Philips Evnia 36M4C5500P: Monitor Gaming Ultrawide 36 Inci Pertama di Dunia?

Philips Evnia 36M4C5500P: Monitor Gaming Ultrawide 36 Inci Pertama di Dunia?

4 min read 0 views

Philips ngenalin Evnia 36M4C5500P, monitor gaming ultrawide yang mereka klaim sebagai monitor gaming 36 inci pertama di dunia. Ukurannya sedikit lebih besar dari ultrawide 34 inci yang umum ditemui, dengan panel Fast VA melengkung 1500R dan refresh rate hingga 260 Hz melalui overclock. 

Buat kalian yang merasa layar 34 inci masih kurang besar, tetapi belum ingin memakai monitor yang terlalu mendominasi meja, ukuran ini bisa jadi pilihan menarik. Namun, tambahan ukuran tersebut tidak dibarengi peningkatan resolusi, jadi ada kompromi yang perlu diperhatikan.

Layar Lebih Besar, Resolusi Tetap 3440 × 1440

Evnia 36M4C5500P memakai resolusi 3440 × 1440 dengan format ultrawide 21:9. Layarnya juga melengkung, sehingga bagian kiri dan kanan sedikit mengarah ke posisi pengguna. 

Format seperti ini menarik untuk game balap, simulasi, dan petualangan yang mendukung ultrawide. Kalian bisa mendapatkan tampilan lebih lebar, sementara ukuran fisik yang lebih besar membuat dunia gamenya terasa lebih memenuhi pandangan.

Karena jumlah pikselnya sama dengan monitor 34 inci beresolusi 3440 × 1440, kepadatan pikselnya justru sedikit lebih rendah. Artinya, gambar dan teks akan terlihat lebih besar, tetapi tidak lebih detail. Kalau kalian duduk cukup dekat dan sering membaca teks kecil, perbedaan ini bisa lebih terasa dibanding saat bermain game.

Keuntungannya, tambahan ukuran fisik tidak otomatis menambah beban rendering GPU. Dengan resolusi dan setting game yang sama, PC kalian tetap harus menggambar jumlah piksel yang sama seperti pada ultrawide 34 inci tersebut.

Hingga 260 Hz, tetapi PC Tetap Harus Sanggup

Refresh rate 260 Hz menjadi salah satu fitur utama monitor ini. Philips secara spesifik menyebut angka tersebut sebagai mode overclock, jadi jangan langsung menganggapnya sebagai pengaturan bawaan saat monitor pertama kali dinyalakan. 

Buat kalian yang main game cepat, refresh rate tinggi memberi kesempatan layar menampilkan pembaruan gambar lebih sering. Namun, untuk memanfaatkannya secara maksimal, PC juga perlu menghasilkan frame rate yang tinggi. Mengejar ratusan FPS pada 3440 × 1440 tentu lebih berat daripada pada 2560 × 1440 dengan setting serupa.

Materi spesifikasinya mencantumkan response time 1 ms GtG, sedangkan pengumuman Philips juga menonjolkan 0,3 ms MPRT melalui Smart MBR. Kedua angka tersebut mengukur hal berbeda, sehingga tidak bisa dibandingkan langsung seolah-olah 0,3 ms selalu lebih cepat daripada 1 ms. Philips mengaitkan Smart MBR dengan pengurangan blur saat objek bergerak. 

Yang lebih berguna saat memilih nanti adalah melihat apakah objek bergerak tetap jelas, apakah muncul jejak di belakangnya, dan bagaimana hasilnya pada pengaturan overdrive yang berbeda. Label Fast VA serta angka response time saja belum menjawab semuanya.

HDR dan Warna: Menarik, tetapi Perlu Dibaca dengan Tepat

Philips mengonfirmasi sertifikasi VESA DisplayHDR 400 dan peak brightness HDR hingga 500 nits. Peak brightness merupakan angka puncak pada kondisi tertentu, sehingga bukan berarti seluruh layar akan terus bekerja pada kecerahan tersebut.

Buat kalian yang mengincar pengalaman HDR, perhatikan juga bagaimana monitor menampilkan bagian terang dan gelap dalam satu adegan. Ledakan yang terang akan terasa berbeda kalau area gelap di sekitarnya tetap pekat. Jadi, kemampuan HDR tidak cukup dinilai dari angka nits saja.

Spesifikasi warna yang diumumkan mencakup 95% DCI-P3, 91% Adobe RGB, serta angka 126% sRGB dan 105% NTSC. Khusus dua angka terakhir, Philips menjelaskan bahwa perhitungannya memakai luas gamut, sedangkan Adobe RGB dan DCI-P3 memakai cakupan gamut. Jadi, “126% sRGB” bukan berarti akurasi warnanya mencapai 126%.

Klaim Delta E di bawah 2 juga menarik untuk penggunaan yang membutuhkan warna akurat. Namun, itu belum cukup untuk langsung menyebutnya sempurna buat semua pekerjaan profesional. Kalau kalian mengedit foto atau video, mode warna, kalibrasi, dan keseragaman tampilan di seluruh layar tetap perlu diperhatikan.

Koneksi dan Stand Cukup Fleksibel

Untuk input gambar, Philips menyediakan dua HDMI 2.1 dan satu DisplayPort 1.4. Ada pula fitur MultiView untuk menampilkan dua sumber, serta stand yang mendukung pengaturan tinggi, swivel, dan tilt.

Pengaturan stand tersebut berguna pada monitor selebar ini. Kalian bisa menyesuaikan posisi layar dengan tinggi mata dan posisi duduk, tanpa langsung membeli monitor arm tambahan.

Menurut rincian spesifikasi yang diumumkan, tersedia jack audio 3,5 mm, tetapi tidak ada USB hub untuk periferal. Jadi, keyboard, mouse, atau perangkat USB lain tetap perlu disambungkan ke PC atau hub terpisah.

Harga Akan Menentukan Daya Tariknya

Philips menyebut Evnia 36M4C5500P akan hadir di kawasan Asia-Pasifik. Model ini juga sudah tercantum di situs dukungan Philips Indonesia, tetapi belum ada info tanggal rilis atau harga resmi di Indonesia, saat artikel ini ditulis. 

Menurut kami, kombinasi ukuran 36 inci dan refresh rate tinggi paling menarik buat kalian yang sering bergantian antara game AAA, balapan, dan game kompetitif. Layarnya memberi tampilan besar untuk menikmati dunia game, sementara refresh rate-nya menyediakan ruang untuk bermain lebih mulus ketika PC sanggup.

Kalo kalian sudah memakai ultrawide 34 inci dengan resolusi yang sama, tambahan dua inci saja mungkin belum cukup menjadi alasan upgrade. Harga, kualitas gerakan panel, dan kemampuan HDR-nya akan lebih menentukan apakah monitor ini benar-benar memberi peningkatan yang kalian cari.

October 25, 2026
Share on:

Related Articles

Vantex V1: Keyboard Mechanical Ergonomis dengan Trackpad di Tengah

Vantex V1: Keyboard Mechanical Ergonomis dengan Trackpad di Tengah

Vantex ngenalin V1, keyboard mechanical yang menggabungkan layout ergonomis dan trackpad dalam satu bodi aluminium. Bentuknya cukup berbeda dari keybo...

October 26, 2026
Audio-Technica ATH-AWX7000: Headphone Kayu Jepang Harga Nyaris 70 Juta

Audio-Technica ATH-AWX7000: Headphone Kayu Jepang Harga Nyaris 70 Juta

Audio-Technica ngenalin ATH-AWX7000, headphone flagship closed-back yang menggabungkan driver baru dengan pengerjaan kayu tradisional Jepang. Harganya...

October 24, 2026
Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?

Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?

Kalau melihat gaming mouse keluaran beberapa tahun terakhir, optical switch semakin sering digunakan, terutama pada tombol utama kiri dan kanan.Razer ...

October 23, 2026
The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare

The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare

Kabar buruk buat penggemar Mass Effect dan Dragon Age. EA resmi mengumumkan penutupan BioWare sekaligus menghentikan development game Mass Effect beri...

October 22, 2026