
Ploopy Bean: Mouse Mini dengan “Pentil” Merah ala ThinkPad
Ploopy baru aja ngenalin perangkat unik bernama Ploopy Bean, dan bentuknya langsung bikin fans laptop ThinkPad nostalgia berat. Ini bukan mouse biasa yang digeser-geser di mousepad. Bean adalah pointing stick mandiri dengan nub merah kecil di tengah, mirip TrackPoint legendaris di keyboard ThinkPad.
Bedanya, kali ini si tombol merah ga nempel di keyboard. Ploopy mengubahnya jadi perangkat kecil berbentuk mouse yang bisa dipakai di meja.
Aneh? Iya. Menarik? Banget.
Mouse yang Ga Perlu Digeser
Biasanya mouse bekerja dengan cara digerakkan di atas meja. Ploopy Bean beda. Kamu cukup menekan nub merah di tengah perangkat buat menggerakkan kursor.
Jadi cara pakainya mirip TrackPoint di laptop IBM/Lenovo ThinkPad. Tekan ke arah kanan, kursor bergerak ke kanan. Tekan ke atas, kursor naik. Semakin kuat tekanan, biasanya gerakannya makin cepat.
Buat yang pernah pakai ThinkPad jadul atau laptop bisnis dengan TrackPoint, feel-nya bakal terasa familiar. Buat pengguna baru, mungkin awalnya terasa kayak belajar kontrol karakter pakai stik analog super kecil.
Terinspirasi dari TrackPoint ThinkPad
Inspirasi utama Bean jelas datang dari TrackPoint II, tombol merah kecil yang dulu terkenal di keyboard ThinkPad era IBM, lalu tetap jadi ikon di laptop Lenovo ThinkPad.
TrackPoint punya penggemar fanatik karena bikin pengguna bisa menggerakkan kursor tanpa mindahin tangan jauh dari keyboard. Buat kerja cepat, editing dokumen, atau navigasi ringan, fitur ini bisa terasa praktis banget.
Ploopy Bean mengambil ide itu, lalu bilang: “Gimana kalo TrackPoint kita jadikan mouse standalone?”
Hasilnya ya ini: perangkat kecil dengan nub merah di tengah dan empat tombol di sekelilingnya.

Ada Empat Tombol Buat Klik dan Drag
Ploopy Bean punya empat tombol fisik yang mengelilingi nub merah. Tombol-tombol ini dipakai buat fungsi mouse seperti klik, drag, dan navigasi.
Switch yang dipakai adalah Omron D2LS-21, jadi secara hardware bukan sekadar eksperimen murah asal jadi. Ploopy memang dikenal suka bikin perangkat input yang agak niche tapi tetap serius.
Bean juga punya polling rate 1.000 Hz, jadi responsnya harusnya cukup cepat buat penggunaan harian. Ini bukan mouse esports buat flick headshot, tapi buat perangkat sekecil ini, angka 1.000 Hz tetap lumayan niat.
Sensitif Banget, Bisa Deteksi Sentuhan Super Halus
Salah satu detail paling gila dari Bean adalah kemampuan deteksinya. Ploopy menyebut perangkat ini bisa membaca sentuhan super kecil sampai sekitar 3 mikron.
Nub merahnya juga punya area gerak lebih besar, sekitar 11 mm ke segala arah, dan dibuat dari material silikon. Jadi saat ditekan, harusnya terasa lentur dan lebih enak di jari dibanding nub keras yang bikin capek.
Intinya, Bean bukan cuma tombol merah pajangan. Dia memang dibuat buat jadi alat navigasi kursor yang presisi.
High-Resolution Drag Scrolling
Bean juga mendukung high-resolution drag scrolling. Fitur ini berguna buat scrolling yang lebih halus, terutama saat baca dokumen panjang, browsing, atau navigasi halaman.
Buat yang suka kerja dengan banyak tab, spreadsheet, dokumen, atau halaman web panjang, fitur beginian bisa jadi nilai plus. Apalagi bentuk Bean kecil, jadi cocok buat meja sempit atau setup minimalis.
3D-Printed dan Bisa Dioprek
Nah, ini bagian khas Ploopy: Bean dibuat dengan bodi 3D-printed.
Artinya, perangkat ini lebih ramah buat komunitas modding. Ploopy bahkan menyediakan mod sendiri yang bisa diunduh pengguna. Firmware-nya juga terbuka buat diatur, dikonfigurasi, dan diprogram ulang sesuai kebutuhan.
Buat enthusiast input device, ini seru banget. Kamu bisa utak-atik fungsi tombol, desain bodi, sampai kemungkinan bikin mod hardware sendiri.
Ploopy juga menyediakan update elektrik dan mekanik lewat firmware mereka. Jadi Bean bukan produk “beli, pakai, selesai”. Ini lebih kayak platform kecil buat eksperimen.
Sayangnya Masih Pakai Kabel
Walau foto produknya sempat bikin sebagian orang mengira Bean wireless, kenyataannya perangkat ini tetap butuh kabel.
Koneksinya memakai USB-A ke USB-C. Jadi kabel tetap wajib dicolok ke komputer.
Buat sebagian orang, ini mungkin agak mengecewakan. Bentuknya kecil dan lucu banget, jadi rasanya cocok kalau wireless. Tapi karena Bean bisa dimodifikasi, bukan ga mungkin komunitas bakal coba bikin versi Bluetooth di masa depan.

Harga Sekitar $51, Belum Termasuk Kabel
Ploopy Bean tersedia untuk preorder lewat situs Ploopy dengan harga sekitar $51,06. Yang agak bikin nyengir, itu belum termasuk kabel USB.
Jadi total biaya bisa naik sedikit kalo kamu belum punya kabel yang cocok.
Buat mouse biasa, harga segitu mungkin terasa mahal. Tapi Bean bukan mouse mainstream. Ini perangkat input niche buat orang yang kangen TrackPoint, suka eksperimen, atau pengen punya alat kontrol kursor yang beda dari semua orang.
Respons Komunitas: Antara Nostalgia dan Penasaran
Walau publik belum banyak yang benar-benar pegang unitnya, Bean sudah mulai dibahas di Reddit dan komunitas Ploopy.
Banyak yang excited karena akhirnya ada “nub mouse” lagi dalam bentuk standalone. Ada juga yang merasa konsep ini lebih masuk akal dibanding TrackPoint di keyboard, karena tangan ga harus pindah jauh atau bergantung pada layout laptop tertentu.
Tapi ada juga yang langsung menyorot soal kabel. Wajar sih, karena perangkat sekecil ini memang kelihatan seperti harusnya wireless.
Buat Siapa Ploopy Bean Ini?
Ploopy Bean cocok buat:
- Fans ThinkPad dan TrackPoint
- Pengguna yang suka perangkat input unik
- Orang dengan meja kecil
- Penggemar modding dan 3D printing
- Pengguna yang butuh pointer kecil buat setup tertentu
- Kolektor hardware komputer nyeleneh
Tapi buat gamer kompetitif atau pengguna yang butuh mouse presisi buat aim cepat, Bean jelas bukan pengganti mouse gaming biasa. Ini lebih cocok buat navigasi, kerja, eksperimen, dan nostalgia.
Kesimpulan: Mouse Aneh yang Punya Pesona Sendiri
Ploopy Bean adalah salah satu perangkat input paling unik tahun ini. Bentuknya seperti mouse kecil, tapi cara kerjanya mirip TrackPoint ThinkPad: tekan nub merah, kursor bergerak.
Dengan empat tombol, polling rate 1.000 Hz, switch Omron, sensor super sensitif, high-resolution drag scrolling, bodi 3D-printed, dan firmware yang bisa dioprek, Bean jelas bukan gimmick kosong.
Minusnya, dia masih kabel dan harganya lumayan niche. Tapi buat orang yang kangen sensasi “pentil merah” ThinkPad atau pengen setup meja yang beda dari NPC lain, Ploopy Bean bisa jadi perangkat kecil yang bikin penasaran.
Ini bukan mouse buat semua orang. Tapi buat targetnya, Bean bisa jadi mainan serius yang ukurannya kecil, idenya nyeleneh, dan auranya sangat geek.
Related Articles

Corsair HS35 v3 Meluncur: Headset Gaming Ringan dan Murah Meriah
Corsair ikut rame di Computex 2026 dengan ngenalin Corsair HS35 v3, headset gaming ringan yang datang dalam dua versi: wired dan wireless.Targetnya je...

Rangkuman State of Play Juni: Dari Wolverine, God of War Baru, Sampai Silent Hill
Sony akhirnya ngegas lagi lewat State of Play Juni, dan acaranya lumayan padat. Selama sekitar satu jam, PlayStation numpahin banyak trailer, pengumum...

Asus ROG Harpe II Extreme Edition 20: Mouse Gaming Pake Emas Beneran!
Asus lagi pesta besar buat ulang tahun ROG ke-20, dan tentu saja mereka ga mau ngerayainnya dengan barang biasa-biasa aja. Di Computex, Asus ngenalin ...

Sony Siapin Hardware PlayStation Baru Buat 2026: Fight Stick Wireless, Monitor, Sampai Speaker Portable
PlayStation 6 masih terasa jauh, PS5 juga masih jadi mesin utama Sony, tapi bukan berarti hardware PlayStation bakal sepi. Sony Interactive Entertainm...