
QK65 Mark III: Keyboard 65% yang Bikin Identitas Baru
Kalau kita ngomongin keyboard custom, ada dua tipe brand: yang main aman… dan yang mulai iseng cari identitas baru.
Nah, QK65 Mark III (MK3) ini jelas masuk kategori kedua. Dari awal aja sudah keliatan—ini bukan QK yang “itu-itu lagi”.
Desain: Aura Matrix, Tapi Tetap QK
Dari tampilannya, kesan pertama langsung kena: ini keyboard berasa “Matrix vibes” banget.
Bukan cuma dari desain keyboard-nya, tapi bahkan sampai ke packaging-nya:
- Box premium ala Matrix-style
- Hard shell case (yes, ini penting banget dan makin jarang sekarang)
- Build keliatan lebih “serius” dibanding QK generasi sebelumnya
Dan jujur aja… ini langkah yang menarik. QK kayak lagi bilang: "Kita nggak mau cuma jadi keyboard murah yang bagus. Kita mau jadi keyboard yang punya karakter."
Harga & Value: Masih Masuk Akal?
Start dari $200, dan untuk harga segitu, isi paketnya cukup padat:
- PCB (hotswap)
- 2 pilihan plate (PP & aluminum)
- Foam
- Stabilizer
- Kabel, tools, dll
- Bahkan ada hard case
Kalau dibandingin market sekarang, ini masih tergolong value yang kuat.

Fitur Unik: Layar + “Mini Game”?!
Nah ini dia bagian yang bikin MK3 beda. Keyboard ini punya layar kecil (LCD/dot matrix) di bagian atas. Dan bukan cuma buat gaya doang…
Lo bisa:
- Lihat waktu
- Status (Caps Lock, mode Mac/Windows)
- Animasi lucu (kayak anjing jalan)
- Bahkan… ada mini game yang bisa dikontrol dari keyboard
Yes. Keyboard. Ada game-nya.
Ini jelas bukan fitur yang “dibutuhin”, tapi jelas fitur yang bikin: “oke ini fun banget sih.”
Build & Struktur: Banyak Part, Banyak Eksperimen
Salah satu hal paling mencolok adalah jumlah komponen yang terpisah:
- Top frame
- Subframe
- Weight besar di belakang
- Badge
- Beberapa cover tambahan
- Bahkan beberapa bagian kecil modular
Untuk harga $200, ini termasuk lumayan kompleks. Strukturnya juga pakai:
- PCB gasket mount
- Internal stepped (buat karakter suara lebih “hidup”)
Dan feel-nya: cenderung soft typing experience.
Foam: Love It or Leave It
QK sendiri bilang kalau keyboard ini “designed around foam.”
Artinya:
- Secara default, performa optimalnya pakai foam
- Tapi… menariknya, reviewer juga ngerasa: sebenarnya tanpa foam pun harusnya masih bisa bagus
Ini jadi semacam dilema:
- Mau ikut desain aslinya → pakai foam
- Mau eksperimen → foam optional
Dan ya… komunitas keyboard pasti bakal langsung eksperimen.
Masalah Kecil (Tapi Kerasa)
Namanya juga bukan keyboard super mahal, jadi pasti ada kompromi.
Beberapa hal yang cukup kerasa:
1. Ribbon Cable (bukan pogo pin)
Ini mungkin kritik paling besar.
Saat banyak brand sudah pakai pogo pin (tinggal tekan, auto connect), QK malah balik ke ribbon cable (ribet, rawan, bikin deg-degan).
Dan ini bukan cuma soal “ribet”, tapi juga:
- UX jadi kurang nyaman
- Build process jadi lebih tricky
2. Gasket di bawah spacebar
Ini agak aneh.
Biasanya, bagian spacebar dihindari dari gasket biar feel-nya enak. Di sini justru ada… Jadi, hasilnya:
- terasa lebih kaku
- kurang natural
Untungnya bisa diakalin (dicopot manual).
3. Foam cut kurang rapi
Foam-nya nutup area tertentu (kayak stepped caps lock), jadi harus “diakalin sendiri.”
Memang masih prototype, tapi tetap worth noting.
4. Knob / tombol putar kurang ergonomis
Ada bagian yang bisa diputar (twist mechanism), tapi:
- agak susah dipegang
- kurang ramah buat user dengan dexterity rendah
Ini kecil, tapi noticeable.

Sound & Typing Experience
Nah ini bagian seru.
Setelah di-tweak:
- Foam disesuaikan
- Gasket di spacebar dihapus
- Plate diganti ke aluminum
Hasilnya? Jauh lebih hidup.
Observasi penting:
- Aluminum plate → suara lebih “clean & defined”
- PP plate → lebih soft, tapi bisa terlalu “dempet”
- Bottom row jadi lebih “open” setelah tweak
Dan satu hal yang standout: Backspace & modifiers kedengeran enak banget.
Switch & Keycaps: Kombinasi Pengaruh Besar
Beberapa insight dari build:
- Long pole switch + aluminum plate → combo yang cocok
- ABS keycaps → bantu suara lebih “pop”
- Switch tertentu bisa terlalu “sharp” kalau pairing salah
Jadi ini keyboard yang lumayan sensitif sama setup.
Kesimpulan: Keyboard Buat yang Bosan Sama yang “Aman”
QK65 MK3 ini bukan keyboard sempurna. Tapi justru itu yang bikin menarik.
Yang bikin dia stand out:
- Desain beda (Matrix-inspired)
- Layar + mini game (fun factor tinggi)
- Modular & kompleks
- Value masih oke di $200
Yang masih bisa diperbaiki:
- Ribbon cable (please balik ke pogo pin)
- Gasket placement
- Detail kecil kayak foam & ergonomi
Verdict Akhir
Kalau lo cari keyboard:
- yang simpel
- yang “plug & play”
- yang aman
ini bukan buat lo.
Tapi kalau lo:
- suka eksperimen
- suka fitur unik
- pengen keyboard yang punya karakter
QK65 Mark III ini worth banget buat dilirik.
Karena di dunia keyboard, kadang yang paling menarik bukan yang paling sempurna—
tapi yang berani beda.
Btw, kalo kamu pengen ikutan Group Buy keyboard ini bareng GGS, silakan langsung meluncur ke link ini ya: Group Buy QK65 Mk3.
Related Articles

ROG Hone Control Ace L Vitality Edition: Mouse Pad FPS yang Dirancang Pro Player!
ASUS ROG ikut ngeramein COMPUTEX 2026 dengan gear yang keliatannya simpel, tapi penting banget buat pemain FPS: ROG Hone Control Ace L Vitality Editio...

MSI dan Gigabyte Pamer Monitor Mini-LED 5K 27 Inci
Di Computex, banyak orang lagi ribut soal monitor OLED generasi baru. Tapi diam-diam, kubu LCD juga lagi naik level dengan spek yang ga kalah barbar. ...

Thermalright Trofeo Vision 9.16: LCD Buat Bikin Build PC Makin Ganteng
Thermalright punya barang yang namanya Trofeo Vision 9.16 LCD, layar kecil buat dipasang di dalam PC sebagai display status sistem sekaligus...

Virtua Fighter Crossroads: Game Fighting Adventure dari Developernya Yakuza
Setelah lama cuma jadi bahan teaser dan potongan gameplay tanpa konteks, proyek Virtua Fighter baru dari RGG Studio akhirnya mulai jelas. Di Summer Ga...