
RAWM Nyx60: Keyboard Gaming Optical 60% yang Siap Lawan Tren Hall Effect
Saat keyboard gaming magnetic atau Hall effect makin ramai, RAWM eSports malah mengambil jalur berbeda. Brand periferal asal China ini memperkenalkan RAWM Nyx60, keyboard gaming 60% dengan light-guided optical switches.
Nyx60 akan meluncur di Kickstarter pada 3 September. MSRP yang terpampang saat ini adalah $199, atau sekitar Rp3,52 juta jika memakai kisaran kurs USD/IDR sekitar Rp17.700. Tapi untuk early bird, RAWM menyiapkan harga $99, atau sekitar Rp1,75 juta, buat pengguna yang melakukan reservasi $1 lebih dulu.
Sebagai patokan, rupiah pada Selasa pagi, 1 September 2026, dilaporkan berada di sekitar Rp17.715 per dolar AS, jadi angka rupiah di artikel ini adalah estimasi kasar dan belum termasuk pajak, ongkir, biaya impor, atau harga lokal Indonesia.
Optical Switch Saat Semua Orang Lagi Bahas Magnetic
Dalam beberapa tahun terakhir, keyboard gaming kompetitif banyak bergerak ke switch magnetic. Fitur seperti Rapid Trigger, SOCD, DKS, dan actuation yang bisa diatur jadi jualan utama keyboard buat FPS dan esports.
Tapi RAWM mencoba bilang: optical switch juga belum selesai.
Menurut RAWM, teknologi optical bisa memberi deteksi aktuasi yang lebih stabil dibanding magnetic switch dan sensor. Mereka mengklaim Nyx60 sebagai keyboard gaming pertama yang membawa light-guided optical switches dalam keyboard full aluminium.
Klaim ini menarik, terutama karena optical switch sebenarnya bukan barang baru. Razer sudah lama memakai optical switch di lini Huntsman, walau mereka juga mulai masuk ke dunia magnetic lewat Huntsman V3 HE.
Jadi pertanyaan besarnya: apa yang bikin teknologi optical RAWM ini beda?
Untuk sekarang, detailnya belum benar-benar lengkap. Tapi RAWM mengklaim switch optical ini bisa memberi presisi 0,01 mm untuk actuation dan Rapid Trigger.

Tetap Punya Fitur ala Keyboard Magnetic
Walau memakai optical switch, Nyx60 tetap membawa fitur-fitur yang biasanya jadi andalan keyboard Hall effect.
Beberapa fitur yang disebut termasuk:
- RT atau Rapid Trigger
- DKS
- SOCD
- Mod Tap
- Pengaturan actuation presisi
- Polling rate 8KHz
Rapid Trigger jelas jadi fitur paling penting buat gamer kompetitif. Dengan fitur ini, tombol bisa aktif dan reset lebih cepat berdasarkan pergerakan switch. Buat game seperti Valorant, Apex Legends, atau FPS lain, input yang lebih cepat bisa membantu gerakan terasa lebih responsif.
SOCD juga menarik, tapi harus hati-hati. Fitur seperti ini bisa bermasalah di beberapa game kompetitif, terutama kalau aturan turnamen atau developer melarang input automation tertentu. Jadi meski fiturnya ada, pengguna tetap perlu tahu kapan aman dipakai.
RAWM Klaim Lebih Stabil dari Hall Effect
Menurut halaman pre-launch Nyx60, light-guided optical switch diklaim bisa mengurangi pengaruh medan magnet dan perubahan suhu terhadap sinyal trigger.
Ini adalah sindiran langsung ke keyboard magnetic. Karena switch Hall effect bekerja dengan medan magnet, faktor seperti konsistensi sensor, kalibrasi, dan perubahan lingkungan bisa jadi bahan diskusi di kalangan enthusiast.
RAWM mencoba menawarkan alternatif: pakai cahaya sebagai dasar deteksi, bukan magnet.
Secara teori, optical switch bisa membaca input dengan sangat cepat dan minim kontak fisik. Karena tidak mengandalkan kontak logam tradisional, masalah seperti chatter atau wear di titik kontak bisa dikurangi.
Tapi tentu saja, klaim stabilitas ini masih perlu dibuktikan lewat review real-world. Spesifikasi di atas kertas boleh keren, tapi feel, konsistensi, software, dan latency nyata tetap jadi penentu.

Layout 60% Buat Gamer Kompetitif
Nyx60 memakai layout 60%, format yang populer di kalangan gamer FPS dan keyboard enthusiast.
Layout ini membuang numpad, function row, dan beberapa tombol navigasi fisik demi ukuran yang lebih compact. Hasilnya, ruang mouse di meja jadi lebih lega.
Buat gamer low sensitivity yang butuh mousepad besar, keyboard 60% memang masih jadi pilihan favorit. Apalagi kalau main FPS kompetitif, meja yang lebih lapang bisa terasa lebih penting dibanding tombol ekstra.
RAWM tampaknya jelas mengincar pasar yang sama dengan keyboard seperti Wooting 60HE v2 dan keyboard gaming compact lain yang fokus ke performa.
CNC Aluminium Frame, Bukan Keyboard Plastik Biasa
Dari sisi build, Nyx60 memakai CNC aluminium frame. Ini cukup menarik karena banyak keyboard gaming 60% di kelas kompetitif masih memakai case plastik untuk menekan harga atau bobot.
Aluminium memberi kesan lebih premium, lebih solid, dan lebih berat di meja. Buat keyboard kecil, bobot ekstra kadang justru enak karena keyboard tidak gampang geser saat gaming intens.
RAWM juga memakai desain tray mount. Ini bukan mounting paling fleksibel di dunia keyboard custom, tapi biasanya cukup sederhana, stabil, dan cocok untuk keyboard gaming yang mengutamakan input konsisten.
Empat Lapis Peredam Suara
Nyx60 juga membawa empat lapis sound-damping material.
Tujuannya untuk mengurangi reverb negatif, echo, dan suara hollow saat tombol mentok ke bawah. Ini penting karena keyboard gaming performa tinggi kadang mengabaikan typing sound.
Sekarang, gamer sudah makin cerewet. Mereka tidak cuma peduli input cepat, tapi juga ingin keyboard terdengar enak. Kalau aluminium case dipadukan dengan damping yang rapi, Nyx60 bisa punya suara lebih padat dan tidak kopong.

Keycap Polycarbonate Cherry Profile
RAWM menyebut Nyx60 akan memakai keycap yang tampaknya berbahan polycarbonate dengan Cherry profile.
Polycarbonate biasanya cocok untuk efek lighting karena bisa lebih translucent atau memberi karakter visual tertentu. Kalau RAWM memanfaatkan RGB dengan baik, keycap seperti ini bisa bikin tampilan Nyx60 lebih unik.
Cherry profile sendiri cukup aman buat banyak pengguna. Tingginya tidak terlalu ekstrem, feel-nya familiar, dan banyak dipakai di keyboard enthusiast.
Polling Rate 8KHz
Nyx60 juga membawa 8KHz polling rate.
Artinya, keyboard bisa mengirim laporan input ke PC sampai 8000 kali per detik. Buat mengetik biasa, ini jelas overkill. Tapi untuk keyboard gaming dengan Rapid Trigger dan actuation super presisi, polling rate tinggi bisa jadi bagian dari paket performa.
Apalagi RAWM mengklaim presisi sampai 0,01 mm. Kalau klaim itu mau terasa maksimal, sistem pemindaian dan pelaporan input memang harus sangat cepat.
Tetap saja, seperti biasa, angka besar di spec sheet tidak otomatis bikin aim naik rank. Latency rendah membantu, tapi skill tetap boss utama.
Bakal Ada PCB Kit untuk Custom Build
RAWM juga menjanjikan Nyx60 dalam bentuk PCB kit dengan custom PCB art untuk custom build.
Ini menarik karena berarti Nyx60 tidak cuma ditujukan ke gamer mainstream, tapi juga mulai melirik keyboard enthusiast yang suka rakit sendiri.
Kalau PCB kit-nya fleksibel dan kompatibel dengan case tertentu, ini bisa membuka peluang build custom berbasis optical switch yang lebih unik. Tapi detail lengkap soal kompatibilitas kit masih perlu ditunggu.

Harga: Early Bird Jauh Lebih Menggoda
Harga jadi bagian yang cukup penting di sini.
RAWM mencantumkan MSRP $199, atau sekitar Rp3,52 juta. Tapi harga Kickstarter early bird-nya jauh lebih agresif: $99, atau sekitar Rp1,75 juta, dengan syarat pengguna melakukan reservasi $1.
Perbandingannya lumayan besar. Di harga Rp3,5 jutaan, Nyx60 akan berhadapan dengan banyak keyboard gaming premium. Tapi di Rp1,7 jutaan, paket full aluminium, optical switch analog-like, Rapid Trigger, 8KHz, dan layout 60% terdengar jauh lebih gila.
Tetap perlu diingat, Kickstarter bukan pembelian retail biasa. Ada risiko pengiriman mundur, perubahan detail produk, atau biaya tambahan. Jadi early bird memang menarik, tapi tetap buat pengguna yang siap jadi early adopter.
Kesimpulan
RAWM Nyx60 adalah keyboard gaming 60% yang mencoba melawan arus. Saat banyak brand ramai-ramai mengejar Hall effect dan magnetic switch, RAWM justru membawa light-guided optical switches dengan klaim presisi 0,01 mm, Rapid Trigger, DKS, SOCD, Mod Tap, dan polling rate 8KHz.
Di sisi build, keyboard ini juga terlihat serius dengan CNC aluminium frame, tray mount, empat lapis peredam suara, keycap Cherry profile, dan rencana PCB kit untuk custom build.
Harga MSRP-nya $199 atau sekitar Rp3,52 juta, tapi early bird Kickstarter turun jauh ke $99 atau sekitar Rp1,75 juta. Kalau RAWM bisa mengeksekusi switch optical ini dengan software yang rapi dan latency yang benar-benar rendah, Nyx60 bisa jadi salah satu alternatif paling menarik untuk gamer yang ingin fitur ala keyboard magnetic tanpa memakai sensor Hall effect.
Untuk sekarang, hype-nya boleh naik sedikit. Tapi karena ini masih pre-launch dan Kickstarter, review real-world tetap wajib ditunggu.
Karena di dunia keyboard gaming modern, klaim 0,01 mm memang terdengar keren. Tapi yang paling penting tetap sederhana: apakah tombolnya benar-benar terasa cepat, stabil, dan enak dipakai saat match mulai panas?
Related Articles

Ini Caranya Pakai Mod DLSS 5 ke Game-Game Lama
NVIDIA DLSS 5 mulai jadi bahan obrolan panas di komunitas PC gaming. Teknologi ini disebut bisa membawa peningkatan visual besar, bahkan untuk game ya...

GTA 6 Bisa Tembus 80 Jam, Tapi Mentok 30 FPS?
Kabar baru soal GTA 6 akhirnya ngasih gambaran yang lebih jelas tentang seberapa besar game ini bakal terasa saat rilis nanti. Di satu sisi, Rockstar ...

Turtle Beach Vulcan II XP: Keyboard Gaming Hot-Swap dengan ReacTap SOCD dan Titan HS Switch
Turtle Beach resmi memperkenalkan Vulcan II XP, keyboard gaming baru yang membawa switch hot-swappable, frame aluminium, RGB per-key, wrist rest detac...

Razer Base Station V3 Chroma: Stand Headset RGB yang Bisa Jadi Hub Pintar
Razer resmi memperkenalkan Razer Base Station V3 Chroma, headset stand terbaru yang bukan cuma jadi tempat naruh headset. Perangkat ini membawa RGB Ch...