Razer Barracuda V2 Pro: Satu Headset buat Gaming, Kerja, dan Dibawa Pergi

Razer Barracuda V2 Pro: Satu Headset buat Gaming, Kerja, dan Dibawa Pergi

4 min read 0 views

Razer ngenalin Barracuda V2 Pro, headset wireless yang ditujukan buat gamer yang pengin satu perangkat untuk main di PC, dengerin musik di HP, sampai menerima panggilan saat bepergian. Fitur utamanya mencakup koneksi audio 2,4 GHz dan Bluetooth secara bersamaan, active noise cancellation (ANC), serta dua pilihan mikrofon.

Headset ini memakai driver Razer TriForce Bio-Cellulose 40 mm, punya bobot 285 gram, dan bisa dilipat agar lebih gampang masuk tas. Razer juga menyediakan tempat penyimpanan dongle di headset, jadi receiver kecilnya ga perlu ditaruh terpisah.

Audio Game dan HP Bisa Masuk Bersamaan

Salah satu fitur paling berguna di Barracuda V2 Pro adalah kemampuannya menerima audio dari koneksi 2,4 GHz dan Bluetooth secara simultan. Kamu bisa menghubungkannya ke PC lewat dongle, lalu tetap terhubung ke HP untuk panggilan atau musik.

Ini berbeda dari sekadar menyimpan pairing dua perangkat. Kedua sumber audio bisa didengar bersamaan, sehingga kamu ga harus memutus koneksi game dulu untuk menerima audio dari HP. Razer juga menyediakan tombol SmartSwitch untuk berpindah mode koneksi.

Menurut kami, fitur ini lebih gampang dirasakan manfaatnya dibanding banyak klaim peningkatan kualitas suara dalam pengumuman headset. Buat yang sering main sambil tetap perlu menerima telepon, pengaturannya jadi lebih praktis.

Razer menyebut HyperSpeed Wireless menawarkan latensi hingga dua kali lebih cepat dibanding Bluetooth LE. Itu masih klaim perusahaan, tanpa angka latensi dan rincian pembanding dalam materi pengumumannya. Untuk gaming, koneksi dongle menjadi pilihan utama yang ditawarkan Razer, sedangkan Bluetooth memudahkan penggunaan bersama HP.

Bisa Pake Boom Mic atau Mic Internal

Barracuda V2 Pro menyediakan boom mic yang bisa dilepas untuk komunikasi saat gaming. Ketika mic tersebut dicopot, headset otomatis beralih ke mikrofon beamforming internal untuk panggilan. 

Pilihan ini cocok dengan konsep headset yang juga dipake di luar rumah. Di meja, kamu bisa memakai boom mic agar posisinya dekat mulut. Saat pergi, mic bisa dilepas supaya headset lebih ringkas tanpa kehilangan fungsi telepon.

Kedua konfigurasi mendapat AI-powered microphone noise cancellation untuk mengurangi suara latar yang ikut terkirim. Fungsinya perlu dibedakan dari ANC: noise cancellation pada mic membantu orang lain mendengar suara kamu, sementara ANC mengurangi kebisingan yang kamu dengar.

Razer memakai Hybrid ANC dengan mikrofon di bagian luar dan dalam earcup. Buat pengguna yang main atau bekerja di lingkungan ramai, fitur ini bisa jadi alasan memilih Barracuda dibanding headset gaming yang hanya mengandalkan bantalan untuk meredam suara.

Surround 7.1.4 Khusus PC

Untuk audio, Razer mengklaim driver bio-cellulose 40 mm-nya menghasilkan suara natural dengan bass yang dalam dan distorsi rendah. Karakter suaranya sendiri belum bisa kami nilai hanya dari jenis material atau ukuran driver.

Di PC, tersedia THX Spatial Audio+ dengan virtual surround 7.1.4. Empat kanal tambahan dipakai untuk menyimulasikan suara dari atas, selain arah di sekeliling pemain. Ini pemrosesan surround virtual, bukan berarti ada belasan speaker fisik di dalam headset.

Fitur tersebut membutuhkan Razer Synapse 4 pada Windows 11 64-bit atau lebih baru. Jadi meski headsetnya dipromosikan untuk banyak platform, pengalaman audionya ga identik di semua perangkat. Pengguna konsol atau HP jangan menganggap seluruh fitur PC otomatis ikut tersedia.

Baterai 70 Jam, tetapi ANC Harus Mati

Ada detail penting di halaman produk yang melengkapi pengumuman Razer. Klaim baterai hingga 70 jam berlaku dengan ANC mati. Jika ANC dinyalakan, daya tahannya diklaim mencapai 50 jam.

Pengisian daya dilakukan lewat USB-C. Razer juga menyebut pengisian selama 15 menit bisa memberikan sekitar enam jam pemakaian. Buat yang sering lupa ngecas sebelum berangkat, fitur ini cukup berguna.

Desain yang bisa dilipat, earcup yang bisa diposisikan rata, serta penyimpanan dongle membuatnya lebih gampang dibawa. Bobot 285 gram juga membantu mengurangi beban, meski kenyamanan saat dipakai lama tetap dipengaruhi tekanan headband dan ukuran bantalan.

Cocok buat yang Pengin Mengurangi Jumlah Headset

Barracuda V2 Pro paling masuk akal buat kamu yang sekarang memakai headset gaming di meja, lalu berganti headphone lain saat keluar rumah. Koneksi simultan, mic yang bisa dilepas, dan ANC menawarkan fungsi yang kepake untuk kedua kebutuhan itu.

Sebaliknya, kalau headset cuma dipake main di kamar, fitur untuk bepergian mungkin ga terlalu penting. Pilihannya akan lebih bergantung pada kualitas suara, mic, kenyamanan, dan harga dibanding sekadar banyaknya perangkat yang bisa dihubungkan.

Harga dan jadwal penjualan resmi Indonesia belum terkonfirmasi dari sumber yang diperiksa. Dukungan koneksi untuk konsol atau handheld tertentu juga perlu dicek sesuai perangkatmu. Konsep satu headset untuk banyak kegiatan emang praktis, asalkan fitur yang kamu butuhkan tersedia pada perangkat yang kamu pakai.

October 16, 2026
Share on:

Related Articles

Xbox Nano Controller: Gamepad Mungil buat Main di Banyak Perangkat

Xbox Nano Controller: Gamepad Mungil buat Main di Banyak Perangkat

Microsoft ngenalin Xbox Nano Controller, gamepad berukuran imut yang disebut sebagai controller Xbox terkecil sejauh ini. Harganya US$49,99 (sekitar R...

October 15, 2026
NVIDIA Rilis Frame Generation Preset C, Klaim FPS Naik hingga 35% pada RTX 5060

NVIDIA Rilis Frame Generation Preset C, Klaim FPS Naik hingga 35% pada RTX 5060

NVIDIA memperkenalkan mode Performance baru untuk DLSS Frame Generation melalui update beta NVIDIA App. Opsi bernama Preset C ini tersedia untuk GPU G...

October 14, 2026
Ajazz AM5 Hadir dengan Bodi Magnesium 52 Gram dan Wireless 8.000 Hz

Ajazz AM5 Hadir dengan Bodi Magnesium 52 Gram dan Wireless 8.000 Hz

Ajazz memperkenalkan AM5, mouse gaming wireless dengan bodi berbahan paduan magnesium, bobot sekitar 52 gram, dan sensor PAW3950. Mouse ini menawarkan...

October 13, 2026
Guide NVIDIA App: Setting untuk Game Modern, Game Lawas, G-SYNC, DLSS, dan ShadowPlay

Guide NVIDIA App: Setting untuk Game Modern, Game Lawas, G-SYNC, DLSS, dan ShadowPlay

NVIDIA App sekarang menggabungkan pengelolaan driver, setting grafis, fitur layar, dan record gameplay dalam satu aplikasi. Pilihannya makin lengkap, ...

October 12, 2026