
Nioh 3 Cetak Rekor Penjualan, Ini Alasannya
Nioh 3 resmi mencetak lebih dari 1 juta penjualan di seluruh dunia, dan yang bikin makin menarik: angka itu diraih lebih cepat dibanding dua game Nioh sebelumnya.
Koei Tecmo dan Team NINJA juga mengonfirmasi kalau total penjualan franchise Nioh kini sudah melewati 10 juta kopi secara global. Buat seri yang dulu dianggap “souls-like niche”, ini jelas pencapaian besar.
Game-nya sendiri rilis pada 6 Februari 2026 untuk PlayStation 5 dan PC (Steam) — dan dari respons pemain maupun reviewer, kelihatannya sukses ini bukan kebetulan.
Souls-like… Tapi Bukan Cuman Niru Dark Souls
Secara konsep, Nioh memang masuk kategori souls-like:
- Ada checkpoint ala bonfire
- Mati = kehilangan resource
- Difficulty tinggi
- Shortcut level design
Tapi Nioh selalu punya identitas sendiri.
Alih-alih terasa berat dan metodis seperti game FromSoftware, combat Nioh lebih cepat dan teknikal — campuran antara:
- Ninja Gaiden
- Tenchu
- Onimusha
- bahkan sedikit rasa fighting game
Hasilnya? Gameplay yang agresif, ritmis, dan jauh lebih mekanikal.
Kalau Nioh 2 menyempurnakan formula pertama, Nioh 3 terasa seperti evolusi penuh: lebih besar, lebih kompleks, tapi anehnya juga lebih ramah untuk pemain baru.
Iya, tetap susah. Tapi tidak lagi terasa kejam tanpa alasan.
Dua Gaya Bertarung Baru: Samurai vs Ninja
Perubahan terbesar di Nioh 3 adalah hadirnya dua combat style utama yang bisa diganti kapan saja:
Samurai Style
Ini versi klasik Nioh:
- Fokus deflect dan timing
- Senjata berat seperti katana, spear, switchglaive
- Mekanik khas Ki Pulse untuk memulihkan stamina
Ada juga sistem baru bernama Arts Gauge, yang terisi saat menyerang atau bertahan, lalu bisa dipakai untuk memperkuat serangan tanpa menguras stamina.
Timing tetap jadi segalanya — dan saat ritmenya kena, combat terasa luar biasa satisfying.
Ninja Style
Kalau Samurai terasa teknis, Ninja adalah chaos yang elegan.
Senjatanya lebih cepat:
- Kusarigama
- Tonfa
- Splitstaff
Movement juga jauh lebih gesit. Ninja punya mekanik unik bernama Mist, yang membuat bayangan untuk mengalihkan perhatian musuh sambil menghindar.
Alih-alih Ki Pulse, stamina Ninja pulih secara natural saat repositioning.
Ditambah lagi berbagai Ninjutsu seperti:
- Shuriken
- Trap
- Fireball
- Dash attack cepat
Gameplay-nya terasa stylish banget — teleport di belakang musuh lalu kasih backstab brutal itu selalu memuaskan.
Combat Nioh Masih Jadi Salah Satu yang Terbaik di Genre
Meski sudah seri ketiga, combat Nioh tetap terasa fresh.
Ada flow unik dari:
- stance switching
- timing Ki Pulse
- deflect yang presisi
- animasi pedang yang brutal
Setiap clash senjata terasa berat dan impactful. Memotong yokai sampai darah muncrat ke mana-mana terasa seperti film samurai versi tanpa sensor.
Dan dengan tambahan Ninja style, kedalaman combat makin gila.

Sistem Build Makin Dalam (Tapi Tidak Bikin Pusing)
Nioh 3 penuh sistem RPG:
- Skill tree terpisah untuk Samurai & Ninja
- Guardian Spirit elemental
- Soul Core summon boss
- Living Artifact (transformasi spirit baru)
Kedengarannya ribet, tapi onboarding-nya surprisingly smooth. Sistem diperkenalkan pelan-pelan, jadi pemain tidak langsung kewalahan.
Bahkan pemain yang cuma sedikit main Nioh sebelumnya tetap bisa cepat adaptasi.
Semi Open World yang Lebih Hidup
Team Ninja juga mengubah struktur level menjadi open field.
Bukan open world penuh, tapi gabungan:
- level linear klasik Nioh
- area eksplorasi bebas
Bayangkan:
- keluar dari gua → langsung melihat raksasa legenda Jepang muncul dari laut
- menemukan kuil tersembunyi di tepi tebing
- area opsional penuh reward
Eksplorasi sekarang benar-benar terasa berguna:
- meningkatkan healing
- membuka skill baru
- side quest tambahan
Dan yang paling penting: kalau boss terlalu susah, kita bisa kabur dulu dan leveling di tempat lain. Sesuatu yang dulu hampir tidak ada di seri sebelumnya.

Variasi Musuh & Era Jepang yang Lebih Luas
Nioh 3 membawa pemain melintasi berbagai era sejarah Jepang:
- Heian
- Sengoku
- Edo
- Bakamatsu
Setiap era punya atmosfer berbeda, dari Kyoto bersalju sampai hutan merah musim gugur.
Musuhnya juga makin variatif:
- kepiting raksasa
- kelelawar humanoid
- petani iblis
- kavaleri tanpa kepala
Semua diambil dari folklore Jepang, bikin dunia terasa unik dan tidak repetitif.
Tidak Sempurna, Tapi Mendekati
Secara visual, game ini kadang inkonsisten:
- beberapa area terlihat indah
- area lain punya tekstur resolusi rendah
Ada juga lokasi tertentu yang membuat frame rate turun, meski secara umum mode performance tetap stabil di 60 FPS pada PS5.
Masalah lain? Loot masih terlalu banyak. Kita tetap jadi “loot goblin” yang sibuk bongkar menu.
Untungnya sekarang ada fitur auto-manage item yang sangat membantu.
Nioh 3 = Versi Terbaik dari Formula Nioh
Dari semua perubahan — combat baru, desain map, quality-of-life improvement — hampir semuanya berhasil.
Nioh 3 terasa seperti:
Team Ninja akhirnya menyempurnakan semua eksperimen mereka selama bertahun-tahun.
Game ini tetap menantang, tapi lebih fleksibel. Lebih kompleks, tapi lebih ramah pemain.
Tidak heran kalau penjualannya langsung melejit.
Kalau kamu suka action RPG hardcore, atau merasa souls-like mulai terasa terlalu mirip satu sama lain, Nioh 3 mungkin jadi salah satu game wajib main tahun ini.
Dan ya… bersiaplah mati berkali-kali.
Bedanya sekarang, setiap kematian terasa seperti pelajaran, bukan hukuman.
Related Articles

IPS vs TN vs VA vs OLED: Kenapa Panel Monitor Itu Penting Banget?
Kalau kamu pernah mau beli monitor, kemungkinan besar kamu pernah ketemu istilah-istilah kayak IPS, TN, VA, OLED, QD-OLED, atau bahkan Mini-LED.Masala...

KeyBoy Advance: Keyboard Meka yang Gayanya Kayak Gameboy Advance
Buat fans keyboard custom yang juga punya nostalgia kuat ke era handheld Nintendo, ini barang yang sangat spesifik tapi menarik banget. KeyBoy Advance...

Xbox PHK 3.200 Karyawan, Empat Studio Dilepas dari Microsoft
Gelombang PHK besar kembali menghantam Xbox. Kali ini, sekitar 3.200 karyawan bakal kehilangan pekerjaan, dengan 1.600 orang terkena PHK sekarang dan ...

Epomaker Nex Pro: Mouse Gaming 65g yang Pakai Dock Magnetic
Epomaker resmi ngerilis Nex Pro, mouse gaming wireless ergonomis buat pengguna tangan kanan yang datang dengan harga $79,99 atau sekitar Rp1,4 ju...