tiga mouse terlaris tadi nggak menunjukkan bahwa ada pemenang yang harus diakui semua orang—justru sebaliknya, data ini nunjukin bahwa gamer Indonesia itu punya selera dan kebutuhan yang beda-beda. Ada yang butuh kenyamanan dan fitur lengkap seperti Pressplay Atlas. Ada yang masih percaya sama shape legendaris DeathAdder Essential. Ada juga yang ngejar performa ekstrem ultra-light seperti Vortex INNO X3 PRO.
Yang perlu dicatat, data penjualan ini cuma snapshot random dari satu bulan di 2025. Bulan depan bisa beda lagi. Selera bisa berubah karena game baru, kebiasaan baru, atau sekadar pengen coba teknologi baru.
Dan itulah yang bikin ekosistem gaming di Indonesia seru: nggak uniform, nggak monoton, dan selalu penuh warna.
Related Articles

ROG Hone Control Ace L Vitality Edition: Mouse Pad FPS yang Dirancang Pro Player!
ASUS ROG ikut ngeramein COMPUTEX 2026 dengan gear yang keliatannya simpel, tapi penting banget buat pemain FPS: ROG Hone Control Ace L Vitality Editio...

MSI dan Gigabyte Pamer Monitor Mini-LED 5K 27 Inci
Di Computex, banyak orang lagi ribut soal monitor OLED generasi baru. Tapi diam-diam, kubu LCD juga lagi naik level dengan spek yang ga kalah barbar. ...

Thermalright Trofeo Vision 9.16: LCD Buat Bikin Build PC Makin Ganteng
Thermalright punya barang yang namanya Trofeo Vision 9.16 LCD, layar kecil buat dipasang di dalam PC sebagai display status sistem sekaligus...

Virtua Fighter Crossroads: Game Fighting Adventure dari Developernya Yakuza
Setelah lama cuma jadi bahan teaser dan potongan gameplay tanpa konteks, proyek Virtua Fighter baru dari RGG Studio akhirnya mulai jelas. Di Summer Ga...