Razer Basilisk V4 Pro: Lebih Banyak Kontrol, Emang Berguna?

Razer Basilisk V4 Pro: Lebih Banyak Kontrol, Emang Berguna?

5 min read 0 views

Razer memperkenalkan Basilisk V4 Pro, generasi baru mouse gaming ergonomisnya, bersama Basilisk V4 HyperSpeed dan aksesori pengisian daya Mouse Dock V2 Pro. Model Pro membawa 14 kontrol yang bisa dikustomisasi, scroll wheel baru, sensor hingga 50.000 DPI, serta polling rate 8.000 Hz lewat koneksi wireless maupun kabel.

Angkanya memang ramai, tapi daya tarik Basilisk justru ada pada hal yang lebih sederhana: menyediakan banyak fungsi dalam bentuk mouse yang bisa dipake buat main sekaligus bekerja. Buat gamer yang sering pindah dari FPS ke RPG, lalu kembali mengurus dokumen, pendekatan ini lebih relevan daripada sekadar mengejar spesifikasi tertinggi.

Tombol Baru Lebih Menarik daripada Sekadar Tambah Jumlah

Basilisk V4 Pro mempertahankan bentuk ergonomis dan sandaran ibu jari khas seri ini. Razer memindahkan posisi multi-function trigger agar lebih mudah dijangkau, lalu menambahkan tombol samping ketiga dan tombol di tepi M1. Menurut Razer, bobotnya juga turun 12 gram dibanding pendahulunya meski fiturnya bertambah.

Perubahan posisi tombol berpotensi lebih berarti daripada jumlahnya. Tombol tambahan baru berguna kalo bisa dijangkau tanpa menggeser pegangan atau bikin salah pencet. Buat pemain RPG, misalnya, akses cepat ke item, skill, atau peta bisa mengurangi pekerjaan tangan kiri. Buat FPS, tombol tambahan bisa dialokasikan untuk ping atau push-to-talk.

Istilah “14 kontrol” juga perlu dibaca dengan tepat. Daftar di situs Razer mencakup input scroll ke atas, ke bawah, dan tilt kiri-kanan; jadi bukan berarti ada 14 tombol fisik terpisah di bodinya.

Lewat Synapse, pengguna bisa mengatur fungsi, membuat profil yang mengikuti game, dan menggunakan Hypershift untuk membuka fungsi sekunder. Fleksibilitasnya menarik, tapi manfaat akhirnya tetap bergantung pada seberapa banyak kontrol yang benar-benar kamu pakai. Mouse penuh shortcut ga terlalu membantu kalo separuhnya malah terlupakan.

Scroll Wheel yang Bisa Berguna Setelah Game Ditutup

HyperScroll Tilt Wheel Gen-2 menyediakan mode Tactile dengan 24 langkah dan Precision Tactile dengan 48 langkah per putaran. Mode kedua menawarkan langkah lebih rapat, sehingga pengguna punya lebih banyak titik input dalam satu putaran roda.

Razer juga menyediakan Free-Spin untuk menggulir panjang dan Smart-Reel yang beralih antara tactile dan free-spin berdasarkan kecepatan scroll. Pengaturannya bisa disesuaikan lewat Synapse, termasuk Virtual Acceleration dengan lima tingkat akselerasi.

Buat gaming, pilihan mode ini memberi ruang untuk menyesuaikan scroll dengan pergantian senjata atau hotbar. Meski begitu, hasilnya tetap bergantung pada cara game membaca input; lebih banyak langkah ga otomatis bikin setiap pilihan lebih akurat.

Buat kerja, manfaat Free-Spin lebih mudah dibayangkan: menelusuri dokumen panjang tanpa terus memutar roda. Ini salah satu fitur Basilisk yang tetap kepake setelah game ditutup, ketika musuh berikutnya adalah spreadsheet.

Sensor 50.000 DPI Ga Otomatis Bikin Aim Bagus

Basilisk V4 Pro memakai Focus Pro 50K Optical Sensor Gen-3 dengan spesifikasi hingga 50.000 DPI, kecepatan tracking 930 IPS, dan akselerasi 90 G. Razer juga membawa Frame Sync untuk menyelaraskan pemindaian sensor dengan siklus pelaporan mouse, serta Asymmetric Cut-Off untuk mengatur jarak saat tracking berhenti dan aktif kembali ketika mouse diangkat.

Buat pemain low-sensitivity yang sering mengangkat mouse untuk mengatur ulang posisi, pengaturan lift-off dan landing distance punya kegunaan yang lebih jelas daripada DPI maksimum. Yang dicari adalah tracking konsisten saat mouse kembali menyentuh permukaan.

Polling rate 8.000 Hz berarti interval laporan nominal 0,125 milidetik, dibanding 1 milidetik pada 1.000 Hz. Itu menjelaskan potensi pelaporan input yang lebih rapat, bukan berarti seluruh latensi dari tangan sampai layar langsung menjadi 0,125 milidetik. Klaim peningkatan respons Frame Sync juga tetap perlu dibuktikan lewat pengujian.

Razer turut menyediakan Perfect 180, Dynamic Sensitivity, dan Mouse Rotation melalui Synapse. Perfect 180 menawarkan putaran instan, tetapi Razer menyebut hasilnya bergantung pada sensitivitas dalam game dan pengaturan total count di Synapse. Jadi, fitur ini membutuhkan penyesuaian, bukan tombol ajaib yang langsung menyelamatkan setiap flank.

Switch optik Gen-4-nya diklaim punya aktuasi 12 persen lebih ringan dan rating 100 juta klik. Rating itu merupakan angka ketahanan switch, bukan jaminan umur seluruh mouse.

Baterai Panjang, dengan Pengaturan yang Perlu Diperhatikan

Razer mengklaim baterai hingga 200 jam melalui HyperSpeed Wireless Gen-2 pada polling 1.000 Hz, atau hingga 275 jam lewat Bluetooth 6.2. Angka 200 jam tersebut jangan disamakan dengan pemakaian pada 8.000 Hz. Materi pengumuman ini juga belum merinci daya tahan baterai untuk setiap kombinasi polling dan pencahayaan.

Konektivitasnya mencakup HyperSpeed Wireless, kabel, dan Bluetooth dengan hingga tiga perangkat tersimpan. Sebutan “5-way” merujuk pada pilihan koneksi itu, bukan kemampuan mengendalikan lima perangkat sekaligus.

Sementara itu, Chroma RGB tujuh zona dengan underglow menawarkan pencahayaan yang tetap terlihat di sekitar mouse. Nilainya ada pada tampilan dan integrasi setup. Kalo kamu suka meja penuh warna, ini bagian dari daya tariknya; kalo fokusmu murni performa, RGB ga perlu menjadi alasan utama membeli.

Dock dan HyperSpeed: Dua Pilihan dengan Tujuan Berbeda

Mouse Dock V2 Pro menggabungkan pengisian daya wireless magnetik, transceiver 8.000 Hz, serta dukungan koneksi mouse dan keyboard Razer yang kompatibel. Dock ini juga memiliki underglow delapan zona dan indikator pengisian daya.

Manfaat utamanya adalah kenyamanan: taruh mouse saat selesai bermain, lalu ambil kembali saat dibutuhkan. Tetap saja, aksesori ini menambah biaya, sehingga nilainya bergantung pada seberapa besar kamu menghargai rutinitas pengisian yang lebih praktis.

Basilisk V4 HyperSpeed menawarkan paket lebih sederhana dengan bobot 94 gram, sensor Focus X 33K Gen-3, 12 kontrol yang bisa dikustomisasi, serta klaim baterai hingga 140 jam. Spesifikasi ini membuatnya menarik untuk dipertimbangkan oleh pengguna yang menyukai konsep Basilisk tetapi ga membutuhkan seluruh fitur Pro.

Basilisk V4 Pro sendiri tercantum seharga US$169,99 di toko Razer Amerika Serikat. Harga dan ketersediaan resmi Indonesia belum terkonfirmasi dari sumber yang diperiksa, jadi angka tersebut hanya menjadi acuan pasar AS.

Daya Tariknya Ada pada Fleksibilitas

Menurut saya, arah Basilisk V4 Pro paling masuk akal buat gamer yang ingin satu mouse untuk banyak aktivitas. Penataan tombol, pilihan scroll, dan koneksi ke beberapa perangkat menawarkan manfaat yang lebih mudah dirasakan daripada angka DPI maksimum.

Buat pengguna yang cuma butuh klik kiri, klik kanan, dan dua tombol samping, sebagian paketnya mungkin jarang terpakai. Sementara buat penggemar Basilisk, pertanyaan terpenting adalah apakah bentuk dan tombol barunya cocok dengan tangan mereka. Spesifikasi bisa terlihat sempurna di brosur, tapi yang memegang mouse tetap tangan kamu.

October 10, 2026
Share on:

Related Articles

Corsair HS80 v2 MAX: Baterainya Tahan 110 Jam

Corsair HS80 v2 MAX: Baterainya Tahan 110 Jam

Corsair memperbarui seri headset HS80 lewat HS80 v2 MAX WIRELESS. Fokusnya cukup jelas: bikin detail suara dalam game lebih mudah terdengar, memperjel...

October 9, 2026
Keychron G6 HE Buka Pre-order, Bawa Rapid Trigger dan Baterai yang Bisa Ditukar

Keychron G6 HE Buka Pre-order, Bawa Rapid Trigger dan Baterai yang Bisa Ditukar

Keychron G6 HE resmi masuk tahap pre-order dengan kombinasi fitur yang cukup menarik: bobot ringan, polling rate 8.000 Hz, dan switch klik hybrid magn...

October 8, 2026
Razer Wolverine V4 Pakai Analog Kapasitif dan Polling Rate 8.000 Hz di PC

Razer Wolverine V4 Pakai Analog Kapasitif dan Polling Rate 8.000 Hz di PC

Razer memperkenalkan keluarga Wolverine V4 buat gamer Xbox dan PC yang pengin punya lebih banyak kendali atas input mereka. Diumumkan pada 6 Oktober 2...

October 7, 2026
Tanchjim Force: IEM Dual Dynamic dengan Suara Lapang dan Kabel DSP Modular

Tanchjim Force: IEM Dual Dynamic dengan Suara Lapang dan Kabel DSP Modular

Tanchjim Force punya dua daya tarik yang langsung membedakannya: desain semi-open dan kabel modular hasil kolaborasi dengan Effect Audio. IEM ini bisa...

October 6, 2026