
Pulsar eS Xlite: Hasil Kolaborasi VAXEE dengan Kontrol Setting lewat Dongle
Pulsar ngenalin eS Xlite, mouse gaming hasil kerja sama dengan VAXEE. Mouse ini membawa bentuk ergonomis, bobot 51 gram, serta dukungan polling rate 8.000 Hz untuk koneksi kabel dan wireless.
Dibanderol US$179,95 alias Rp3,2 jeti, eS Xlite juga dilengkapi Link 8K Dongle yang punya tombol untuk mengatur DPI, polling rate, dan profil. Jadi, dongle-nya ga cuma menerima sinyal dari mouse, tetapi juga menjadi tempat mengubah setting tanpa membuka software.

Bentuk Lebih Ramping dan Sensor Bergeser ke Depan
Pulsar mempertahankan konsep ergonomis Xlite, tetapi mengubah beberapa bagian bodinya. Lebarnya dibuat lebih ramping, bagian belakang ditinggikan, dan titik berat digeser ke belakang agar telapak tangan mendapat lebih banyak dukungan.
Menurut Pulsar, perubahan ini ditujukan untuk meningkatkan kestabilan grip dan membuat posisi pergelangan tangan lebih natural. Buat pengguna yang suka bagian belakang mouse mengisi telapak tangan, pendekatan ini bisa menarik. Tetapi bentuk baru juga berarti pengguna Xlite lama belum tentu langsung merasa cocok.
Posisi sensornya ikut digeser ke depan agar lebih sejajar dengan jari telunjuk dan tengah. Perubahan posisi sensor bisa mengubah respons gerakan kursor terhadap cara tangan memutar mouse. Jadi, meski DPI-nya disamakan dengan mouse sebelumnya, sensasinya belum tentu persis sama.
Menurut kami, perubahan bentuk ini justru lebih penting buat calon pembeli dibanding angka DPI maksimum. Mouse untuk pertandingan perlu nyaman dikontrol dengan grip masing-masing pemain, termasuk saat melakukan penyesuaian aim kecil.
Sensor XS2, Polling 8K, dan Baterai 500 mAh
eS Xlite memakai sensor XS2 dengan spesifikasi hingga 42.000 DPI, kecepatan tracking 800 IPS, dan akselerasi 70 G. Pulsar juga memasang MCU yang disebut berkelas dual-core untuk mendukung sistemnya.
Polling rate 8.000 Hz tersedia pada mode kabel maupun wireless. Pada angka tersebut, interval laporan nominalnya 0,125 milidetik, dibanding 1 milidetik pada 1.000 Hz. Ini merupakan interval pelaporan input, bukan total latensi dari mouse sampai gambar muncul di monitor.
Untuk daya, eS Xlite dibekali baterai 500 mAh. Kapasitasnya 2,5 kali lebih besar dibanding baterai 200 mAh yang dijadikan pembanding dalam pengumuman Pulsar. Klaim daya tahannya mencapai 119 jam pada polling 1.000 Hz; angka itu ga bisa langsung dianggap berlaku saat memakai 8.000 Hz.
Tombol utamanya memakai Pulsar Optical Switches. Switch optik menghindari masalah contact bounce pada kontak mekanis yang bisa memicu double-click. Meski begitu, teknologi ini bukan jaminan seluruh komponen mouse bebas masalah selama pemakaian.

Link 8K Dongle Jadi Fitur yang Paling Praktis
Link 8K menyediakan tombol fisik untuk mengubah DPI, polling rate, dan profil. Pengguna ga perlu membalik mouse atau membuka aplikasi untuk mengakses pengaturan tersebut.
Buat pemain yang memakai komputer berbeda saat latihan dan turnamen, kontrol fisik seperti ini cukup berguna. Pengaturan penting bisa dijangkau langsung dari meja, tanpa harus mencari menu software terlebih dahulu.
Meski begitu, manfaatnya lebih besar untuk kemudahan setup daripada sesuatu yang harus sering dilakukan di tengah pertandingan. Kalau sensitivitas dan profil sudah cocok, kebanyakan pemain justru ingin mempertahankannya agar kontrol tetap konsisten.

Bukan Edisi Terbatas
eS Xlite hadir dalam warna biru khas Pulsar eS dan diproduksi sebagai produk reguler, bukan limited edition. Pulsar menyebut mouse ini sudah tersedia, sementara toko resminya mencantumkan harga US$179,95. Belum ada harga dan jadwal penjualan resmi di Indonesia.
Di harga tersebut, eS Xlite menyasar pengguna yang memang mencari mouse kompetitif kelas premium. Daya tarik utamanya ada pada bentuk hasil pengembangan bersama VAXEE, bobot 51 gram, dan kontrol lewat dongle.
Kalau kamu sudah nyaman dengan mouse sekarang, sensor 42.000 DPI dan polling 8K saja belum menjadi alasan kuat untuk ganti. Tetapi kalau sedang mencari bentuk ergonomis baru dan pengaturan yang gampang diakses tanpa software, eS Xlite punya fitur yang relevan untuk kebutuhan itu.
Related Articles

ATK Bawa Pikachu ke Mouse F1 V3 Ultimate+ dan Keyboard RS7 Air
ATK ngenalin F1 V3 Ultimate+ dan RS7 Air edisi Pikachu, dua perangkat gaming yang tampil dengan warna kuning terang serta elemen transparan. Keduanya ...

Mod DLSS di Radeon Makin Lengkap, tapi Fitur di RX 6000 Masih Terbatas
Pengguna Radeon mendapat opsi baru buat mencoba teknologi grafis NVIDIA lewat proyek DLSS-NR-on-AMD milik Daniel Blanco. Update Alpha 0.8.0 memperluas...

Razer Barracuda V2 Pro: Satu Headset buat Gaming, Kerja, dan Dibawa Pergi
Razer ngenalin Barracuda V2 Pro, headset wireless yang ditujukan buat gamer yang pengin satu perangkat untuk main di PC, dengerin musik di HP, sampai ...

Xbox Nano Controller: Gamepad Mungil buat Main di Banyak Perangkat
Microsoft ngenalin Xbox Nano Controller, gamepad berukuran imut yang disebut sebagai controller Xbox terkecil sejauh ini. Harganya US$49,99 (sekitar R...