
Pulsar Feinmann FO1 Noctua Edition: Mouse Gaming tapi Ada Kipasnya
Pulsar kayaknya berhasil bikin salah satu mouse gaming paling nyeleneh tahun ini. Feinmann FO1 Noctua Edition resmi disiapkan buat rilis pada 21 Juli 2026, dan fitur utamanya benar-benar ga biasa: ada kipas Noctua di dalam mouse.
Iya, ini mouse gaming dengan active cooling.
Bukan buat mendinginkan sensor, bukan buat RGB, tapi buat meniupkan udara langsung ke telapak tangan pengguna saat sesi gaming intens. Jadi kalau kamu tipe pemain yang telapak tangannya berubah jadi rawa-rawa setiap masuk ranked match, mouse ini seperti dibuat khusus buatmu.
Mouse Gaming dengan Kipas 40mm di Dalamnya
Feinmann FO1 Noctua Edition memakai kipas Noctua NF-A4x10 5V PWM.
Ini kipas kecil berukuran 40mm yang dimasukkan langsung ke dalam shell mouse. Udara dialirkan ke area tangan melalui ventilasi besar di bagian atas bodi.
Konsepnya simpel tapi agak gila: saat kamu main lama, kipas membantu menjaga telapak tangan tetap lebih kering dan adem.
Biasanya gamer mengatasi tangan berkeringat dengan grip tape, hand fan, AC, bedak, atau istirahat sebentar. Pulsar malah langsung memasukkan kipas ke dalam mouse. Problem solved, tapi dengan cara engineer yang mungkin kebanyakan minum kopi.

Hasil Kolaborasi dengan Noctua
Mouse ini pertama kali terlihat di booth Noctua saat Computex.
Kolaborasinya masuk akal sekaligus lucu. Noctua dikenal sebagai brand kipas PC premium dengan reputasi sunyi, awet, dan performa airflow bagus. Pulsar dikenal di dunia mouse gaming ringan.
Gabungkan keduanya, jadilah mouse esports yang kelihatannya seperti eksperimen modder, tapi ternyata produk sungguhan.
Dan tentu saja, aura Noctua-nya kuat. Kalau warnanya memakai kombinasi cokelat-krem khas Noctua, mouse ini bakal langsung kelihatan seperti kipas PC yang kabur dari casing lalu berubah jadi peripheral gaming.
Ventilasi Besar Buat Aliran Udara
Supaya kipasnya punya ruang buat bekerja, Pulsar membuat shell dengan ventilasi besar di bagian atas.
Ventilasi ini memungkinkan udara mengalir terus ke telapak tangan.
Buat sebagian gamer, desain berlubang seperti ini bisa jadi nilai plus karena membantu sirkulasi udara. Tapi buat yang khawatir debu, remah snack, atau rambut halus masuk ke dalam mouse, desain seperti ini mungkin bikin agak waswas.
Jadi ya, mouse ini mungkin bukan pasangan ideal buat orang yang main sambil makan keripik di atas meja.
Tetap Ringan di 73 Gram
Yang cukup impresif, Pulsar masih bisa menjaga bobotnya di 73 gram meski ada kipas 40mm di dalamnya.
Memang, versi Feinmann FO1 standar jauh lebih ringan, sekitar 46 gram. Jadi Noctua Edition naik cukup banyak.
Tapi untuk mouse dengan sistem pendingin aktif, 73 gram masih tergolong ringan. Banyak mouse wireless biasa tanpa kipas saja masih berada di rentang bobot yang mirip atau lebih berat.
Jadi Pulsar ga sekadar memasukkan kipas lalu menyerah pada bobot. Mereka tetap mencoba menjaga DNA lightweight-nya.

Ukurannya Jadi Sedikit Lebih Besar
Karena harus memberi ruang untuk kipas, Feinmann FO1 Noctua Edition dibuat sedikit lebih besar dari versi biasa.
Meski begitu, desainnya masih disebut compact dan kemungkinan lebih cocok untuk pengguna tangan kecil sampai sedang.
Ini penting karena mouse dengan fan internal bisa saja berubah jadi bongkahan besar yang sulit dikontrol. Tapi dari info awal, Pulsar masih mengejar bentuk yang cukup nyaman untuk gaming cepat.
Buat pengguna tangan besar, perlu tunggu review langsung buat memastikan shape-nya benar-benar pas.
Sensor XS-2 Sampai 42.000 DPI
Di sisi performa, mouse ini memakai sensor XS-2.
Spesifikasi utamanya mencakup:
- DPI sampai 42.000
- Polling rate sampai 8000Hz
- Bobot 73 gram
- Kipas Noctua NF-A4x10 5V PWM
- Desain compact
- Active cooling ke telapak tangan
DPI 42.000 tentu terdengar overkill. Mayoritas gamer FPS bahkan main jauh di bawah 2000 DPI.
Tapi sensor kelas tinggi biasanya bukan cuma soal angka DPI maksimal. Yang lebih penting adalah tracking stabil, minim spinout, dan respons konsisten saat flick cepat.
8K Polling Buat Input Lebih Responsif
Feinmann FO1 Noctua Edition juga mendukung polling rate sampai 8000Hz.
Dengan 8K polling, mouse bisa mengirim data ke PC jauh lebih sering dibanding standar 1000Hz. Secara teori, ini bisa membuat gerakan dan klik terasa lebih responsif, terutama di monitor refresh rate tinggi.
Tapi ada catatan klasik: 8K polling bisa lebih berat untuk sistem dan lebih boros daya kalau wireless. Belum dijelaskan detail koneksi dan daya tahannya, jadi bagian ini masih perlu ditunggu saat spesifikasi lengkap dan review muncul.
Kipas Bisa Dikontrol
Pulsar menyebut kipasnya bisa dikontrol.
Ini penting karena ga semua orang butuh angin terus-menerus. Ada kalanya pengguna mungkin ingin fan mati saat browsing, kerja, atau main game santai.
Saat match mulai panas, baru kipas dinyalakan.
Kontrol fan juga bisa membantu mengatur noise, konsumsi daya, dan kenyamanan. Karena walau Noctua dikenal senyap, tetap saja ada kipas kecil yang berputar di dalam mouse tepat di bawah tangan.

Buat Gamer yang Tangannya Gampang Berkeringat
Target utama mouse ini jelas gamer dengan masalah sweaty palms.
Dalam game kompetitif, tangan berkeringat bisa mengganggu:
- Grip
- Flick shot
- Tracking
- Konsistensi klik
- Kontrol recoil
- Kenyamanan sesi panjang
Grip tape memang membantu, tapi grip tape cuma menambah cengkeraman. Ia tidak benar-benar mendinginkan telapak tangan.
Feinmann FO1 Noctua Edition mencoba menyelesaikan akar masalahnya dengan airflow langsung.
Apakah efektif? Itu baru bisa dibuktikan lewat penggunaan real. Tapi idenya memang praktis, walau bentuknya sangat absurd.
Belum Ada Harga Resmi
Pulsar belum mengumumkan MSRP resmi untuk Feinmann FO1 Noctua Edition.
Wilayah ketersediaannya juga belum dijelaskan.
Yang sudah diketahui, mouse ini dijadwalkan meluncur resmi pada 21 Juli 2026. Jadi detail soal harga, region, dan stok kemungkinan bakal diumumkan saat rilis.
Melihat ini edisi kolaborasi dengan Noctua dan fiturnya cukup unik, kemungkinan harganya bakal berada di atas model standar.
Spesifikasi Singkat
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Model | Pulsar Feinmann FO1 Noctua Edition |
| Kipas | Noctua NF-A4x10 5V PWM |
| Ukuran kipas | 40mm |
| Bobot | 73 gram |
| Sensor | XS-2 |
| DPI maksimum | 42.000 |
| Polling rate | Hingga 8000Hz |
| Desain | Compact, sedikit lebih besar dari FO1 standar |
| Ventilasi | Besar di bagian atas shell |
| Fan control | Didukung |
| Tanggal rilis | 21 Juli 2026 |
| Harga | Belum diumumkan |
Kesimpulan: Gimmick Aneh yang Bisa Jadi Berguna Banget
Pulsar Feinmann FO1 Noctua Edition terdengar seperti lelucon forum hardware: mouse gaming ringan, tapi ada kipas Noctua di dalamnya.
Tapi makin dipikir, idenya sebenarnya cukup masuk akal. Banyak gamer memang bermasalah dengan telapak tangan berkeringat saat main lama atau masuk match kompetitif. Kalau airflow langsung bisa membantu menjaga grip tetap stabil, fitur ini bukan sekadar gimmick.
Bobot 73 gram juga cukup mengesankan mengingat ada kipas 40mm di dalam shell. Ditambah sensor XS-2, DPI 42.000, dan polling 8K, mouse ini tetap membawa spek gaming modern.
Apakah semua orang butuh mouse dengan kipas? Jelas ga.
Tapi buat gamer yang sering kalah bukan karena aim jelek, melainkan karena telapak tangan berubah jadi water cooling custom, Feinmann FO1 Noctua Edition bisa jadi upgrade paling aneh sekaligus paling relevan tahun ini.
Related Articles

Ini Caranya Pakai Mod DLSS 5 ke Game-Game Lama
NVIDIA DLSS 5 mulai jadi bahan obrolan panas di komunitas PC gaming. Teknologi ini disebut bisa membawa peningkatan visual besar, bahkan untuk game ya...

GTA 6 Bisa Tembus 80 Jam, Tapi Mentok 30 FPS?
Kabar baru soal GTA 6 akhirnya ngasih gambaran yang lebih jelas tentang seberapa besar game ini bakal terasa saat rilis nanti. Di satu sisi, Rockstar ...

Turtle Beach Vulcan II XP: Keyboard Gaming Hot-Swap dengan ReacTap SOCD dan Titan HS Switch
Turtle Beach resmi memperkenalkan Vulcan II XP, keyboard gaming baru yang membawa switch hot-swappable, frame aluminium, RGB per-key, wrist rest detac...

Razer Base Station V3 Chroma: Stand Headset RGB yang Bisa Jadi Hub Pintar
Razer resmi memperkenalkan Razer Base Station V3 Chroma, headset stand terbaru yang bukan cuma jadi tempat naruh headset. Perangkat ini membawa RGB Ch...