
Proyek Splinter Cell Rahasia Ternyata Berubah Total Jadi Game Gagal
Sebuah laporan terbaru mengungkap fakta cukup mengejutkan: XDefiant awalnya bukan XDefiant. Game itu ternyata bermula sebagai proyek Splinter Cell baru yang dikerjakan oleh trio developer eks-Telltale yang kemudian bergabung ke Ubisoft.
Informasi ini datang dari laporan Bloomberg soal AdHoc Studio, tim di balik game komedi-superhero Dispatch. Cerita perjalanan mereka cukup liar — dari Telltale, ke Ubisoft, lalu keluar untuk bikin studio sendiri.
Berawal dari Telltale, Lanjut ke Ubisoft, dan Dapat Proyek Besar
Tim AdHoc — Nick Herman, Dennis Lenart, dan Pierre Shorette — sebelumnya saling kenal saat mengerjakan Tales from the Borderlands. Pada 2017 mereka pindah ke Ubisoft dan langsung dikasih proyek yang bikin fans berharap besar: Splinter Cell baru.
Herman bilang ke Bloomberg,
“Saya sangat excited bisa bantu menghidupkan Splinter Cell lagi, karena franchise ini sudah lama tidur. Kami yakin bisa bikin cerita yang bagus dan sesuatu yang fans bakal suka.”
Sayangnya, mimpi itu nggak berlangsung lama.
Ketika Ubisoft Mulai Dorong Semua Game Jadi ‘Live Service’
Di periode itu, Ubisoft lagi ‘all-in’ dengan strategi games-as-a-service. Dan Splinter Cell? Ya jelas nggak cocok sama formula itu.
Pelan-pelan, proyek ini diputar arahnya, sampai akhirnya berubah bentuk menjadi game yang kita kenal sebagai XDefiant, FPS free-to-play yang rilis tahun 2024 — dan berakhir dengan nasib kurang bahagia.
- Reviewnya campuran.
- Player base naik turun.
- Lalu pada Desember 2024 diumumkan akan ditutup permanen.
- Server benar-benar mati 3 Juni 2025.
Dari sebuah Splinter Cell, berubah jadi FPS arena F2P… dan akhirnya hilang begitu saja.
AdHoc Studio: Keluar dari Ubisoft, Lanjut Bikin Dispatch
Setelah proyeknya berubah arah, trio tadi keluar dari Ubisoft dan bergabung dengan Michael Choung untuk mendirikan AdHoc Studio pada 2018.
Mereka mulai mengerjakan versi awal Dispatch, sambil ambil kerjaan tambahan: menulis naskah untuk The Wolf Among Us 2. Mereka bahkan menulis script setebal 800 halaman sebelum akhirnya mundur karena terlalu sedikit ruang kreatif.
Yang makin ironis: Wolf Among Us 2 sendiri sampai sekarang juga terlihat… ya, sama-sama tidak jelas nasibnya.
Untungnya, perjalanan AdHoc punya ujung yang jauh lebih positif.
Dispatch: Dari Ide Berantakan Jadi Game Episodik yang Meledak
Dengan bantuan publisher dan casting director Linda Lamontagne, AdHoc berhasil membangun proyek final Dispatch — game episodik superhero workplace comedy tentang Robert Robertson III (eks Mecha Man) yang harus kerja sebagai dispatcher buat para mantan villain yang berubah jadi superhero.
Cast-nya super mewah:
- Aaron Paul
- Jeffrey Wright
- Erin Yvette
- Laura Bailey
- Travis Willingham
- Matthew Mercer
- plus para kreator seperti Jacksepticeye, MoistCr1TiKaL, Joel Haver, Alanah Pearce
Dispatch rilis delapan episode sepanjang Oktober–November 2025, dan langsung meledak:
- Terjual lebih dari 1 juta unit dalam 10 hari
- Dapat pujian kritikus
Reviewer sampai bilang,
“Totally enthralled in this world, and I’m keen to get tangled up in Robert’s fractured personal life.”
Kontras banget dengan nasib XDefiant dan Splinter Cell yang tak pernah jadi.
Splinter Cell: Masih Gelap, Fans Masih Menunggu
Terakhir kali Splinter Cell punya game baru itu Blacklist (2013) — lebih dari satu dekade lalu. Ubisoft sempat ngumumin remake dari Splinter Cell 2002, tapi sejak 2022 literally sunyi senyap.
Apakah remake itu masih hidup? Nggak ada yang tahu.
Yang jelas, fans Splinter Cell tetap berada dalam “mode night vision”—alias menunggu dalam kegelapan.
Kesimpulan: Dari Splinter Cell ke XDefiant, Lalu ke Dispatch — Satu Perjalanan yang Aneh tapi Nyata
Cerita ini adalah gambaran jelas tentang:
- bagaimana ide besar bisa berubah total karena arah bisnis perusahaan,
- bagaimana proyek AAA bisa dipaksa masuk ke model live service,
- dan bagaimana developer yang mencari kebebasan kreatif akhirnya harus bikin studio sendiri agar karya mereka bisa berkembang.
Ironis, tapi begitulah industri ini bekerja.
Pada akhirnya, proyek yang lahir dari puing-puing perjalanan panjang justru jadi yang paling bersinar: Dispatch sukses besar, sementara XDefiant dan Splinter Cell masih jadi catatan sejarah yang penuh “what if”.
Related Articles

ROG Hone Control Ace L Vitality Edition: Mouse Pad FPS yang Dirancang Pro Player!
ASUS ROG ikut ngeramein COMPUTEX 2026 dengan gear yang keliatannya simpel, tapi penting banget buat pemain FPS: ROG Hone Control Ace L Vitality Editio...

MSI dan Gigabyte Pamer Monitor Mini-LED 5K 27 Inci
Di Computex, banyak orang lagi ribut soal monitor OLED generasi baru. Tapi diam-diam, kubu LCD juga lagi naik level dengan spek yang ga kalah barbar. ...

Thermalright Trofeo Vision 9.16: LCD Buat Bikin Build PC Makin Ganteng
Thermalright punya barang yang namanya Trofeo Vision 9.16 LCD, layar kecil buat dipasang di dalam PC sebagai display status sistem sekaligus...

Virtua Fighter Crossroads: Game Fighting Adventure dari Developernya Yakuza
Setelah lama cuma jadi bahan teaser dan potongan gameplay tanpa konteks, proyek Virtua Fighter baru dari RGG Studio akhirnya mulai jelas. Di Summer Ga...