Razer Clio X: Speaker Wireless Tapi Bantal Kursi Gaming

Razer Clio X: Speaker Wireless Tapi Bantal Kursi Gaming

Razer datang dengan aksesori audio gaming yang cukup unik di PAX West 2026. Namanya Razer Clio X, sebuah speaker cushion wireless yang dipasang di bagian headrest kursi gaming.

Konsepnya menarik: alih-alih memakai headset, Clio X mengubah kursi gaming biasa jadi setup audio yang lebih imersif. Jadi suara datang dari dekat kepala, tapi telinga tetap terbuka. Buat gamer yang gampang capek pakai headset lama-lama, ide seperti ini jelas menggoda.

Ini bukan soundbar, bukan speaker meja, dan bukan headset. Clio X berada di area yang cukup niche: audio personal dekat telinga, tapi tanpa menutup telinga.

Speaker di Headrest, Bukan di Meja

Razer Clio X dirancang sebagai bantalan speaker yang dipasang di kursi. Posisinya ada di belakang kepala, tepat di area head cushion.

Di dalamnya, Razer memakai dual 38mm full-range drivers dan 55mm passive radiators. Setup ini dibuat untuk mengarahkan suara ke telinga pengguna dari belakang dalam konfigurasi near-field.

Dalam bahasa gampangnya, suara tidak ditembakkan ke seluruh ruangan seperti speaker biasa. Clio X mencoba mengirim audio lebih fokus ke pemain, karena posisinya memang dekat dengan kepala.

Buat gaming, ini bisa memberi pengalaman yang lebih personal tanpa harus memakai headset.

THX Spatial Audio Buat Soundstage Lebih Lebar

Fitur audio utamanya adalah THX Spatial Audio processing yang berjalan langsung di perangkat.

Razer menyertakan beberapa preset acoustic widening untuk memperluas kesan soundstage. Jadi suara bisa terasa lebih lega dan punya efek ruang yang lebih imersif.

Fitur ini ditujukan untuk berbagai skenario:

  • Game kompetitif
  • Game sinematik
  • Film
  • Musik
  • Konten hiburan santai

Buat game single-player, efek spatial seperti ini bisa bikin suasana lebih hidup. Ledakan, ambience, suara kendaraan, atau efek lingkungan bisa terasa lebih luas.

Buat game kompetitif, manfaatnya akan sangat tergantung implementasi dan preferensi pemain. Ada gamer yang suka spatial audio karena terasa lebih imersif, ada juga yang lebih memilih headset stereo presisi.

Open-Ear Gaming Buat yang Ogah Pakai Headset

Salah satu alasan Clio X menarik adalah pengalaman open-ear.

Banyak gamer tidak selalu nyaman memakai headset selama berjam-jam. Telinga panas, kepala tertekan, rambut berantakan, atau earpad bikin gerah. Apalagi kalau cuma main santai, nonton video, atau grinding game yang tidak butuh voice chat intens.

Dengan Clio X, telinga tetap bebas. Kamu masih bisa mendengar suara sekitar, ngobrol dengan orang rumah, atau sekadar main lebih santai tanpa rasa terisolasi total.

Ini bukan pengganti headset kompetitif untuk semua orang. Tapi buat sesi casual panjang, konsepnya bisa terasa enak banget.

Wireless Pakai Razer HyperSpeed 2.4GHz

Untuk koneksi, Clio X memakai Razer HyperSpeed 2.4GHz. Teknologi wireless ini ditujukan untuk transmisi low-latency, jadi delay audio bisa ditekan dibanding Bluetooth biasa.

Ini penting buat gaming. Audio yang telat sedikit saja bisa terasa mengganggu, terutama di game action, shooter, rhythm, atau game dengan timing ketat.

Selain wireless, Clio X juga bisa dipakai lewat koneksi kabel USB Type-C. Mode wired berguna kalau pengguna ingin menghemat baterai atau mengurangi urusan koneksi wireless.

Butuh Power Bank USB-C PD 2.0

Nah, bagian ini perlu dicatat: Clio X membutuhkan power bank eksternal USB-C PD 2.0, dan power bank itu tidak termasuk dalam paket pembelian.

Jadi perangkat ini bukan speaker cushion dengan baterai internal bawaan yang langsung siap jalan sendiri. Kamu perlu menyediakan power bank kompatibel untuk memberi daya.

Razer menyebut runtime bisa mencapai hingga 40 jam, tergantung kapasitas power bank dan pola penggunaan. Jadi secara fleksibilitas, ini menarik karena kamu bisa memilih power bank sesuai kebutuhan. Tapi di sisi lain, pengguna harus siap dengan aksesori tambahan yang menggantung atau ditempatkan di sekitar kursi.

Buat setup clean, ini bisa jadi tantangan kecil.

Bisa Dipasang di Banyak Kursi

Sistem pemasangannya memakai adjustable nylon strap. Strap ini mendukung lebar kursi sekitar 30 sampai 65 cm.

Artinya, Clio X tidak hanya ditujukan untuk kursi gaming Razer saja. Selama ukuran headrest atau bagian atas kursi cocok, perangkat ini bisa dipasang di berbagai kursi gaming maupun kursi kantor.

Instalasinya juga dibuat sederhana. Tidak butuh modifikasi permanen, tidak perlu alat khusus, dan tidak harus merusak kursi.

Ini penting buat pengguna yang tinggal di kos, apartemen sewaan, atau tidak mau kursinya dibor dan diutak-atik.

Bisa Jadi Bagian Setup Surround

Selain dipakai sendiri, Clio X juga mendukung Surround Mode.

Fitur ini memungkinkan Clio X terintegrasi dengan soundbar atau speaker stereo yang sudah ada untuk melengkapi setup multi-channel. Jadi pengguna bisa menjadikannya sebagai bagian dari sistem audio lebih besar, bukan cuma speaker standalone.

Ini pendekatan yang cukup fleksibel. Kamu bisa mulai dari Clio X dulu, lalu menggabungkannya dengan perangkat audio lain kalau ingin setup surround yang lebih niat.

Dengan posisi di belakang kepala, Clio X secara konsep bisa membantu menghadirkan rasa rear-channel yang biasanya sulit didapat dari speaker meja biasa.

Bukan Buat Semua Gamer

Walau idenya keren, Clio X jelas bukan aksesori yang cocok buat semua orang.

Kalau kamu main game kompetitif serius dan butuh isolasi suara maksimal, headset tertutup tetap lebih aman. Kalau kamu sering voice chat, headset dengan mic dedicated juga bisa lebih praktis.

Tapi buat gamer yang:

  • Tidak suka pakai headset lama-lama
  • Sering main single-player
  • Suka audio imersif tapi tetap ingin telinga terbuka
  • Punya kursi gaming atau kursi kerja besar
  • Ingin setup audio yang beda dari speaker meja
  • Sering nonton film atau konten di PC

Clio X bisa jadi produk yang cukup menarik.

Ini seperti solusi tengah antara speaker desktop dan headset gaming.

Spesifikasi Utama Razer Clio X

FiturDetail
DriverDual 38mm full-range
Passive radiator55mm
WirelessRazer HyperSpeed 2.4GHz
Audio processingTHX Spatial Audio
Battery lifeHingga 40 jam dengan power bank USB-C PD 2.0
MountingStrap nylon adjustable 30–65 cm
Wired modeUSB Type-C
PowerButuh power bank USB-C PD 2.0 eksternal
Power bankTidak termasuk dalam paket

Kesimpulan

Razer Clio X adalah aksesori audio gaming yang cukup beda dari biasanya. Alih-alih membuat headset baru, Razer mencoba mengubah kursi gaming menjadi sumber audio personal lewat bantalan speaker wireless.

Dengan dual 38mm full-range driver, passive radiator 55mm, THX Spatial Audio, koneksi HyperSpeed 2.4GHz, mode USB-C wired, dan dukungan Surround Mode, Clio X terlihat seperti produk yang mengejar pengalaman audio open-ear yang lebih imersif.

Tapi ada catatan penting: perangkat ini butuh power bank USB-C PD 2.0 eksternal yang tidak termasuk dalam paket. Jadi setup-nya mungkin tidak sebersih speaker atau headset biasa.

Buat gamer kompetitif, headset tetap punya tempat. Tapi buat pemain yang pengen sesi gaming panjang tanpa telinga panas, sambil tetap menikmati audio dekat kepala dan efek spatial, Razer Clio X bisa jadi aksesori yang menarik banget.

Ini bukan headset killer. Ini lebih seperti cara baru buat bikin kursi gaming ikut “bersuara”.

September 8, 2026
Share on:

Related Articles

Liberty Walk x Original Konbini OK-1, Keyboard JDM dengan Bodi Aluminium dan VIA

Liberty Walk x Original Konbini OK-1, Keyboard JDM dengan Bodi Aluminium dan VIA

Kolaborasi antara brand otomotif dengan peripheral gaming sebenarnya bukan hal baru. Namun, Liberty Walk x Original Konbini OK-1 punya pendekatan yang...

September 7, 2026
DLSS 5 Review: Visual Lebih Realistis, Tapi Performa Turun Drastis

DLSS 5 Review: Visual Lebih Realistis, Tapi Performa Turun Drastis

DLSS selama ini identik dengan satu hal: performa. Entah lewat Super Resolution, Frame Generation, atau Multi Frame Generation, teknologi DLSS biasany...

September 6, 2026
Apa Itu TTK di Game Shooter? Kenapa Ada Game yang Musuhnya Cepat Mati dan Ada yang Tebal Banget?

Apa Itu TTK di Game Shooter? Kenapa Ada Game yang Musuhnya Cepat Mati dan Ada yang Tebal Banget?

Kalau sering main game shooter, kamu pasti pernah ngerasain dua pengalaman ekstrem ini.Di satu game, baru nongol sedikit dari tembok langsung kena hea...

September 4, 2026
The Blood of Dawnwalker Review: RPG Vampir Mirip The Witcher 3

The Blood of Dawnwalker Review: RPG Vampir Mirip The Witcher 3

The Blood of Dawnwalker langsung menarik perhatian sejak pertama kali diumumkan. Alasannya simpel: game ini datang dari Rebel Wolves, studio baru yang...

September 3, 2026