Razer Keluarkan Reinkarnasi Mouse Gaming Pertama di Dunia, Razer Boomslang

Razer Keluarkan Reinkarnasi Mouse Gaming Pertama di Dunia, Razer Boomslang

Dua puluh tahun setelah Boomslang pertama muncul dan diklaim sebagai gaming mouse pertama di dunia, Razer akhirnya membawa nama legendaris itu kembali. Namanya panjang, eksklusif, dan sedikit nyebelin: Razer Boomslang 20th Anniversary Edition.

Sekilas? Bentuknya masih terasa seperti Boomslang klasik—mouse ambidextrous era milenial yang dulu sering nongol di LAN café. Tapi jangan tertipu nostalgia. Di balik desain yang kelihatan familiar itu, isinya sudah jelas… overkill khas Razer modern.

Oh, dan sebelum kita lanjut: mouse ini cuma diproduksi 1.337 unit di seluruh dunia. Iya, 1337. Leetspeak. Razer tahu betul target pasarnya siapa.

Dari Bola Mekanis ke DPI Nggak Masuk Akal

Kalau kita geser FOMO-nya dulu, Boomslang original itu dulu revolusioner. Versi “terkenal”-nya punya 2.000 DPI dengan ball tracking mekanis, angka yang absurd di zamannya. Bahkan versi lebih tuanya lagi (rilis 1999) cuma 1.000 DPI—tapi tetap gila untuk era mouse bola.

Versi 20th Anniversary ini?
45.000 DPI.
Polling rate 8.000 Hz.
Optical switch dengan klaim 100 juta klik.

Ini sudah bukan soal “perlu atau nggak”, tapi soal “karena bisa”.

Tetap Ambidextrous, Tapi Lebih… Fancy

Secara bentuk, Razer kelihatan sengaja tidak mengutak-atik siluet aslinya. Boomslang tetap ambidextrous, tetap ramping, tetap punya aura mouse kompetitif lama.

Bedanya, sekarang:

  • Wireless (tentu saja)
  • Datang dengan dock charging “next-gen”
  • Tombol utamanya dibungkus PU leather, lengkap dengan jahitan yang kelihatan jelas

Yes, ini mouse gaming yang secara visual sudah mulai flirting ke ranah luxury item.

RGB, Tapi Nostalgia

Boomslang dulu terkenal dengan bodi transparan yang menyala. Versi baru ini membawa konsep itu kembali lewat 9-Zone Razer Chroma RGB dengan underglow.

Bedanya, sekarang:

  • Tiap zona bisa diatur
  • 16,8 juta warna
  • Sinkron dengan 300+ game yang support Chroma

Ini bukan cuma lampu buat pamer di meja. Ini nostalgia yang di-upscale ke era RGB berlebihan.

Tombol Bisa Diapa-apain Sesuka Hati

Lewat Razer Synapse, mouse ini punya:

  • 8 tombol programmable
  • Macro kompleks
  • Profil khusus per game

Semua standar mouse flagship Razer ada di sini. Tidak ada yang ditahan-tahan.

“Lebih dari Sekadar Mouse”, Kata CEO

CEO Razer, Min-Liang Tan, menyebut Boomslang sebagai titik awal ambisi Razer:

“Kami hanya ingin mendapat unfair advantage dalam gaming, dan dari satu percikan itu lahir industri gaming peripherals bernilai miliaran dolar.”

Versi 20th Anniversary ini, katanya, bukan sekadar produk, tapi penghormatan untuk komunitas dan pengingat motto Razer:
For Gamers. By Gamers.

Dan tentu saja, mouse ini disebut “dikhususkan untuk kolektor yang menginginkan sepotong sejarah gaming”.

Tapi… Ada yang Agak Janggal

Di sinilah ceritanya jadi menarik.

Boomslang sebenarnya lahir tahun 1999, bukan 2005. Versi 1.000 DPI itu ada, nyata, dan punya desain ikonik yang sama. Bedanya, Razer saat itu masih perusahaan kecil berbasis di AS.

Tahun 2005 adalah momen Razer “lahir ulang” sebagai perusahaan Amerika–Singapura dengan kantor di Singapura dan California. Jadi besar kemungkinan, “20th Anniversary” ini dihitung dari rebirth perusahaan, bukan dari kelahiran Boomslang itu sendiri.

Yang bikin aneh:
Min-Liang Tan adalah co-founder Razer lama dan co-designer Boomslang original.

Artinya, sejarah itu bukan sejarah asing. Tapi tetap tidak benar-benar diakui secara eksplisit. Rasanya seperti sengaja disederhanakan—atau dirapikan—agar narasinya lebih cocok dengan identitas Razer modern.

Jadi Ini Mouse untuk Siapa?

Jawabannya jelas:
bukan untuk kebanyakan gamer.

Ini mouse untuk:

  • Kolektor
  • Fans Razer garis keras
  • Orang yang ingin punya “artefak” sejarah gaming, bukan sekadar alat main

Dengan jumlah super terbatas dan spesifikasi absurd, Boomslang 20th Anniversary Edition lebih mirip statement piece ketimbang mouse harian.

Dan jujur saja?
Sebagai perayaan, ini berhasil.

December 10, 2025
Share on:

Related Articles

Dygma Sonsei: Keyboard Ergonomic tapi Imut-Imut

Dygma Sonsei: Keyboard Ergonomic tapi Imut-Imut

Dygma Lab resmi ngenalin Dygma Sonsei, keyboard mekanikal ergonomis baru yang mencoba menjawab satu masalah klasik: keyboard ergo itu nyaman, tapi ser...

July 24, 2026
Razer Seiren V3 Chroma 32-Bit DSP: Suara Lebih Rapi Tanpa Ribet

Razer Seiren V3 Chroma 32-Bit DSP: Suara Lebih Rapi Tanpa Ribet

Razer resmi ngenalin Seiren V3 Chroma 32-Bit DSP, microphone USB baru yang membawa fitur audio processing dari Seiren V3 Pro ke model yang lebih terja...

July 24, 2026
Gamepad vs Keyboard dan Mouse: Mana yang Lebih Enak?

Gamepad vs Keyboard dan Mouse: Mana yang Lebih Enak?

Kalau ada satu perdebatan yang hampir selalu muncul di kalangan gamer PC, salah satunya pasti soal ini: lebih enak main pakai gamepad atau keyboard da...

July 23, 2026
ATTACK SHARK RS6 ULTRA: Mouse Gaming dengan Baterai Hot-Swap dan Sensor Tuning

ATTACK SHARK RS6 ULTRA: Mouse Gaming dengan Baterai Hot-Swap dan Sensor Tuning

ATTACK SHARK siap ngerilis RS6 ULTRA, mouse gaming wireless flagship baru yang dibuat buat pemain FPS kompetitif dan pasar esports premium.Di atas ker...

July 23, 2026